
Pagi pun telah tiba seperti biasa aktivitas para penduduk mau pun pelayan mereka semua mulai melakukan pekerjaan mereka
Kini arstella sudah membersihkan dirinya sebelum Ayumi datang untuk membangunkan dan membatunya membersihkan diri.
Terkadang Ayumi mengomeli nonanya itu.
"Nona muda sudah saya bilang anda tidak boleh melakukannya dengan sendiri biarkan saya yang mempersiapkan kebutuhan nona mulai dari mandi sampai mendandani nona"ngomel Ayumi dengan aktivitas yang sedang mengepang rambut nonanya.
jika di lihat dia seperti pelayan pengangguran saja bahkan di tidak melakukan pekerjaan apa pun tapi tetap di gaji ini seperti makan gaji buta, jika orang lain yang melayani nonanya pasti dia akan memanfaat itu untuk bermalas-malasan.
"Sudahlah Ayumi kau itu kenapa semakin cerewet dari dua tahun aku meninggalkanmu siapa yang mengajarimu jadi cerewet seperti ini biar aku jahit mulutnya agar dia tidak mengajarimu menjadi cerewet"ancam arstella, tapi itu hanya pura² saja agar mulut pelayannya yang tidak berhenti mengomel itu diam. Dan benar saja sekarang dia tidak mendengar lagi suara cerewet pelayannya ini ancaman memang sangat ampuh buat pelayannya ini.
Kini mereka sedang berjalan di karidor sambil melihat pemandangan samping kirinya. Entah dari mana datangnya tiba² seseorang menabrak arstella hanya saja yang jatuh itu adalah orang yang menabrak bukan arstella.
"maaf nona aku hisk..tidak..hisk...sengaja"ucap seorang anak perempuan yang tak lain adalah Lina, dia sedang memulai rencananya.
Sedangkan arstella hanya menatap datar kearah pelayan yang ada di hadapannya ini.
"bisakah kau berhenti menangis?"ucap arstella kepada pelayan yang ada di bawahnya yang sedang menangis padahal dia tidak melakukan apa² mengapa anak perempuan ini malah menangis.
"Sekali.. lagi hisk..saya minta hisk...maaf..nona"ucap Lina yang semakin menjadi tangisnya.
"ada apa ini?"tanya gerland yang datang dari belakang arstella.
__ADS_1
"Aku tidak tahu Gege tiba² saja pelayan ini datang dan menabrakku tanpa di sakiti dia seketika menangis"ucap arstella sambil menatap kearah pelayan yang sedang menangis di depannya, dia melihat pelayan itu melirik kearah gerland bahkan dia menangis semakin menjadi².
"apa pelayan ini sedang memainkan sebuah peran yang tertindas agar gegenya merasa kasihan padanya seperti novel romansa lainnya"pikir arstella, seketika senyum tipis terbit di bibirnya.
"Sudah berhentilah menangis, lebih baik kau kerjakan pekerjaan lainnya jangan sampai mengulangi kesalahan lagi, mari adik kita keruang makan bersama"ajak gerland dia menggandeng tangan arstella menuju kearah ruang makan.
Sedangkan lina dia sedang menatap kearah dua orang yang berjalan jauh dari hadapannya. "Kali ini aku gagal, tapi aku pastikan rencanaku tidak akan gagal lagi tunggulah"guman Lina sambil beranjak dari sana.
"Gege siapa anak perempuan itu?"tanya arstella, karna dia baru melihat ada seorang anak pelayan di kediaman ini.
"Oh itu namanya Lina dia dan ibunya baru delapan bulan bekerja disini"ucap gerland.
"Apa Gege dekat dengannya?"tanya arstella dan di jawab gelengan oleh Gerland.
"Memangnya kenapa kau tanya soal pelayan itu?"tanya gerland.
*****
arstella kini sudah ada di kediaman duchess dan Duke setelah melakukan ritual makan tadi gadis itu langsung menuju kediaman tinggal orang tuanya.
"Bunda apa Leon masih lama bangun?"tanya arstella sambil menoel Noel pipi gembul adik bungsunya itu.
"Ya dia masih lama bangun, karna mengingat bunda dia baru saja tidur"ucap duchess velencia, sebenarnya duchess tidak ikut sarapan pagi di ruang makan di karnakan Leon yang tidak berhenti ingin menyusu, alhasil bundanya makan di kamar saja.
__ADS_1
"Jadi dia baru tidur, sia² saja aku disini"guman arstella. Yang masih dapat di dengar oleh duchess velencia.
"Bagaimana jika jiejie pergi ke ibu kota yang ada di kawasan kerajaan atau ibukota kawasan Bleszynski untuk jalan² apa lagi jiejie tidak lama lagi akan masuk academy jadi jiejie bisa meluangkan waktu untuk jalan²"ucap duchess velencia.
"Itu ide yang bagus bunda, tapi itu Minggu depan saja karna aku sedang mempunya pekerjaan yang aku kerjakan, baiklah bunda jika begitu arstella kembali kediaman dulu"ucap arstella izin kepada duchess sebelum dia melangkahkan kakinya keluar dari kediaman karidor.
******
Disisi lain terlihat Duke sedang berada di ruang kerjanya dia sedang melihat² dokumen yang berisi tentang catatan desa yang berada dikawasannya, tiba² pintu terbuka terlihat seorang wanita berpenampilan pelayan hanya saja dandanan nya tidak menunjukkan seperti seorang pelayan.
"Salam pada Duke Bleszynski, saya mengantar teh hangat untuk tuan Duke"ucap seorang perempuan yang tak lain adalah marya. Dia sedang mencoba memikat Duke Bleszynski dengan cara suara di lembut lembuti.
"Hm letakkan saja di meja sana"ucap Duke Afdhal dengan pandangan masih menatap dokumen tanpa menatap sang pelayan.
"Mm baik tuan, apa ada lagi yang tuan Duke butuhkan"tanya marya, yang belum ingin beranjak dari sana.
"Tidak"singkat Duke
"Apa anda ingin saya pijatkan tuan saya lihat anda sedikit letih saya bisa memijat anda"ucap marya, entah dari mana datang keberaniannya dia berjalan kearah Duke Afhdal dan memegang pundak Duke Bleszynski dan langsung memijat Duke Bleszynski tidak lupa juga dia gesekkan naik turun buah dadanya di belakang punggung Duke dia dengan mencoba menggoda Duke Bleszynski,
Sepertinya perempuan itu sudah tidak tahan lagi menjadi selir Duke Bleszynski sampai dia tidak sabar melakukan rencananya secara perlahan
Sedangkan Duke Afdhal yang sedang fokus membaca isi dokumen harus di kejutkan dengan sebuah tangan berada di pundaknya dan memencet otot² pundaknya dan yang membuatnya terkejut lagi perempuan itu beraninya menggesekkan buah dadanya naik turun di belakang punggung Duke, Duke Afdhal sungguh sangat jijik melihat apa yang di lakukan oleh pelayannya.
__ADS_1
"APA YANG KAU LAKUKAN HA, BERANINYA KAU MELAKUKAN HAL MENJIJIKAN INI"teriak Duke Afdhal dan menghempas tubuh pelayan itu dengan sihirnya.
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW VOTE KARNA WAJIB GAIS GIF APA SAJA LIKE LIKE LIKE KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA