
Tak terasa sudah empat hari berlalu dan kini waktu mereka berada di dalam hutan dimensi tinggal tiga hari lagi.. kelompok Phoenix mereka sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang sudah di tertera di batu kristal..
yah mereka mendapatkan batu kristal itu dengan cara percuma dengan bantuan arstella... awalnya mereka ingin melawan tapi niat mereka di halangi oleh arstella.. "jika ada jalan aman mengapa tidak digunakan"itu lah ucapan arstella.. yang di ambil salah satu komentar yang menyuruhnya untuk melakukan jalan aman... dengan murah hatinya dia mengabulkannya tanpa pikir panjang...✌️🤞
mereka terus berjalan dan terus mengikuti peta yang akan membawa mereka ketempat bangunan untuk peserta yang sudah mendapatkan kristal.. hanya saja perjalanan mereka sedikit terhambat terkadang mereka menemukan monster atau kelompok lainnya yang berniat mengambil batu kristal atau monster sengaja mengulur waktu mereka... hu sungguh sangat meresahkan..
dan sekarang apa lagi ini mereka terjebak dalam sebuah ilusi yang berada di rawa² entah ini di sengaja atau memang ini taktik salah satu pemimpin untuk mengetes kemampuan mereka..
tapi untungnya sihir ilusi ini hanya tingkat rendah jadi Michel mampu mengatasinya sendiri tanpa ada bantuan... tapi saat mereka ingin melewati sebuah jembatan di atas rawa² tiba² saja
duar...
jembatan yang terhubung di seberang sana terputus di karnakan tiba² saja sesuatu dari dalam rawa² keluar... membuat mereka terlempar begitu juga dengan arstella...
terlihat di depan mereka terdapat sebuah hewan berbadan ular berkaki empat dengan kepala mmm entahlah arstella tidak tau karna baru pertama kalinya dia melihat kepala seperti itu.
"sial.. kenapa banyak sekali halangan dan sekarang hewan apa lagi ini yang menggangu jalan"ucap varo yang sedikit emosi..
beberapa hari bersama dengan pemuda itu arstella telah memahami karakter pemuda itu... pemuda itu terkadang bersifat kekanakan, pemarah,pemalu jika di puji, dan sedikit absur absul ahh entahlah dia tidak tau namanya tapi intinya seperti itu.
"hati² dan menjauhlah dari hewan saat dia menyembur cairan berwarna hitam"ucap allen... memberitahukan kepada mereka tentang apa yang harus mereka hindari.
__ADS_1
"hewan ini berada di tingkat jendaral kita harus hati² apa lagi dia adalah hewan iblis"ucap Michel..
******
disisi lain terlihat kelompok berjubah putih hitam.. kelompok itu bernama black...
kelompok mereka sedang berhadapan dengan segerombolan serigala sihir tingkat silver.. tingkat silver sama dengan tingkat manusia berada di tingkat jendaral.
mereka terus membabi buta melawan segerombolan serigala sihir yang tidak ada habis²nya...
"ketua kita harus berbuat sesuatu, jika terus seperti ini kita akan kehabisan tenaga dan energi sihir kita akan terus terkuras"ucap salah satu bawahannya
" buat formasi pedang tahap dua segera"ucap sang ketua black. dengan segera mereka membuat sebuah formasi pedang... terlihat sebuah lingkaran berwarna biru melindungi mereka.. di atas lingkaran itu terdapat sebuah bayangan pedang besar berwarna biru yang memancarkan aura dingin.. itu adalah formasi kelompok black
bhoom
dengan sekali tebasan semua serigala yang datang habis membeku bahkan pohon² yang ada disana tidak luput ikut membeku.
sedangkan di tempat lain jaraknya sedikit jauh dari kelompok black.. terdapat satu orang berjubah kuning biru menatap kesal ke arah kelompok black.. dirinya sangat kesal karna mereka berhasil mengalahkan segerombolan serigala sihir darinya..
"kali ini kalian lolos tapi tidak untuk depannya"ucap pemuda itu sebelum dia meninggal tempat persembunyiannya
__ADS_1
********
di hutan rawa rawa terlihat kelompok arstella sedang melawan hewan iblis..
"ah mengapa hewan ini sangat merepotkan sekali"geram varo dengan ular jadi'an itu.. dia sangat geram karna sihir tanahnya tidak mempan untuk mengurung ular jadi'an itu..
"hai kau hewan jelek bau tanah.. apa kau tidak tau liurmu itu sangat bau berani²nya kau menyembur sana sini liur mu itu kalau terkena aku bagaimana"oceh varo kepada ular jadi'an itu... seakan memahami ucapan varo ular itu semakin marah dia menyerang varo dengan menyemburkan bisanya yang berwarna hitam...
"Hua tolong aku.. ular ini seperti paham bahasa manusia lah.."ucap varo yang bergerak sana sini agar tidak terkena bisa ular.. dengan wajah konyolnya
Salfia yang jengah melihat tingkah absur varo dengan segera membatu varo dari semburan ular rawa itu. dengan menggunakan sihir esnya untuk melindungi varo.... terlihat es itu meleleh saat terkana cairan hitam dari ular itu saat menyemburkan bisanya kepada varo..
sedangkan varo dia merasa lega karna di lindungi oleh salfia.. "gila jika aku terkena cairan tadi bisa² meleleh saya.. hua varo mau pulang saja"batin varo sambil menatap horor pada cairan hitam itu.
sedangkan Michel dan allen mereka sedang mencari cara untuk melawan ular itu... satu²nya cara melawan hewan ular itu adalah dengan menggunakan jarak dekat... tapi itu tidak mungkin karna ular itu sangat berbahaya...apa lagi Mereka berdua sudah terkena serangan ular itu.. hanya saja untung bukan bisa ular itu..
"saintes salfia.. apakah anda ingin mengikuti saran saya.. jika saya menyuruh anda sesuatu"tanya arstella... terlihat lady salfia terdiam mendengar ucapan arstella.. dia tidak tau mengapa arstella berbicara seperti itu.. tapi dia tetap mengangguk sebagai jawabannya..
"apa anda memiliki sebuah bunga teratai berbentuk berlian?"tanya arstella tapi tatapannya masih tertuju kepada ular itu..
"ya saya memilikinya"ucap lady salfia sedikit ragu mengatakannya.. tapi dia juga tetap mengeluarkan benda yang di maksud oleh arstella.. dia tidak tau mengapa arstella mencari benda ini.. "apakah arstella tau kegunaan benda ini"tanya lady salfia dalam hati sambil mencerna tentang arstella.. benda yang ada di tangannya itu sudah lama bersamanya sejak dia berumur empat tahun.. tapi dia sama sekali tidak mengetahui kegunaan benda di tangannya itu bahkan para tetua sihir juga sama sekali tidak mengetahui kegunaannya... tetua bahkan menyuruhnya membuang benda yang ada di tangannya ini karna mereka menganggap benda ini adalah benda tak berguna tapi lady salfia tetap tidak ingin membuangnya karna dia berpikir suatu saat benda ini di perlukan jadi dirinya menyimpannya sampai sekarang
__ADS_1
"sekarang teteskan darah anda sebanyak tujuh kali.. dan salurkan sihir cahaya kepada benda itu"ucal arstella.. sebelum dia membantu varo yang di serang ular..
yah sebenarnya bocah varo itu di jadikan umpan pengalihan agar mereka bisa mencari cara untuk mengalahkan ular itu.