
Di malam hari terlihat rombongan arstella kini sedang beristirahat...
"hu pertandingan ini lebih sulit dari pertandingan tahun lalu"ucap allen kesal..
"memangnya pertandingan tahun lalu beda ya dengan pertandingan sekarang?"tanya varo
"tentu.. tahun lalu pertandingan itu di beri petunjuk atau peta.. tapi pertandingan sekarang kita sama sekali tidak di beri tahu apapun."ucap allen moodnya kali ini hancur..
sisilain arstella hanya diam mendengarkan ucapan kedua pemuda yang sedang berada di api unggun... saat asik dalam pikirannya tiba² dia tersentak dia mengingat sesuatu.. bukan kah tadi pencariannya kristal..
Kristal? Itu sangat pas jika pencariannya di malam hari bukan dengan di temani pencerahan cahaya?
segera saja arstella berdiri dan mencari keberadaan Michel... saat melihat tenda Michel yang agak sedikit jauh.. dirinya pun menghampiri Michel.. sedangkan yang lainnya hanya melihat arstella dengan malas, mereka tidak peduli gadis itu mau kemana.
sedangkan arstella telah tiba di depan tenda milik michel... "ka Michel"panggil arstella.. segera saja pintu tenda itu keluar dan menampakan sosok pemuda..
"ada apa adik arstella.. apa kau tidak nyaman?atau tidak bisa tidur atau..."Michel menjeda ucapannya tapi tatapannya tertuju pada dua pemuda yang tidak terlalu jauh darinya.. dia menatap curiga dua pemuda itu..
sedangkan yang di tatap curiga hanya memutar bola matanya malas.. "ck.. kami sama sekali tidak mengganggunya.. jadi berhenti melirik kami seperti itu"ucap varo dengan memelas.. sungguh tatapan tajam Michel mampu membuat dirinya merinding kalau perlu dia bisa saja membeku atau mati saat ini juga
"apa mereka mengganggumu?"tanya Michel yang masih tidak percaya dengan ucapan varo.. dia sangat mengenal sifat varo
"Tidak.. mereka sama sekali tidak menggangu aku kesini hanya ingin mengatakan seseuatu"ucap arstella dengan tampang acuh tak acuh.
__ADS_1
"apa?"tanyanya penasaran..
"lebih baik kita segera mencari batu kristal itu segera mungkin.. dan malam ini akan memudahkan kita mendapatkannya secepatnya"ucap arstella dia langsung mengatakan niatnya
"kau gila! malam begini mencari batu kristal itu... itu akan percuma mencari kristal dimalam hari apa kau bisa melihat keberadaan kristal itu di malam hari?tanya Allen dengan nada sedikit di tinggikan.. apa gadis di depannya ini gila mencari batu kristal sunggu konyol
arstella hanya diam tapi dia mengeluarkan sesuatu di ruang dimensinya.. dia memperlihat sebuah kristal sedang berbentuk bunga di hadapan empat orang di depannya.. tanpa aba² dia melempar kristal itu yang berada di tangannya.
"stella?"ucap Michel dia terkejut gadis yang di hadapannya itu melempar kristal itu.
"keluarkan sihir penerang kalian mau itu sihir atau penerangan yang bisa memantulkan cahaya sangat jauh"ucap arstella dia masih sabar dengan menjelaskan mengapa dia menyuruh mencari batu kristal di malam hari..
Michel? Michel yang melihat tidak ada satupun yang mau mendengarkan ucapan arstella.. dengan terpaksa dirinya mengeluarkan sebuah alat sihir penerangan yang bisa menerangi tempat mereka.. bahkan penerangan itu bisa menerangi jalan di depannya.
"terbangkan"ucap arstella.. Michel hanya menurut saja, dia pun menerbangkan penerangan itu.. dia juga penasaran apa yang akan di lakukan dengan gadis di depannya ini.. tapi yang pasti itu pasti berhubungan dengan dia menyuruh mereka untuk pencarian batu kristal itu atau karna ucapan Allen yang tadi agar pemuda itu tidak meremehkan gadis yang sudah di anggap adik itu.
"apa kalian melihat benda berkilau itu"tunjuk arstella pada sebuah cahaya yang sangat jauh dari mereka.
"ya terus?"ucap varo..
"ambil" arstella
"apa kau menyuruhku mengambilnya.. kau yang lihat seharusnya kau yang ambil"ucap varo dia tidak terima di suruh dengan perempuan yang tidak di kenalnya.
__ADS_1
"varo"suara yang sangat dingin itu mampu membuat varo ketakutan dengan segera saja dia pergi ke tempat yang bercahaya itu.
**********
di sisi hutan lain...
terdapat sebuah kelompok sedang mengistirahatkan diri mereka di masing-masing tenda.. tapi tidak untuk satu tenda yang sedikit jauh dari tiga tenda lain.
"apa yang kita akan lakukan? ini sedikit susah untuk mendapatkan batu kristal itu"ucap seorang lady berambut kuning.
"susah? kata itu hanya untuk orang lain saja.. untukku itu tidak sama sekali susah.. kau tenang saja lebih baik kita bersenang-senang dan menggagalkan orang lain untuk mendapatkan batu kristal agar lebih cepat untuk menuju ketujuan kita..."ucap pemuda sambil menghisap rokoknya dan menghembuskannya di depan wajah lady. sambil tersenyum miring.
**********
kini rombongan arstella bergerak di malam hari mencari batu kristal dengan di temani sebuah cahaya yang akan membantu mereka mendapatkan apa yang mereka cari... mereka terus bergerak entah sudah berapa jam... sampai tiba² mereka melihat sebuah cahaya yang memantul di gelapnya malam...
"itu ada cahaya.. apa itu batu kristal yang kita cari?"ucap varo sambil menujuk sebuah cahaya seperti pelangi... mereka yang mendengar ucapan varo sontk menatap arah yang mereka tunjuk.
"sepertinya ayo kita kesana untuk melihatnya lebih dekat"ucap allen.. segera saja pemuda itu bergerak duluan..
saat mereka sudah mulai mendekat mereka pun menghentikan langkahnya.. mereka melihat sebuah batu kristal berukuran sedang tapi bukan itu menjadi permasalahannya.. permasalahannya adalah disana yang mereka lihat ada sebuah hewan.. jika di lihat tingkat hewan itu berada di tingkat jendaral.. setera dengan manusia tingkat kaisar akhir...
sedangkan mereka baru saja berada di kaisar tengah dan adalah pula di tingkat raja akhir dan tengah itu adalah allen dan varo yang berada di tingkat raja.. sedangkan salfia dan michel mereka berada di kaisar tengah dengan tingkat berbeda..
__ADS_1
mungkin mereka akan sedikit kesusahan melawan binatang yang berada di tingkat jendral ini.. dan juga mereka akan sedikit mendapatkan luka..
sedangkan arstella dia hanya menatap hewan itu sambil berpikir apa dia harus melawan juga atau dia meminta saja dengan dengan hewan itu agar tidak melukai hewan itu?.. tapi dia takut mereka akan curiga dengannya dan mereka akan bertanya bagaimana caranya..