
"apa.. apa yang terjadi?"tanya raja dan lainnya saat melihat kaki panglima berdarah.
"saya juga tidak tau yang mulia"ucap Duke brunor, dia langsung menghampiri putranya.saag melihat kakinya terluka bahkan di lihat hampir putus
sekali lagi tiba² tangan Duke brunor terpotong, membuat mereka melihat langsung berteriak histeris.
"sialan siapa yang berani melakukan ini!!!"teriak raja Zein
seketika tubuh arsen dan gerland tiba² terangkat dan melayang menuju kearah Duke dan duchess. dengan sigap duchess mengecek pernapasan putranya dan keponakannya.
"kalian sudah bermainnya, kini giliran aku lagi"ucap arstella Bleszynski menatap tajam kearah orang² yang ikut terlibat dalam rencana raja.
"hey bocah kecil jangan pern..."
shutt
tak..takk
seketika sebuah jari terputus dan jatuh dilantai
"apa bagai mana bisa?"tanya mereka yang melihat penomena itu dan lagi² mereka dibuat terkejut anak perempuan bisa mengendalikan benda...
"kau bagai mana bisa? mengendalikan benda yang seharusnya dilakukan orang yang memasuki prajurit awal?"tanya raja Zein, dia syok melihat itu.
"tentu saja bisa"ucap arstella Bleszynski, dia langsung mengendalikan sebuah pisau menuju kearah raja Zein dan seketika wajahnya tergores.
aaaaaa
srett..srett..srett.
seketika semua yang ada di aula teriak melihat itu semua terutama para penyihir
"kurasa kita salah cari lawan"ucap salah satu penyihir, apa lagi dengan tingkat anak perempuan itu yang sudah mencapai prajurit awal, bahkan anak perempuan bisa berkultivikas.
"kalian yang ikut dalam rencana raja ini akan mendapatkan ganjarannya"ucap arstella Bleszynski menatap mereka yang disana satu persatu.
"nona Bleszynski, saya tidak ikut dalam rencana yang mulia raja, kami kesini karna mendapatkan undangan dari yang mulia raja"ucap salah satu bangsawan tingkat tinggi, bangsawan itu adalah bangsawan alger.
__ADS_1
"benar nona, tolong jangan membunuh kami"ucap salah satu bangsawan.
"saya tidak akan membunuh kalian, saya hanya akan menyuruh kalian menonton saja apa yang aku lakukan, karna kerajaan ini tidak lama lagi akan menjadi milik saya"ucap arstella Bleszynski enteng.. "karna raja yang tidak berkompeten akan Sagera tiada, karna dia sudah mengajak keluarga Bleszynski berperang"ucap arstella Bleszynski sambil menyerigai.
"saya tidak akan bisa mati, kalian tunggu apa lagi serang sekarang bocah itu"ucap raja kepada Marquez monglee,dan Duke brunor meski tangannya sudah terputus.
dengan segera mereka menyerang arstella, dengan sigap arstella juga menyerang mereka dengan pengendali pedang, dia hanya berdiri di tempat sedangkan tangannya dia gerakkan untuk mengendalikan pedangnya.
belum sempat mereka melayangkan serangan, mereka sudah tertusuk oleh sebuah pisau.
"kalian bukanlah lawan saya, dan kamu raja ucapkan selamat tinggal pada dunia ini, eh dan jangan lupakan sampaikan salam saya pada raja nereka saya mengirimkannya hadiah buatnya"ucap arstella Bleszynski dengan seketika dia menusuk jantung raja dengan pisaunya.
"lawanku hanya biasa² saja tidak ada yang menantang, andai para dewa tidak mengubah sistem alam bawah, pasti aku akan mendapatkan, lawan yang setara dengan kekuatanku"guman arstella Bleszynski, entah mengapa dia berpikiran untuk kedunia atas dan menantang dewa agung,agar dia bisa mengendalikan sistem alam kesemula, agar dia bisa mendapatkan lawan yang setara dengan kemampuannya.
"tapi jika di pikirkan bagai mana bisa aku naik keatas"guman arstella Bleszynski.
"raja telah tiada, sekarang kerajaan ini sudah menjadi milik saya, karna saya telah menang dalam peperangan yang di buat oleh raja Zein"ucap arstella Bleszynski sambil menatap kearah sisi aula.
"ada yang ingin menentang saya, menguasai kerajaan ini?"tanya arstella Bleszynski dengan lantang.
satu detik
tiga detik.
tidak ada yang membantah, mungkin karna mereka tidak ingin mati, karna perbedaan kekuatan apa lagi mereka tau sekarang ini arstella bisa berkultivikas, jadi mereka ingin mencari aman saja.
"saya menantang"ucap seseorang perempuan yang baru masuk dengan perempuan yang masih muda. dengan seketika arstella menyerigai.
"meski raja sudah meninggal,tapi masih ada saya dan putra, yang bisa membangun kejayaan kerajaan ini"ucap permainsuri jenica.
"tapi kerajaan ini sudah menjadi milik saya, karna raja kalah berperang melawan saya, jika anda tidak terima mari bertarung"ucap arstella Bleszynski.
"saya tidak peduli anda menang melawan raja, tapi saya masih hidup, jadi anda tidak bisa mengambil kerajaan ini"ucap permainsuri jenica.
"oh baiklah jika begitu, maka saya tinggal akan membunuh anda dan keturunan anda,maka kerajaan ini akan menjadi milik saya"ucap arstella Bleszynski, seketika saja gadis iti sudah ada disamping permainsuri jenica dan langsung menodongnya dengan pisau di lehernya.
"jadi permainsuri jenica bagai mana, kau ingin tetap dengan keyakinanmu"tanya arstella Bleszynski, orang² disan tidak bisa melihat kecepatan gadis itu.
__ADS_1
"sa.... saya' baiklah saya menyerah"ucap permainsuri jenica, kali ini dia akan menyerah tapi suatu saat dia akan membalas perbuatan gadis itu, dan mengambil kembali kerajaannya.
"bagus, kau bisa berkemas, dan keluar dari kerajaan ini dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di kerajaan ini, dan kamu karna keegoisanmu kakak'u terluka dan hampir meregang nyawa, maka terimalah akibatnya"ucap arstella Bleszynski.
"apa'.. apa yang ingin kau lakukan kepada adikku?"tanya permainsuri jenica
"aku hanya ingin dia merasakan rasa sakit yang di alami oleh kedua kakak'u"ucap arstella Bleszynski, tapi seketika
seseorang perempuan datang dengan tongkatnya.
bahkan auranya sangat membuat mereka tidak bisa bernafas.
Duke dan duchess yang mengenal siapa orang itu dengan segera mereka mendekati perempuan itu dengan aura yang dia keluarkan..
"adik apa yang kau buat disini"tanya duchess velencia kepada adiknya.
"kakak, tanya apa yang aku buat kesini, tentu aku kesini ingin membunuh orang yang sudah menyakiti putraku"ucap perempuan itu dia adalah meralda Narendra, ibu dari gerland Narendra.
"siapa yang membunuh bajingan itu"tanya meralda Narendra, saat melihat raja Zein sudah tergeletak tak bernyawa.
"itu saya"jawab arstella Bleszynski, gadis itu memperhatikan wanita yang tidak jauh darinya, jika di teliti ada kesamaan dengan wajah kakak sepupunya.
"apakah, dia ibu dari ka gerland?"batin arstella Bleszynski.
"oh kau rupanya keponakanku, jadi apa kau menyimpankanki sesuatu untukku lampiaskan amarahku karna telah berani melukai kakakmu"tanya meralda Narendra, padahal dia baru bertemu dengan keponakan perempuannya tapi tingkahnya sudah lama bertemu dengannya.
dengan ragu² gadis itu menunjuk kearah Natalia brunor "dia adalah biang permasalahan ini, karna ambisinya ingin menjadikan ayah sebagai suaminya, dia tega menculik kakak"ucap arstella Bleszynski.
"apa!!! beraninya dia menggangu keluarga kakakku, saya sangat membenci seseorang yang merebut suami orang, maka akan aku binasakan mereka, agar tidak ada lagi yang merebut suami orang"ucap meralda Narendra. dengan amarah meluap² ditubuhnya.
glukk
Natalia hanya mampu menelan ludahnya kasar "mengapa malah menjadi seperti ini"batin Natalia brunor lalu dia menatap kakaknya agar dia mau menolongnya, tapi sayangnya kakanya malah memutuskan Kontak mata dengannya,membuatnya di makin ketakutan.
dengan segera meralda menyergap Natalia brunor, dia mencabik² wajah cantiknya membuat Natalia teriak kesakitan..
tidak ada yang mau membantu Natalia dari perempuan yang mereka tidak kenal
__ADS_1
HAI SEMUA AUTHOR BALIK LAGI NI JANGAN LUPA FOLLOW YAH YANG BELUM FOLLOW, VOTE KARNA WAJIB, GAIS GIF APA SAJA, LIKE LIKE LIKE, KOMEN UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA GUYS SAMPAI JUMPA EPISODE SELANJUTNYA