White Hero (Indonesia)

White Hero (Indonesia)
Eps. 19 - Pertemuan 4 Singa


__ADS_3

Mari klik tombol like dulu di pojok kiri bawah


Happy reading❤


_________________________


Episode 19


- Pertemuan 4 Singa -


Whaatt??? Demi apa kalian bertiga temenan waktu kecil??” Somi tak bisa menghilangkan kekagetannya mendengar cerita Ran.


Tentu saja Ran tak ikut menceritakan bahwa ia telah join White Hero. Semua harus dirahasiakan.


“Kok bisa? Bisa taunya gimana?” tanya Somi mengunyah siomaynya. Kini mereka berada di kantin FISIP.


“Bara duluan sih yang kenal gue, nggak tau juga…” Ran tak tau bagimana harus menjelaskannya.


“Ooh, pantes, waktu pertama kali Bara ngampiri kita di Coffee Poirot dia kayak udah kenal gitu sama lo.” Somi sendiri yang menyelamatkan Ran dari pertanyaannya tadi.


“Btw, lo sendiri sama Bara kapan kenal?” Ran baru ingat menanyakan.


“Ah…” Somi terlihat santai acuh tak acuh. “Gue dan dia waktu SD sering diceng-cengin sama temen-temen, nggak tau kenapa. Mereka bilang dia naksir gue, tapi pas gue tanya Bara langsung, dia dengan cuek bilang ‘enggak tuh’.” Somi menirukan gaya Bara kala itu.


Ran tertawa, ya, Babar dulu yang ia kenal emang sok gentle banget. Beda dengan Digo, Didig yang dulu suka nangis tapi giliran main karakter power ranger dia maunya jadi yang paling kuat dan jago.


Ran tersenyum sendiri mengingat masa-masa itu. Keduanya kini sudah melangkah menuju auditorium untuk menghadiri kuliah umum fakultas.


Begitu mereka sampai di lobi auditorium, Aiden dan Zidan telah menunggu.


Keduanya melambai pada Ran dan Somi yang kini tengah heran mengapa anak fakultas teknik itu berada di fakultas politik.


“Eh, ngapain kalian di sini?” tanya Somi.


“Hehehe, kita tau ada kuliah umum di sini, mumpung lagi jadwal kosong kami penasaran kuliahnya anak FISIP tuh gimana,” cengir Zidan.


“Emang kalian ngerti?” Somi terkesan meremehkan.


“Ini kelebihan anak fakultas non politik, Mi. Kalau kalian ikut kuliah kami, mana mungkin kalian ngerti soal rumus-rumus, fisika, kimia, dan bahasa ilmiahnya. Sebaliknya kalau kami ikut kuliah kalian, seenggaknya kami masih ngerti tentang sosial dan politik.” Aiden balas nyombong.


“Hmm, iya deh, serah lu…” Ran hanya mengangkat bahu ingin melangkah pergi. Bisa-bisa ia tidak dapat tempat duduk strategis untuk mendengarkan Profesor Santoso menerangkan.

__ADS_1


Tapi langkahnya terhenti saat seseorang yang ia kenal memanggil mereka. “Loh? Bara … Di-Digo?”


Wajah Somi juga langsung ceria akan kedatangan mereka. “Kalian mau ikut kuliah umum anak FISIP juga?”


“Hahaha, iya, kok kamu tau sih, Mi.” Bara mendekati Somi dengan cengiran manisnya. Ia langsung mendapat tatapan intens dari Aiden dan Zidan. Seolah mengatakan, lo siapa kok pake manggil ‘kamu’ ke Somi…


“Ssst…” Ran menyenggol lengan Digo, ia tau kedatangan Bara dan Digo ke FISIP tak mungkin hanya sekedar mengikuti kuliah umum. Alasan klise buat anggota white hero seperti mereka yang lebih sering nongki di basecamp ketika jam kosong.


“Ngapain kalian ke sini?” bisiknya hati-hati.


Digo melirik ke sekitar memastikan tak ada yang memperhatikan, masih dengan tangan di saku jaket hoodie ia menundukkan wajahnya dekat ke telinga Ran sementara matanya masih mengintai was-was. “Misi rahasia.”


Ran kini menatap Digo dengan kesal. Ia berasa masih bukan White Hero padahal dirinya sudah resmi jadi anggota. “Misi apa?” bisik Ran menyenggol Digo lagi.


Digo kembali mendekatkan bibirnya ke telinga Ran. “Rahasia,” bisiknya dengan cengiran evil, asik sekali bila sedang mengerjai Ran.


Ran menumbuk perut Digo saking betenya. Cowok itu mengaduh sakit sambil tak percaya dengan perbuatan Ran.


“Lo kenapa?” tanya Zidan yang ada di samping Digo.


“Ahaha, nggak kenapa-kenapa kok,” cuek Digo menggosok-gosok bekas pukulan Ran untuk menghilangkan sakit.


“Ah iya, kalian berempat udah saling kenal kan? Satu fakultas kan ya.” Somi kini merasa spesial karena kini ia dan Ran dikelilingi oleh empat cogan, mereka layaknya singa gagah dari masing-masing fakultasnya, tentunya menarik perhatian mahasiswa yang berkeliaran di lobi itu.


“Gue baru tau lo sering main sama Digo, Bar?” tanya Aiden berusaha santai dengan Bara. Ya bagaimanapun ia dan Bara kurang akrab meski sejurusan.


“Hahaha, temen SMA gue, Bro.” ‘Bro’ adalah sapaan khas Bara pada orang lain bila ia sedang ingin sok akrab.


Kuliah umum akan dimulai. Mereka berenam segera memasuki auditorium dan memilih tempat duduk di tribun paling atas.


Ini berlawanan dengan niat Ran tadi yang ingin duduk tepat di depan professor mengajar, ia kini lebih penasaran akan misi rahasia White Hero dan untuk itu ia sengaja duduk di sebelah Digo. Aiden yang sedikit protektif dengan Ran kini duduk di sisi lain Ran.


Professor Santoso mulai menjelaskan kuliah umum dengan tema Politik Antar Bangsa. Bohong bila Ran mendengarkan bapak itu sekarang. Ia kini malah fokus mengamati raut wajah Digo di sampingnya, berusaha membaca pikiran cowok itu.


Namun saat Digo balas menatapnya Ran malah salah tingkah dan kembali menghadap lurus ke depan.


Digo nyengir kemudian berbisik. “Ngeliatin gue mulu ntar naksir lho.”


Ran menoleh ke arah Digo. Cowok itu selalu saja bercanda di saat serius. “Lo jelasin ke gue apa misi rahasianya,” tunjuk Ran dengan nada memaksa.


Digo mengarahkan dagu ke arah professor santoso dengan cuek. “Kuliah umum.”

__ADS_1


Ran memukul kepala belakang Digo hingga cowok itu kembali heran menatap Ran. Nih cewek tangannya cepet amat.


“Jawab sebelum muka lo gue tabok,” ancam Ran, kini ia benar-benar tak tahan dengan Digo yang sok rahasia-rahasiaan.


“Ran…” Aiden malah memotong, membuat Ran harus mengalihkan pandangannya dari wajah ganteng Digo ke wajah ganteng Aiden. “Dari tadi gue perhatiin, lo nggak fokus sama kuliah umumnya.”


Ran hanya nyengir akan teguran dari Aiden. Padahal Ran tak tau bahwa Aiden sedang berusaha menganggungnya agar tidak terus-terusan ngobrol sama Digo. Ya … Aiden diam-diam memperhatikannya sedari tadi.


“Ciee…. ada yang perhatian,” goda Digo pelan.


Ran hanya memutar mata dan menghabiskan kuliah umum itu dengan ngedumel di dalam hati.


“Gais, habis ini kalian pada kemana? Ikut makan bareng kita yuk,” ajak Somi yang diiringi dengan lirikan tak setuju dari Aiden dan Zidan. Kalau duduk bareng Digo dan Bara mereka bisa kalah saing.


“Hahaha, thanks atas tawaran lo Mi, tapi kita berdua habis ini ada janji.” Bara sebenarnya nggak rela melewatkan makan siang bareng Somi cinta pertamanya itu. Tapi apa boleh buat, ia harus mewawancarai Professor Santoso tepat setelah ini.


Tampak di wajah Aiden dan Zidan puas mendengar penolakan dari Bara. “Udah yuk gue laper nih…,” ajak Aiden.


“Gais, kalian duluan aja. Gue ada yang mau diomongin sama mereka berdua.” Ran angkat bicara. Disusul tatapan heran dari Aiden, Zidan dan Somi.


“Ngomongin apa? Kita tungguin,” ujar Aiden agak keberatan.


“Enggak. Kalian duluan aja,” tegas Ran.


Aiden akhirnya hanya mengangguk menuruti, seharusnya ia ingat bahwa Ran tipikal orang yang nggak bisa neko-neko. Sekali enggak tetap enggak.


Digo melipat tangan puas menatap kepergian punggung Aiden. Entah mengapa ia kurang sreg kalau Ran dekat-dekat Aiden. “Jadi, newbie White Hero mau ngomong apa sama kita?” sindir Digo, ia suka sekali melihat wajah bete Ran, cewek itu sangat menggemaskan kalau sedang badmood.


“Gue harus ikut sama lo berdua ngelakuin misi!” tekan Ran tak mau kalah, ia harus berguna di White Hero.


“Udahlah Dig, dia kan anggota kita juga,” bujuk Bara pada Digo. Sementara Digo hanya cuek, jadi malas meladeni Ran kalau bawaannya udah maksa begini.


“Okaaay, pertama lo bawa gue ke ruangannya Professor Santoso.” Bara mengedipkan matanya pada Ran berusaha membujuk teman masa kecilnya itu.


Tanpa banyak tanya Ran membawa mereka ke ruangan profesornya. Ia ingin menyimpan pertanyaannya untuk nanti, pada Bara. Karena Ran yakin Bara pasti lebih mau menjelaskan ketimbang Digo yang sepertinya masih tak ikhlas akan kehadirannya di White Hero.


Selama Bara mewawancarai professor Santoso, Ran dan Digo menunggu di luar. 30 menit berlalu dan keduanya hanya diam, tak ada percakapan. Digo yang cuek dan Ran yang sudah memutuskan perang dingin dengan Digo.


Gue mogok bicara sama lo sampai waktu yang tidak ditentukan!


~o0O0o~

__ADS_1


Jangan lupa like dan commentnya❤


__ADS_2