
"Ranne Fakhria.”
Ran baru saja mendengar namanya dipanggil saat ia sedang berada di toko buku.
Ia menoleh, itu Bayu Rahardian sang kandidat nomor dua presma BEM universitas.
“Lo sendirian aja?”
“Eh kak Bayu,” sapa Ran agak heran mengapa bisa bertemu senior itu di sini. “Iya kak, lo sendiri?”
“Sama… kok kita bisa ditakdirin ketemu di sini ya, haahaha kebetulan banget,” cengir Bayu.
Semenjak dirinya tau Bayu akan mencalon jadi presma karena nepotisme dan ingin KAPI (organisasi eksternalnya) dapat tempat di kampus, Ran jadi kurang sreg sama Bayu.
Ditambah lagi gara-gara rombongan Bayu pernah nyuruh ia squat jump nggak jelas meskipun Bayu telah meminta maaf mewakili mereka.
Tapi di sisi lain, cowok di depannya ini salah satu senior paling disegani, bagaimanapun ia tak mungkin menampakkan rasa kurang sukanya.
“Hahaha, iya kebetulan banget Kak, hahaha…” Demi apa Ran ingin segera mengakhiri obrolan dengan Bayu. Boring...
“Lo habis ini mau kemana? Kalau kosong ikut gue yuk,” tawar Bayu to the point.
Antena Ran langsung tegak dibuatnya, ia jadi sedikit was-was. “Kemana?”
“Gue nggak tau etis atau enggak ngomongin ini di sini, tapi … gue mau nawarin lo sesuatu.” Ucapan Bayu membuat Ran jadi penasaran, apa ini ada kaitannya dengan Bayu yang ingin nyalon jadi presma?
“Ngomongnya di sini aja, Kak,” saran Ran. Ia malas harus duduk dengan Bayu dan mencari café untuk nongkrong.
Bayu terlihat kurang nyaman dengan permintaan Ran karena hal yang ingin ditawarkannya pada Ran ini sangat rahasia. Tapi karena ia tau bahwa Ran tipikal orang yang nggak bisa neko-neko maka akhirnya ia sodorkanlah surat tanpa amplop itu.
Ran menerima dan membaca isinya. Dirinya agak tersentak melihat kop surat itu bertuliskan Kesatuan Aksi Pemuda Indonesia (KAPI), ini organisasi eksternal-nya Bayu. Isi surat itu menerangkan tentang perekrutan anggota baru KAPI dan meminta nama-nama rekomendasi untuk ikut latihan kepemimpinan dan kaderisasi KAPI.
__ADS_1
Ran berusaha sebiasa mungkin, berpura-pura baru pertama kali mendengar KAPI. “Ini apa kak?” tanyanya memasang wajah polos.
“Gini, sejak pertama kali ketemu lo waktu ospek, gue lihat lo punya potensi buat jadi pemimpin di organisasi lo namti. Dan gue nyaranin agar lo punya organisasi eksternal yang bisa back-up elo…,” jelas Bayu pelan, ia terlihat risih melirik-lirik ke sekitar takut ada yang kenal atau mendengar.
“KAPI ini apa Kak Bay? Lo masuk sini juga?” Ran berharap ektingnya alami, pura-pura baru tau.
“Iya Ran. Tenang, organisasi ini positif, lo bakal dikader dan dilatih kepemimpinannya, dan tentunya lo bisa jadi lebih berani untuk speak up," jelas Bayu. “Organisasi ini bakal ngasah nyali lo. Seenggaknya ilmu di sini berguna buat masa depan kerja lo.”
Ran sebenarnya tak tertarik soal iming-iming itu, tapi suatu hal klise kini terlintas di benaknya.
“Oke kak, gue mau ikut kaderisasi KAPI.”
Bayu tersenyum. “Udah gue duga Ran, lo salah satu maba paling berani yang gue kenal.” Ia mengeluarkan ponselnya. “Gue minta nomor lo ya, dan habis ini kalau lo mau gue bisa ngenalin lo ke beberapa kader KAPI.”
Itu tawaran yang menggiurkan. Bila Ran bisa menembus KAPI, ia bisa mendapat informasi soal Bayu dan strategi kampanyenya. Dan bisa membuktikan ke White Hero bahwa ia bisa jadi mata-mata yang handal. Ini impiannya waktu kecil, bisa terlibat aksi spionaise.
Setelah dari toko buku, Ran ikut Bayu ke sebuah rumah bertingkat, rumah itu terletak di pinggiran kota. Cewek mana pun mungkin akan ragu dan takut diajak pergi jauh seperti ini. Tapi Ran beda, nyalinya terlalu kuat kalau hanya sekedar ikut pertemuan apalagi perginya sama senior yang disegani di kampus, setidaknya mana mungkin Bayu akan berbuat macam-macam.
Di depan rumah itu tertancap palang putih bertulisan hitam, Sekretariat Cabang Kesatuan Aksi Pemuda Indonesia (KAPI).
Bayu mengetuk dan membuka pintu, ia masuk ke dalam diikuti oleh Ran. Benar, di dalam ada tiga orang. Dua di antaranya Ran kenal dan itu membuat dirinya cukup kaget.
Ada Jeremy, yah wajar saja karena ia adalah temannya Bayu, senior yang secara langsung pernah nyuruh ia squat jump.
Dan satu lagi yang bikin Ran lebih tak menyangka. Zidan? Teman Aiden, teman nongkinya kini ada di sekre KAPI.
Nih anak diam-diam ternyata masuk KAPI…
Ran hanya mematung menatapi Zidan, tak tau harus bereaksi apa, begitupun Zidan, ia juga bingung mengapa Ran bisa ada di sini.
“Waah, parah-parah …” Jeremy berdecak dan bertepuk tangan menyambut kedatangan Bayu dan Ran. “Siapa sangka Bayu Rahardian berhasil membawa Ranne Fakhria ke KAPI.” Jeremy mempersilahkan Ran duduk di sofa ruang tengah itu. “Welcome primadona kampus,” ujarnya.
__ADS_1
“Haha…” Bayu hanya tertawa kecil, pandangannya kini tertuju pada Zidan. “Ini lo bawa siapa, Jer?”
Jeremy menepuk pundak Zidan dengan bangga. “Lo bawa primadona kampus, gue bawa calon ketua BEM Teknik 2 tahun lagi mulai detik ini.”
“Mantap man...” Bayu melepas jaket kulitnya dan menyampirkannya ke kursi.
“Lo pasti kenal Zidan lah yak kan Ran, gue lumayan sering liat insta story lo nongki ama Zidan juga.” Jeremy menyandarkan punggungnya ke sofa.
Mata Ran menyipit, ia bahkan nggak pernah ngeh Jeremy follow intagramnya dan melihat insta storynya.
“Haha, iya,” malah Zidan yang ngomong. “Ran, nggak bilang-bilang ya lo mau masuk KAPI juga.”
Ran hanya nyengir, ia berharap agar Bayu atau Jeremy segera menjelaskan apa yang perlu diketahui calon anggota KAPI, supaya Ran bisa cepat cabut dari sini dan ke White Hero, ia harus menghadiri rapat tepat waktu, apalagi dari sini ke kota memakan waktu 30 menit kalau sedang tidak macet.
Bayu mendeteksi gelagat Ran bahwa cewek itu ingin segala sesuatunya to the point. Ia pun juga merasa bertanggung jawab telah membawa Ran jauh-jauh ke sini.
“Oke, karena kalian berdua sama-sama akan bergabung dan mengikuti latihan kaderisasi KAPI jadi sekalian aja gue jelasin ke kalian beberapa hal yang mesti diperhatikan.”
“Latihan Kaderisasi KAPI diadain selama seminggu, nginap, dan selama 7 hari kalian bakal dikasih materi yang berbeda-beda. Nanti di akhir bakal ada simulasi untuk nguji apakah kalian layak jadi kader KAPI,” jelas Bayu, ia mengeluarkan sebuah kertas dari brangkas yang ada di ruangan itu dan memberikannya pada Ran dan Zidan.
“Kalian isi form ini, tanda tangan, gue tunggu form ini paling lambat H-3 pelatihan.”
“Satu hal yang kalian ingat, sampai kalian benar-benar resmi jadi Kader KAPI jangan kasih tau siapapun bahwa kalian bakal ikut pelatihan,” tambah Jeremy.
~o0O0o~
Udah episode 22 aja
Ngga kerasa udah 2 minggu aja nulis cerita ini di noveltoon
Makasi buat yang terus ngikutin
__ADS_1
Tak ada kata yang bisa mengungkapkan rasa terimakasih gue buat kalian
Dari lubuk hati yang paling dalam, gw berterimakasih banyak❤