
Jakarta, Indonesia
Author pov
Hari ini adalah hari yang sangat sibuk bagi seorang perempuan bernama
Krystalie melody lawrence. seorang perempuan cantik dengan mata birunya yang indah dan rambutnya yang panjang berwarna coklat keemasan menambah daya tarik tersendiri baginya. Dia adalah blasteran, ibunya orang indonesia sedangkan ayahnya adalah orang inggris. Namun hidup krystal tak seindah mata dan rambutnya yang dikagumi banyak orang, dulu krystal adalah anak yang sangat disayangi oleh kedua orang tuanya, dia adalah anak yang pintar, jago dalam hal menyanyi dan ia bercita-cita akan menjadi penyanyi yang sukses dan akan membahagiakan orang tua serta keluarganya.
Namun mimpi krystal tiba-tiba saja sirna saat diumurnya yang masih 13 tahun, ia harus kehilangan ibu yang sangat menyayanginya, ibunya meninggal akibat pesawat yang di naiki ibunya waktu perjalanan dari indonesia ke inggris harus jatuh ditengah lautan dan mereka mendapati semua kru dan para penumpang meninggal dunia. Sungguh sakit bagi krystal harus kehilangan ibunya seperti itu dan disaat seperti itu juga ayahnya menghilang entah kemana, tidak meninggalkan surat atau apapun itu. Ayah krystal menghilang tanpa jejak.
Kini krystal harus berjuang hidup bersama dengan neneknya yang sangat menyayanginya. Sejak ibunya meninggal dan ayahnya menghilang, hanya neneknya lah yang merawat dan menyekolahkan krystal hingga lulus SMA. Memang susah mendapatkan pekerjaan hanya bermodalkan ijazah SMA, apalagi dikota jakarta seperti ini
Ia ingin melanjutkan kuliahnya namun karena keterbatasan ekonomi, krystal terpaksa harus mengurungkan niatnya dan hanya mencari kerja agar dia dan neneknya bisa hidup.
ia kini bekerja di salah satu toko roti kenalan neneknya. sama seperti hari-hari sebelumnya, krystal selalu datang lebih awal ke tempat kerjanya agar tidak terlambat, jika terlambat ia akan dimarahi oleh bos nya dan gajinya akan dipotong setengah dari penghasilannya selama sebulan. ia sangat senang dengan perkerjaannya sekarang karena rasanya tidak terlalu berat seperti pekerjaan sebelumnya.
__ADS_1
krystal bekerja di salah satu toko roti di daerah Jakarta, kawasannya juga ramai karena berada di pinggir jalan raya yang banyak dikunjungi orang-orang jika ingin santai menikmati segelas kopi dan roti yang enak. krystal adalah salah satu pembuat roti di toko itu, berkat neneknya yang juga seorang pembuat roti kini krystal tau cara membuat roti yang enak yang digemari pelanggan Namun berbeda dengan roti yang enak, penghasilannya di toko roti tersebut dibilang cukup sedikit karena gajinya hanya sebesar 750.000 ribu perbulan. Ia sangat mensyukurinya karena itu bisa membantu perekonomian dia dan neneknya yang sedang sakit.
" selamat pagi krystal,' sahut seseorang dari balik pintu belakang toko.
" selamat pagi emily.. tumben kau datang cepat? biasanya juga terlambat hahaha"
" karena tadi malam aku tidurnya cepat jadi bangunnya juga cepat hehe."
Emily adalah sahabat krystal waktu mereka baru duduk di bangku sekolah dasar, sifatnya yang kekanak-kanakan membuat krystal merasa ia mempunyai adik perempuan walau usia mereka hanya berbeda 1 tahun. jika orang lain melihat, mereka mengira Krystal dan emily adalah kakak beradik saking akrab dan manjanya emily ke krystal.
" apa kau sudah sarapan emily? pagi ini aku memasak nasi goreng kesukaanmu." ucap krystal sambil mengeluarkan kotak sarapan dari dalam tas yang dibawah nya.
"aku sangat terharu krystal selama ini kau seperti menjadi ibuku, ahh aku jadi sedih mengingat kenangan bersama ibuku." kata emily dengan wajahnya yang berubah menjadi sedih.
" sudahlah em, makanlah nanti nasi nya dingin." kata krystal sambil duduk dibangku sebelah emily.
__ADS_1
"aku menyayangimu, kau sudah seperti adikku sendiri " krystal mengelus puncak kepala emily dengan sayang, dia teringat dengan ibunya yang sangat sayang padanya.
tiba tiba air mata krystal menetes mengingat kejadian indah dulu sebelum Tuhan memanggil ibunya.. dalam hatinya
" aku sangat merindukanmu ibu.. datanglah ke mimpiku walau hanya sebentar, aku sangat merindukan belaian kasih sayangmu."
Emily tersadar dengan tingkah krystal yang tiba tiba menangis, hatinya juga sakit melihat krystal mengeluarkan air mata.
" krystal kenapa menangis?" kata emily sambil mengelus pipi krystal yang basah karena air mata.
"hmm? tidak aku tidak menangis em, mataku hanya kelilipan karena kemasukan debu" kata krystal sambil menghapus bekas air mata nya.
" kemasukan debu? jelas jelas aku melihatnya menangis.. dasar krystal selalu saja berbohong" celoteh emily dalam hati.
"sudah habis makannya? jika sudah cepat ke dapur dan mulai bekerja, jika bos tahu kita berdua duduk disini bisa-bisa gaji kita dipotong " kata krystal sambil memasukan kembali kotak makan kedalam tasnya.
__ADS_1
emily dan krystal akhirnya kedapur dan mulai bekerja untuk membuat roti, mereka berdua tidak mau terus-terusan bersedih seperti itu.
Beginilah kehidupan sehari-hari krystal.