You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)

You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)
chapter 11


__ADS_3

Jangan lupa vote sebelum membaca :*


Krystal bangun dengan kepala yang masih pusing akibat jet lag, ia melihat jam di ditangannya dan terkejut


“astaga aku sudah tidur lebih dari 13 jam,


kenapa aku tidak tahu” ucap krystal yang masih melirik jam ditangannya menunjukkan


pukul 2 dini hari.


“aku bahkan lupa untuk makan dan mandi saking lelahnya badanku” ucap krystal lagi sambil duduk di pinggir ranjang


Krystal berdiri dan membuka koper yang ia


bawa, ia melihat ada beberapa roti dan makanan ringan yang di isi Emily.


“ahh untunglah ada makanan disini, aku


sudah tidak sempat memeriksanya” ucap krystal berbicara seorang diri


“Aku akan mandi dulu lalu makan.. perutku


sudah berdemo sejak tadi”


Krystal keluar dari kamar mandi dengan


baju tidurnya dan handuk di kepala, ini memang dini hari tapi entah mengapa


krystal merasa penat dan ingin mandi padahal diluar cuaca sangat dingin.


“huuh segarnya, untung ada air panas jadi


aku bisa berendam di bath up sebentar” ucap krystal lalu mengambil roti dan camilan tersebut lalu membuka pintu menuju balkon


Kamar di penginapan ini memiliki balkonnya


sendiri untuk bersantai dan melihat pemandangan kota London karena letak


penginapan ini ada di atas gunung


Krystal dapat melihat pemandangan itu


walau kamarnya berada di lantai Satu


Ia terdiam sejenak, menutup mata dan


merasakan angin malam berhembus menerpa pipi mulusnya.


“yah Tuhan apa aku akan bertemu dengan


ayah?” gumam krystal lalu membuka matanya dan ia melihat langit dipenuhi


dengan bintang bertaburan


Bersiaplah untuk hari besok krystal. ucapnya lagi lalu memakan roti dan cemilan tersebut


Lama krystal bersantai di balkon ia merasa


mengantuk dan ingin tidur lagi.


Ia masuk kedalam lalu berbaring di ranjang


tiba-tiba ponsel krystal berbunyi tanda ada notifikasi masuk


Ting !!!


From Emily


“Syukurlah kau baik-baik saja krystal, aku


sangat khawatir jika terjadi apa-apa. Jaga kesehatanmu disana, aku tidak ingin kau


sakit dan jangan khawatirkan aku, aku bekerja dengan baik disini.. istirahatlah


jika kau Lelah” jawab pesan singkat Emily yang membuat krystal tersenyum dengan tingkah Emily yang terkadang seperti anak remaja


Krystal lalu merebahkan tubuhnya lagi di


atas Kasur yang empuk lalu matanya terpejam dan tertidur Kembali dengan handuk


masih melilit di kepalanya


****


Krystal kaget saat ia bangun handuk masih melilit kepalanya


“astaga kenapa aku tidur masih dengan memakai handuk ini” ucap krystal lalu segera bangkit dari tidurnya dan menuju kamar


mandi


“Kurasa aku belum puas berendam di bath up,

__ADS_1


aku harus mandi lagi” ucapnya lalu masuk ke dalam bath up


Lama krystal berendam ia keluar dengan


handuk yang melilit tubuhnya lalu duduk di depan meja rias yang berada di samping


ranjang.


Ia melihat keadaan dirinya didepan cermin


“aku Nampak cantik hihii” gumamnya didepan


cermin dengan tertawa kecil


Yah krystal memang cantik dan tampak sempurna dengan bibir nya yang mungil berwarna pink, rambut cokelat, mata biru yang indah dan memiliki tubuh yang tidak begitu tinggi namun orang selalu terpukau dengan


penampilannya apalagi dia seorang blasteran itu menambah kesan tersendiri bagi


krystal. rambut nya sama dengan warna rambut ibunya dan warna matanya sama


dengan ayahnya.. krystal akui itu


Jika ia merindukan ayah dan ibunya ia


hanya bercermin dan melihat bayang ayah dan ibunya ada disana. Wajahnya persis


seperti ayahnya dan sikap lembut krystal sama seperti ibunya.


Ia sudah sangat tidak sabar ingin mencari


ayahnya, ia segera berpakaian dan menyisir rambutnya yang masih basah lalu keluar


dari kamar dengan membawa tas kecil


Krystal tidak suka memakai make up karena


menurutnya ia cantik apa adanya tidak ingin menambah atau mengurangi anugerah


Tuhan, ia tidak peduli jika ada orang yang berkata buruk tentang penampilannya karena


ini adalah hidupnya, dia yang tentukan bukan mulut orang lain.


Jangan pernah menilai orang lain dari


luarnya saja, kamu tidak akan pernah tahu isi hati seseorang, kamu hanya bisa


menebaknya dan tebakanmu bisa saja salah


dipikirkan krystal


Krystal melangkah keluar dari penginapan dan disapa oleh seorang pegawai perempuan muda


“selamat pagi nona” sapa pegawai tesebut dengan senyum ramah


“selamat pagi, apa kau melihat nyonya elena? Tanya krystal pada pegawai terus


“nyonya sedang berada di taman belakang, perlu saya antar ?” tawar pegawai tesebut


“baiklah terima kasih”


“ngomong-ngomong siapa namamu? Tanya krystal yang berjalan di belakang pegawai tersebut ia ingin akrab dengan orang-orang di sekitar sini karena mengingat ia akan lama tinggal di penginapan ini


“nama saya anna nona”


“salam kenal anna panggil saja aku krystal, aku rasa usia kita hanya beda sedikit.


“eh tidak nona saya harus sopan kepada penghuni penginapan usiaku juga baru menginjak 20”


“ahh ternyata usia kita berbeda 6 tahun yah, apa kau sudah lama bekerja disini?” tanya


krystal


“saya baru 2 tahun bekerja disini..kita sudah sampai nona saya permisi”


“baiklah.. terima kasih anna semangat untuk hari ini” ucap krystal dengan senyum manisnya


Ia menghampiri nyonya elena yang sedang menyiram berbagai macam bunga di halaman belakang.. disitu juga terdapat kolam renang yang tidak terlalu besar tampaknya halaman belakang ini dibuat menjadi taman untuk bersantai.


krystal merasa nyaman berada di penginapan ini


“selamat pagi nyonya elena” sapa krystal


Nyonya elena langsung melepaskan selang air yang ia pegang dan langsung menghampiri krystal


“selamat pagi cantik, kenapa kau menghampiriku sepagi ini? Apa kau tidak Lelah sehabis perjalanan kemarin? Tanya nyonya elena lalu duduk disamping krystal


“ahh tidak, aku sudah beristirahat sangat lama sampai kemarin aku lupa mandi dan makan. Untunglah aku terbangun saat dini hari jadi aku sempat mandi dan makan cemilan” ucap krystal


“yah ampun krystal dini hari itu sangat dingin, kenapa kamu mandi?


“aku hanya merasa badanku lengket karena keringat, aku tidak tahan jadi aku mandi saja”

__ADS_1


“baiklah, apa kau sudah sarapan krystal?”


“eh.. belum, aku berpikir akan membeli cemilan saja di supermarket depan penginapan”


“kenapa hanya makan cemilan krystal, itu tidak baik untuk kesehatanmu” ucap nyonya


elena penuh kehangatan


Krystal terharu karena ia mendapat perhatian di tempat ini, pemilik dan pegawai penginapan sangat ramah dan baik kepadanya


“ayo kita kedalam dan sarapan Bersama” ucap nyonya elena menarik tangan krystal


“apa aku perlu membayar juga untuk makanan disini?


“astaga krystal kenapa pikiranmu seperti itu?apa aku terlihat seperti nenek tua dengan wajah seperti seorang rentenir?


“ehh maafkan aku nyonya”


“anna tolong buatkan spaggeti, sandwich dan susu untukku dan krystal” perintah nyonya


elena pada anna


“baik nyonya” anna langsung beranjak dari situ menuju ke dapur


Krystal dan nyonya elena duduk di ruangan yang dibuat seperti restoran kecil dengan tempat duduk dan meja kecil di setiap sudut, mereka duduk menghadap kearah luar dengan saling berhadapan


“apa kau lahir dinegara ini krystal? ucap nyonya elena memecah keheningan


“ahh iya, aku lahir disini namun besar di indonesia’


“apa alasan sampai kau harus tinggal disana sedangkan kau lahir disini”


“aku pindah ke Indonesia karena ayah dan ibu sibuk bekerja dan tidak ada yang merawatku


selama sekolah, aku melanjutkan smp hingga lulus di Indonesia dan tinggal Bersama nenek”


“oh begitu, lalu kenapa kau Kembali kemari dan menginap disini bukan ke rumah orangtuamu?


“hmm sebenarnya aku akan mencari ayahku yang menghilang 12 tahun yang lalu setelah


ibuku meninggal” ucap krystal yang terlihat sedih


“apa? Jadi kau sudah tidak mempunyai ibu? Dan ayahmu menghilang begitu saja? Yah ampun maafkan aku krystal aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih dan mengingat kenangan buruk ” ucap nyonya elena yang sedih melihat krystal


“tidak apa nyonya.. saya sudah terbiasa dari kecil”


“apa ayahmu tidak meninggalkan surat atau apapun agar kau tahu keberadaannya?


“tidak nyonya, aku akan mencoba mencari di tempat tinggal kami dulu lokasi nya tidak jauh dari pusat kota”


“apa kau masih mengingat wajah ayahmu?”


“iya, aku masih menyimpan foto kami Bersama saat bermain di taman hiburan”


“baiklah.. semoga kamu cepat menemukan ayahmu agar kau tidak kesepian, lalu bagaimana dengan nenenkmu? Apa di mengizinkamu datang kemari?”


“yah ini adalah pemohonan terakhir nenekku sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.. ia menyuruhku untuk mencari ayah setelah dia meninggal dan menyimpan uang untuk


diriku.” Ucap krystal mulai meneteskan air mata, ia ingat bagaimana neneknya mengucapkan pesan terakhir sebelum meninggal membuat hatinya sakit


“yah ampun maafkan aku krystal aku turut berduka.. aku tidak bermaksud membuatmu sedih, maafkan aku” ucap nyonya elena lalu memeluk tubuh krystal ia sedih karena terlalu


banyak bertanya pada krystal


“maafkan aku krystal, tenanglah jangan buat hidupmu terpuruk dengan kesedihan.. aku akan membantu mencari ayahmu” ucap nyonya elena masih memeluk krystal yang terisak


Tangisan krystal mulai mereda karena usapan sayang dari nyonya elena, jika orang melihat mereka berdua tampak seperti ibu dan anak yang saling meluapkan kerinduan satu sama


lain namun nyatanya tidak. Mereka baru kenal 1 hari yang lalu


“ini makanannya nyonya, silahkan” ucap anna meletakkan 2 piring spaggeti, sandwich dan


susu


“makanan nya sudah datang krystal, berhentilah menangis” ucap nyonya elena lalu melepas pelukannya pada krystal dan duduk Kembali di tempatnya semula


Krystal dan nyonya elena makan dengan sesekali bercanda.. nyonya elena menyuapi krystal seperti anak nya sendiri


“apa kau tidak punya anak atau cucu nyonya elena? Kau tampak hanya tinggal sendirian” ucap krystal tiba-tiba


“ahh itu, aku mempunyai 1 anak dan juga cucu perempuan yang seumuran denganmu, aku sangat menyayangi mereka namun Tuhan berkehendak lain.. mereka tewas dalam kecelakaan beruntun 15 tahun yang lalu”


“aku minta maaf membuatmu sedih nyonya”


“tidak apa krystal, kita berdua impas” ucap nyonya elena sambil tertawa


“baru


kali ini aku melihat nyonya elena tertawa tulus dan penuh kebahagiaan, semoga


bisa terus seperti ini” gumam anna dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2