
Hari sudah malam dan krystal masih duduk termenung di
sofa berwarna abu-abu itu, ia memikirkan bagaimana caranya harus keluar dari
ruangan ini namun ia juga berpikir bagaimana harus membantu mengembalikan
ingatan devian dulu.
Krystal menarik nafas panjang lalu berpikir sejenak
“apakah aku harus membantunya?” ucap nya sambil
berpikir
Tok tok
Suara ketukan pintu membuyarkan pikiran krystal
“si..siapa itu?” ucap krystal takut
“bisa tolong kau bukakan pintunya?” ucap seseorang
dibalik pintu
“itu bukan devian” gumam krystal
“a..aku tidak mempunyai kuncinya tuan” ucap krystal sambil
memdekat kearah pintu
“apakah dia sudah pergi?” ucap krystal sambil mendekatkan
telinganya kearah pintu untuk meyakinkan bahwa orang dibalik pintu sudah pergi
Klek
Pintu terbuka seketika dan membuat krystal terkejut
“ma..maafkan aku tuan” ucap krystal sambil menunduk
“apakah sopan berbicara dengan orang lain sambil
menundukan kepala?” ucap pria itu sambil memperhatikan kamar tersebut bukan
orang didepannya
“aku seperti pernah mendengar suaranya?” ucap
krystal dalam hati lalu mencoba berpikir
“hey angkat kepalamu nona” ucap pria itu lagi dengan aura
dingin seperti devian
“ma..maaf tuan” ucap krystal sambil mengangkat
kepalanya pelan
Deg
“krystal?”
“arley?”
Ucap kedua orang itu bersamaan saking kagetnya mereka
berdua
“kenapa kau bisa disini krystal?” ucap arley pada
krystal
“lalu apa yang kau lakukan disini juga tuan?” ucap
krystal membalas ucapan arley
Arley tidak tahu harus menjawab apa, pasalnya ia tidak
mengetahui jika perempuan yang devian culik adalah temannya krystal
“a..aku hanya” ucapan arley terputus lalu dipotong
oleh krystal
“ahh apakah kau adalah orang suruhan devian untuk
menculikku?”
“ti..tidak krystal aku… aku hanya ma..maafkan aku
krystal, aku hanya menjalankan tugas dari devian”
“jadi selama ini kau berteman denganku karena ingin
__ADS_1
menculikku?”
“tidak krystal, tolong dengarkan penjelasanku dulu”
“kau bisa keluar tuan, biarkan aku disini sampai dave
membebaskanku” ucap krystal sambil mendorong tubuh arley agar keluar dari dalam
kamar itu
“tolong biarkan aku menjelaskan semuanya krystal, ini
semua adalah kesalahpahaman”
“aku tidak percaya tuan, sebaiknya anda keluar saja”
“aku hanya ingin membantu dave mengembalikan
ingatannya, tolong bantu aku krystal aku mohon” ucap arley memohon pada krystal
Krystal kaget karena ucapan arley padanya ia berpikir
sebenarnya bagaimana hubungan devian dan arley hingga arley memohon padanya
seperti ini.
“ba..baiklah tuan aku akan membantumu, tapi banyak yang
harus kau jelaskan padaku dulu” ucap krystal secara terpaksa, ia juga tidak
tahu kenapa sampai terjerumus kedalam masalah yang seperti ini
“baiklah terima kasih krystal” ucap arley sambil
memegang tangan krystal
“ba..baiklah tuan” ucap krystal sambil menyingkirkan
tangan arley pelan, ia merasa tidak nyaman
Suasana terasa canggung karena sudah lebih dari lima
menit namun krystal dan arley hanya diam
“bisa kau jelaskan kenapa kau bisa ada disini?” ucap
arley membuka pembicaraan, ia pun tidak tahu harus mulai darimana untuk
“aku pikir kau sudah tahu tuan, kenapa kau bertanya
seperti itu”
“ahh aku lupa dia kan diculik oleh orang-orangku
dasar arley bodoh” ucap arley dalam hati merutuki dirinya sendiri
“aku sudah bilang jangan panggil aku tuan aku
mempunyai nama”
“yah baiklah arley, sekarang aku ingin kau menjelaskan
semuanya kenapa semuanya bisa seperti ini kenapa aku bisa diculik dan kenapa
kau bisa Bersama dengan dave?”
“baiklah berikan aku waktu aku akan menjelaskan semuanya”
“jelaskan padaku satu persatu dan jangan ada yang terlewatkan”
“iya krystal”
“jadi bagaimana kau bisa bersama dengan devian?”
“aku dan devian adalah sepupu”
“terus?” ucap krystal yang begitu penasaran
“aku dan dia dibesarkan secara bersamaan lalu sekarang
ia memegang kendali perusahaan ayahnya dan aku bekerja padanya” ucap arley
tidak banyak bicara
“apa kau juga selalu terlibat kejahatan dengannya?”
ucap krystal dan membuat arley tidak tersentak
“ahh ti..tidak aku hanya menjalankan tugas saat dave
menyuruhku melakukan tugasku”
“apakah tugas kalian menyiksa orang lain?”
__ADS_1
“tidak krystal, aku akan menjelaskannya juga jika kau
tidak percaya”
“hmmm” balas singkat krystal sambil mendengarkan
“dave menjadi seperti itu juga karena ada alasan
krystal, ia hanya akan menyiksa orang yang menurutnya bersalah. Ia tidak sembarang
melukai orang lain”
“benarkah? lalu kenapa saat pertama kali ia menculikku
ia menamparku ?”
Arley kaget mendengar ucapan krystal, ia tidak percaya
bahwa dave pernah menamparnya
“mungkin ada alasan lain sehingga dia menamparmu”
“tidak, kau tahu saat kita bertabrakan di depan kantor
dave? aku melarikan diri dari ruangan kantornya dengan keadaan yang sangat
buruk, kepalaku sakit dan juga hatiku” ucap krystal lalu tiba-tiba meneteskan
air mata
“ke..kenapa kau tidak memberitahuku?”
“aku tidak ingin merepotkan orang lain”
Suasana kemudian menjadi canggung Kembali
Krystal menghapus air matanya kemudian bertanya lagi pada
arley
“apakah kau tahu kenapa dave bisa kehilangan
ingatannya?”
Arley kaget dengan ucapan krystal, pasalnya ia tidak
tahu harus menjawab apa
“maaf untuk itu krystal, tapi soal kehilangan ingatan dave
tidak pernah memberitahuku bibi dan paman juga tidak pernah membuka suara”
“bibi dan paman? maksudmu ayah dan ibu dave? apakah
mereka ada disini?”
“tidak mereka tinggal di mansion lain”
“baiklah, lanjutkan ceritamu”
“dave kehilangan ingatannya saat ia masih berusia 8
tahun, ingatannya selama 8 tahun itu hilang entah kemana, ia dulu adalah anak
yang baik namun setelah kehilangan ingatan itu dave mulai menutupi diri dari
kami semua bahkan ia menghindari ayah dan ibunya, suatu hari bibi menyuruh seorang
dokter perempuan untuk merawatnya namun dave berteriak ketakutan seperti
melihat hantu lalu ia tiba-tiba tidak sadarkan diri” ucap arley sambil mengingat
kejadian beberapa tahun silam
“dokter berkata sangat susah untuk mengembalikan
ingatannya, pasalnya mereka sudah melakukan berbagari cara namun semua usaha
mereka sia-sia. Dokter yang menangani pun sekarang hanya menjadi dokter pribadi
keluarga addison dan hanya memeriksa keadaan dave sebulan sekali”
“begitukah? Dave yang malang” ucap krystal sedih, ia
tidak pernah berpikir bahwa devian harus menjalani kehidupannya tanpa ingat
kehidupannya dulu
hallo terima kasih karena sudah mampir dicerita aku yah, maaf karena aku kadang up cerita. saking banyaknya tugasku aku lupa untuk up.. sekali lagi author minta maaf dan author akan berusaha up cerita 3 kali seminggu
happy writing yah :)
__ADS_1