
Hari sudah malam krystal dan arley masih duduk di dalam ruangan tersebut.
Tok tok tokk
Suaran ketukan pintu membuyarkan lamunan mereka berdua
Arley berdiri dari duduknya dan membuka pintu untuk melihat siapa mengetuk
Klek
“selamat malam tuan, anda dipanggil oleh tuan devian”
ucap seorang pelayan yang berumur 40-an itu
“dimana dia sekarang?” tanya arley
“tuan ada di ruang kerjanya”
“baiklah aku akan kesana, kau bisa pergi”
“permisi tuan”
Saat arley berbalik badan ia kaget saat melihat krystal sudah tertidur di sofa tempat ia duduk
“astaga wanita ini, bisa-bisanya dia tidur sementara ada aku disini” gumam arley lalu mengangkat tubuh krystal untuk dipindahkan ke ranjang lalu ia keluar dari kamar itu dan menuju ke ruangan devian
Devian sedang duduk di depan komputernya dengan tatapan kosong entah apa yang dipikirkannya
“hay dave apa yang kau pikirkan” ucap arley yang tiba-tiba masuk
“tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?”
“sorry dave, aku tidak sengaja” ucap arley lalu duduk di sofa
“aku menyuruhmu untuk pulang kenapa kau masih ada disini? apa yang kau bicarakan dengan wanita itu?” ucap dave lalu berdiri dari duduknya
“tidak ada, aku hanya berbincang untuk lebih mengenalnya”
“baiklah, aku ingin mengatakan sesuatu” ucap dave lalu duduk di sofa depan arley
“yah bicarakanlah aku mendengarkan”
“tolong kau urus wanita itu”
“apa? aku? Kenapa tidak pelayanmu saja” ucap arley kaget dengan ucapan dave
“aku lebih mempercayaimu daripada mereka, aku tidak ingin dia kabur lagi”
“tapi dave..”
“urusan mu di kantor akan di urus oleh sekretarisku tenanglah”
Arley hanya mengiyakan ucapan dave, bagaimanapun ia
harus membantunya
.
****
Krystal bangun dan kaget saat ia merasa berada di kasur yang empuk
“kenapa aku tidur disini?” ucap krystal sambil mengingat kejadian terakhir saat ia tidur
“astaga apa arley yang mengangkatku saat aku sedang tidur? Apa yang dia lakukan? Astaga aku sangat malu” ucapnya tanpa tahu kejadian yang sebenarnya. Krystal lalu bangun dan merasa badannya sudah gatal
karena belum mandi
“astaga badanku bau, huff kenapa juga aku harus dikurung di tempat ini? Jika bukan karena dave pasti aku sudah melompat dari jendela ini” ucapnya lalu mendekati meja yang penuh dengan makanan dan juga beberapa
papper bag
“apa ini?” ucapnya penasaran lalu membuka papper bag tersebut
Krystal kaget saat melihat isi didalam papper bag tersebut
__ADS_1
“untuk apa semua baju ini?” ucapnya lalu mengeluarkan semua baju yang ada didalamnya
Tiba-tiba sebuah surat yang terselip di baju itu jatuh, krystal langsung mengambil dan membukanya
Isi surat itu :
Hey krystal jika kau membaca surat ini
jangan lupa untuk makan makananmu yang ada di meja lalu mandi dan ganti
pakaianmu dengan yang ada di papper bag, aku keluar sebentar karena ada urusan
mendadak tapi akan cepat kembali. Jangan mencoba untuk lari karena kau selalu
dalam pengawasan dave. dan jangan lupa untuk mengatifkan telpon yang diberikan
dave kemarin, jika ada apa-apa kau bisa menghubungi kami.
-arley
“what? untuk apa surat ini? kenapa tidak bangunkan saja aku dan langsung mengatakannya? atau untuk apa telpon ini di berikan jika tidak di pakai untuk mengirim pesan? dasar kuno” ucap krystal lalu mengambil pakaian tersebut dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Krystal kaget saat ia masuk ke dalam kamar mandi
“wahh ini sangat mewah.” ucapnya
Di kamar mandi tersedia bath up untuk berendam dan kamar
mandi itu berdinding kaca jadi kita bisa melihat pemangangan luar dengan tenang
Krystal lalu membuka pakaiannya lalu merendamkan diri di dalam bath up itu
“ahh aku merasa tenang” ucapnya sambil memejamkan
matanya dan memikirkan beberapa hal
Air di bath up itu bisa di atur suhunya dengan menekan
tombol yang ada di sisi bath up dan bath up tersebut juga bisa mengeluarkan
“apakah ayah sedang memikirkan ku atau tidak?” ucapnya
sambil memejamkan matanya
“aku sangat merindukan ayah”
Setelah lebih dari 15 menit krystal berendam di dalam
bath up ia akhirnya keluar dan memakai handuk yang di gantung di belakang pintu
lalu menganti bajunya dengan yang diberikan arley
“baju ini sangat pas di badanku hehe” ucap krystal
yang sedari tadi berdiri di depan kaca kamar mandi dengan tawa yang sangat kuat
Tok tok
Tiba-tiba pintu kamar mandi diketuk dari luar
“siapa itu?” ucap krystal yang mendekat ke arah pintu
dan membukanya
“selamat pagi nona” ucap dua orang pelayan yang
berdiri di hadapannya
“ehh se..selamat pagi, ada apa?” ucap krystal yang salah tingkah, ia malu jika pelayan tersebut mendengar suara tawanya yang kuat tadi
“anda melewatkan sarapan dan juga mandi terlalu lama nona, kami takut jika anda sakit.” ucap pelayan itu menundukan kepalanya
“apa? mereka takut jika aku sakit? memangnya aku tuan rumah ini. Astaga candaan mereka” gumam krystal di
__ADS_1
dalam hatinya
“i..iya maafkan aku, aku hanya menikmati waktu saat aku mandi dan aku akan makan” ucapnya lalu menuju ke meja yang penuh dengan makanan dan dua pelayan itu mengikutinya dari belakang
“apakah arley sudah kembali?” ucap krystal lalu duduk dan memakan makanan yang ada di meja
“tuan devian dan tuan arley masih di kantor nona”
“ahh baiklah, kalian bisa keluar aku merasa canggung jika makan dan ditatap oleh orang lain” ucap krystal malu
“baiklah nona, kau bisa memanggil kami jika membutuhkan sesuatu”
“baiklah, terima kasih”
Kedua pelayan tersebut keluar dan meninggalkan krystal sendiri yang sedang makan. Krystal tampak sangat lahap memakan makanan yang ada di atas meja, bagaimana tidak sudah 1 hari lebih ia disini namun tidak diberi
makan.
Sementara di tempat lain, nyonya elena dan anna sangat khawatir pasalnya krystal sudah 1 hari lebih belum juga pulang dan ia tidak memiliki nomor yang bisa dihubungi.
“kau bisa menghubunginya anna?” ucap nyonya elena yang sedang duduk dengan wajah cemas
“ti..tidak nyonya maafkan aku” ucap anna dengan wajahnya yang juga tidak kalah cemas dengan nyonya elena
Sementara mereka berbincang dan berencana untuk melapor ke polisi tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam dan menghampiri mereka berdua
“selamat siang nyonya, nona” ucap pria itu
“se..selamat siang, ada perlu apa?” ucap anna gugup
“saya datang kemari atas perintah tuan besar saya”
“tuan besar? Siapa dia? dan untuk apa kau datang kemari?” ucap nyonya elena
“ini tentang nona krystal”
“krystalll?” ucap nyonya elena dan anna yang kaget
“apa kau tahu dia dimana?” ucap anna yang mendekati pria tersebut
“nona krystal saat ini sedang menjalani masa training karena ia akan bekerja di perusahaan Addison corp. saya datang kemari karena ingin menyampaikan ini, nona krystal belum bisa keluar sebelum menyelesaikan
masa training nya. Saya harap nyonya dan nona bisa memaklumi kebijakan dari perusahaan” ucap pria itu panjang lebar.
“addison corp?” ucap nyonya elena dan anna bersamaan
Nyonya elena dan anna terkejut dan kaget , bagaimana tidak mereka tidak pernah berpikir krystal akan berkerja di perusahaan nomor 1 di inggris itu. Mereka tahu krystal hanya bekerja di sebuah sekolah yang tidak jauh dari penginapan ini.
“yah addison corp yang dipimpin oleh tuan Devian addison” ucap pria itu lagi
“a..apa krystal baik-baik saja” ucap nyonya elena yang khawatir
“nona krystal baik-baik saja, kalian tenang saja perusahaan kami selalu memberikan yang terbaik untuk calon karyawannya”
“baguslah, jika kau bertemu dengan nya jangan lupa untuk memberikan salamku padanya dan bilang padanya untuk menghubungi kami karena kami sangat khawatir” ucap nyonya elena
“baiklah nyonya, nona. Kalau begitu saya permisi karena masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan” ucap pria itu lalu berlalu pergi
“addison corp? astaga aku tidak percaya ini nyonya ternyata krystal diam-diam akan bekerja disana, betapa beruntungnya dia” ucap anna yang gembira dengan kabar tersebut
“ya, aku juga tidak percaya dia akan bekerja disana anna. Itu adalah perusahaan milik teman baikku” ucap nyonya elena
“sekarang aku lega ternyata dia baik-baik saja” ucap nyonya elena lagi
“ya aku juga nyonya, tapi aku masih mempunyai pekerjaan untuk mencari ayahnya. Aku harap ayahnya akan senang jika mengetahui jika krystal akan bekerja di perusahaan besar itu” ucap anna sambil berpikir
Mereka berdua sudah tidak khawatir lagi pasalnya mereka percaya dengan apa yang dikatakan orang suruhan dave tadi.
Drrttt drrttt
Getaran ponsel pria itu menghentikan langkahnya lalu mengangkat siapa yang meneleponnya
“apa kau telah menyelesaikan pekerjaanmu jake?” ucap pria dibalik telepon itu
“sudah tuan, saya telah melakukan perkerjaan dengan baik. mereka percaya dengan apa yang saya ucapkan” ucap pria yang bernama jake itu
__ADS_1
“baiklah kerja bagus, kau bisa kembali” ucap pria
diseberang telepon lalu mematikannya secara sepihak