
Krystal dan anna sudah selesai sarapan bersama dengan
nyonya elena
Anna sudah meminta izin kepadanya untuk tidak bekerja
hari ini karena akan menemani krystal mencari keberadaan ayahnya. Krystal juga
sudah meminta izin kepada bibi naomi untuk tidak bekerja hari ini.
Mereka berdua pamit pada nyonya elena lalu berjalan
menuju halte bus
“apa kau masih mengingat wajah ayahmu nona?” ucap anna
tiba-tiba
“ahh yah aku masih mengingatnya, aku bahkan masih
menyimpan foto kami saat kau masih kecil”
“benarkah? Bisa aku melihatnya?”
“ini, ini adalah foto saat aku masih berusia 6 tahun” ucap krystal memperlihatkan foto yang Sudah nampak usang tersebut pada anna
“kau sangat cantik bahkan saat masih kecil nona”
“terima kasih anna”
Lima menit mereka berbincang di halte dan bus pun
datang lalu membawa mereka ke tempat tujuan mereka di pusat kota. Tanpa mereka
sadari, ada sebuah mobil berwarna hitam yang sedang mengawasi dan mengikuti
mereka pergi.
Setelah sampai ke tempat tujuan mereka di daerah C,
krystal berniat untuk bertemu dengan seseorang
“kita akan kemana nona” ucap anna yang berdiri di sebelah
krystal
“kita akan menemui seseorang” ucap krystal sambil
tersenyum
Krystal dan anna sampai di sebuah rumah paling ujung
di jalan ini, rumah bernuansa inggris dengan alam terbuka di sekitarnya menambah
kesan indah dan nyaman pada rumah tersebut.
Tok tok
Suara ketukan pintu dari luar membuat yang empunya
rumah langsung melangkahkan kakinya untuk melihat siapa yang mengetuk
“siapa yang bertamu siang hari begini” ucap wanita
paru baya itu sambil membawa tongkat di tangan kanannya
Klek
Pintu terbuka dan membuat nenek Amanda terkejut
“krystal?” ucap nenek Amanda kaget
“selamat siang nek” ucap krystal dengan senyum manisnya
“ayo masuk dulu” ucap nenek Amanda mempersilahkan
“dia siapa nak?” ucap nenek Amanda lagi
“ahh dia adalah anna teman krystal di penginapan”
“nama saya anna johansen nyonya” ucap anna tersenyum
“panggil nenek amanda” ucap nenek Amanda dengan senyum
ceria nya
Ia senang hari ini kedatangan tamu dua wanita yang sangat
cantik
“Apa ada hal penting hingga kau datang kemari krystal?”
ucap nenek Amanda sambil mengambil air jeruk di atas meja makan.
“ahh aku ingin bertanya banyak tentang ayah yang nenek
ketahui, apa kah masih ada yang belum nenek katakan pada krystal?”
“hmm ahh iya” ucap nenek Amanda sambil berpikir
“beberapa hari yang lalu nenek melihat ayahmu datang Kembali
ke rumah kalian setelah bertahun-tahun” ucap nenek Amanda berusaha membawa
gelas dan juga ceret berisi air jeruk dan langsung dibantu oleh krystal
“terima kasih nak” ucap nenek lagi lalu duduk di depan
krystal dan anna
“lalu? apakah dia tidak datang untuk menyapa nenek?”
__ADS_1
ucap krystal penasaran
“tidak, tapi nenek melihat di dalam mobilnya ada seorang
wanita berusia seperti ibumu dan juga seorang anak kecil namun nenek tidak dapat
mengenalinya dengan jelas.” Ucap nenek Amanda sambil mengingat kejadian beberapa
hari lalu
“nenek ingin menghubungimu namun ayahmu sudah lebih
dulu pergi”
“ahh baiklah” ucap krystal sedih padahal ia berharap
akan segera bertemu ayahnya
“apakah nenek melihat keadaan ayah baik-baik saja?”
ucap krystal lagi dan anna yang ada di sampingnya terlihat sedih karena
mengkhawatirkan krystal
“yah dia tampak sehat tapi wajahnya sudah sedikit
berubah mungkin karena umurnya.”
“baiklah jika dia sehat-sehat saja, aku rasa aku sudah
tidak perlu mencarinya, mungkin ayah sudah melupakan krystal dan sudah mempunyai
keluarga baru yang membuatnya lebih Bahagia” ucap Krystal sambil meneteskan air
mata
“tidak krystal kau harus mencari dan menemuinya”
“Aku rasa tidak nek, ayo anna” ucap krystal mengajak
anna
“kami harus pergi nek, terima kasih atas waktunya”
ucap krystal lalu berdiri dari duduknya
“ehh tu..tunggu krystal, apa kau serius untuk tidak
akan mencari ayahmu lagi? Mungkin dia punya alasan atas semua kejadian ini”
ucap nenek Amanda menenangkan krystal namun krystal tetap pada pendiriannya
“tidak nek, mengetahui keadaan ayah baik-baik saja aku
sudah Bahagia” ucap krystal dengan suara bergetarnya
“jika ayah masih mengingat bahwa ia mempunyai seorang
anak seharusnya ia mencari krystal juga namun kenyataanya ia sudah mempunyai
mencari krystal” ucap krystal masih dengan meneteskan airmatanya
“kami harus pergi nek, aku dan anna harus bekerja”
ucap krystal lalu pergi dari situ dan meninggalkan anna
“anna tunggu” ucap nenek Amanda lalu mengeluarkan sesuatu
dari dalam sakunya
“ini adalah plat nomor dari mobil yang dikendarai ayah
krystal, aku harap kalian dapat menemukannya dan membawa Kembali ayah krystal”
ucap nenek Amanda menyerahkan kertas itu ke tangan anna
“terima kasih nek, aku pasti akan membantu nona
krystal menemukan ayahnya, aku pamit” ucap anna lalu pergi mengejar krystal.
Krystal berlari tak tentu arah dan menyambar siapapun
yang ada di depannya, ia terlihat sangat menyedihkan.
“hati-hati nona”
“perhatikan jalanmu nona” ucap orang-orang yang
ditabrak krystal namun ia tidak mempedulikan
Ia hanya berpikir bagaimana akan menemui ayahnya namun
ternyata ayahnya sudah Bahagia Bersama orang lain.
“hikss hikss kenapa dunia ini sungguh kejam? Kenapa aku
selalu kehilangan kebahagiaanku” ucap krystal yang duduk di taman tak jauh dari
rumah nenek Amanda
Seseorang dibalik mobil hitam terlihat mengawasi
dengan jelas lalu menelepon seseorang
“halo tuan” ucap pria bertopi itu pada seseorang
dibalik telepon
“ada apa France?apa kau sudah mendapatkannya?” ucap pria diseberang telepon
“belum tuan,namun dia ada ditaman di daerah C”
“kenapa kau tidak langsung menangkapnya saja?”
__ADS_1
ucap pria dingin itu
“dia sedang menangis tuan”
“apa? menangis? Bagaimana bisa?”
“aku juga tidak tahu tuan, dia keluar dari sebuah
rumah tua di ujung jalan dengan wajah sedih lalu menangis sejadi-jadinya di
taman sini
“baiklah segera selesaikan pekerjaanmu”
“baik tuan”
Tutt
****
Disebuah Gedung pencakar langit tertinggi di inggris,
berdiri seorang CEO dengan wajah dinginnya yang tidak pernah berubah dari waktu
ke waktu dia adalah Devian addison.
“siapa yang meneleponmu dave?” ucap arley yang berdiri
tak jauh dari devian
“anak buahmu” ucap devian yang berdiri menatap kearah
luar dengan tatapan kosong
“apa yang dikatakannya?”
“tidak ada”
“benarkah?” ucap arley penuh tanya
“lanjutkan saja pekerjaanmu bodoh”ucap devian dengan
kasar namun sudah di maklumi oleh arley karena begitulah sikapnya
“bagaimana dengan temanmu yang katanya akan bekerja
disini?”
“hmm sebenarnya aku belum tahu keberadaannya karena tiba-tiba
saja teleponnya tidak dapat dihubungi” ucap arley yang hendak berbalik
“lupakan saja, mungkin dia tidak berniat untuk bekerja
di perusahaan yang besar seperti ini” ucap devian ketus
“aku harus bekerja dave”
“yah keluarlah, aku sudah menyuruhmu tadi untuk
melanjutkan pekerjaanmu”
“baiklah” arley keluar dan hanya tersisa devian
sendiri yang masih menatap keindahan kota inggris dengan tatapan kosong
“kenapa dia menangis? Apa ada hal yang membuatnya
sampai menangis begitu” gumam devian dalam hatinya
“ahh kenapa aku memikirkannya” ucap devian bingung
lalu tiba-tiba menelepon seseorang
“halo? Aku mempunyai tugas untukmu” ucap devian pada
pria diseberang teleponnya
“ada apa tuan?”
“aku ingin kau menyelidiki rumah di ujung jalan di
daerah C dekat dengan taman besar dan tanyakan ada hubungan apa dia dengan wanita
itu, ingat jangan sampai ada yang tahu. Lakukan pekerjaanmu dengan baik”
“baik tuan saya mengerti”
Tut
Devian menutup telepon secara sepihak lalu berjalan
menuju sebuah ruangan kecil disitu, ruangan itu dibuat sebagai tempat istirahatnya
yang hanya ada sebuah bed, kursi berwarna abu-abu dan juga nakas yang berwarna
senada.
Devian membuka laci kecil yang ada dinakas lalu
mengeluarkan sebuah foto yang Nampak usang karena sudah terlalu lama.
Tampak sepasang anak lelaki dan perempuan sedang duduk
dibangku taman. Mereka berdua tampak Bahagia saat difoto.
“aku sangat penasaran dengan siapa aku berfoto dan nampak
Bahagia di foto ini? Siapakah dia? Apakah aku punya hubungan erat dengannya dan
aku belum sempat mengingatnya?” guman devian dalam hati sambil memegang
foto tersebut.
__ADS_1
Happy reading yah, semoga kalian senang dengan karyaku