You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)

You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)
Chapter 23


__ADS_3

Krystal dan anna sudah selesai sarapan bersama dengan


nyonya elena


Anna sudah meminta izin kepadanya untuk tidak bekerja


hari ini karena akan menemani krystal mencari keberadaan ayahnya. Krystal juga


sudah meminta izin kepada bibi naomi untuk tidak bekerja hari ini.


Mereka berdua pamit pada nyonya elena lalu berjalan


menuju halte bus


“apa kau masih mengingat wajah ayahmu nona?” ucap anna


tiba-tiba


“ahh yah aku masih mengingatnya, aku bahkan masih


menyimpan foto kami saat kau masih kecil”


“benarkah? Bisa aku melihatnya?”


“ini, ini adalah foto saat aku masih berusia 6 tahun” ucap krystal memperlihatkan foto yang Sudah nampak usang tersebut pada anna


“kau sangat cantik bahkan saat masih kecil nona”


“terima kasih anna”


Lima menit mereka berbincang di halte dan bus pun


datang lalu membawa mereka ke tempat tujuan mereka di pusat kota. Tanpa mereka


sadari, ada sebuah mobil berwarna hitam yang sedang mengawasi dan mengikuti


mereka pergi.


Setelah sampai ke tempat tujuan mereka di daerah C,


krystal berniat untuk bertemu dengan seseorang


“kita akan kemana nona” ucap anna yang berdiri di sebelah


krystal


“kita akan menemui seseorang” ucap krystal sambil


tersenyum


Krystal dan anna sampai di sebuah rumah paling ujung


di jalan ini, rumah bernuansa inggris dengan alam terbuka di sekitarnya menambah


kesan indah dan nyaman pada rumah tersebut.



Tok tok


Suara ketukan pintu dari luar membuat yang empunya


rumah langsung melangkahkan kakinya untuk melihat siapa yang mengetuk


“siapa yang bertamu siang hari begini” ucap wanita


paru baya itu sambil membawa tongkat di tangan kanannya


Klek


Pintu terbuka dan membuat nenek Amanda terkejut


“krystal?” ucap nenek Amanda kaget


“selamat siang nek” ucap krystal dengan senyum manisnya


“ayo masuk dulu” ucap nenek Amanda mempersilahkan


“dia siapa nak?” ucap nenek Amanda lagi


“ahh dia adalah anna teman krystal di penginapan”


“nama saya anna johansen nyonya” ucap anna tersenyum


“panggil nenek amanda” ucap nenek Amanda dengan senyum


ceria nya


Ia senang hari ini kedatangan tamu dua wanita yang sangat


cantik


“Apa ada hal penting hingga kau datang kemari krystal?”


ucap nenek Amanda sambil mengambil air jeruk di atas meja makan.


“ahh aku ingin bertanya banyak tentang ayah yang nenek


ketahui, apa kah masih ada yang belum nenek katakan pada krystal?”


“hmm ahh iya” ucap nenek Amanda sambil berpikir


“beberapa hari yang lalu nenek melihat ayahmu datang Kembali


ke rumah kalian setelah bertahun-tahun” ucap nenek Amanda berusaha membawa


gelas dan juga ceret berisi air jeruk dan langsung dibantu oleh krystal


“terima kasih nak” ucap nenek lagi lalu duduk di depan


krystal dan anna


“lalu? apakah dia tidak datang untuk menyapa nenek?”

__ADS_1


ucap krystal penasaran


“tidak, tapi nenek melihat di dalam mobilnya ada seorang


wanita berusia seperti ibumu dan juga seorang anak kecil namun nenek tidak dapat


mengenalinya dengan jelas.” Ucap nenek Amanda sambil mengingat kejadian beberapa


hari lalu


“nenek ingin menghubungimu namun ayahmu sudah lebih


dulu pergi”


“ahh baiklah” ucap krystal sedih padahal ia berharap


akan segera bertemu ayahnya


“apakah nenek melihat keadaan ayah baik-baik saja?”


ucap krystal lagi dan anna yang ada di sampingnya terlihat sedih karena


mengkhawatirkan krystal


“yah dia tampak sehat tapi wajahnya sudah sedikit


berubah mungkin karena umurnya.”


“baiklah jika dia sehat-sehat saja, aku rasa aku sudah


tidak perlu mencarinya, mungkin ayah sudah melupakan krystal dan sudah mempunyai


keluarga baru yang membuatnya lebih Bahagia” ucap Krystal sambil meneteskan air


mata


“tidak krystal kau harus mencari dan menemuinya”


“Aku rasa tidak nek, ayo anna” ucap krystal mengajak


anna


“kami harus pergi nek, terima kasih atas waktunya”


ucap krystal lalu berdiri dari duduknya


“ehh tu..tunggu krystal, apa kau serius untuk tidak


akan mencari ayahmu lagi? Mungkin dia punya alasan atas semua kejadian ini”


ucap nenek Amanda menenangkan krystal namun krystal tetap pada pendiriannya


“tidak nek, mengetahui keadaan ayah baik-baik saja aku


sudah Bahagia” ucap krystal dengan suara bergetarnya


“jika ayah masih mengingat bahwa ia mempunyai seorang


anak seharusnya ia mencari krystal juga namun kenyataanya ia sudah mempunyai


mencari krystal” ucap krystal masih dengan meneteskan airmatanya


“kami harus pergi nek, aku dan anna harus bekerja”


ucap krystal lalu pergi dari situ dan meninggalkan anna


“anna tunggu” ucap nenek Amanda lalu mengeluarkan sesuatu


dari dalam sakunya


“ini adalah plat nomor dari mobil yang dikendarai ayah


krystal, aku harap kalian dapat menemukannya dan membawa Kembali ayah krystal”


ucap nenek Amanda menyerahkan kertas itu ke tangan anna


“terima kasih nek, aku pasti akan membantu nona


krystal menemukan ayahnya, aku pamit” ucap anna lalu pergi mengejar krystal.


Krystal berlari tak tentu arah dan menyambar siapapun


yang ada di depannya, ia terlihat sangat menyedihkan.


“hati-hati nona”


“perhatikan jalanmu nona” ucap orang-orang yang


ditabrak krystal namun ia tidak mempedulikan


Ia hanya berpikir bagaimana akan menemui ayahnya namun


ternyata ayahnya sudah Bahagia Bersama orang lain.


“hikss hikss kenapa dunia ini sungguh kejam? Kenapa aku


selalu kehilangan kebahagiaanku” ucap krystal yang duduk di taman tak jauh dari


rumah nenek Amanda


Seseorang dibalik mobil hitam terlihat mengawasi


dengan jelas lalu menelepon seseorang


“halo tuan” ucap pria bertopi itu pada seseorang


dibalik telepon


“ada apa France?apa kau sudah mendapatkannya?” ucap pria diseberang telepon


“belum tuan,namun dia ada ditaman di daerah C”


“kenapa kau tidak langsung menangkapnya saja?”

__ADS_1


ucap pria dingin itu


“dia sedang menangis tuan”


“apa? menangis? Bagaimana bisa?”


“aku juga tidak tahu tuan, dia keluar dari sebuah


rumah tua di ujung jalan dengan wajah sedih lalu menangis sejadi-jadinya di


taman sini


“baiklah segera selesaikan pekerjaanmu”


“baik tuan”


Tutt


****


Disebuah Gedung pencakar langit tertinggi di inggris,


berdiri seorang CEO dengan wajah dinginnya yang tidak pernah berubah dari waktu


ke waktu dia adalah Devian addison.


“siapa yang meneleponmu dave?” ucap arley yang berdiri


tak jauh dari devian


“anak buahmu” ucap devian yang berdiri menatap kearah


luar dengan tatapan kosong


“apa yang dikatakannya?”


“tidak ada”


“benarkah?” ucap arley penuh tanya


“lanjutkan saja pekerjaanmu bodoh”ucap devian dengan


kasar namun sudah di maklumi oleh arley karena begitulah sikapnya


“bagaimana dengan temanmu yang katanya akan bekerja


disini?”


“hmm sebenarnya aku belum tahu keberadaannya karena tiba-tiba


saja teleponnya tidak dapat dihubungi” ucap arley yang hendak berbalik


“lupakan saja, mungkin dia tidak berniat untuk bekerja


di perusahaan yang besar seperti ini” ucap devian ketus


“aku harus bekerja dave”


“yah keluarlah, aku sudah menyuruhmu tadi untuk


melanjutkan pekerjaanmu”


“baiklah” arley keluar dan hanya tersisa devian


sendiri yang masih menatap keindahan kota inggris dengan tatapan kosong


“kenapa dia menangis? Apa ada hal yang membuatnya


sampai menangis begitu” gumam devian dalam hatinya


“ahh kenapa aku memikirkannya” ucap devian bingung


lalu tiba-tiba menelepon seseorang


“halo? Aku mempunyai tugas untukmu” ucap devian pada


pria diseberang teleponnya


“ada apa tuan?”


“aku ingin kau menyelidiki rumah di ujung jalan di


daerah C dekat dengan taman besar dan tanyakan ada hubungan apa dia dengan wanita


itu, ingat jangan sampai ada yang tahu. Lakukan pekerjaanmu dengan baik”


“baik tuan saya mengerti”


Tut


Devian menutup telepon secara sepihak lalu berjalan


menuju sebuah ruangan kecil disitu, ruangan itu dibuat sebagai tempat istirahatnya


yang hanya ada sebuah bed, kursi berwarna abu-abu dan juga nakas yang berwarna


senada.


Devian membuka laci kecil yang ada dinakas lalu


mengeluarkan sebuah foto yang Nampak usang karena sudah terlalu lama.


Tampak sepasang anak lelaki dan perempuan sedang duduk


dibangku taman. Mereka berdua tampak Bahagia saat difoto.


“aku sangat penasaran dengan siapa aku berfoto dan nampak


Bahagia di foto ini? Siapakah dia? Apakah aku punya hubungan erat dengannya dan


aku belum sempat mengingatnya?” guman devian dalam hati sambil memegang


foto tersebut.

__ADS_1


Happy reading yah, semoga kalian senang dengan karyaku


__ADS_2