You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)

You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)
Chapter 22


__ADS_3

Arley berlari menuju ke ruangan devian dengan tergesa-gesa, pasalnya saat ia keluar dari café Bersama krystal ia mendapat


telepon dari devian bahwa wanita yang ia culik tadi pagi telah melarikan diri.


“huff a..ada apa devian?” ucap arley masuk ke dalam ruangan devian dengan nafas tersengal-sengal


“dia kabur” ucap devian dingin


“apa? apa kau tidak punya penjaga dave hingga wanita lemah sepertinya bisa kabur darimu?” ucap arley meremehkan


“aku ada rapat jadi sudah tidak sempat menyuruh penjaga” ucap devian


“apa kau sudah melihat cctv seluruh kantor?” ucap arley sambil membuka jasnya


“aku sudah memeriksa seluruh cctv kantor namun ternyata dia lewat lift menuju basement”


“argggg aku tidak tau dia kemana” ucap devian mengusak rambutnya kasar


“aku akan membantumu mencarinya tapi biarkan aku beristirahat sejenak dave, aku Lelah di perjalanan kemari” ucap arley lalu membaringkan tubuhnya di sofa


“aku ingin besok kau sudah menemukannya, cari Bersama dengan pasukan rahasiamu” ucap devian lalu melanjutkan pekerjaannya


“hmmm” jawab singkat arley lalu terbawa di alam mimpi


****


“Krystal kau kemana saja? Kenapa wajahmu pucat nak?” ucap bibi naomi menarik tangan krystal masuk ke dalam ruangannya


Krystal terpaksa harus datang ke rumah bibi naomi yang ada di dekat sekolah tempat mereka bekerja, ia tidak tahan jika harus berjalan kaki sampai di penginapan, ia merasa kepalanya terasa sangat sakit dan juga ia tidak mempunyai uang untuk membayar kendaraan.


“aku hanya kelelahan bi” ucap krystal dengan suara serak


Bibi naomi tahu ia sedang tidak sehat namun krystal berusaha menyembunyikan itu


“apa kau sudah makan? Kenapa kau tidak bekerja hari ini?”


“ahh krystal terbangun kesiangan dan badan krystal rasanya Lelah sekali, jadi krystal memutuskan untuk tidak masuk. Maafkan


krystal bi” ucap krystal berbohong, ia tidak mau bibi naomi sampai tahu apa yang terjadi padanya tadi


“kenapa kau tidak menelpon bibi?”


“i..itu, telpon krystal hilang krystal tidak sengaja menjatuhkannya” ucap krystal berbohong lagi


“yahampun krystal kenapa kau begitu ceroboh” ucap bibi naomi sambil membawakan teh dan obat untuk krystal


“maaf bi”


“tidak apa, minumlah dulu lalu kau bisa beristirahat di sini”


“terima kasih bibi” ucap krystal lalu meminum obat yang diberikan bibi naomi


****


Krystal duduk diam di balkon kamarnya dengan pandangan menatap ke arah langit dengan tatapan kosong.


Ia pulang dengan di antar bibi naomi sampai di penginapan pagi-pagi buta. Ia tidak ingin membuat nyonya elena khawatir dengannya karena tidak pulang.


Ia masih menatap langit dengan tatapanya dan mulai berpikir


“ayah dimana? Apakah ayah Sudah tidak merindukan krystal? Apakah ayah sudah melupakan krystal” ucap krystal dalam hatinya sambil meneteskan air mata


Tok tok


Suara ketukan di pintu membuyarkan lamunan krystal, ia cepat-cepat menghapus bekas air matanya lalu membuka pintu.


“selamat pagi nona” ucap anna dari balik pintu


“ehh pagi anna, ada apa?

__ADS_1


“aku hanya ingin menyapa sambil membawakan kue jahe, aku tahu nona sedang tidak enak badan”


“terima kasih anna, masuklah” ucap krystal lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar krystal


Krystal dan anna duduk di balkon kamar krystal sambil bercengkerama.


“apakah nona sudah makan?” ucap anna tiba-tiba


“hmm aku belum sempat makan anna, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar bisa menemukan ayahku dikota yang sangat besar ini” ucap krystal mengeluh, ia tidak tahu harus mengeluh pada siapa lagi dan hanya anna


yang ada disisinya saat ini. Ia beberapa kali menelepon Emily namun Emily tidak bisa membantu apa-apa karena mereka berbeda negara


“apa ada yang bisa saya bantu nona?” ucap anna menawarkan diri


“ti..tidak anna aku tidak ingin merepotkan orang lain”


“tidak apa nona, aku akan membantu semampu yang aku bisa”


“ba…baiklah anna terima kasih”


“bagaimana jika kita mencari ayah nona besok saja? Hari ini aku ingin kita memasak Bersama untuk makan siang”


“baiklah, aku juga Sudah lapar”


Mereka berdua pun meninggalkan kamar dan menuju ke arah dapur untuk memasak, krystal bersyukur ternyata masih ada orang yang ingin membantunya terutama nyonya elena,bibi naomi dan anna.


Mereka memasak dengan dipenuhi canda tawa, jika orang lain melihatnya mereka mengira krystal dan anna adalah kakak beradik yang sangat akrab namun ternyata tidak.


Setelah makan malam selesai anna memutuskan untuk menginap di penginapan pasalnya ia berjanji pada krystal akan membantu mencari ayahnya pada besok hari. Anna tidur dikamar tamu lainnya sedangkan krystal Kembali ke kamarnya untuk istirahat, ia merasa tubuhnya sudah mendingan dibandingkan hari kemarin.


Krystal pun terlelap dalam tidurnya.


****


pagi ini devian dan arley bangun lebih awal pasalnya mereka merencanakan akan menangkap wanita yang melarikan diri kemarin dari kantor. Di kantor mereka di sambut oleh para karyawan. Mata mereka langsung bersinar saat melihat devian dan arley masuk kedalam kantor, kedua pria bak titisan dewa yang dikenal sangat dingin mampu melelehkan hati para karyawan wanita di kantor itu saat mereka berjalan menuju ke lantai paling atas.


Devian mendengar itu lalu berbalik menuju perempuan berambut sebahu itu


“jangan bermimpi terlalu tinggi, pasti akan sakit rasanya jika tiba-tiba kau jatuh” ucap devian dengan sikap dinginnya


“bekerjalah dengan baik jika kau tidak ingin dipecat dari sini” sambung nya lagi


“ehh ma..maaf tuan” ucap wanita itu sambil menunduk


“sudahlah dave jangan mementingkan hal yang tidak berguna” ucap arley di belakang devian


“ayo pergi”


Mereka berdua pergi meninggalkan wanita itu Bersama dengan karyawan lainnya.


Di dalam lift menuju lantai atas devian dan arley hanya diam dengan pandangan menatap pantulan diri mereka di dalam lift


“dave?” panggil arley tiba-tiba


“hmm” jawab singkat devian yang ada di samping arley


“aku ingin mengatakan sesuatu”


“ya”


“aku mempunyai seorang teman wanita, jika kau menginjinkan bisakah dia bekerja disini? kemarin dia sempat kemari untuk melamar namun berkasnya tertinggal di penginapan” ucap arley berusaha membujuk devian


“apakah dia punya pengalaman bekerja di perusahaan besar seperti disini?”


“ehh aku tidak yakin tapi aku akan mengusahakannya”


“baiklah terserah kau, tapi jika dia tidak punya


pengalaman kerja kau bisa menaruhnya di bagian kebersihan”

__ADS_1


“bisakah aku menelpon nya untuk memberitahu ini?”


“kenapa kau bertanya padaku?”


Ucapan itu membuat arley terdiam dan berpikir akan menelpon krystal.


Ting


Lift sampai di lantai paling atas Gedung perusahaan Addison corp.


“kau hubungi pasukan rahasiamu untuk mencari wanita itu” ucap devian lalu duduk di kursi kerjanya


“baik” ucap arley lalu melangkah keluar ruangan


Diluar hanya arley sendiri pasalnya sekretaris devian sedang meminta izin untuk tidak masuk kerja


Arley menelpon pasukan rahasianya untuk memulai pencarian wanita yang devian maksud lalu di iyakan oleh pasukannya, mereka tidak berani membantah


karena itu adalah perintah dari bos besar.


Kemudian arley berpikir untuk menelpon krystal untuk memberitahu jika ia akan memulai interview di kantor, dia memencet nomor yang bertuliskan nama krystal


Tutt..tuttt


Telah beberapa kali arley menelpon namun panggilannya tidak di angkat


“apakah dia sedang sibuk?” ucap arley menatap layar teleponnya, ia menelpon lagi namun tetap tidak di angkat


Sementara di dalam ruangan devian sangat terganggu dengan bunyi panggilan masuk yang ada di telepon dekat mejanya, disitu terdapat tas wanita dan juga telepon yang dari tadi tidak berhenti berbunyi


“ahh telepon sialan” ucap devian lalu mematikan telepon tersebut


Diluar arley masih berusaha menelpon nomor krystal namun saat ia menelpon yang ketujuh kalinya


“nomor yang anda tuju sedang tidak aktif bla..bla..bla..” ucap wanita di dalam telepon itu


“apa? kenapa nomornya sudah tidak aktif? Apakah dia benar-benar sibuk dan tidak ingin diganggu”


“yah sudahlah nanti aku akan menelponnya lagi” ucap arley lalu masuk ke dalam ruangan


Di dalam ia melihat raut wajah devian yang sangat serius dan tidak ingin diganggu, ia memutuskan untuk keluar lagi namun suara berat devian menghentikan langkahnya


“kau mau kemana?” ucap devian tanpa menatap arley


“aku ingin mencari angin”


“apa kau ingin dipecat hah? Kau ingin keluar di saat jam kerja?” ucap devian dengan sedikit menaikan nada bicaranya


“baiklah aku akan disini sampai pasukanku membawa wanita itu kemari” ucap arley lalu berbalik untuk menuju devian


“hey lihat tas siapa itu dave, apa kau diam-diam membawa wanita kemari dan meninggalkan tasnya disini?” ucap arley yang melihat ada tas wanita disitu


“jangan berpikiran aneh arley”


“lalu tas siapa itu?”


“apa kau tidak bisa berhenti mengganggu diriku yang sedang fokus bekerja hah?”


“maaf aku hanya ingin tahu tas siapa itu”


“itu adalah tas wanita yang aku culik kemarin paham?!”


“ahh baiklah, aku akan diam karena sudah mengetahuinya”


Maaf karena baru sempat up author lagi sakit jadi upnya tertunda hehe jangan bosan untuk membaca yah🤗


happy reading💛


i yellow u!!!

__ADS_1


__ADS_2