
Hari ketiga krystal bekerja di perpustakaan, ia hanya diperbolehkan oleh bibi naomi untuk mengatur buku-buku dan membersihkan ruangan itu jika berdebu dan jika sudah bersih ia hanya duduk sambil membaca buku hingga jam pulang sekolah.
“ahh aku sama saja tidak bekerja jika begini, anak kecil juga bisa jika hanya membersihkan buku dan mengaturnya lagi” ucap krystal
sendiri di dalam ruangan itu
Ruangan perpustakaan hanya ramai jika jam istirahat, anak-anak berkumpul hanya untuk membaca buku cerita yang mereka sukai.
“kenapa anak itu tidak datang?” tanya krystal pada dirinya sendiri
“selamat siang kak” ucap natalie tiba-tiba
“umur Panjang natalie, aku baru saja memikirkanmu hehe” ucap krystal sambil membelai rambut natalie
“aku ingin membaca buku bisa kakak mengambilkannya?” ucap anak itu dengan nada suara yang sangat imut hingga krystal sendiri pun gemas dengan tingkah anak itu
Krystal menganggap natalie sudah seperti adiknya sendiri sejak ia datang ke inggris, sikap natalie yang manja kepadanya membuat krystal ingin terus Bersama anak kecil itu, krystal pun berniat untuk bertemu
dengan orang tua natalie agar dia bisa leluasa jika ingin mengajak natalie keluar atau ingin bermain.
“bisa kau membacakannya untukku?” ucap anak itu lagi
“baiklah kau bisa tunggu disini princess” ucap krystal lalu pergi mengambilkan buku tersebut
Krystal dan natalie menghabiskan hari di perpustakaan dengan membaca beberapa buku sampai akhirnya krystal sadar jika natalie telah tidur di pangkuannya, tubuh anak itu yang mungil membuat krystal selalu ingin
memeluknya bahkan saat ini.
Bibi naomi masuk dengan membawakan tas sekolah milik natalie, ia kaget saat melihat krystal dan natalie duduk di lantai dengan natalie yang sedang tidur di pangkuan krystal.
“astaga krystal kenapa kau membiarkannya tidur dilantai? Itu dingin kau bisa membuatnya demam” ucap bibi naomi lalu berjongkok didepan krystal dan natalie
“tidak apa bi, dia tidak kedinginan”
“ahh baiklah, aku akan menelpon ibunya untuk datang menjemput kau bisa tunggu disini sampai ibunya datang”
“baiklah”
15 menit kemudian seorang wanita berumur 40-an masuk kedalam gerbang sekolah dengan memakai cardigan berwarna coklat dengan membawa tas branded.
“permisi apa natalie ada di dalam?” ucap wanita itu ramah
“ahh dia di perpustakaan Bersama dengan nona krystal,mau saya antarkan?” ucap satpam tersebut menawarkan diri
“baiklah terima kasih, saya akan melihat sendiri” ucap wanita itu dengan tersenyum lalu berjalan menuju perpustakaan
__ADS_1
bibi naomi melihat wanita itu masuk lalu menyapanya dengan ramah
“selamat sore amelia” sapa bibi naomi pada wanita tersebut
“selamat sore ibu naomi, apakah natalie ada di dalam?”
“iya, dia sedang tidur Bersama krystal.. mari saya antarkan”
Mereka masuk kedalam perustakaan dan melihat natalie yang tertidur pulas di pangkuan krystal
“dia sangat nyaman berada di pangkuan krystal” ucap bibi naomi
“permisi krystal, ibu natalie datang untuk menjemputnya” ucap bibi naomi lagi yang mendekati krystal
“halo saya amelia ibunya natalie” ucap wanita itu dengan ramah
“saya krystal, senang bertemu dengan anda nyonya” ucap krystal sambil menggendong tubuh mungil natalie lalu menyerahkannya pada amelia
Amelia sudah sering mendengar cerita dari natalie dan juga bibi naomi jika krystal sangat dekat dengan natalie, ia juga tahu krystal
adalah perempuan yang menemani natalie saat di halte bus.
Krystal, bibi naomi serta amelia dan juga natalie yang masih tertidur sudah berada di depan pintu gerbang. Amelia pamit pulang kepada bibi naomi dan krystal
“saya permisi, maaf jika sudah merepotkan kalian” ucap amelia sambil memeluk natalie yang masih tertidur dengan pulasnya
“terima kasih krystal karena Sudah menjaga natalie, kau bisa berkunjung kerumahku jika ingin bermain dengannya”
“baiklah, terima kasih”
Mereka berpamitan lalu pergi dengan mobil yang membawa mereka
Krystal pun pamit untuk pulang karena ini sudah sore, ia mengambil tasnya lalu pergi ke halte bus untuk menunggu bus yang akan
datang. sebenarnya ia ingin berjalan kaki namun kakinya terasa berat karena
lebih dari 2 jam natalie tidur di pahanya.
Jarak dari sekolah ke halte lumayan jauh dan krystal merasa seperti ada yang mengikutinya, ia mempercepat Langkahnya agar cepat sampai ke halte. Untungnya jalan begitu ramai jadi ia tidak terlalu takut jika
memang ada yang mangikutinya.
“huhhh untunglah” ucap krystal sambil menarik nafas Panjang lalu duduk di kursi halte
Bus datang lalu mengantar para penumpang ke tempat tujuan
__ADS_1
Setelah sampai ke penginapan krystal masih merasa ada yang mengikutinya lalu mempercepat langkahnya ke dalam
“selamat sore nona” sapa anna yang sedang membersihkan meja makan
“selamat sore anna, apa kau melihat nyonya elena?”
“nyonya elena sedang keluar katanya ada arisan Bersama teman-temannya”
“baiklah, aku masuk dulu”
“siapa yang mengikutiku yah? Kenapa aku merasa aneh?” ucap krystal saat ia masuk ke dalam kamar
“ahh mungkin hanya perasaanku saja, jangan berpikiran yang aneh-aneh krystalie” ucapnya lalu merebahkan tubuhnya di Kasur dan perlahan matanya mulai terpejam
Ting
Suara lonceng di pintu masuk penginapan membuyarkan lamunan anna
“permisi” ucap pria bertatto itu padanya
Anna terkejut dengan melihat pria itu
“ehh a..anda siapa tuan?” ucap anna dengan nada takut
“saya arley, apakah wanita yang baru masuk itu tinggal disini?” tanya arley langsung pada intinya
“ahh di..dia hanya menginap disini untuk beberapa minggu, anda ada perlu apa?”
“hmm tidak ada, mungkin saya hanya salah orang. Jangan bilang padanya jika ada yang mencarinya permisi” ucap arley dengan aura
jahatnya
“b..baik tuan”
Arley keluar dari penginapan itu dan memanggil sopir pribadi devian
“apa kau yakin wanita itu adalah orangnya?”
“iya tuan, saya ingat dengan jelas wajah gadis itu”
Arley dan sopir pribadinya devian sudah mengikuti krystal dari siang hari
Devian menyuruh arley agar mempercepat pencariannya, untungnya arley ingat bahwa ada sopir dan anak buah yang mengantar devian waktu itu jadi ia hanya perlu bertanya pada mereka lalu memulai penyelidikan.
Ia pun mengikuti wanita itu dari siang sampai sore hari namun ia masih belum menangkapnya, pasalnya ia tidak melihat dengan jelas wajah wanita itu dan parahnya lagi wanita itu menginap di penginapan nyonya elena yang adalah teman dekat nyonya besar addison.
__ADS_1
“kita lanjutkan saja pekerjaan ini besok” ucap arley lalu masuk ke dalam mobil
“baik tuan”