
Hari ini Emily menepati janjinya untuk
menemani krystal berkunjung ke makam ibu dan neneknya, mereka singgah sebentar
di toko bunga untuk membeli 2 bucket bunga sekaligus.
****
“selamat siang ibu, nenek” sapa krystal
pada kedua nisan yang berdiri bersebelahan di tempat pemakaman itu
Krystal mendekati nisan ibunya sambil
meletakan Bunga segar yang ia bawa, ia membawa bunga lily kesukaan ibunya
“hay ibu? Aku merindukanmu” sapa krystal
pada nisan bertuliskan Elena Lawrence tersebut
“aku tahu ibu dan nenek pasti khawatir
pada krystal, tapi krystal baik-baik saja karena masih ada Emily yang setia menemani krystal.. ngomong-ngomong ini adalah hari terakhir krystal disini sebelum berangkat ke inggris aku ingin pamit pada ibu dan nenek sebelum pergi. aku berharap bisa bertemu dengan ayah disana” ucap krystal sambil tersenyum seolah ibunya berada disitu Bersamanya
“dan nenek, nenek juga jangan perlu khawatir
karena krystal bukan anak kecil lagi, krystal sudah dewasa dan bisa menjaga diri dengan baik. Krystal selalu makan tepat waktu dan sudah tidak bekerja lagi karena nenek pasti khawatir krystal akan kelelahan” ucap krystal lagi di nisan sebelahnya yang bertuliskan Samantha.. ia meletakkan bucket bunga lily yang sama dengan ibunya
“aku akan pergi besok siang, doakan dari
sana agar aku bisa bertemu ayah sesuai perintah nenek” ucap krystal sambil tersenyum
****
“krystal kau sudah mengecek Kembali barang-barangmu?”
“sudah em, aku pastikan tidak akan ada yang
ketinggalan, aku juga tidak membawa banyak barang karena takut nanti aku bisa lupa
menaruhnya”
Hari ini krystal akan berangkat ke inggris
dengan penerbangan jam 1 siang
Dia ke bandara dengan di antarkan Emily..
“sudah jangan menangis lagi em, aku pasti
akan cepat pulang jika sudah bertemu ayahku”
“ak..aku hanya tidak ingin jauh darimu
krystal” ucap Emily sambil menangis
“aku janji jika Sudah sampai akan segera
memberitahumu oke, jangan khawatir aku bisa menjaga diriku dengan baik em, kau
tau aku adalah wanita pemberani” ucap krystal sambil menghibur Emily
“baiklah.. jangan lupa memberitahuku jika
sudah sampai aku akan sangat menunggu pesan darimu”
“iyaa em, aku pamit yah jaga kesehatanmu
dan jangan bertemu dengan orang yang tidak kau kenal.. fokus lah pada perkerjaan dan kuliah mu aku janji akan Kembali dalam waktu cepat”
“hati-hati krystal kau juga harus menjaga
kesehatanmu, jangan lupa makan dan pakai mantel yang tebal karena udara disana
sangat dingin”
“iya em,”
Mereka berdua berpelukan lama sampai orang-orang yang melihatnya terharu
Emily pun begitu, dia dengan berat hati
melepaskan krystal sendiri pergi ke negeri orang hanya untuk mencari ayahnya.
Krystal telah melangkah pergi sambil
menyeret koper dan tas kecil yang ia bawa.. ia melambaikan tangan kepada Emily sebelum
menghilang dibalik pintu masuk
__ADS_1
“Semoga kau bisa menemukan ayahmu disana krystal, aku harap kau selalu baik-baik saja”gumam Emily dalam hati lalu
meninggalkan tempat tersebut
London, inggris
Seorang perempuan cantik bermata biru itu keluar dari pintu masuk bandara sambil
membawa koper dan tas kecilnya, untuk ke berapa kalinya ia sudah tidak ingat dengan jelas kapan terakhir kali menginjakan kaki ke inggris.. pasalnya ia lahir disini namun dibesarkan di Indonesia karena tuntutan nenek Samantha.
“selamat datang di negara kelahiranmu krystal”ucap krystal dalam hatinya
Saat krystal menginjakkan kakinya di
bandara ia berucap “long time no see inggris” ia mengingat dengan jelas betapa banyak kenangan yang ia lakukan Bersama dengan kedua orangtuanya di negara ini. Ia juga masih ingat banyak tempat yang sering ia kunjungi waktu di sini Bersama kedua orangtuanya terutama sekolah yang sangat ia rindukan saat ke inggris. Tiba-tiba ia mengingat seorang anak kecil di dalam pikirannya
“mungkin kau sudah dewasa dan telah
melupakanku” ucap krystal dalam hati
“ahh perjalanan ini sangat melelahkan
untukku, aku harus segera bergegas ke tempat penginapan untuk beristirahat
badanku pegal semua karena duduk terlalu lama” ucap krystal sambil menarik
kopernya untuk keluar dari bandara
Ia sangat kelelahan akibat perjalanan yang
cukup lama.. ia hanya butuh tempat tidur untuk merebahkan badannya
Krystal berdiri di depan pintu masuk bandara
sambil menunggu taksi yang ia pesan. Tak lupa ia mengirim pesan pada Emily bahwa
ia telah sampai
To Emily:
“Aku sudah di inggris em, dan aku juga
baik-baik saja jangan khawatir oke. Aku hanya sedikit Lelah dan kepalaku sedikit sakit mungkin akibat jet lag. Aku akan menghubungimu nanti karena aku akan segera ke penginapan jaga kesehatanmu em.” Tulis krystal yang langsung dia kirim ke emily
5 menit kemudian taksi yang ia pesan datang dan menuju ke tempat tujuan krystal, hotel
Jarak yang mereka tempuh lumayan jauh sekitar 30 menit dari pusat kota.
Krystal melihat kearah luar kaca mobil.
“inggris telah banyak berubah setelah 12
tahun terakhir” gumam krystal sambil tersenyum
Ia melihat telah banyak Gedung yang
menjulang tinggi dan saling berdempetan satu dengan yang lain, orang-orang dan
kendaraan sibuk berlalu Lalang sesuai dengan kegiatan mereka
Ia melihat sebuah Gedung yang paling
tinggi di antara Gedung lainnya.
“dulu Gedung itu tidak ada disitu.. kemana
taman bermain itu dulu?” gumam krystal penasaran
“permisi? Apa kau tahu Gedung apa yang paling tinggi itu?” tanya krystal pada sopir taksi tersebut sambil menunjuk ke arah yang ia maksud
“ohh itu adalah Addison corp. memangnya
kamu tidak tahu? Ucap sopir tersebut dalam Bahasa inggris
Krystal sangat lancar dalam berbahasa
inggris jadi dia tidak perlu takut jika tersesat disini karena ia juga pernah bersekolah disini.
“ahh tidak, aku lahir disini tapi besar di Indonesia jadi aku tidak tahu perkembangan disini.”ucap krystal ramah
“tapi apa anda menyebutkan Addison? Sambung krystal lagi
“iya, perusahaan itu di pegang oleh seorang
lelaki tampan namun dikenal dingin di kalangan pemegang saham karena sifat dingin dan cueknya itu” ucap sopir
“tampan?dingin?cuek? aku rasa dia tidak
seperti itu, mungkin itu bukan dia tapi orang lain. kenapa aku tiba-tiba memikirkan dia ya” gumam krystal dalam hati
__ADS_1
“kita sudah sampai nona” ucap sopir
tersebut lalu menurunkan koper krystal dari bagasi belakang
“ahh iya, terima kasih” ucap krystal
sambil memberikan beberapa lembar uang kepada sopir tersebut
Krystal disambut oleh sang pemilik
penginapan di pekarangan rumah yang berjejer rapi dengan suasana sejuk tersebut
“apakah anda nona krystal?” sapa nenek tua
yang umurnya mungkin sama dengan nenek Samantha
“ahh iya dengan saya sendiri, selamat
siang nyonya” sapa krystal ramah dengan senyum dan menampilkan gigi putihnya
yang berjejer rapi
“kau sangat cantik krystal..”puji nenek tersebut
“panggil aku elena” sambung nenek lagi
“elena? Ahh tidak, saya tidak ingin
memanggil dengan nama anda saya akan memanggil nyonya elena” ucap krystal lagi
karena ia teringat dengan nama ibunya dan juga krystal adalah anak yang sopan
ia tidak ingin memanggil nama orang yang lebih tua dengan sebutan nama
“kau anak baik krystal, mari saya antar ke
dalam”
Ia dan nyonya elena masuk ke dalam
penginapan yang Nampak sunyi itu
“apa tidak ada orang lain yang menginap
disini nyonya? Tanya krystal
“kemarin ada sepasang suami-istri dan anak
mereka, tapi mereka sudah pulang mereka, ada juga beberapa namun mereka berada
di lantai atas” jawab nyonya elena
“jika perlu apa-apa kau bisa meminta
bantuan pada pegawai yang ada didepan” sambung nyonya elena lagi
“ahh baiklah.. saya akan masuk kedalam terima kasih nyonya” ucap krystal ramah
“krystal begitu cantik dan baik, ia
mengingatkanku pada cucuku yang telah lama meninggal” ucap nyonya elena sedih
lalu keluar dari penginapannya
Nyonya elena tinggal bersebelahan dengan
penginapannya, ia memiliki rumah yang cukup besar sehingga ia merenovasi rumah
nya menjadi 5 tingkat agar dijadikan penginapan dengan beberapa pegawai yang
bekerja.
Setelah masuk kedalam penginapan tersebut
krystal langsung merebahkan dirinya di atas Kasur yang sangat empuk dan melihat-lihat kamar tersebut. Kecil memang, hanya terdapat Kasur, kamar mandi, sofa santai dan balkon
Menurut krystal ini terlalu mewah dengan
harganya yang murah, pemilik penginapan ini juga menurutnya sangat baik dan Namanya
juga sama seperti ibunya lalu ia bergumam sambil menatap kosong langit-langit
kamar
“aku telah sampai di inggris ibu, aku akan
mencari ayah besok, ibu jangan khawatir karena krystal memilki ingatan kuat
krystal masih ingat tempat tinggal kita dulu, aku akan mencarinya disana” tanpa sadar krystal mulai terlelap karena badannya sangat lelah
__ADS_1