
Krystal bangun berusaha untuk menyesuaikan cahaya di matanya, ia merasa aneh pasalnya tempat ini terasa sangat asing baginya. Ia memegang kepalanya yang terasa sakit lalu mengingat Kembali kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu.
“ahh kenapa aku bisa ada disini? tempat apa ini?”
ucapnya sambil mendudukan dirinya
“kenapa ada infus ditanganku?”ucapnya lagi sambil
melihat infus ditangannya.
“kau pingsan dipinggir jalan lalu dibawa kemari” ucap
pria yang muncul dari dalam ruangan disitu
“a..apa? siapa kau?” ucap krystal takut
“devian?” ucapnya lagi
“yaa aku adalah devian” ucap pria itu lalu duduk di depan
krystal
“a..apa yang kau lakukan? Kenapa aku bisa disini devian?
Apa kau berusaha untuk menculikku?
“bisa dibilang begitu” ucap devian dingin
“apaaaa?! Keluarkan aku dari sini brengsek!!” ucap
krystal sambil berteriak ke arah devian
“beraninya kau berteriak di hadapanku!”
plakkk
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus krystal
“apa yang kau lakukan dave?” ucap Krystal sambil menangis
dan memegang pipinya yang terasa panas
“itu akibat karena sudah berani berteriak di depanku”
“lalu apa salahku sampai kau menculiku dan membawaku
kemari!!!” ucap krystal dengan wajah yang sudah basah dengan air mata
“aku hanya ingin tahu sesuatu, sepertinya kau tahu
banyak tentang kehidupanku saat aku ingin membunuh tikus itu lalu kau muncul
dihadapanku dan menyebut namaku, aku merasa pernah melihatmu tapi aku lupa
entah dimana” ucap devian lalu berbalik hendak keluar dari ruangan
“tunggu” ucap krystal memegang tangan kekar dave
“berani sekali kau menyentuhku, lepaskan” ucap devian
lalu melepaskan cekalan tangan krystal
“tolong lepaskan aku devian” ucap krystal sambil
memohon namun tidak didengarkan
Pria itu berjalan keluar ruangan sambil membawa
jasnya.
Krystal tidak menyangka devian sudah berubah dan tidak
mengenalnya lagi. Hatinya terasa sakit dengan perlakuan devian terhadapnya, ia
tidak menyangka devian akan menamparnya dan memperlakukan krystal seperti tadi.
Krystal berharap setelah dia datang ke inggris ia akan
bertemu dengan ayahnya dan juga pria yang sangat ia cintai dari kecil, namun ternyata
hasilnya berbanding terbalik. ia belum menemukan ayahnya dan juga bertemu
dengan pria kecil yang ia kenal dulu namun telah berubah menjadi pria yang
__ADS_1
sangat kejam. Krystal menangisi keadaannya sekarang dan tidak dapat berbuat
apa-apa.
Jam sudah menunjukan pukul 4 sore dan tidak ada tanda-tanda
ada orang akan masuk. Ini adalah kesempatan bagi krystal untuk melarikan diri,
ia merasa seperti dikurung dalam penjara berada di ruangan ini.
Krystal melepas paksa infus yang ada ditangannya dan
membuat darahnya menetes di lantai.
“awhh ini sakit” ucapnya lalu berjalan menuju pintu
dengan tangan masih berdara
Ia membuka pintu secara perlahan lalu mengintip jika
ada orang di luar namun ternyata dugaanya salah. Tempat itu kosong dan tidak
terlihat ada seorangpun
Krystal melangkahkan kakinya secara perlahan lalu menuju
lift yang akan membawanya ke basement bukannya lobi perusahaan.
Ting
Lift berhasil membawanya ke basement yang hanya
terdapat sedikit sinar matahari dan membuat krystal merinding
“tempat apa ini? Kenapa begitu sunyi dan gelap” ucapnya
sambil memeluk tubuhnya sendiri. Ia berjalan mengikuti cahaya yang ada di
depannya. Krystal memegang kepalanya yang terasa sakit, pasalnya tubuhnya saat
ini sedang tidak stabil dan ia merasa tubuhnya sangat dingin namun ia tetap
memaksakan langkahnya menuju keluar.
berjalan menuju pintu keluar
Ia sampai di depan Gedung yang menjulang sangat tinggi
di bandingkan Gedung-gedung lain, di depan Gedung tersebut terdapat sebuah
tulisan besar yang bertuliskan Addison Corp.
Ia kemudian mengingat kejadian yang terjadi didalam
tadi, begitu menyakitkan hatinya dan membuat krystal segera ingin pergi
darisana.
Bukkk
Krystal menabrak tubuh seseorang dan hampir terjatuh,
untungnya pria itu dengan cepat menangkap dan memegang tubuh krystal.
“hati-hati nona” ucap pria yang memakai kacamata itu
lalu melepaskan cekalannya di tubuh krystal
“krystal?” ucap pria itu lagi menatap krystal dengan
heran
“ehh tu..tuan arley” ucap krystal gugup sambil
menundukkan kepalanya, ia tidak tahu harus berkata apa jika arley bertanya
“just arley ok” ucap arley sambil meletakkan kacamata disaku
jasnya
“ngomong-ngomong kenapa kau ada disini? ada urusan apa?”
ucap pria itu lagi
__ADS_1
“ehh ak..aku hanya tersesat maaf” ucap krystal ingin
melangkah pergi namun tangannya ditahan oleh arley
“tersesat? Itu terdengar aneh” ucap arley menatap
krystal penuh tanya
“maaf tuan aku harus pergi, bibiku sedang menunggu”
“tidak, kau tidak boleh pergi sebelum kau jelaskan
kenapa ada disini dan kenapa tanganmu sangat dingin?” ucap arley penuh tanya
pasalnya Gedung ini tidak sembarang orang yang bisa masuk kecuali para karyawan
dan pemegang saham.
“ehh..a..aku”
“ikut denganku” ucap arley sambil menarik tangan
krystal
“kau akan membawaku kemana?”
“ikut saja”
Arley membawa krystal di café dekat dengan Gedung tadi,
café yang sangat ramai menurut krystal. mereka duduk di sudut café dengan pemandangan
menghadap jalan raya
“pesan apapun yang kau inginkan” ucap arley
“tidak, aku tidak mempunyai uang” ucap krystal jujur
pasalnya ia tidak tahu tas dan juga ponselnya ada dimana
“astaga ponselku dimana?kenapa aku sampai
melupakannya? Pasti bibi sedang mencemaskanku” ucap Krystal dalam hati dan arah tatapannya di
luar
“aku yang akan membayarnya”
“tidak terima kasih arley, aku harus cepat bibiku
sedang menunggu”
“baiklah jika kau tidak ingin minum, aku hanya ingin
kau menjelaskan kenapa bisa ada di gedung itu?” ucap arley penuh tanya
“sebenarnya aku ingin melamar kerja disitu namun aku
melupakan berkas-berkas ku di penginapan jadi aku berniat ingin pergi dan
mengambilnya lagi lalu Kembali” ucap krystal dengan bohong karena tidak mungkin
ia berkata telah diculik oleh devian
“ahh kau ingin melamar kerja? Kenapa tidak
menhubungiku saja?” ucap arley percaya dengan ucapan krystal
“a..aku tidak tahu jika kau juga bekerja disana”
“kau bisa menyimpan nomorku dan jika ada sesuatu kau
bisa menghubungiku”
“baiklah tapi aku sedang tidak membawa ponsel, ponsel
ku tertinggal di penginapan”
“sebut nomormu saja” ucap arley sambil menyalakan
ponselnya
Krystal menyebut nomornya satu persatu, ia berharap
__ADS_1
arley bisa membantunya jika ada keadaan darurat.