You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)

You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)
Chapter 21


__ADS_3

Krystal bangun berusaha untuk menyesuaikan cahaya di matanya, ia merasa aneh pasalnya tempat ini terasa sangat asing baginya. Ia memegang kepalanya yang terasa sakit lalu mengingat Kembali kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu.


“ahh kenapa aku bisa ada disini? tempat apa ini?”


ucapnya sambil mendudukan dirinya


“kenapa ada infus ditanganku?”ucapnya lagi sambil


melihat infus ditangannya.


“kau pingsan dipinggir jalan lalu dibawa kemari” ucap


pria yang muncul dari dalam ruangan disitu


“a..apa? siapa kau?” ucap krystal takut


“devian?” ucapnya lagi


“yaa aku adalah devian” ucap pria itu lalu duduk di depan


krystal


“a..apa yang kau lakukan? Kenapa aku bisa disini devian?


Apa kau berusaha untuk menculikku?


“bisa dibilang begitu” ucap devian dingin


“apaaaa?! Keluarkan aku dari sini brengsek!!” ucap


krystal sambil berteriak ke arah devian


“beraninya kau berteriak di hadapanku!”


plakkk


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus krystal


“apa yang kau lakukan dave?” ucap Krystal sambil menangis


dan memegang pipinya yang terasa panas


“itu akibat karena sudah berani berteriak di depanku”


“lalu apa salahku sampai kau menculiku dan membawaku


kemari!!!” ucap krystal dengan wajah yang sudah basah dengan air mata


“aku hanya ingin tahu sesuatu, sepertinya kau tahu


banyak tentang kehidupanku saat aku ingin membunuh tikus itu lalu kau muncul


dihadapanku dan menyebut namaku, aku merasa pernah melihatmu tapi aku lupa


entah dimana” ucap devian lalu berbalik hendak keluar dari ruangan


“tunggu” ucap krystal memegang tangan kekar dave


“berani sekali kau menyentuhku, lepaskan” ucap devian


lalu melepaskan cekalan tangan krystal


“tolong lepaskan aku devian” ucap krystal sambil


memohon namun tidak didengarkan


Pria itu berjalan keluar ruangan sambil membawa


jasnya.


Krystal tidak menyangka devian sudah berubah dan tidak


mengenalnya lagi. Hatinya terasa sakit dengan perlakuan devian terhadapnya, ia


tidak menyangka devian akan menamparnya dan memperlakukan krystal seperti tadi.


Krystal berharap setelah dia datang ke inggris ia akan


bertemu dengan ayahnya dan juga pria yang sangat ia cintai dari kecil, namun ternyata


hasilnya berbanding terbalik. ia belum menemukan ayahnya dan juga bertemu


dengan pria kecil yang ia kenal dulu namun telah berubah menjadi pria yang

__ADS_1


sangat kejam. Krystal menangisi keadaannya sekarang dan tidak dapat berbuat


apa-apa.


Jam sudah menunjukan pukul 4 sore dan tidak ada tanda-tanda


ada orang akan masuk. Ini adalah kesempatan bagi krystal untuk melarikan diri,


ia merasa seperti dikurung dalam penjara berada di ruangan ini.


Krystal melepas paksa infus yang ada ditangannya dan


membuat darahnya menetes di lantai.


“awhh ini sakit” ucapnya lalu berjalan menuju pintu


dengan tangan masih berdara


Ia membuka pintu secara perlahan lalu mengintip jika


ada orang di luar namun ternyata dugaanya salah. Tempat itu kosong dan tidak


terlihat ada seorangpun


Krystal melangkahkan kakinya secara perlahan lalu menuju


lift yang akan membawanya ke basement bukannya lobi perusahaan.


Ting


Lift berhasil membawanya ke basement yang hanya


terdapat sedikit sinar matahari dan membuat krystal merinding


“tempat apa ini? Kenapa begitu sunyi dan gelap” ucapnya


sambil memeluk tubuhnya sendiri. Ia berjalan mengikuti cahaya yang ada di


depannya. Krystal memegang kepalanya yang terasa sakit, pasalnya tubuhnya saat


ini sedang tidak stabil dan ia merasa tubuhnya sangat dingin namun ia tetap


memaksakan langkahnya menuju keluar.


berjalan menuju pintu keluar


Ia sampai di depan Gedung yang menjulang sangat tinggi


di bandingkan Gedung-gedung lain, di depan Gedung tersebut terdapat sebuah


tulisan besar yang bertuliskan Addison Corp.


Ia kemudian mengingat kejadian yang terjadi didalam


tadi, begitu menyakitkan hatinya dan membuat krystal segera ingin pergi


darisana.


Bukkk


Krystal menabrak tubuh seseorang dan hampir terjatuh,


untungnya pria itu dengan cepat menangkap dan memegang tubuh krystal.


“hati-hati nona” ucap pria yang memakai kacamata itu


lalu melepaskan cekalannya di tubuh krystal


“krystal?” ucap pria itu lagi menatap krystal dengan


heran


“ehh tu..tuan arley” ucap krystal gugup sambil


menundukkan kepalanya, ia tidak tahu harus berkata apa jika arley bertanya


“just arley ok” ucap arley sambil meletakkan kacamata disaku


jasnya


“ngomong-ngomong kenapa kau ada disini? ada urusan apa?”


ucap pria itu lagi

__ADS_1


“ehh ak..aku hanya tersesat maaf” ucap krystal ingin


melangkah pergi namun tangannya ditahan oleh arley


“tersesat? Itu terdengar aneh” ucap arley menatap


krystal penuh tanya


“maaf tuan aku harus pergi, bibiku sedang menunggu”


“tidak, kau tidak boleh pergi sebelum kau jelaskan


kenapa ada disini dan kenapa tanganmu sangat dingin?” ucap arley penuh tanya


pasalnya Gedung ini tidak sembarang orang yang bisa masuk kecuali para karyawan


dan pemegang saham.


“ehh..a..aku”


“ikut denganku” ucap arley sambil menarik tangan


krystal


“kau akan membawaku kemana?”


“ikut saja”


Arley membawa krystal di café dekat dengan Gedung tadi,


café yang sangat ramai menurut krystal. mereka duduk di sudut café dengan pemandangan


menghadap jalan raya


“pesan apapun yang kau inginkan” ucap arley


“tidak, aku tidak mempunyai uang” ucap krystal jujur


pasalnya ia tidak tahu tas dan juga ponselnya ada dimana


“astaga ponselku dimana?kenapa aku sampai


melupakannya? Pasti bibi sedang mencemaskanku”  ucap Krystal dalam hati dan arah tatapannya di


luar


“aku yang akan membayarnya”


“tidak terima kasih arley, aku harus cepat bibiku


sedang menunggu”


“baiklah jika kau tidak ingin minum, aku hanya ingin


kau menjelaskan kenapa bisa ada di gedung itu?” ucap arley penuh tanya


“sebenarnya aku ingin melamar kerja disitu namun aku


melupakan berkas-berkas ku di penginapan jadi aku berniat ingin pergi dan


mengambilnya lagi lalu Kembali” ucap krystal dengan bohong karena tidak mungkin


ia berkata telah diculik oleh devian


“ahh kau ingin melamar kerja? Kenapa tidak


menhubungiku saja?” ucap arley percaya dengan ucapan krystal


“a..aku tidak tahu jika kau juga bekerja disana”


“kau bisa menyimpan nomorku dan jika ada sesuatu kau


bisa menghubungiku”


“baiklah tapi aku sedang tidak membawa ponsel, ponsel


ku tertinggal di penginapan”


“sebut nomormu saja” ucap arley sambil menyalakan


ponselnya


Krystal menyebut nomornya satu persatu, ia berharap

__ADS_1


arley bisa membantunya jika ada keadaan darurat.


__ADS_2