You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)

You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)
Chapter 24


__ADS_3

Anna mendapati krystal sedang duduk dibangku taman


dengan keadaan sedang menangis, hatinya tersentuh saat ia mendengar krystal mengatakan


bahwa ia akan pulang Kembali ke Indonesia tanpa bertemu ayahnya. Padahal itu


adalah tujuan ia datang kemari.


“nona?” panggil anna dengan lembut


“ahh anna, maaf aku meninggalkanmu” ucap krystal


sambil menghapus airmatanya


“tidak apa nona, apa nona sungguh akan kembali ke


indonesia?” ucap anna dengan wajah yang terlihat sedih


“a..apa kau mendengarnya? yah aku memang berniat akan


Kembali ke Indonesia” ucap krystal sambil memperbaiki keadaannya


“apakah nona tidak akan mencari ayah nona lagi? Apa nona


akan menyerah?” ucap anna


“aku tidak menyerah anna, hanya saja aku sudah Bahagia


mendengar kabar jika ayahku sudah memiliki keluarga baru”


“ba…baiklah nona, tapi bisakah nona tinggal untuk


beberapa hari lagi?”


“iya anna, aku juga masih berniat untuk pergi kerumah


lamaku di dekat sini aku ingin mengingat Kembali kenanganku dengan ibuku” ucap


krystal berusaha terlihat tegar


“apa kau haus nona? Aku ingin membeli minuman di depan


situ”


“bawakan saja aku air putih”


“baik, nona bisa tunggu disini sebentar” ucap anna


lalu pergi untuk membeli minuman


“aku berjanji akan membawa ayah nona


krystal Kembali”  ucap anna dalam hatinya


Krystal duduk termenung di kursi taman dan tanpa ia


sadari sedari tadi ada mobil hitam di depannya yang sedang mengawasi.


“apakah daerah ini selalu sunyi walau siang hari


begini” gumam krystal yang sedang duduk lalu menarik nafas Panjang


Tiba-tiba seorang pria bertopi datang menghampirinya


“selamat siang nona” sapa pria bertopi itu


“se..selamat siang” ucap krystal canggung dan takut


pasalnya wajahnya sangat menyeramkan menurut krystal


“bisakah saya duduk disini? saya sedang menunggu anak


saya yang sedang bermain” ucap pria itu lalu menunjuk ke arah seorang anak


kecil yang sedang mengejar bola sendirian


“baiklah silahkan” ucap krystal yang percaya dengan


ucapan pria itu


“apa kau haus nona? Aku mempunyai air putih jika kau


mau kau bisa meminumnya” ucap pria itu mengeluarkan 2 botol air dari dalam sebuah


plastic yang ia bawa


“ehh ti..tidak terima kasih tuan” tolak krystal secara


halus, ia pun sudah merasa gerah dan panas pasalnya anna belum juga Kembali


“tidak apa nona kau bisa meminumnya, sayang jika harus


dibuang” ucap pria itu lalu meminum air yang ada di tangannya


“baiklah terima kasih tuan” ucap krystal lalu

__ADS_1


mengambil botol air itu dan meneguknya


“ahh akhirnya tenggorokanku legah” ucap krystal


dalam hatinya


Beberapa menit kemudian krystal merasakan sakit di


bagian belakang kepalanya


“ke..kenapa kepalaku sakit sekali? Ucap krystal


dalam hati, ia tidak merasa enak dengan pria di sebelahnya


“ada apa nona? Apa kau sakit?” ucap pria itu pada


krystal


“ahh tidak tuan, saya perlu mencari teman saya permisi”


ucap krystal hendak berdiri dan tiba-tiba ia merasa tubuhnya tidak mampu untuk


berdiri, sepersekian detik tubuhnya jatuh dan langsung di tangkap oleh pria tersebut


“maafkan aku nona, ini adalah perintah bos besar” ucap


pria itu lalu menggendong tubuh krystal dan masuk ke dalam mobil hitam yang


terparkir didepannya.


“hallo tuan? Saya sudah mendapatkannya” ucap pria bertopi


itu lalu menatap krystal dari kaca yang ada di depannya yang tengah pingsan


“bawa dia ke mansion dan jangan sampai ada yang


mengetahuinya, aku akan pulang nanti malam” ucap pria diseberang telepon


“baik tuan” ucap pria itu lalu melajukan kendaraannya


Sementara di tempat lain, anna sibuk mencari krystal


yang hilang dari tempat duduknya. Ia berpikir krystal sudah meninggalkannya


sendirian karena terlalu lama menunggunya.


“nona krystal kemana? Ishh ini gara-gara antrian di


toko itu terlalu Panjang dan lama jadi nona krystal pasti sudah pergi”


“apa aku harus pulang saja? Mungkin nona krystal sudah


 Ucap anna lalu berjalan


menuju halte bus


****


Mansion devian.


Pria bertopi itu sampai di pekarangan mansion devian


yang sangat luas dengan pemandangan alam yang berwarna hijau juga kolam ikan


yang ada di depan mansion menambah kesan sempurna di mansion itu.



Ia membuka pintu mobil lalu mengangkat tubuh krystal


yang masih dalam keadaan pingsan masuk ke dalam mansion devian. Mansion itu


sangat sunyi karena devian menyuruh semua pelayannya untuk pulang agar tidak ada


yang mengetahui jika orang suruhannya membawa seorang wanita di mansionnya apalagi


jika mom dan dad nya tahu.


Pria itu membaringkan krystal di kamar yang


bersebelahan dengan kamar devian sesuai perintahnya lalu meninggalkan sebuah


ponsel dan juga makanan serta sebuah surat di atas meja yang dituliskan oleh


devian sendiri.


Pria itu keluar lalu mengunci pintu kamarnya dari luar


agar krystal tidak akan melarikan diri lagi. Ia pergi menuju kantor devian.


****


Krystal berusaha bangun dari tidurnya, kepalanya


terasa berat dan juga sakit. ia mengerjapkan matanya berkali-kali berharap ini

__ADS_1


bukan mimpi


“aku ada dimana?” ucapnya pada diri sendiri lalu


menatap tubuhnya dikaca yang ada di depannya


Ia lalu memegang kepalanya yang terasa sakit dan


mencoba mengingat kejadian beberapa jam yang lalu


“apakah aku pingsan di taman tadi? Tapi kenapa aku


bisa ada disini? siapa yang membawaku?” ucapnya pada diri sendiri


“aku harus keluar dari sini, pasti anna sedang


mencariku?” ucapnya lalu berdiri dan ingin memegang gagang pintu berniat untuk


keluar namun sayang pintu tersebut di kunci dan tidak terdapat kunci disitu.


“ahh ada apa ini? Tolonggg ada yang bisa mendengarku? Tolong


keluarkan aku darisini” teriak krystal dari dalam namun tidak ada respon


apa-apa


Ia terpaksa mengurungkan niatnya karena ia rasa percuma


berteriak jika tidak ada yang mendengar. Krystal lalu berjalan menelusuri kamar


itu, ia kagum dengan kamar tersebut bagaimana tidak menurutnya kamar itu sangat


luas karena sudah dilengkapi dengan kamar mandi,walk in closet beberapa sofa juga


tv dan yang lebih membuat krystal kagum yaitu balkon yang terhubung dengan


pintu kaca.



 


“wahh apakah ini sejenis penginapan ” ucapnya lagi


saking bingung dan juga kagumnya dia dengan ruangan itu


Ia merasa ini sama besar dengan rumah yang ia dan


neneknya tempati di Indonesia.


Krystal berjalan lagi lalu melihat sebuah telepon genggam,


makanan dan juga secarik surat di atas meja. Ia pun penasaran lalu mendekati meja


itu.


“surat apa ini ?” ucapnya lalu mengambil amplop


berwarna coklat itu


Isi surat itu:


Hey wanita, jangan berani lagi kau mencoba


lari dariku


Disitu sudah tersedia telepon dan juga


makanan


Aku akan pulang sedikit terlambat tunggu


aku disana dan jangan pernah mencoba untuk lari dariku karena kau ada dalam


jangkauanku sekarang!!!


D.A


“apa ini? D.A? siapa dia? apa aku pernah berbuat salah


pada seseorang selama disini dan mereka berniat untuk menculiku?”


“astaga deviannnnn” ucapnya kaget saat berpikir


beberapa saat


“astaga aku harus bagaimana? Seseorang tolong aku” teriak


krystal dari dalam kamar lagi namun tidak ada respon dari arah luar


“sebenarnya apa yang terjadi..hikss kenapa aku tidak


pernah mendapatkan kebahagiaan” ucap krystal sambil duduk dilantai dan meratapi


nasibnya sambil menangis

__ADS_1


“aku harus bagaimana Tuhan, aku tidak tahu harus


bagaimana lagi hikss hikss”


__ADS_2