
Anna mendapati krystal sedang duduk dibangku taman
dengan keadaan sedang menangis, hatinya tersentuh saat ia mendengar krystal mengatakan
bahwa ia akan pulang Kembali ke Indonesia tanpa bertemu ayahnya. Padahal itu
adalah tujuan ia datang kemari.
“nona?” panggil anna dengan lembut
“ahh anna, maaf aku meninggalkanmu” ucap krystal
sambil menghapus airmatanya
“tidak apa nona, apa nona sungguh akan kembali ke
indonesia?” ucap anna dengan wajah yang terlihat sedih
“a..apa kau mendengarnya? yah aku memang berniat akan
Kembali ke Indonesia” ucap krystal sambil memperbaiki keadaannya
“apakah nona tidak akan mencari ayah nona lagi? Apa nona
akan menyerah?” ucap anna
“aku tidak menyerah anna, hanya saja aku sudah Bahagia
mendengar kabar jika ayahku sudah memiliki keluarga baru”
“ba…baiklah nona, tapi bisakah nona tinggal untuk
beberapa hari lagi?”
“iya anna, aku juga masih berniat untuk pergi kerumah
lamaku di dekat sini aku ingin mengingat Kembali kenanganku dengan ibuku” ucap
krystal berusaha terlihat tegar
“apa kau haus nona? Aku ingin membeli minuman di depan
situ”
“bawakan saja aku air putih”
“baik, nona bisa tunggu disini sebentar” ucap anna
lalu pergi untuk membeli minuman
“aku berjanji akan membawa ayah nona
krystal Kembali” ucap anna dalam hatinya
Krystal duduk termenung di kursi taman dan tanpa ia
sadari sedari tadi ada mobil hitam di depannya yang sedang mengawasi.
“apakah daerah ini selalu sunyi walau siang hari
begini” gumam krystal yang sedang duduk lalu menarik nafas Panjang
Tiba-tiba seorang pria bertopi datang menghampirinya
“selamat siang nona” sapa pria bertopi itu
“se..selamat siang” ucap krystal canggung dan takut
pasalnya wajahnya sangat menyeramkan menurut krystal
“bisakah saya duduk disini? saya sedang menunggu anak
saya yang sedang bermain” ucap pria itu lalu menunjuk ke arah seorang anak
kecil yang sedang mengejar bola sendirian
“baiklah silahkan” ucap krystal yang percaya dengan
ucapan pria itu
“apa kau haus nona? Aku mempunyai air putih jika kau
mau kau bisa meminumnya” ucap pria itu mengeluarkan 2 botol air dari dalam sebuah
plastic yang ia bawa
“ehh ti..tidak terima kasih tuan” tolak krystal secara
halus, ia pun sudah merasa gerah dan panas pasalnya anna belum juga Kembali
“tidak apa nona kau bisa meminumnya, sayang jika harus
dibuang” ucap pria itu lalu meminum air yang ada di tangannya
“baiklah terima kasih tuan” ucap krystal lalu
__ADS_1
mengambil botol air itu dan meneguknya
“ahh akhirnya tenggorokanku legah” ucap krystal
dalam hatinya
Beberapa menit kemudian krystal merasakan sakit di
bagian belakang kepalanya
“ke..kenapa kepalaku sakit sekali? Ucap krystal
dalam hati, ia tidak merasa enak dengan pria di sebelahnya
“ada apa nona? Apa kau sakit?” ucap pria itu pada
krystal
“ahh tidak tuan, saya perlu mencari teman saya permisi”
ucap krystal hendak berdiri dan tiba-tiba ia merasa tubuhnya tidak mampu untuk
berdiri, sepersekian detik tubuhnya jatuh dan langsung di tangkap oleh pria tersebut
“maafkan aku nona, ini adalah perintah bos besar” ucap
pria itu lalu menggendong tubuh krystal dan masuk ke dalam mobil hitam yang
terparkir didepannya.
“hallo tuan? Saya sudah mendapatkannya” ucap pria bertopi
itu lalu menatap krystal dari kaca yang ada di depannya yang tengah pingsan
“bawa dia ke mansion dan jangan sampai ada yang
mengetahuinya, aku akan pulang nanti malam” ucap pria diseberang telepon
“baik tuan” ucap pria itu lalu melajukan kendaraannya
Sementara di tempat lain, anna sibuk mencari krystal
yang hilang dari tempat duduknya. Ia berpikir krystal sudah meninggalkannya
sendirian karena terlalu lama menunggunya.
“nona krystal kemana? Ishh ini gara-gara antrian di
toko itu terlalu Panjang dan lama jadi nona krystal pasti sudah pergi”
“apa aku harus pulang saja? Mungkin nona krystal sudah
Ucap anna lalu berjalan
menuju halte bus
****
Mansion devian.
Pria bertopi itu sampai di pekarangan mansion devian
yang sangat luas dengan pemandangan alam yang berwarna hijau juga kolam ikan
yang ada di depan mansion menambah kesan sempurna di mansion itu.
Ia membuka pintu mobil lalu mengangkat tubuh krystal
yang masih dalam keadaan pingsan masuk ke dalam mansion devian. Mansion itu
sangat sunyi karena devian menyuruh semua pelayannya untuk pulang agar tidak ada
yang mengetahui jika orang suruhannya membawa seorang wanita di mansionnya apalagi
jika mom dan dad nya tahu.
Pria itu membaringkan krystal di kamar yang
bersebelahan dengan kamar devian sesuai perintahnya lalu meninggalkan sebuah
ponsel dan juga makanan serta sebuah surat di atas meja yang dituliskan oleh
devian sendiri.
Pria itu keluar lalu mengunci pintu kamarnya dari luar
agar krystal tidak akan melarikan diri lagi. Ia pergi menuju kantor devian.
****
Krystal berusaha bangun dari tidurnya, kepalanya
terasa berat dan juga sakit. ia mengerjapkan matanya berkali-kali berharap ini
__ADS_1
bukan mimpi
“aku ada dimana?” ucapnya pada diri sendiri lalu
menatap tubuhnya dikaca yang ada di depannya
Ia lalu memegang kepalanya yang terasa sakit dan
mencoba mengingat kejadian beberapa jam yang lalu
“apakah aku pingsan di taman tadi? Tapi kenapa aku
bisa ada disini? siapa yang membawaku?” ucapnya pada diri sendiri
“aku harus keluar dari sini, pasti anna sedang
mencariku?” ucapnya lalu berdiri dan ingin memegang gagang pintu berniat untuk
keluar namun sayang pintu tersebut di kunci dan tidak terdapat kunci disitu.
“ahh ada apa ini? Tolonggg ada yang bisa mendengarku? Tolong
keluarkan aku darisini” teriak krystal dari dalam namun tidak ada respon
apa-apa
Ia terpaksa mengurungkan niatnya karena ia rasa percuma
berteriak jika tidak ada yang mendengar. Krystal lalu berjalan menelusuri kamar
itu, ia kagum dengan kamar tersebut bagaimana tidak menurutnya kamar itu sangat
luas karena sudah dilengkapi dengan kamar mandi,walk in closet beberapa sofa juga
tv dan yang lebih membuat krystal kagum yaitu balkon yang terhubung dengan
pintu kaca.
“wahh apakah ini sejenis penginapan ” ucapnya lagi
saking bingung dan juga kagumnya dia dengan ruangan itu
Ia merasa ini sama besar dengan rumah yang ia dan
neneknya tempati di Indonesia.
Krystal berjalan lagi lalu melihat sebuah telepon genggam,
makanan dan juga secarik surat di atas meja. Ia pun penasaran lalu mendekati meja
itu.
“surat apa ini ?” ucapnya lalu mengambil amplop
berwarna coklat itu
Isi surat itu:
Hey wanita, jangan berani lagi kau mencoba
lari dariku
Disitu sudah tersedia telepon dan juga
makanan
Aku akan pulang sedikit terlambat tunggu
aku disana dan jangan pernah mencoba untuk lari dariku karena kau ada dalam
jangkauanku sekarang!!!
D.A
“apa ini? D.A? siapa dia? apa aku pernah berbuat salah
pada seseorang selama disini dan mereka berniat untuk menculiku?”
“astaga deviannnnn” ucapnya kaget saat berpikir
beberapa saat
“astaga aku harus bagaimana? Seseorang tolong aku” teriak
krystal dari dalam kamar lagi namun tidak ada respon dari arah luar
“sebenarnya apa yang terjadi..hikss kenapa aku tidak
pernah mendapatkan kebahagiaan” ucap krystal sambil duduk dilantai dan meratapi
nasibnya sambil menangis
__ADS_1
“aku harus bagaimana Tuhan, aku tidak tahu harus
bagaimana lagi hikss hikss”