You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)

You Are Mine(Kamu Adalah Miliku)
Chapter 19


__ADS_3

Malam hari Seorang pria yang masih memakai jas berdiri dengan gagah sambil memegang sebatang rokok ditangan kanannya.


Ia berdiri menghadap kearah luar dengan pandangan pada pemandangan kota London dari Gedung yang paling tinggi di kota inggris.


“siapa dia? Kenapa dia dengan beraninya


menghadang aku untuk membunuh tikus itu? Apakah dia mengenalku? Apakah aku dan


dia pernah bertemu? Kenapa wajahnya sangat familiar bagiku” gumam devian yang sedang berpikir keras dengan kejadian beberapa hari yang lalu


Tok tok


Suara pintu diketuk membuyarkan lamunan devian


“apa kau sudah menemukannya?” ucap devian dengan nada dingin pada seseorang yang baru masuk itu


“kau kira gampang menculik wanita itu hah? Dia menginap di penginapan nyonya elena kau tahu” ucap arley dengan wajah kusut nya


“kau ahli dalam segala hal namun menculik seorang perempuan lemah saja kau tidak bisa?” ucap devian masih dengan nada dingin nya


“kau juga ahli dalam segala hal dave, kenapa tidak kau saja?”


“kau ingin aku membunuhmu sekarang arley?”


“ayolah dave tidak adakah ancaman lain selain membunuhku?” ucap arley dengan nada menggodanya


“diamlah, aku ingin besok dia sudah ada dihadapanku bagaimanapun caranya”


“baiklah aku akan mengerahkan pasukan rahasiaku besok. Dan apa kau tahu dave?”


“hmm”


“dia bekerja di sekolahmu dulu”


“apa kau bilang?” ucap Devian langsung berbalik menghadap arley dengan tatapan tak dapat di artikan


“yah aku menyuruh sopirmu untuk bertanya pada satpam dan satpam itu mengatakan bahwa dia bekerja di sekolah itu, namun hanya sementara”


“apa kau tahu siapa Namanya?” ucap devian penasaran

__ADS_1


“kenapa kau begitu penasaran dengan wanita itu dave?” ucap arley penasaran karena ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh devian


“tidak ada, aku hanya merasa ia sudah mengenalku” ucap devian dengan wajah datarnya


“begitukah? Hmm.. tapi sopirmu tidak sempat bertanya siapa nama wanita itu, aku juga tidak tahu dan tidak melihat dengan jelas wajah wanita itu.


“ohh” ucapan singkat itu membuat arley ingin


menenggelamkan dirinya di dasar lautan paling dalam. Bagaimana tidak ia bercerita Panjang lebar dan hanya di balas dengan kata itu


****


Krystal bangun masih dengan memakai pakaian yang ia kenakan saat bekerja, ia langsung mengambil handuk untuk mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Selesai mandi ia keluar dari kamar berniat untuk menemui nyonya elena


“nona?” sapa anna yang baru keluar dari kamar mandi


“anna kenapa kau belum pulang? Apa kau bekerja full lagi?”


“eh iya.”


“baiklah, jika kau Lelah kau bisa tidur lagipula kan tidak banyak pelanggan”


“iya nona, apa kau ingin bertemu nyonya?”


“nyonya baru saja sampai, kau bisa melihatnya dirumah”


“baiklah”


Krystal pun melangkah keluar untuk menuju rumah nyonya elena, ia hanya rindu berbincang dengan nyonya elena karena Sudah berapa hari ia selalu pergi bekerja. Sesampainya di depan rumah ia memencet bel yang ada di samping pintu lalu segera di buka oleh nyonya elena


“krystal kenapa kau keluar dari kamar dan hanya memakai piyama?” ucap nyonya elena yang terlihat khawatir. Bagaimana tidak,


cuaca saat ini sangat dingin karena beberapa minggu lagi akan turun salju


Nyonya elena menarik tangan krystal untuk masuk ke dalam rumah lalu mereka duduk di dekat perapian untuk menghangatkan badan. Krystal dan nyonya elena berbincang tentang pekerjaan krystal begitu juga sebaliknya.


“krystal aku punya hadiah untukmu” ucap nyonya elena tiba-tiba


Lalu nyonya elena mengeluarkan sebuah sweeter dari dalam tas yang ia pegang

__ADS_1


“karena musim dingin sebentar lagi jadi aku membelimu sweeter untuk menghangatkan badanmu, cobalah” ucap nyonya elena lalu memberinya pada krystal


Krystal terharu dengan kebaikan nyonya elena karena selama orang tuanya tidak ada ia sudah tidak pernah menerima hadiah dari siapapun.


Sweeter berwarna hitam dengan tulisan melody di depannya dan bahan yang sangat lembut sangat cocok dipakai saat musim dingin.


“terima kasih nyonya” ucap krystal sambil meneteskan air mata lalu memeluk nyonya elena


“jangan bersedih krystal, aku tidak suka melihatmu bersedih” ucap nyonya elena lalu mengusap air mata krystal


“kau bisa tidur disini malam ini jika kau suka” ucap nyonya elena lagi


“tidak, aku akan tidur di kamarku saja.. lagipula aku ingin menemani anna malam ini”


“yah baiklah, lakukan apapun yang kau mau”


****


Drrttt drtt drttt


Suara ponsel bergetar membangunkan arley saat jam menunjukan jam 6 pagi


“ahhh siapa yang menelpon pagi-pagi begini” rutuk arley lalu mengangkat panggilan tersebut


“halo?!! Kanapa kau baru mengangkatnya, dasar pemalas” suara pria di seberang telpon membuat arley kehilangan rasa kantuknya tiba-tiba


“ada apa dave? Aku pasti akan menangkap wanita itu tapi ini masih terlalu pagi”


“ini bukan masalah wanita itu, ada masalah lain yang harus kau kerjakan. Untuk wanita itu kau bisa menyerahkannya pada pasukan


rahasiamu”


“lalu masalah apalagi ini?”


“ada masalah penting yang harus kau tangani, cabang perusahaan kita yang ada di dubai mengalami masalah, namun tidak terlalu serius dan aku ingin kau yang menyelesaikannya, aku tunggu kau di atas Gedung jam 7.30 jangan terlambat jika kau tidak ingin di pecat. Tut…” devian memutuskan telepon secara sepihak


“ahh dave selalu saja begini” ucap pria bertatto itu lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi


Selain pengawal, arley adalah orang yang dipercayakan tuan dan nyonya besar juga devian untuk mengatasi masalah di dalam maupun luar kantor jika devian berhalangan seperti saat ini. Namun arley tidak tahu

__ADS_1


halangan apa yang membuat devian harus memerintahkan arley untuk berangkat


bukannya dia sendiri.


__ADS_2