
Krystal sampai ke sekolah dengan raut wajahnya yang sangat sedih ia memikirkan apa yang pria tadi katakan padanya sebelum pria itu pergi
“kau harus hati-hati jika bertemu denganku”ucapan pria itu masih terngiang-ngiang di pikiran krystal. bagaimana tidak, anak lelaki yang dulu begitu hangat dan perhatian pada krystal kini telah berubah menjadi dingin dan kejam pada orang lain termasuk padanya tadi. Ia berpikir kenapa devian sudah tidak mengingat wajahnya dan berkata bahwa krystal adalah wanita licik dan juga penggoda.
“kenapa aku terus memikirkannya? Dia saja sudah tidak mengenal ku.. argghh keadaan ini membuatku frustasi” ucap krystal sambil
berjalan dan mengacak-acak rambutnya
“Selamat pagi nona” ucap satpam yang berdiri di depan pagar
“ehh se..selamat pagi” jawab krystal sambil merapikan rambutnya Kembali lalu masuk ke dalam dengan tergesa-gesa
Krystal masuk ke dalam ruangan bibi naomi untuk mengambil kunci perpustakaan, untung nya bibi naomi sedang mengajar jadi dia
tidak perlu membuat alasan jika bibi menanyakan kenapa matanya merah.
“fiuhhh pagi yang sangat menguras tenaga” ucap krystal sambil membuka pintu perpustakaan
Ia masuk dan langsung di sambut oleh gelapnya ruangan dan debu-debu yang beterbangan.
Dia menyalakan saklar lampu yang ada di samping pintu dan melihat keadaan perpustakaan yang penuh dengan buku yang ada dirak- rak dan juga ada lain berserakan di lantai.
“sudah berapa lama mereka tidak menggunakan perpustakaan ini” ucap Krystal sambil menyusuri Lorong rak buku itu
“ini seperti tidak ada perubahan bagiku, perpustakaan ini nampak terlalu tua dan butuh renovasi. Ngomong-ngomong kenapa perpustakaan ini tidak direnovasi? Dananya kan banyak untuk renovasi Gedung” ucap krystal bertanya-tanya pada dirinya
Krystal masih berjalan menyusuri rak-rak buku tersebut sambil berpikir dengan kejadian tadi pagi yang menimpanya ia berpikir bagaimana mungkin laki-laki yang ia pikirkan sejak dulu kini sudah tidak mengenalnya lagi.
Krystal menatap sebuah kursi Panjang dan meja yang ada di sudut ruangan itu
“dulu dia sering menggangguku di situ jika sedang belajar, cihh dasar anak nakal” gumam krystal sambil tertawa sambil
meneteskan air mata
“apa yang kau pikirkan krystal? kenapa hanya melamun disitu? Ucapan bibi naomi membuyarkan hayalan krystal yang dari tadi menatap kursi kosong itu
Krystal segera menghapus air matanya agar tidak dilihat bibi naomi
Pandangan bibi naomi juga jatuh ke kursi kosong tersebut lalu menatap krystal lagi dengan wajah panik
“yah Tuhan krystal apa yang kau pikirkan? Kenapa kau menatap kursi itu dengan pandangan kosong seperti itu? Apa kau dirasuki oleh setan? Tapi disekolah ini tidak ada setan krystal” ucap bibi naomi dengan panik sambil menarik tangan krystal untuk menjauh dari situ
Krystal hanya tertawa dengan menatap bibi naomi yang menarik tangannya
“astaga apa bibi percaya dengan takhayul seperti itu? Hahha…” ucap krystal sambil tertawa terbahak-bahak
Bibi naomi melepaskan cekalan tangannya dan berbalik menghadap krystal
“lihat kan kau sudah dirasuki setan, tadi kau menatap kursi itu seolah-olah ada orang dan sekarang kau tertawa seperti orang gila”
ucap bibi naomi sambil memegang tangan krystal
“ hahah mereka tidak ada bi, krystal menatap kursi itu karena teringat masa lalu krystal. itu adalah tempat favorit ku saat sedang
belajar, apa bibi lupa bibi sering memarahi krystal karena tidak mempunyai
teman dan hanya duduk disitu sendirian huhh? Ucap krystal agar bibinya tidak
__ADS_1
khawatir dan banyak bertanya, ia berharap bibinya lupa tentang kejadian 15
tahun yang lalu tentang krystal dan devian
“ahh baiklah, bibi hanya khawatir karena melihat kau melamun tidak jelas.. maafkan bibi”
“iya tidak apa, ngomong-ngomong apa yang akan krystal kerjakan selama di sini?
“uhmm kau hanya perlu mengatur buku-buku nya agar tersusun dengan rapi dan kumpulkan buku – buku yang sudah usang untuk ditaruh di Gudang dan juga rapikan ruangan agar terlihat indah, kau mengerti?”
“iya bibii serahkan semuanya pada krystal okee”
“oke bibi mengandalkanmu dalam hal ini”
Krystal dan bibi naomi berbincang sambil berjalan menyusuri Lorong rak – rak buku, krystal berjalan di belakang bibi naomi yang
memegang buku – buku yang penuh dengan debu
“hmm bibi boleh krystal bertanya lagi?” ucap krystal tiba tiba, ia hanya ingin bertanya agar rasa penasarannya terungkap
“silahkan”
“kenapa ruangan ini tidak di renovasi padahal seluruh ruangan di sekolah sudah seperti baru.”
“hmm sebenarnya ruangan ini memang sengaja tidak direnovasi karena satu dan lain hal” ucap bibi seperti menyembunyikan sesuatu
“ehmm baiklah” ucap krystal tidak mau menggali lebih dalam, namun dia terlalu penasaran
“kau lanjutkan perkerjaanmu dan bibi akan Kembali ke ruangan kelas karena ini sudah jam pelajaran, jika kau lapar bibi sudah
ruangan itu
Krystal melanjutkan pekerjaannya yaitu merapikan buku dan mengumpulkan sisanya untuk dibawa ke Gudang, ia bekerja dari pagi hingga selesai di sore hari. Karena asik bekerja dan merapikan perpustakaan ia sampai lupa untuk makan.
Ia kaget saat melihat jam sudah menunjukan pukul 3 sore
“astaga aku sudah lupa bibi naomi pasti akan
memarahiku jika ia tahu aku tidak sempat makan” ucap krystal lalu menyambar tas
yang ada di meja lalu keluar dari perpustakaan
Sekolah sudah sunyi hanya tersisa beberapa anak sekolah yang ikut les dan beberapa guru.
“hay krystal apa kau sudah selesai bekerja?” ucap seorang guru parubaya padanya, beberapa dari mereka masih mengingat krystal karena mereka adalah guru tetap di sekolah itu.
“i.iya bu, apa bibi naomi ada di ruangannya?” tanya krystal sambil menengok kiri kanan agar tidak dipergoki bibi naomi
“tadi nyonya sedang keluar, katanya ada urusan mendadak ia hanya berpesan jika kau sudah selesai bekerja jangan lupa untuk
makan dan segera pulang”
“huhhh syukurlah, eh baiklah terima kasih bu krystal permisi” ucapnya lalu masuk ke dalam ruangan bibi naomi untuk makan
****
“tolong panggilkan arley” ucap seorang pria berjas pada sekretarisnya
__ADS_1
“baik tuan” ucap wanita yang sudah berumur 40 tahun itu di balik telepon
Arley masuk dengan memakai jas berwarna abu-abu lalu menyapa seseorang dibalik kursi kebesarannya di kantor itu
“kenapa lama sekali hah?” ucap pria dibalik kursi itu sambil memegang sebatang rokok ditangannya
“kau kira Gedung ini hanya 1 lantai dave? Aku harus naik lift dan melewati 38 lantai untuk sampai ke atas sini kau kira aku punya
kekuatan super” ucap arley lalu duduk dikursi
“baiklah, aku sedang malas berdebat untuk saat ini” ucap pria itu lalu berbalik menghadap arley
“apa kau tidak makan seharian devian? Bagaimana kau akan memimpin para karyawan kantor jika wajahmu lusuh seperti itu” ucap arley sambil menyalakan rokok ditangannya
“bukan urusanmu” ucap devian sinis
“lalu untuk apa kau memanggilku kesini? Apa aku punya pekerjaan lagi? Bukannya si tikus kotormu sudah kau lenyapkan?”
“bukan masalah itu, aku berniat ingin membunuhnya di daerah B tadi namun terhalang karena seorang wanita”
“apa? wanita? Hahah kenapa kau membatalkannya hanya karena
seorang wanita? Apa kau diam-diam sudah mempunyai pacar dan tidak memberitahu
paman dan bibi?” Ucap arley menggodanya
Bagaimana tidak, selama 15 tahun menjadi sahabat serta pengawal pribadinya, arley tidak pernah melihat atau mendengar bahwa devian memiliki kekasih. Bahkan saat bertemu dengan wanita pun ia menjaga jaraknya, arley pernah berpikir bahwa devian adalah penyuka sesama jenis namun devian
membantahnya dan devian pun bahkan mengancan akan membunuhnya jika berani
bercerita tentang masa lalu devian.
“tidak, aku tidak mengenalnya” ucap devian Kembali dengan sikap dinginnya
“baiklah dave lalu apa pekerjaanku?”
“kau harus menemukan wanita itu untukku karena ia sudah berani menghalangi jalanku untuk membunuh tikus itu, jika kau menemukannya bawa dia padaku”
“apa? kenapa aku harus membawanya padamu? kenapa tidak kau saja? aku saja tidak mengenal wajah dan rupanya seperti apa”
“kau harus menemukannya dalam 3 hari, jika tidak aku akan membunuhmu”
Begitulah ucapan devian untuk mengancam arley, yah arley tahu bagaimana kejamnya Devian Austin Addison calon pewaris dan juga seorang CEO di usia muda. Ia memegang kendali perusahaan ayahnya addison corp yang merupakan
perusahan terbesar di inggris dan juga kelima terbesar didunia. CEO yang bertangan dingin serta sikapnya yang juga dingin membuat orang-orang takut untuk mendekatinya kecuali para bos-bos besar yang bekerja sama dengan perusahaannya.
“baiklah aku akan mencarinya” ucap arley putus asa lalu keluar dari ruangan yang didominan berwarna hitam dan abu-abu itu.
Arley disapa oleh sekretaris devian dengan menundukkan badannya
Peraturan dikantor itu, karyawan hanya bisa menunduk pada tuan besar,nyonya besar,devian dan juga arley karena arley adalah salah satu keluarga devian.
“apa kau melihat devian tadi pagi di antar oleh siapa?” tanya arley pada wanita itu
“saya hanya melihat tuan di antar oleh sopir pribadinya lalu pergi” ucap wanita itu
“ahh baiklah, terima kasih”
__ADS_1