
Hari sudah hampir malam dan seorang perempuan masih
terduduk di lantai sambil menangis meratapi nasibnya.
“bagaimana aku harus keluar dari sini”. Ucap krystal
yang masih dalam keadaan menangis.
Klek
Suara pintu membuyarkan lamunan krystal
“de..devian?”. ucap krystal bergetar
“ya ini aku, maaf membuatmu lama menunggu” ucap devian
sambil membuka jas yang ia pakai dan melonggarkan dasi di lehernya
“a..apa yang akan kau lakukan kali ini dave?” ucap
krystal sambil menangis lagi
“aku tidak akan melakukan apapun, aku juga tidak akan
menyakitimu” ucap devian lalu duduk di sofa
“lalu kenapa kau menculik dan membawaku kemari?”
“aku hanya ingin tahu sesuatu darimu”
“aku tidak tahu apapun tentangmu jadi tolong lepaskan
aku, aku mohon dave” ucap krystal sambil berlutut di hadapan devian dan devian
dia sangat membenci orang yang menangis apalagi sampai berlutut di hadapannya.
“aku akan melepaskanmu asal kau harus memenuhi
permintaanku”
“permintaan? Memangnya apa yang kau inginkan?”
“aku harus mengembalikan ingatanku yang hilang, aku
tahu kau mengenalku dengan sangat dekat jadi aku ingin kau memulihkannya agar
aku bisa mengingat masa laluku” ucap devian lalu berdiri dari duduknya
“jika kau ingin keluar secepat mungkin dari sini kau harus
memenuhi permintaanku” ucap devian lalu hendak keluar dari kamar namun tangannya
di tahan oleh krystal
“a..apa kau sungguh kehilangan ingatan masa kecilmu?”
ucap krystal sambil menundukan kepalanya agar devian tidak melihatnya menangis
“ya begitulah, ayah dan ibuku tidak pernah memberitahuku
apa yang sebenarnya terjadi padaku di masa lalu”
“kenapa kau percaya aku bisa mengembalikan ingatanmu?”
ucap krystal yang sudah tidak menangis lagi.
__ADS_1
“aku tidak tahu kenapa, tapi saat pertama kali kita
bertemu kau memanggil namaku dan seperti orang yang telah lama tidak bertemu
jadi aku yakin kau tahu tentang masa laluku”
“pikirkan baik-baik jika kau ingin keluar dari sini,
aku tidak pernah menerima penolakan jadi kau harus memenuhi permintaanku” ucap
devian semenah-menah lalu keluar dari kamar dan membiarkan krystal sendiri
“apa? kenapa dia begitu memaksa” ucap krystal kesal
dengan tindakan devian yang seenaknya.
Krystal duduk di sofa sambil berpikir, ia masih tidak
dapat membayangkan setelah selama ini ternyata semua dugaannya salah. Ia mengira
devian memang sengaja sudah melupakan krystal karena krystal sudah jatuh miskin
dan ditinggal orang tuanya. Saat ini krystal mendapatkan fakta bahwa devian kehilangan
ingatannya dan lebih parah lagi ia tidak dapat mengingat masa lalunya apalagi
masa kecil Bersama krystal.
“devian yang malang” ucap krystal lalu menatap keluar
jendela dengan tatapan sedih
Krystal lalu berdiri dan menuju balkon yang ada disitu
Cuaca diluar sudah mendung dan tampak akan hujan, hati
ia sangat merindukan devian yang hangat dan ia juga merindukan ayahnya yang
sangat ia sayangi.
“andaikan ibu ada disini, pasti dia bisa membantu
krystal” ucap krystal sambil menetesakan air matanya
Krystal memeluk tubuhnya sendiri karena hujan sudah
turun dan cuaca sangat dingin.
“sudah turun hujan, mungkin anna dan nyonya elena
sedang mencariku, tapi aku harus menghubungi mereka bagaimana?” ia lalu masuk
ke dalam kamar dan melihat sebuah telepon genggam yang ada di atas meja
“kenapa aku tidak memakainya dari tadi” ucap krystal
lalu memegang telepon yang ia yakin harganya sangat mahal
“ahh tapi aku lupa nomor nyonya elena dan juga anna”
ucap krystal yang merutuki dirinya sendiri
****
Seorang pria duduk diruangan kerja yang didominasi
__ADS_1
berwarna abu-abu gelap itu sambil menghisap sebatang rokok ditangannya. Ia berpikir
keras untuk mengingat masa lalunya namun semuanya sia-sia, ia beberapa kali
telah melakukan psikoterapi pada dokter ternama di inggris namun hasilnya juga
sia-sia, ia tidak dapat mengingat ingatannya dulu.
“arrghhh keadaan ini membuatku kacau” ucap devian mengusak
rambutnya pelan
“apa kau akan terus-menerus memenuhi ruangan ini
dengan asapmu itu dave?” ucap seorang pria yang membuyarkan lamunan devian
“bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?”
“sorry dave”
“kenapa kau datang kemari arley”. Ucap devian malas
“aku hanya ingin berkunjung saja dan melihat keadaanmu,
kenapa? Memangnya tidak bisa?” ucap arley lalu duduk di sofa
“cih bilang saja kau ingin menginap disini”
“ yah begitulah, kau tahu aku sangat kesepian di
apartemen yang sangat besar itu sendirian” ucap arley
“lalu kemana para j***** yang menemanimu tiap malam? Apa
mereka sudah bosan dengan dirimu?” ucap devian meremehkan
“tidak, aku hanya malas saja dan ingin menginap disini”
“aku tidak ingin diganggu kau tahu? Pulanglah dan
tidur ditempatmu” ucap devian berdiri dari duduknya
“ayolah dave hanya kali ini saja” ucap arley memohon
“tidak” ucap devian lalu hendak keluar dari ruangan
namun dihentikan oleh ucapan arley
“apa kau menyembunyikan sesuatu dave? ahh aku tahu
pasti kau sudah menemukan wanita itu benarkan?”
“ayolah arley kau tahu itu, jangan ganggu aku untuk
mengembalikan kembali ingatanku”
“yah baiklah maafkan aku dave, aku selalu mendukungmu”
“jika kau sudah selesai kau bisa pergi”
“aku akan pergi tapi aku ingin bertemu dengan wanita
itu, aku sangat penasaran dengannya”
“ya kau bisa melihatnya di kamar yang ada di depan
__ADS_1
kamarku”
“baiklah”.