
“hey kenapa kau tiba-tiba menangis nak? apa yang terjadi?” tanya bibi naomi mendekati anak berambut hitam Panjang itu
Krystal pun mendekat karena ia merasa kenal dengan suara anak kecil itu
“Natalie? Kau kah itu? Tanya krystal pada anak kecil itu
“i..iya ini aku kak” ucap natalie lalu menghadap ke arah krystal
“kenapa kau menangis sayang? Apa ada yang
mengganggumu? Ucap krystal mendekati natalie dan memeluk tubuhnya sayang
“mereka membuang boneka kelinci natalie di kolam air mancur hiksk hiks” ucap natalie sambil menunjuk ke arah segerombolan anak
laki-laki
“berhentilah menangis natalie, ibu akan menyuruh satpam mengambilkannya untukmu” ucap bibi naomi yang berdiri di hadapan krystal dan natalie
“terima kasih” ucap anak itu lalu tangisannya mulai mereda
“apa kalian berdua saling mengenal?” tanya bibi naomi pada krystal dan natalie lalu krystal menjelaskan bagaimana mereka berdua bertemu di halte, hanya sekali bertemu namun krystal mengingat dengan jelas wajah dan suara anak itu.
Bibi naomi mengangguk paham dengan perkataan krystal tiba-tiba natalie bertanya pada krystal
“tapi aku tidak tahu nama kakak bermata biru” ucap natalie sambil menunduk dan mengayunkan kedua kakinya
“ahh maaf natalie aku tidak sempat memberitahumu waktu itu, namaku krystalie” ucap krystal
“namamu indah seperti bola matamu”
“terima kasih natalie, ngomong-ngomong apa kau tidak ada jam pelajaran?”
“hari ini hanya 1 mata pelajaran jadi aku keluar istirahat untuk datang kemari, karena ini adalah salah satu tempat favoritku di
sekolah” ucap natalie sambil tersenyum pada krystal
Mereka bertiga berbincang cukup lama lalu satpam yang disuruh bibi naomi datang sambil membawa boneka kelinci yang basah
__ADS_1
“ini natalie, maaf karena bonekanya terlanjur basah” ucap satpam itu pada natalie
“tidak apa aku akan mengeringkannya dirumah, terima kasih pak” ucap natalie lalu mengambil boneka tersebut
“ayo kita keluar, ini sudah jam pulang sekolah mungkin ibumu sudah menunggu di depan” ucap bibi naomi sambil menarik tangan krystal dan natalie
****
Krystal dan bibi naomi mampir di sebuah toko baju untuk membeli pakaian yang akan krystal pakai saat bekerja nanti, sebenarnya krystal masih mempunyai baju yang layak untuk dipakai saat bekerja namun bibi naomi
memaksanya untuk membeli pakaian baru. ia berpikir harus megelarkan uang untuk
membeli pakaian tapi ternyata dugaannya salah, bibi naomi membayar semua yang
di ambil krystal dan diam-diam juga mengambil beberapa baju yang tidak krystal
ketahui.
Mereka berdua menghabiskan malam Bersama di jalanan kota London lalu pulang ke tempat masing-masing karena mengingat besok harus bekerja.
diperjalanan ia melihat ada keributan di ujung jalan, karena penasaran ia pun melangkah menuju keributan itu.
Seorang pria dengan kepala dan tangan berdarah tersungkur di tengah jalan sambil memohon pada seorang pria berjas yang berdiri di depannya
“sa..saya mohon ampuni saya tuan, saya di jebak oleh mereka” ucap pria yang tersungkur itu
“aku tidak akan mengampuni orang berdosa seperti mu” kata pria berjas yang memakai kacamata hitam
“urus dia dan jangan ada lagi tikus kotor sepertinya di kantorku” ucap pria itu lagi kepada pengawalnya
Krystal melihat semua kejadian yang ada di depan matanya lalu bertanya pada seseorang di situ karena seperti tidak ada yang akan
membantu pria berdarah itu
“ke..kenapa tidak ada yang menolongnya?” ucap krystal pada seorang wanita di depannya
“aku dengar dia berhutang pada pria berjas itu untuk dipakai bermain judi, dan pria berjas itu tidak suka jika uangnya dipakai untuk
__ADS_1
hal yang tidak berguna” ucap wanita itu pada krystal
“apakah tidak ada cara lain selain menembaknya dengan senjata?” tanya krystal lagi
“asal kau tahu, tidak ada yang berani melawan pria itu di inggris maupun di luar inggris, dia terkenal sangat kejam bahkan polisi pun
takut untuk menangkapnya” ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan krystal
Krystal kemudian mendekati pria berjas tersebut
“apa kau tidak punya hati tuan? Kenapa kau menyiksa nya sampai sekejam itu? Apakah tidak ada cara lain selain menembaknya dengan pistol?” ucap krystal memberanikan diri
Kemudian pria itu membuka kacamata yang bertengger di hidung mancungnya
Deg
jantung krystal berdenyut kencang mengetahui siapa yang ada di depannya. ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia diam seribu kata
Mata mereka saling bertatapan lama kemudian pria itu mendekati krystal yang dari tadi bungkam.
“lihat siapa yang berani mengganggu ketenangan ku di pagi hari” ucap pria itu mendekat
“de..devian?” ucap krystal sambil meneteskan air mata
“bagaimana kau tahu namaku? Ahh aku tahu, mungkin karena aku pria terkenal di inggris jadi kau datang kemari untuk merayuku dan menangis memohon belas kasihanku haha” ucap pria itu tertawa hambar
“atau apakah dia adalah saudaramu jadi kau datang kemari untuk menolongnya? Dasar wanita licik” ucap pria itu lagi dengan jujur, ia tidak suka berbicara terpotong-potong
“a...apa katanya? Aku wanita licik dan*
penggoda**?” gumam krystal dalam hati sambil meneteskan air matanya
“devian apakah kau mengenalku?” ucap krystal tiba-tiba
“apakah kita pernah bertemua sebelumnya? Wajahmu sungguh asing bagiku.. apa kau berusaha untuk menggodaku hahh? Ucap devian dengan nada marah
Lelaki itu sungguh dingin dengan tatapan matanya yang mengartikan bahwa saat ini dia sedang marah.
__ADS_1