
***
“aku pamit nek, terima kasih untuk kopi dan waktunya”
“tidak masalah krystal.. jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa mengunjungiku dirumah yang ada di ujung jalan sana” ucap nenek Amanda sambil menunjuk rumah tersebut
“baiklah nek, sampai jumpa” ucap krystal sambil melambaikan tangannya
“hati-hati, semoga kau bisa bertemu dengan ayahmu”
“sungguh krystal yang malang” gumam nenek amanda
Hari sudah sore namun krystal belum juga menemukan jejak ayahnya dikota besar ini, ia telah pergi ke beberapa tempat yang pernah ia kunjungi dulu Bersama ayah dan ibunya namun hasilnya nihil, ia bahkan menunjukkan foto ayahnya namun mereka tidak satupun mengenalnnya
“ahh aku harus mencari ayah kemana lagi” ucap krystal sambil duduk di depan sebuah toko
“nak apa kau mencari sesuatu? Masuklah ke toko kami” ucap seorang pria parubaya dari
dalam toko tersebut
“tidak, terima kasih sir..” ucap krystal ramah
lalu pergi dari situ
“mata birunya? Aku seperti mengenalnya.. ahhh itu dia” ucap pria parubaya tersebut
lalu berjalan keluar dari toko
“cepat sekali dia menghilang.. kemana perginya dia? Astaga krystal”
****
Krystal duduk di halte bus sambil menunggu bus yang akan datang, ia membeli minuman
dingin dan juga roti untuk menahan rasa laparnya. Tiba-tiba datang seorang anak
kecil dengan membawa boneka kelinci duduk disebelahnya
“hay girl.. siapa namamu? Apa kau datang sendirian? Ucap krystal ramah pada anak perempuan tersebut, pasalnya ia berjalan sendirian lalu duduk di kursi halte itu
“hay kak, namaku natalie” ucap anak itu sambil tersenyum dan menunjukkan gigi
kelincinya
“namamu cantik natalie.. apa kau tidak Bersama orang tuamu? Dimana mereka?”
“ohh ayah dan ibu mampir sebentar ditoko itu dan aku disuruh menunggu disini” ucap
natalie sambil memainkan bonekanya
“ahh aku kira kau anak yang hilang..”
“lalu kakak kenapa ada disini?”
“aku masih menunggu bus selanjutnya”
5 menit kemudian bus tersebut sampai
“hey natalie apa kau tidak apa jika aku tinggalkan sendirian disini? Aku harus
pulang ini sudah hampir malam”
“tidak apa kak.. lagipula ibu dan ayah sudah datang itu mereka” ucap natalie sambil
menunjuk sepasang suami istri yang sedang berjalan dan membawa tas belanjaan
“baiklah.. aku harus pergi sampai ketemu lagi cantik” ucap krystal lalu masuk ke dalam bus
Natalie melambaikan tangannya lalu disapa oleh kedua orang tuanya
“hay nak apa kau merasa kesepian disini? Maaf ibu dan ayah lama” ucap seorang pria
bermata biru kepada natalie
“tidak apa ayah, aku ditemani oleh kakak cantik dan dia baru saja pergi menaiki bus”
“siapa namanya? ibu rasa ibu harus berterima kasih padanya karena telah menemanimu”
ucap wanita tersebut
“hmm aku tidak sempat bertanya.. hanya saja matanya biru mirip seperti ayah” ucap
anak itu polos
“wahh disini banyak orang bermata biru sayang” ucap ayahnya lalu menggendong natalie dan masuk kedalam mobil
****
Krystal duduk di pinggir jendela dan pandangannya ke arah luar, ia beberapa kali
menarik nafas panjangnya dan melamun
__ADS_1
“aku harus mencarinya kemana lagi” ucap krystal dengan suara lemah
“Kau tidak boleh menyerah krystal.. ini baru hari pertama aku yakin ayah pasti ada disini dia tidak mungkin berada di negara lain” gumam krystal menyemangati dirinya sendiri
Krystal sampai di penginapan dengan wajahnya yang lusuh
“selamat malam nona” sapa anna yang duduk di kursi
“selamat malam anna.. apa kau melihat nyonya elena?
“nyonya elena ada dirumahnya, apa perlu saya panggilkan?
“tidak terima kasih, aku sendiri yang akan menghampirinya”
“baiklah, jika kau memerlukan sesuatu kau bisa memanggil saya”
“terima kasih anna...”
Krystal masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di Kasur, jam menunjukkan jam 7 malam waktu inggris ia berpikir akan tidur saja malam ini lalu melanjutkan pencariannya besok
“rasanya lelah sekali karena aku terlalu lama berjalan.. ahh aku harus mandi, badanku
penuh dengan keringat” ucap nya lalu masuk kedalam kamar mandi
15 menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya, krystal
menyisir rambutnya lalu keluar dari kamar dan berniat untuk menemui nyonya elena tiba-tiba ia mendengar suara dari arah luar
Itu adalah suara nyonya elena dan anna yang sedang berbincang
“ayolah anna temani aku malam ini, aku ingin pergi ke acara tersebut namun aku tidak
mempunyai teman” ucap nyonya elena
“ah maaf aku tidak bisa nyonya..rumahku sangat jauh dan aku tidak membawa baju
ganti untuk pergi ke acara itu” ucap anna lagi
Krystal tanpa sengaja mendengar perbincangan mereka dan berniat untuk balik ke kamarnya karena ia berpikir nyonya elena akan keluar
“krystal? kenapa kau berdiri disitu?” ucap nyonya elena tiba-tiba
“ehh maaf nyonya aku tidak sengaja mendengar perbincangan kalian.. silahkan
lanjutkan maaf saya mengganggu”
“kebetulan kau ada disini, ada yang ingin aku bicarakan.. anna kau lanjutkan lagi pekerjaanmu” ucap nyonya elena lagi
“i..iya anna” ucap krystal canggung
“jadi begini krystal hari ini aku ada undangan oleh salah satu teman sekolahku, suaminya berulang tahun dan aku tidak ingin pergi sendiri, kau tahu kan aku sudah tua aku tidak bisa jika tidak ada orang lain bersamaku.. kamu mau menemaniku kan?
“ehh
ta..tapi aku..” ucapan krystal dipotong oleh nyonya elena
"ayolah krystal." ucap nyonya elena sambil memohon
"aku bisa, tapi.. ucapannya dipotong lagi oleh nyonya elena
“ahh aku tahu, kau pasti tidak membawa gaun atau baju untuk dipakai ke pesta kan? Ayo
ikut denganku” ucap nyonya elena lalu menarik tangan krystal
Tak jauh dari rumah nyonya elena terdapat sebuah butik dengan baju-baju yang krystal
yakini harganya sangat mahal, ia dan nyonya elena masuk ke dalam dan langsung disapa oleh seorang perempuan yang krystal yakini usianya sekitar 30-an
“halo nyonya elena, apa kau datang untuk membeli baju lagi? Apa baju yang kau beli
tadi siang belum cukup?” ucap perempuan itu langsung pada intinya
“dan hey siapa wanita cantik ini nyonya? Wajahnya sangat cantik” ucap perempuan itu
lagi
“ha..hay aku krytsal” ucap krystal memperkenalkan diri
“panggil aku viona, aku pemilik butik ini” ucap viona ramah
“dia adalah calon anak angkatku, bisa kau memilih gaun malam yang bagus untuknya? dan bisa kau pakaikan polesan make up sedikit untuknya? Aku dan dia akan ke pesta
ulang tahun temanku”
“baiklah nyonya.. mari ikut aku cantik”
Krystal mengikuti viona dari belakang ia berpikir kenapa ia dibawa ke tempat ini uang
nya juga pasti tidak cukup untuk membayar gaun disini
“ahh uang? Astaga aku lupa membawa dompetku karena rencananya tadi aku hanya akan bertemu dengan nyonya elena bukan ke butik ini” gumam krystal lalu berbalik untuk menemui nyonya elena
__ADS_1
“ehh permisi nyonya? A..aku ingin kembali ke penginapan, dompet ku ada disana dan
aku hanya membawa ponsel”
“yah ampun krystal kamu ini manusia atau apa? aku membawamu kesini karena aku yang akan membayar semuanya bukan kau”
“ta..tapi nyonya aku tidak bisa..
“ayolah krystal jangan kecewakan aku, cepatlah acara akan segera dimulai aku tidak
ingin terlambat..” ucap nyonya elena yang sedang duduk
Krystal hanya mengiyakan ucapan nyonya elena dan berbalik ke tempat viona. Ia
tidak ingin nyonya elena kecewa
“kau tunggu disini dan aku akan memilih beberapa gaun yang sangat cocok untukmu”
ucap viona lalu meninggalkan krystal di ruang ganti
Viona Kembali dengan beberapa gaun indah di tangannya
“ayo cobalah krystal, aku rasa semua gaun ini cocok untuk badanmu, jika kau ingin
mengambil semuanya juga bisa”
“ti..tidak viona, aku hanya akan mengambil 1 saja”
Krystal masuk dan mengganti pakainnya dengan gaun berwarna merah, ia hanya mengambil sembarang lalu menggantinya
“ahh tidak ini dadanya terlalu terbuka, aku harus menggantinya”
Krystal keluar dan mengganti dengan warna biru muda
“ahh warna ini juga tidak membantu, aku akan terlihat mencolok dengan warna biru di
tengah malam, mereka pikir aku adalah Cinderella yang tersesat” ucap krystal
sambil menertawakan dirinya
Krystal keluar dengan membawa baju tersebut
“apakah ada yang kau rasa cocok sayang”? tanya viona sambil membawa baju sisa yang akan krystal coba
“hmm tidak.. aku rasa aku akan mencoba gaun hitam ini, ini yang terakhir aku janji”
ucap krystal lalu mengambil gaun dari tangan viona
“Wahh kenapa aku merasa seperti putri dari kerajaan gaun ini sangat cantik hiihih”
ucap krystal pada dirinya sendiri
Ia keluar dengan gaun hitam yang dipakainya
Nyonya elena dan viona terkejut sekaligus terpukau saat melihat krystal keluar dari
ruang ganti
“astaga krystal kau sangat cantik dengan gaun itu, aku berpikir mungkin kau adalah
putri yang hilang” puji viona diikuti dengan tawa nya
“aku rasa kau sudah cantik tanpa make up” puji nyonya elena
“ohh tidak nyonya kita harus sedikit memoles nya, siapa tahu akan ada lelaki billionare yang akan jatuh cinta padanya hihihihi” ucap viona lalu mengambil alat make up
15 menit semuanya telah selesai
Nyonya elena telah selesai dengan memakai gaunnya abu-abunya dan juga krytsal.
Krystal benar-benar terlihat cantik ditambah rambutnya yang digerai dengan make up
tipis dan gaun hitam panjang yang dikenakannya.
“terima kasih viona.. aku terlihat berbeda hari ini” ucap krystal yang juga terpukau
akan kecantikannya
“ayo krystal kita berangkat” ucap nyonya elena sambil menggandeng tangan krystal
Mereka berdua terlihat seperti ibu dan anak yang saling menyayangi
Krystal dan nyonya elena pergi dari situ dengan menaiki mobil nyonya elena yang
dikendarai oleh sopirnya.
Visual krystal dengan gaun hitamnya
maaf yah jika belum sesuai ekspektasi, aku lagi nyari visul yang cocok untuk krystal, ini hanya untuk pemanis dulu hehee
__ADS_1
Happy reading yah💜🖤