
Distrik D, 22 September 2050
Di sebuah ruangan terpencil, di dalam bangunan besar yang sudah tua terdapat seorang Dokter namun berpakaian layaknya Tentara yang sedang fokus menjahit perut pasien dengan 7 luka tembakan di perutnya.
“Qiqi bagaimana keadaan di luar?” tanya Dokter Tentara itu pada sebuah robot berjalan yang sedang mengawasi keadaan di luar bangunan dari jendela kecil.
Robot itu berbentuk layaknya minion namun tubuhnya bukan bewarna kuning melainkan bewarna hitam putih, yah mungkin penciptanya menyukai warna warna monokrom.
“Menjawab Tuan, keadaan di luar benar benar mengkhawatirkan, pasukan milik Tuan banyak yang luka luka dan musuh sepertinya mencari bala bantuan” jawab robot itu dengan suara khas system yang mungkin terdengar sedikit menggelikan.
“Bertahanlah sebentar, aku pasti bisa menyelamatkan mu” gumam Dokter Tentara itu pelan sambil terus melanjutkan jahitannya tanpa mengindahkan keadaan di luar yang sangat jauh dari kata damai.
Ledakkan bom terdengar terus menerus tanpa henti dan disusul oleh suara reruntuhan, dan jangan lupa jeritan kesakitan dari orang orang yang mungkin kena dampak dari ledakkan itu.
Suara tembakan mulai menggema dimana mana, bahkan mengenai kaca dari bangunan tempat dia melakukan operasi saat ini, namun Dokter Tentara itu benar benar tidak mengihiraukannya, dan malah fokus pada pasien besarnya yang mungkin akan berpengaruh untuk perdamaian bangsanya.
“Huh suaramu benar benar menjengkelkan, aku akan mencari cara lain untuk merubah suaramu agar sedikit terdengar perkasa layaknya pria tampan” ujar Dokter Tentara itu tiba tiba sambil menggeleng gelengkan kepalanya namun tangannya masih fokus untuk menjahit perut sang pasien.
“Terimakasih atas kebaikan hati Tuan, namun akan lebih baik jika Tuan mengubah bentuk tubuh Qiqi sekalian agar menjadi ketampanan sempurna dengan suara yang terdengar gagah layaknya pria tampan pada umumnya” sahut Robot minion itu sambil terus memindai kejadian didepannya untuk di jadikan sebuah rekaman tanpa cacat yang mungkin akan berguna untuk Tuannya.
“Tidak tidak, bisa bisa aku jatuh cinta padamu nanti” ujar Dokter Tentara itu sambil tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi giginya yang rapi.
Akhirnya dia menyelesaikan jaitannya.
Jung Haera, gadis cantik blasteran Korea selatan - Indonesia, yang baru berumur 22 tahun ini menjabat sebagai Dokter sekaligus Komandan Tentara di organisasi Rahasia dalam naungan FBI di Amerika.
Jung Haera beserta beberapa rekannya kini sedang menghadapi misi yang terbilang cukup sulit, yakni meredakan peperangan antar Organisasi besar yang melibatkan dua Negara yaitu Indonesia dan Afghanistan.
“Maka Qiqi akan dengan senang hati menerima perasaan Tuan” jawab Qiqi robot minion yang Haera ciptakan sendiri di sela sela hari liburnya selama 8 tahun belakangan ini.
Memang untuk menciptakan Robot secanggih Qiqi seharusnya membutuhkan waktu berpuluh puluh tahun, namun tidak bagi Haera yang mampu menyelesaikannya hanya dengan kurun waktu 8 tahun.
Qiqi robot tempur tipe SSS dengan kemampuan memindai benda tidak di ketahui hingga menghasilkan informasi lengkap dari benda itu, misalnya tahun pembuatan, kegunaan, kelemahan dan yang lainnya. Qiqi juga bukan hanya mampu memindai benda melainkan tubuh manusia juga layaknya X-ray berjalan, bahkan mampu mengetahui jenis virus sekecil apapun.
Dengan kepintaran di atas rata layaknya Google, Qiqi si robot tempur dilengkapi dengan banyak peralatan perang yang terdembunyi di tubuhnya, contohnya laser, pistol dengan banyak jenis yang mungkin akan membuat orang menganga, bahkan pisau lipat dan juga pisau dapur untuk keadaan genting pun tak luput dari jangkauan Qiqi.
Tidak berhenti di situ Qiqi juga dilengkapi dengan perasaan layaknya manusia biasa yang bisa merasakan sedih maupun bahagia, ah dan jangan lupakan cinta.
Robot canggih ini Haera ciptakan untuk mempermudah pekerjaannya yang tidak jauh jauh dengan dunia tempur maupun kedokteran, untuk menyelamatkan nyawa rekan rekannya serta klien yang harus dia lindungi.
__ADS_1
“Tenang saja di waktu senggang nanti aku akan membuat mu menjadi setampan Oh Sehun salah satu member grup EXO yang sedang naik daun di tahun 2014 lalu” sahut Haera sambil menunjukkan foto tampan Sehun yang dia dapat kan dari buku sejarah Kpop di perpustakaan negara Korea Selatan waktu dia berkunjung dua tahun yang lalu.
“Tuan masih mambawa foto hasil curian itu?” tanya Qiqi yang saat ini memandang Tuannya dengan mata penuh ketidak percayaan.
“Hei apa yang kamu maksud dengan foto hasil mencuri? aku kan hanya meminjamnya dan pasti akan aku kembalikan jika aku ingin” jawab Haera sambil menunjukkan senyum manis nya lalu memasukkan kembali foto itu kedalam saku seragamnya.
Foto tampan Oh Sehun yang selalu dia bawa kemanapun bahkan waktu bertugas sekalipun.
Brakkk!!!!
“Komandan ini buruk!! musuh mencari bala bantuan dari organisasi Mafia terbesar di China!!” teriak seorang pria yang tiba tiba datang sambil membanting pintu ruangan tempat Haera mengoperasi Presiden Amerika yang akan berperan sebagai penengah dari masalah kali ini.
“Ah Steven, bagaimana bisa kamu meninggalkan Pos mu!! dimana Haikal? bukankah seharusnya dia yang melapor?” tanya Haera yang malah membahas hal lain dengan mencari keberadaan tangan kanannya.
“Haikal … dia … err pokoknya Komandan harus melarikan diri sekarang juga bersama Qiqi” jawab Steven si penembak jitu yang sangat di andalkan Haera sambil mendorong Haera serta menarik Qiqi keluar dari ruangan ini.
“Apa apaan ini Steven!! kamu meragukanku, mereka hanya sekelompok kecil yang mengincar Presiden, jadi cukup bawa Presiden ini pergi dan aku akan aman” ujar Haera sambil menunjuk kearah Presiden yang masih belum sadarkan diri bahkan saat operasi itu sudah di nyatakan berhasil oleh Haera.
“Tapi … ini mereka mengincar Qiqi”
Deg!!
“Sial!! siapa yang berhianat!!” tanya Haera dengan penuh penekanan membuat Steven merinding.
Pasalnya yang mengetahui keberadaan Qiqi hanya anggota inti dari pasukan Haera, dan itu terdiri dari 5 orang kepercayaannya termasuk Steven dan juga Haikal yang merupakan tangan kanannya.
“Haikal, dia–”
“Jangan diteruskan!! cepat bawa Presiden pergi!!” teriak Haera sambil melepaskan pelukannya pada Qiqi si minion dan segera mencabut alat alat yang masih menempel di tubuh Presiden.
“Tapi Komandan” elak Steven yang kini gemetaran akibat situasi yang mungkin akan membahayakan nyawa sang pemimpin.
“Jangan banyak protes cepat pergi, dan ingat satu hal, jika aku tidak kembali maka urusan ini aku serahkan padamu” ujar Haera sambil mendorong bawahannya itu dan langsung menghampiri Qiqi yang kini menatapnya penuh arti.
“Qiqi kau harus mempercayaiku jika semuanya akan baik baik saja” ujar Haera sambil mulai menekan nekan sesuatu di bagian belakang tubuh Qiqi.
“Tidak tidak Tuan jangan gegabah, biar aku yang menghabisi mereka!! jangan menyentuh chip itu” teriak Qiqi sedikit meronta karna bisa di pastikan jika Haera menarik chip itu secara paksa maka seluruh memori kenangan tentang sang Tuan akan keriset secara otomatis.
Dan Qiqi, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi, karna dia tidak ingin kehilangan secuil pun memori tentang Haera, Tuan yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Cinta? ya Qiqi sudah mencintai Haera semenjak Haera memasukkan program di tubuhnya yang mampu membuatnya memiliki perasan serta ekspresi layaknya manusia.
“Itu bukan ide yang bagus, karna aku tidak akan membuatmu jatuh ke tangan manusia manusia serakah itu, sementara di luar sedang ada perang besar dan pastinya tempat ini sudah di kepung, jadi lebih baik aku melakukan ini, percayalah aku pasti akan memindahkan chip ini ke tubuh robot tampan seperti keinginanmu dan membuat kenangan baru! kau harus percaya!!” sahut Haera yang kini sudah selesai tinggal mencabut chip itu.
“Tuan …” ujar Qiqi pelan, dan tanpa aba aba langsung saja Haera mencabut chip itu hingga membuat Qiqi kini menjadi robot biasa tanpa kemampuan dengan tatapan kosong.
‘Tuan Qiqi mencintaimu’
Brak!!!
“BERHENTI DISANA!!!” teriak orang orang berpakaian serba hitam yang kini mulai memasuki ruangan yang di tempati Haera sambil menodongkan berbagai senjata di tangan mereka.
Mungkin jika di hitung mereka berjumlah kurang lebih 70 orang hingga membuat tempat itu benar benar sesak.
“Komandan Jung Haera, ah aku benar benar tidak menyangka jika akan ada saat dimana kamu terlihat menyedihkan seperti ini” ujar Haikal si penghianat yang kini menatap Haera di kepung banyak senjata dengan tatapan remeh.
“Cuih … Haikal bajing*an!! dapat uang berapa banyak kamu dengan cara menghianati ku seperti ini” ujar Haera yang kini menatap Haikal dengan tatapan jijik layaknya kuman yang harus di basmi.
“Tentu saja mendapatkan Robot canggih itu” sahut Haikal sambil menunjuk Qiqi membuat Haera langsung mengeratkan genggaman tangannya yang berisikan chip kecil milik Qiqi.
“Hahahaha … menyerahlah Haera, kamu sudah di kepung” lanjutnya membuat Haera semakin geram.
“Dalam mimpimu!! Haikal sialan aku pasti akan membunuhmu!!” teriak Haera dengan tangan kiri yang mulai merogoh saku belakang celananya.
“Pftt … hahahahaha, wah wah wah kata kata mu ini sungguh menggelikan, sebenarnya siapa yang akan dibunuh dan membunuh, menyerahlah kau tidak akan bisa membunuhku” sahut Haikal santai.
‘Qiqi maafkan aku, sepertinya janjiku tidak akan pernah ku tepati’ batin Haera, lalu mulai mengeluarkan sebuah tabung kecil dengan tombol merah di atasnya dari saku belakang celananya.
“Ah kau benar … mungkin aku tidak akan bisa membunuhmu, sungguh ironis tapi aku akan sangat bersedia untuk mati bersamamu” ujar Haera lalu dengan cepat menelan chip ditangannya dengan tangan satunya yang menekan pacuan Bom yang sebelumnya sudah dia tanam di gedung ini sebagai antisipasi keadaan darurat.
“Sial!!!!”
Duaarrrrrr!!!!!!
TBC.
Anyeong Hello guys, ini tuh karya kedua author setelah “Terlempar Ke Zaman Kuno” mohon dukungannya ya guys dengan cara Vote, like, komen, rate 5, dan Favoritkan novel ini😍😍
See You💃💃
__ADS_1