Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
31 Kelas


__ADS_3

“Gavin!”


Wahhh hidup ini penuh kejutan!! setelah Sehun si psikopat kenapa Haera harus bertemu Gavin si cowok bar bar.


***


“Wah wah … ternyata lo kuliah disini!!” teriak Gavin sambil memainkan tangan Haera membuat Haera pusing sendiri dengan tingkah lakunya.


“Heum … lepasin bisa gak?” tanya Haera sambil menjauhkan tubuhnya dari Gavin si tukang antusias.


“Gak!! gak bisa, lo kudu kasih tau gue dulu, alamat lo, tanggal lahir, zodiac, hobi, cita cita, makanan Favorite, sama Fakultas yang lo ambil” jawab Gavin membuat Haera menghela nafasnya kesal.


“Gak sekalian golongan darah?” tanya Haera yang langsung di angguki semangat oleh Gavin.


“Gue ngambil Fakultas Hukum” ujar Haera singkat membuat Gavin membelalakkan matanya.


“Kok Hukum? gue pikir lo masuk Kedokteran, soalnya pertolongan pertama lo yang waktu itu terbilang cukup keren” sahut Gavin sambil menunjukkan wajahnya yang masih penuh tembelan plaster.


“Yah … gue kira juga lo sekarat di Rumah Sakit kehabisan darah, eh ternyata lo masih bisa kuliah” ujar Haera sambil menatap cukup lama pelipis Gavin yang sekarang sudah di ganti perban.


“Heol … gue suka gaya lo, pokoknya lo kudu jadi temen gue” sahut Gavin lalu segera menarik Haera kearah selatan yang ternyata menuju Kelas nya, yakni Fakultas Hukum.


“Lo masuk aja, kalo ada apa apa lo tinggal panggil gue aja, gue di Fakultas Ilmu Teknologi” ujar Gavin lalu segera pergi meninggalkan Haera yang kini menatap Smart Watch nya menunggu semua Kamera kecilnya tersambung.


“Completd” gumamnya pelan lalu mengetuk pintu kelas dengan pelan.


Tok Tok Tok.


Cklekk …


“Ah kamu pasti Jung Haera Mahasiswi baru itu kan?” tanya seorang pria paruh baya yang membukakan pintu untuk Haera.


Pria itu adalah Profesor Darma yang mengajar tentang Sistem Hukum di Indonesia.


“Benar” jawab Haera singkat.


“Mari masuk” ujar Profesor Darma ramah.


“Semuanya perkenalkan dia adalah Mahasiswi pindahan dari Kota X, silahkan memperkenalkan diri” lanjutnya mempersilahkan Haera untuk segera memperkenalkan dirinya.


“Jung Haera, panggil saja Haera” ujar Haera singkat membuat beberapa orang melongo.


“Wah wah … ceweknya cuek broo”


“Cantik sih, sayang mata kirinya ketutup”


“Ho oh, jangan jangan itu gara gara kebanyakan main hp”


“Kayaknya gitu sih, tapi malah kelihatan keren deh kalo menurut gue”

__ADS_1


“Profesor Darma itu Haera nya bisa di suruh duduk sini” ujar seorang cowok yang tiba tiba mengacungkan tangannya membuat seisi kelas menyoraki nya.


“Alaahhh si Natan sa ae modusnya” teriak cowok lain yang berada di belakang cowok yang bernama Natan tadi.


“Kayak gak tau Natan aja lo Don” sahut cowok satunya lagi yang berada di samping cowok bernama Doni yang tadi nyorakin Natan.


“Sudah sudah, lagian Natan kamu kan sudah duduk sama Raisa” sela Profesor Drama membuat seisi kelas langsung tertawa.


“Yaelah Profesor Raisa doang, tinggal suruh pindah aja nanti kalo dia masuk” protes Natan membuat Profesor Darma geleng geleng kepala.


“Gak bisa, biar Nak Haera duduk sama Echan aja, kasian si Echan sendirian mulu” ujar Profesor Darma membuat Haera menghela nafasnya.


Oh ayolah dari tadi dia udah kepengen duduk loh.


“Yahh Profesor, Echan kan pendiem kasian nanti Haeranya gak di ajak omong” protes Natan namun tak di anggap sama sekali oleh Profesor Darma.


“Echan angkat tangan, biar Haera tau kamu yang mana” lanjut Profesor Darma membuat seseorang jauh di pojokan paling belakang segera mengacungkan tangannya.


Tanpa menunggu perintah lagi segera Haera berjalan ke arah tempat duduknya yang mungkin terkucilkan karna di depannya ada satu bangku kosong, sedangkan di samping kirinya ada Echan dan samping kanannya sudah Jendela.


“Baiklah anak anak, mari kita awali materinya dengan membuka buku Ajar Hukum Perdata halaman 95” ujar Profesor Darma membuat Haera segera menumpu kan kepalanya di atas meja.


Haihhh dia bahkan belum membeli buku, tasnya hanya berisi 1 note kecil dengan semua alat alat aneh yang mungkin akan dia butuhkan nantinya, seperti alat penyadap suara, alat pelacak, kamera kecil, ponsel, dan beberapa alat lain yang mungkin berguna untuk membobol suatu brankas, pintu otomatis dan lain lain.


“Ha- haii, an- anu, eumm itu ka kamu –”


“Iya gue gak bawa buku” jawab Haera memotong pembicaraan Echan yang patah patah dengan nada kesalnya.



Ah sepertinya pria ini sedikit unik, dengan penampilan rapi seperti pak Kepala Desa yang di lengkapi dengan kacamata bulat besar yang bertengger manis di hidungnya, benar benar mencerminkan cowok disiplin namun agak errr … kampungan.


Nerd Se*xy😅


“Hmm” jawab Haera singkat yang hanya berupa deheman lalu segera memejamkan matanya untuk menuju kealam mimpi.


Percayalah semalaman Haera sibuk menggabungkan asumsi asumsi aneh di kepalanya akibat sikap Daren yang juga sangat aneh akhir akhir ini.


Apa dia telah membuat kesalahan?


Atau Daren telah menemukan sesuatu namun tidak dapat mengatakannya?


Apa sesuatu itu menyangkut misinya?


Jika iya maka Haera tidak bisa diam begitu saja.


Yahh … pertanyaan pertanyaan aneh itulah yang membuat Haera tidur kemalaman dan alhasil dia sekarang sangat mengantuk, apalagi sebelumnya Daren menjemputnya terlalu pagi.


Aihhh benar benar menyebalkan.

__ADS_1


“Hae- Haera, Haeraaa, Haeraaa” bisik Echan sambil menggoyang goyangkan tubuh Haera yang tertidur.


“Apaasiihh” sahut Haera dengan suara seraknya membuat Profesor Darma langsung melotot.


“JUNG HAERA!!! beraninya kamu tidur di saat hari pertama kamu masuk Kuliah!!” bentak Profesor Darma membuat Haera bergegas untuk menegakkan kepalanya.


“Saya tidak tidur Profesor!!” teriak Haera sambil berusaha keras menetralkan penglihatannya yang masih sangat kabur.


“Cih … kamu ileran tuh” sahut Profesor Darma membuat Haera sontak di tertawakan satu kelas.


“Haiss Profesor bercanda ya!! mana ada saya ileran orang saya tidak tidur kok” elak Haera sebelum imejnya benar benar hancur.


Yah dia percaya pada dirinya sendiri bahwa dia tidak pernah ileran saat tidur, jadi dia dengan pdnya mengelak tanpa mengecek situasi wajahnya yang ternyata benar benar terlihat seperti bangun tidur.


Yah meskipun gak ada ilernya, namun itu sangat kentara!!


“Jadi kamu tidak tidur?” tanya Profesor Darma membuat Haera langsung mengangguk antusias.


“Baiklah, tadi saya bilang apa saja?” tanya Profesor Darma lagi membuat sesisi kelas kini menahan tawanya.


Tamat lah riwayat Jung Haera.


“Err … eumm … ituuu anuu …” jawab Haera berusaha terlihat gugup untuk mengulur waktu.


“Hahahaha kamu gagap!! jadi mengaku saja kalau kamu benar benar tertidur dan tidak tahu apa yang saya terangkan barusan” sahut Profesor Darma tepat sasaran.


Iya iya, Haera tidur dan malahan sudah bermimpi indah.


“Ti – tidak kok!! saya memang sering gugup kalo lagi kepepet” jawab Haera ngasal.


“Bah … alasan!!” sahut Profesor Darma ketus, yah Dosen seramah dia bakalan bener bener jadi killer kalau ada mahasiswanya yang tertidur di kelas.


Tingg.


“Assa” gumam Haera saat smart watch nya berbunyi kecil menunjukkan hasil rekaman dari name tag yang dia bawa.


“Tadi Profesor menjelaskan tentang macam macam Hukum Perdata di Indonesia, mulai dari Hukum Keluarga, Hukum Waris, Hukum Perikatan, Hukum Perkawinan, Hukum perorangan dan Hukum Kekayaan” jawab Haera membuat Profesor Darma melotot.


Wahh … Profesor Darma tadi benar benar memastikan bahwa Mahasiswinya ini tertidur, tapi … bagaimana bisa dia tahu jenis Materi yang baru saja dia berikan.


“Haruskah saya memberi contohnya juga?” tanya Haera membuat Profesor Darma langsung menggeleng lalu mengakhiri kelas dengan cepat.


Yah … kali ini Haera selamat berkat bantuan rekaman miliknya.


Kalau saja bisa menggunakan mata Kiri nya mungkin akan lebih cepat bagi Haera untuk menemukannya, jadi dia tidak perlu mengulur waktu untuk sekedar berbicara gagap.


Namun apalah daya, Mata itu kini tertutup Eye Patch, mungkin kalo dia mau pakek soflens masih bisa sih.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


See you💃💃💃


__ADS_2