Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
08 Rekaman


__ADS_3

Baiklah itu sudah cukup sebagai bukti, kita hanya perlu menunggu Haera di tendang dari keluarga Damanjaya.


***


Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di Hotel Mawar, kini keluarga Damanjaya sudah berada di dalam ruang kendali milik Hotel itu untuk melihat rekaman CCTV, namun.


“Maaf Tuan dan nyonya, tadi pagi CCTV nya terkena suatu masalah hingga menyebabkan beberapa datanya terhapus, sekali lagi mohon Maaf atas ketidak nyamanan nya” ujar Staf Hotel tersebut sambil meminta maaf.


“Apa tidak ada sedikitpun rekaman tadi malam yang tertinggal?” tanya Raya dengan semangat, bukan kah ini sebuah keberuntungan.


“Hanya beberapa data, mungkin masih ada 5 lebih rekaman yang tersisa mulai dari jam 20.00 sampai pada jam 00.00” jawab Staf itu sambil melirik ke arah Mandra yang sedang tersenyum puas.


“Cepat tunjukkan!” perintah Tuan Damanjaya mutlak.


Segera Staf itu mengetikkan sesuatu di atas keyboard computer dan tidak berselang lama jari Staf itu menekan tombol enter dengan keras sehingga layar monitor menunjukkan sebuah video Haera yang memasuki kamar 1191 dengan posisi di gendong seorang bodyguard namun tidak terlihat Raya di samping bodyguard itu.


‘Tidak bisakah kalian mengedit dengan benar!! kalo gini kan jadi ketahuan sama aku’ batin Haera sembari menyeringai menonton video itu dengan tenang.


Berbeda halnya dengan Haera, Tuan Damanjaya serta Woojin menatap layar monitor itu dengan pandangan tidak percaya, terlihat rahang mereka mengeras dengan tangan yang mengepal sempurna.


Tidak berhenti di situ, Staf itu mulai menunjukkan rekaman lain yang memperlihatkan bapak bapak tua berperut buncit dan bertubuh pendek, bapak bapak itu mengenakan pakaian jas formal bewarna hitam dengan bawahan yang sama hitamnya, bapak bapak itu tidak lain adalah Tuan Kenta saingan terngotot dari perusahaan Tuan Damanjaya.


Rekaman berdurasi pendek itu menunjukkan Tuan Kenta yang keluar dari kamar dengan nomor yang sama dengan kamar yang di masuki Haera, di rekaman itu juga menunjukkan Tuan Kenta yang keluar dengan wajah masam menahan amarah, rekaman itu di mulai sekitar pukul 20.51.


‘Kau tidak akan selamat kali ini’ batin Raya sembari tertawa mengejek ke arah Haera.


Brak!!!


“Apa apaan ini Haera!! kenapa harus si Kenta itu!!” teriak Tuan Damanjaya frustasi sambil menggebrak keyboard milik Hotel Mawar di depannya.


Melihat ayahnya yang murka segera Woojin mendekat ke arah Haera lalu menghalangi wajah sang adik dengan tubuhnya agar tidak terkena kemarahan sang ayah yang mungkin akan mengerikan.


“Psstt dek, kok lo diem aja? ngeles kek atau apapun itu, bohong juga gak papa” bisik Woojin tepat di telinga Haera membuat Haera menahan tawanya.


Sudah jelas bukan, Woojin adalah kakak yang baik.


“Ayah … aku harus menjelaskan apa, aku kan tidak mengingat apapun” ujar Haera sambil terkekeh membuat Woojin panik bukan main.

__ADS_1


Oh ayolah ayah mereka sedang marah besar!!


“Sudah kalah masih bisa tertawa ya” sahut Raya sambil tertawa mengerikan yang jatohnya malah menggelikan, tampang kek Jal*ng mau ketawa serem, sana lu casting dulu jadi jenglot.


“Hahahahaha, siapa yang lo bilang kalah?” tanya Haera sewot sambil mengeluarkan aura membunuhnya membuat seisi ruangan itu merinding tanpa sebab.


Seluruh nggota keluarganya sendiri benar benar di buat kaget, pasalnya Haera tidak pernah menggunakan bahasa Non Formal, alias gaul di depan mereka.


“Lo bisa gak mulihin datanya?” tanya Haera lagi tak kalah sewot kepada Staf laki laki yang kini sudah banjir keringat dingin.


Gini nih kalo lagi sewot, keluar kan bahasa aslinya.


“Bb- bisa no-nona, tapi setidaknya membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 7 hari” jawab Staf itu sedikit gugup, yah selain mendapati aura Haera yang mematikan, dia juga mendapati tatapan tidak suka dari Mandra dan Raya.


“Halah lama, minggir lo” sahut Haera sambil mendorong Staf itu untuk menjauh dari depan layar monitor.


“Dek lo mau apa?” tanya Woojin sambi berbisik lagi, udah kaya tentangga.


“Kamu mau ngapain lagi Haera!! sudah cukup bikin ayah malu!!” teriak Tuan Damanjaya saat mendapati Haera yang menggerakkan jari jarinya dengan lincah di atas keyboard sehingga banyak muncul kode kode rahasia yang tentu saja tidak dimengerti oleh mereka selain si Staf yang kini menatap Haera tidak percaya.


Ting!!


Kini semua orang menatap layar monitor itu tidak percaya.


“Sejak kapan kamu mampu menguasai bidang IT?” tanya Tuan Damanjaya dengan mata melotot sempurna.


Bagaimana tidak, Haera bahkan tidak berkuliah dimana pun karna alasan yang tidak ingin terbebani oleh skripsi, awalnya Tuan Damanjaya tidak percaya dan masih memaksa Haera, namun berkat bujukan dari Mandra yang memang si otaknya, agar Haera bodoh selamanya, akhirnya Tuan Damanjaya percaya dan memperbolehkan Haera untuk tidak berkuliah.


Namun sekarang, Haera menunjukkan bakat Hackernya di depan seluruh anggota keluarganya.


Entah ini musibah atau keberuntungan bagi keluarga Damanjaya.


Kini si Staf benar benar di buat panik akibat angka persen yang sudah menunjukkan angka 89% yang artinya lagi semua kebohongan serta editan editannya akan terbongkar.


Mandra serta Raya sendiri tidak faham dengan apa yang di lakukan Haera, namun melihat ekspresi masam si Staf mungkin hal buruk sebentar lagi akan terjadi.


Merasa terancam akirnya Staf itu memutuskan untuk memutuskan jaringannya agar pemulihan data tersebut berhenti, dan jika gagal dia hanya perlu memutuskan sambungan CPUnya dan layar itu akan mati.

__ADS_1


“Jangan coba coba memutuskan jaringan ataupun sambungan CPUnya, atau lo gue bunuh!!” ujar Haera tiba tiba dengan mata yang masih terfokus ke layar monitor membuat pergerakan Staf itu terhenti.


Bisa langsung ngerti gitu ya, kayak dukun.


Mengerti situasi ini, dengan cepat Woojin mengamankan Staf itu dengan mencekal kedua tangannya kebelakang, kaya polisi gitu.


“Selesai!!” teriak Haera semangat lalu menekan tombol enter hingga menunjukkan rekaman CCTV yang sebenarnya pada pukul 20.00


Di rekaman itu menunjukkan Raya yang memasuki Hotel bersama si bodyguard dengan Haera yang berada di gendongannya, tidak lama terlihat Raya yang sedang menghitung kancing bajunya lalu memutuskan untuk memasukkan Haera kedalam kamar 1191, setelah itu mereka berdua keluar.


‘I-ini … bagaimana mungkin!!’ teriak batin Mandra dan Raya yang kini meronta ronta ingin menghilang dari tempat ini.


Tidak berhenti di situ Kini Haera menunjukkan rekaman lain dimana Mandra yang sedang melakukan transaksi bersama Tuan Kenta di lobi, tidak lama setelah itu Tuan Kenta pergi dengan senyum sumringah bertepatan dengan Raya yang sudah sampai di lobi untuk menyusul sang ibu.


Melihat itu, Tuan Damanjaya benar benar geram sehingga menampar pipi Mandra dengan sangat keras.


Plakk!!!!


“Beraninya kamu menjual anakku!!” teriak Tuan Damanjaya membuat Raya sontak menangis memeluk ibunya yang terbaring lantai dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah akibat tamparan Tuan Damanjaya yang terbilang cukup keras.


“Cuih pembantu dan anak pembantu yang tidak tahu malu!” maki Woojin sambil meludahi wajah Mandra dan mendorong tubuh Raya hingga kepentok tembok.


Percayalah, kakak sebaik Woojin mana mau diam saja jika adik kesayangannya di jual, dia bahkan melepaskan Staf tidak penting itu yang sekarang berlari keluar meninggalkan keributan di dalam sana.


Beberapa Staf lain hanya menatap kedua pasangan anak dan ibu itu iba namun tidak berniat menolongnya sama sekali.


Haera? jangan di tanya, tentu saja dia menikmatinya, pemandangan di depannya ini bahkan masih kalah jauh dengan gunung meletus.


“Su- suami ku, jangan percaya Jal*ng itu, itu- itu pasti hanya rekayasa, dia pasti mengedit semuanya” ujar Mandra terbata sambil memengangi sudu bibirnya yang masih mengeluarkan darah.


“Ayah, itu benar!! Haera itu gobl*k mana bisa dia mulihin rekaman secepat itu” sahut Raya dari pojokan mencoba mencari alasan.


Mendengar omong kosong itu, bukannya percaya Woojin dan Tuan Damanjaya malah semakin kalap hingga ingin menghabisi keduanya, namun sebelum itu.


“Hohoho ayah kakak, Calm Down! masih ada pertunjukkan lain”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


see you💃💃💃


__ADS_2