Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
22 Penculikan


__ADS_3

“Maka dari itu gue nyuruh si kembar buat nyamperin Momo terlebih dahulu kesana, siapa tahu kedatangan mereka ngebantu” ujar Haera.


“Tapi, Momo ngapain sih ke Kantor Polisi?”


***


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di depan Kantor Polisi kini Sehun Diningrat tengah bimbang antara masuk ke dalam atau menunggu di luar.


Sebenarnya tadi Sehun iseng iseng ngikutin anak yang kemarin di lihat mata matanya bersama Haera, namun siapa yang tahu kalau Sehun malah melihatnya sedang di masukkan kedalam mobil bersama pria tua yang tidak di kenalinya.


Saat itu Sehun tengah menunggu anak buahnya yang sedang melaksanakan tugas, namun kehadiran Momo di sebrang jalan membuatnya bertanya tanya, kenapa bocah itu sendirian? dimana Haera?


Dan akhirnya Sehun memutuskan untuk mengikuti mobil itu, namun di tengah tengah perjalanan mobil itu tiba tiba di sergap Polisi, jadilah sekarang dia mengikutinya sampai kesini.


“Masuk gak ya? masuk gak ya?” gumam Sehun sambil terus mondar mandir dan akhirnya.


“Masuk aja!!”


Kita beralih kedalam kantor Polisi yang saat ini sedang ricuh akibat kedatangan si kembar Kenzo dan Kenzi yang emang berprofesi sebagai perusuh suasana.


“OEMJI Momo sayang … kok lo bisa disini sih?” tanya Kenzo sambil duduk di samping kanan Momo dan mengusir Polisi wanita yang sedari tadi mencoba membujuk Momo agar berbicara namun bocah itu hanya diam sambil memainkan tab nya.


“Momo bikin Kenzi yang ganteng ini khawatir tau gak” ujar Kenzi membuat Kenzo melotot.


“Kok lo bilang gitu sih sama Momo?” tanya Kenzo yang kini berdiri menatap kakaknya yang sedang kebingungan.


“Emang gue bilang apa?” tanya Kenzi kebingungan.


“Lo bilang kalo Momo bikin lo khawatir” jawab Kenzo membuat kerutan timbul di kening Kenzi.


“Lah emang bener” sahut Kenzi.


“Ya harusnya lo gak ngomong gitu!”


Mendengar perdebatan itu sukses membuat Momo pusing sendiri, kenapa gak mommynya aja coba yang dateng.


Kenapa harus dua perusuh ini.


“Permisi, disini siapa wali dari anak ini?” tanya bapak Polisi yang tiba tiba datang sambil menunjuk Momo yang kini menutup telinganya.


“SAYA!!” ujar si kembar bersamaan membuat si Polisi melongo sedangkan Momo hanya diam saja karna sudah tahu hal ini akan terjadi.


“Apa apaan sih, kan gue bapaknya Momo” sahut Kenzo sambil menarik rambut Kenzi.


“Eh jangan halu lo bangs*t!! jelas jelas gue bapaknya” teriak Kenzi sambil menarik rambut Kenzo tidak mau kalah.


“Lo kudu ngalah sama yang lebih muda”

__ADS_1


“Jelas jelas lo yang kudu ngehormatin gue sebagai abang”


“Abang apaan cuma beda 7 menit doang”


“Berani lo sama yang lebih tua, mau gue coret nama lo dari kartu keluarga”


Yah kira kira begitulah kericuhan si kembar, hanya dengan pertanyaan ‘Siapa walinya Momo?’ kini mereka bertengkar layaknya perebutan kekuasaan membuat beberapa Polisi disana kebingungan.


“Mas mas, jangan ribut ini kantor Polisi” ujar salah seorang Polisi yang langsung di pelototi sikembar yang kini rambutnya udah acak acakkan akibat saling jambak.


“DIEM LO!!” bentak si kembar barengan membuat Polisi itu langsung kicep.


Momo? jangan di tanya, mungkin pura pura gak kenal adalah jalan ninjanya.


“Dek, sebenarnya ayah adek yang mana?” tanya bapak Polisi yang akhirnya pasrah lebih memilih bertanya kepada Momo dari pada sama si kembar yang sekarang sudah mulai tendang tendangan dan akhirnya di lerai oleh beberapa Polisi disana.


“Itu dia” jawab Momo santai sambil menunjuk pria tampan, tinggi, berkulit putih yang baru saja memasuki kantor Polisi menggunakan setelan jas bewarna hitam.


Sontak semua orang beralih memandang pria yang baru masuk itu termasuk Kenzo dan Kenzi yang sudah selesai bertengkar meninggalkan bekas cakaran di wajah serta tangan mereka masing masing.


“Papi!! tolongin Momo, tadi Momo hampir di culik!!” teriak Momo sambil berlari menghampiri pria itu yang kini dalam keadaan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Momo bahkan meninggalkan tab nya begitu saja di kursi.


Melihat itu sontak bapak Polisi percaya jika itu memang ayahnya Momo, karna wajah mereka berdua terbilang cukup mirip, jadilah pak Polisi langsung menggiring mereka berdua masuk kedalam ruang Kepala Kepolisian lalu meninggal kan mereka untuk mencari atasannya.


Dan Momo memang sengaja menunggu laki laki itu masuk untuk menangkapnya.


“Paman siapa namamu?” tanya Momo pada Sehun yang masih di landa kebingungan.


“Ya bocah!! sejak kapan aku menjadi papi kamu?” tanya Sehun yang kini sudah mendapatkan kempali kesadarannya.


“Eumm … Paman tidak akan menjadi Papi ku, hanya saja kedua paman yang diluar sana benar benar berisik, jadi lebih baik aku memilih paman sebagai papi ku untuk sementara” jawab Momo santai.


Ya sifat santai seorang Jung Haera ternyata menurun pada Jung Raymond.


“Paman tahu, mereka berdua adalah teman mommy ku, dan mereka benar benar tidak bisa diam hingga membuat kepala kecil ku hampir pecah” lanjut Momo yang kini malah curhat dan mengiharukan Sehun yang tengah menatapnya penuh pertanyaan.


“Mommy? siapa mommy mu?” tanya Sehun terburu buru.


“Paman tidak perlu tahu, tugas paman hanya mendengarkan ceramah Polisi itu lalu membawaku kembali kepada paman kembar” jawab Momo sambil memainkan Smart Watchnya karna tabletnya ketingglan di ruang tunggu.


Dan yah, 50 sinyal panggilan dari Haera tak terjawab membuat Momo terkekeh melihatnya.


“Kenapa harus aku? kemana ayahmu?” tanya Sehun beruntun membuat kekehan Momo terhenti dan beralih menatap Sehun intens di balik kacamata antiradiasi miliknya.


“Aku tidak mempunyainya, anggap saja ini sebagai kompensasi atas kelakuan paman yang menguntit anak di bawah umur” jawab Momo bagaikan orang dewasa pada umumnya.

__ADS_1


Dan sifat serta sikapnya sukses membuat Sehun terkejut bukan main.


“Heh bocah, sebenarnya berapa sih umurmu?” tanya Sehun yang kini beralih penasaran kepada umur Momo.


“2 tahun” jawab Momo berbohong, yah umur aslinya adalah 3 berjalan 4 tahun.


“Siapa namamu?” tanya Sehun lagi.


“Jung Raymond, panggil saja Momo kalo paman?” tanya Momo balik.


“Sehun, Sehun Diningrat” jawab Sehun membuat Momo mengangguk.


“Lantas kenapa paman menguntitku?” tanya Momo lagi membuat Sehun kelabakan mencari alasan.


“Yaa!! aku tidak menguntitmu, hanya saja aku melihat seseorang yang mencurigakan sedang membawamu masuk kedalam mobil di pinggir jalan raya” ujar Sehun berbohong.


“Heum, orang mencurigakan itu adalah penculik yang sudah di targetkan Kepolisian sejak 2 bulan yang lalu, sebelumnya paman penculik itu mengajakku membeli ice krim karna saat itu aku sedang menunggu mommyku di parkiran yang cukup panas” ujar Momo menceritakan kejadian sebelumnya.


“Lah kok kamu nurut gitu aja? emang kamu gak curiga apa?” tanya Sehun beruntun membuat Momo menggeleng.


“Paman itu ternyata tukang parkir disana, tapi masa tukang parkir punya mobil pribadi, aku hanya sengaja mengikutinya untuk memancingnya ke kantor Polisi ... jadi kenapa paman hanya mengikutiku tanpa membantu?” tanya Momo lagi membuat Sehun kembali di hantam pertanyan pertanyaan memusingkan di kepalanya.


Oh ayolah dia seorang Mafia kelas kakap, tapi kenapa bicara sama anak kecil saja dia kalah.


Sedangkan di luar ruangan Kepala Kepolisian kini Haera dan Daren baru saja sampai dan langsung menerobos masuk menuju Kenzo dan Kenzi yang kini tengah menunduk saat mendapati Haera yang panik menghampirinya.


“Gimana? dimana Momo? kenapa kalian berdua berantakan gini?” tanya Haera beruntun sedangkan Daren beralih bertanya kepada Polisi disana.


“Anu … Momo dia ad-”


“Aku sudah bertanya, katanya Momo berada di dalam ruangan Kepala Kepolisian bersama pa-” sahut Daren yang memotong pembicaraan Kenzi namun kembali di potong oleh Haera sendiri yang langsung berlari kesana tanpa memperdulikan kelanjutan pembicaraan Daren.


Melihat itu segera Daren menyusul Haera di belakangnya.


Brakk!!!


“Momo!!” teriak Haera namun saat mendapati ada orang lain di samping Momo sontak tubuhnya mematung.


Damn It!!!


“Lama tidak bertemu, Haera”


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


See You💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2