Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
30 Hari Pertama


__ADS_3

Yahh Momo tidak sebodoh itu untuk membedakan sengaja di jambak atau kejambak karna kecantol.


Dan Daren melakukannya dengan sengaja sampai membuat dua helai rambutnya rontok.


***


Tidak terasa waktu telah berputar cukup lama, kini Haera dan Daren telah sampai di parkiran Universitas, namun di antara keduanya tidak ada yang turun padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.00 yang artinya jam pertama mata kuliah akan segera di mulai.


“Ren, perasaan gue belakangan ini lo agak aneh deh” ujar Haera tiba tiba membuat Daren sontak menahan nafasnya.


Apa terlalu kentara.


“Lo gak tidur lagi kan semalem?” tanya Haera.


“Lagi?!!” bukannya menjawab Daren malah balik bertanya untuk memastikan.


“Heumm … gue sering mergokin lo jaga malem di depan balkon kamar gue, dan hari ini kayaknya lo gak tidur lagi deh” jawab Haera sambil menunjuk kantung mata Daren yang semakin menghitam dari hari ke hari.


“Ll – lo tau?” tanya Daren hati hati yang langung di annguki oleh Haera.


“Heumm … kamar gue sama Momo emang ada di lantai dua, tapi ya gak segitunya juga kali!! gue tau lo itu orangnya waspadaan, tapi lain kali kalo mau jagain markas sekalian di gerbang napa, kalo di balkon kamar gue kan kesannya lo tuh kayak lagi jaga tahanan tau gak” jawab Haera panjang lebar sambil mengobrak abrik totebag nya mencari sesuatu.


Percayalah, celotehan Haera mampu membuat Daren bisa bernafas lega sekarang, awalnya dia kira udah ketahuan tapi pas lihat reaksi Haera kayaknya tuh cewek cuman nganggep dia jagain markas.


Bukan jagain orangnya.


“Aahhh … sorry gue gak tahu kalo lo bakal keganggu, sebenernya gue agak merinding kalo jaga malem di gerbang jadi gue mutusin buat jaga malem di balkon kamar lo aja” ujar Daren sedikit kikuk saat mendapati Haera yang semakin mendekatkan tubuhnya ke arahnya.


“L – llo mau ngap ngapain?” tanya Daren gugup.


“Ck … lihat kondisi mata lo, yang ada nanti mahasiswa lo takut semua karna punya Dosen tampang suka begadang kayak lo” jawab Haera sambil mengoleskan concealer di bawah mata milik Daren, lalu meratakannya dengan sempurna sampai membuat kantung mata sehitam arang kini menjadi senada dengan kulit asli milik Daren.


“Chaa … gue aslinya gak sebegitu pinter pakek make up sih, tapi setelah Momo lahir gue mulai belajar buat nyamarin luka biar Momo gak khawatir atau curiga sama nyokapnya yang kadang balik dengan kondisi wajah babak belur” ujar Haera tanpa di tanya membuat Daren tersenyum.


Haera telah dewasa sebelum waktunya.


Kayak gitu pemikiran Daren, tapi yang ada jiwa nya Haera malah lebih tua dari yang Daren kira.


“Mulai sekarang stop begadang gak jelas!! lagian sebelum masuk markas perlu scan rentina, wajah sama sidik jari kali, maling professional pun gak bakal bisa masuk! dan lagi fitur markas kita itu mampu ngedeteksi pergerakan mulai dari 3 km dari markas, jadi kalo ada yang mencurigakan pasti Ansel sama gue bakalan langsung tau” ujar Haera lalu segera berkemas untuk bergegas masuk kedalam Universitas.

__ADS_1


“Ah dan lagi lo tuh punya Leader secantik dan sekeren gue, jadi gak perlu takut di culik!! karna gue yang bakalan nyulik mereka terlebih dahulu” lanjutnya lalu segera berlari keluar dari dalam mobil meninggalkan Daren yang sedang tersenyum penuh arti.


“Lalu apa hubungannya dengan cantik dan keren, aahh dia sangat menggemaskan” gumam Daren pelan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Haera untuk segera menemukan letak ruangan Dekan, yah tidak seperti di novel atau film lain yang perlu bertanya sana sini atau setidaknya di antar oleh kakak tingkat yang keren untuk menemukan ruangannya.


Lagi pula Haera sudah menghafal denahnya.


Tok tok tok.


“Permisi, saya Jung Haera Mahasiswi pindahan tahun pertama” salam Haera setelah mengetuk pintu.


“Masuk” sahut seseorang dari dalam membuat Haera segera membuka pintu dan mendapati.


Seseorang yang paling ingin dia hindari.


“Lama tidak bertemu, Haera Diningrat”


“Sial!!!” maki Haera dengan keras lalu segera duduk di kursi depan Sehun sebelum disuruh terlebih dahulu.


Mau bagaimana lagi, dia sudah tidak bisa melarikan diri.


“Ya!! beraninya kamu memaki Pemilik dari Universitas ini” maki Sehun membuat Haera langsung melotot tidak percaya.


“Pemilik Universitas!? lo gak lagi bohong kan? kalo bener ya terus ngapain Pemilik Universitas menempati ruang Dekan?” tanya Haera beruntun.


Laporannya menunjukkan kalau Universitas tempatnya menjalankan misi milik dari sebuah Perusahaan besar K Kompany.


Bagaimana bisa sekarang menjadi milik Sehun Diningrat.


“Memangnya kenapa? lagi pula Universitas ini milikku” jawab Sehun santai membuat Haera benar benar kehabisan kata katanya.


“Haeiishh tenang saja khusus buat kamu aku akan memberi keringanan mengingat kamu adalah ibu dari anakku” lanjutnya membuat Haera muak.


“Ck … bagaimana bisa Universitas sebagus ini di pimpin pria tidak jelas yang hobi ngaku ngaku istri orang” maki Haera membuat Sehun tersenyum.


Oh ayolah Sehun sedang mencoba kebal dengan omongan pedas Haera agar terbiasa.


“Sebenarnya mata mataku bilang kalo kamu bakalan Kuliah disini, jadi secepatnya aku membeli Universitas ini dan akhirnya menjadi Pemimpin sekaligus Dosen pembimbing di mata kuliah yang akan kamu ambil” sahut Sehun dengan nada santainya membuat Haera kesal dengan tindakannya.

__ADS_1


Membeli satu Universitas hanya karna dia akan kuliah di sana, waahhh apa itu masuk akal.


“Terserah, sekarang dimana kelas gue?” tanya Haera sambil berdiri dari duduknya membuat Sehun langsung ikutan berdiri namun tidak beranjak untuk mengantar ataupun sekedar memberi informasi kepada Haera.


“Haiss gak jadi!! gue bisa cari sendiri” ujar Haera dengan nada kesal lalu segera pergi sebelum.


“Kenapa buru buru hmm?” tanya Sehun sambil mencekal pergelangan tangan Haera membuat langkah wanita itu terhenti.


“Ya Sehun, sebenernya gue gak pegen ngomong kayak gini, tapi gue bener bener pandai menghajar orang, ah … lo mau jalan kematian yang kayak gimana? kebetulan gue punya jalur macem macem khusus buat klien brengsek kayak lo” maki Haera sambil mencoba melepaskan cekalan tangan Sehun yang terasa semakin kuat di pergelangan tangannya.


“Mati kesetrum? mati ketabrak kereta? mati jatoh dari pesawat? mati kena bom? atau mau mati perlahan? semuanya bakal gue sediain buat lo” lanjutnya sambil menyentak kasar tangan Sehun lalu segera berlari dari ruangan laknat itu.


“Aihhh keberaniannya semakin membuat ku tidak ingin melepaskannya begitu saja”


“Haera sayang” gumam Sehun sambil memandangi telapak tangannya yang sedikit memerah akibat sentakan kasar Haera.


Haera sendiri setelah pergi dari ruangan Sehun segera pergi menuju tempat tempat yang akan dia targetkan sebagai letak strategis untuk para Kamera kecil miliknya.


Masa bodoh dengan mata kuliah, pengenalan atau apapun itu!! yang terpenting sekarang dia harus fokus terhadap misinya.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit kini Haera sudah kembali ke titik awal yakni di depan toilet laki laki, tidak ingin membuang buang waktu segera Haera mengaktifkan semua kameranya lewat Smart Wacth miliknya.


“HUAA TOLONGGG ADA PENGUNTIT, PENGINTIP, PEMATA MATA, PELAKOR, PENGANTIN!!!”


Plaakk!!!


“Brisik bangs*t!!” maki Haera sambil menggeplak kepala cowok yang tiba tiba keluar dari kamar mandi lalu berteriak tidak jelas membuatnya kaget saja.


“Ya!! dasar cewek pengintip ABS cowok!!” maki cowok itu lalu segera berbalik untuk menangkap pelakunya alias Haera.


“Jung Haera?!”


“Gavin!”


Wahhh hidup ini penuh kejutan!! setelah Sehun si psikopat kenapa Haera harus bertemu Gavin si cowok bar bar.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


See you💃💃💃


__ADS_2