Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
27 Pertolongan Pertama


__ADS_3

Dia juga pernah di perlakukan seperti itu saat tidak mampu menjalankan misi dengan benar.


***


“Woeyy preman kampung” teriak Haera dengan pose keren diatas motornya membuat orang orang di gang itu segera mengalihkan perhatiannya kepada Haera.


“Jagoan mana yang punya keberanian untuk mengganggu aktivitas kami!!” teriak salah seorang dari mereka yang bertubuh cungring macam batang singkong.


“Ck, lihat tuh muka serem kalian, cocok gak pakek cara kroyokan cuman buat mukulin cowok lemah” ujar Haera santai sambil melepas helm nya memperlihatkan wajah cantiknya dengan mata kiri yang tertutup eye patch.


Mendengar itu sontak para preman kampung itu melihat kearah pemuda yang kini duduk pasrah dengan banyak luka di wajah tampannya.


“Lo gak usah sok sokkan ikut campur, lagian ini cowok gak ada lemah lemahnya” jawab salah satu pria bertubuh gempal mengingat kelakuan pria yang mereka kroyok sebelumnya benar benar jauh dari kata lemah.


Hanya saja saat ini dia sedang terluka parah jadi sangat gampang untuk menghabisinya.


“Haisshh orang orang ini, masa cuma gara gara pake eye patch kalian nganggep gue buta!!, jelas jelas cowok itu sekarat!!” maki Haera lalu segera turun dan memeriksa keadaan pria yang mungkin seumuran dengannya.


Wajahnya tidak begitu jelas karna banyaknya luka serta darah disana, hanya saja Haera sangat yakin jika pria itu tergolong pada jajaran wajah oppa korea yang sering bikin Haera khilaf.


“Genk, kita kita emang gak pernah memukulin cewek karna itu namanya banci, tapi lo udah ikut campur urusan kita terlalu banyak jadi siap siap untuk menerima konsekuensinya” ujar pria satunya yang bertubuh ideal dengan rambut bewarna pirang.


Sepertinya pria ini adalah pemimpinnya.


Seakan tuli Haera masih sibuk menyeka darah yang terus keluar di kepala pria yang dia tolong, dengan telaten Haera membersihkan semuanya menggunakan tissue basah anti septic yang selalu dia bawa kemanapun.


“Wahh … pala lo bocor gan” ujar Haera sambil mengikat saputangan di kepalanya yang sebelumnya sudah dia selipin kain kasa.


“Untung lo ketemu gue, kalo ketemu yang lain mah udah meninggoy kehabisan darah” lanjut Haera sambil mengeluarkan barang barang sasheetan dari sakunya yang memang selalu dia bawa kemana pun dan dimanapun.


Pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan, semacam tissue basah anti septic sesahseet isi 10, kasa gulungan isi 3, terus pil pembekuan darah biar mampet, Haera biasanya bawa 5 dan yang terakhir hansaplas, kalo itu bisanya random sih solanya Haera narohnya di balik casing handphone.


“Heh lo dengerin kita ngomong gak!!” maki si ketua preman kampung.


“Woyy gue masih nampak kan!!” ujar pria bertubuh gempal yang sama sekali tidak di hiraukan Haera.


“Nama lo siapa?” tanya Haera pada pria yang dia tolong.


“Gavin” jawabnya singkat sambil terus memperhatikan Haera yang sibuk dengan urusannya.

__ADS_1


‘Kayaknya nih cowok 11 12 deh sama Daren’ batin Haera sambil mendecih kecil.


“Sialan!! malah ngobrol!!” maki cowok bertubuh gempal sambil berusaha menjambak rambut Haera namun masih bisa di hindari.


“Gue bisa aja nyelesain mereka dulu, tapi entar keburu lo mati” ujar Haera tanpa di tanya namun tidak membuat Gavin menampilkan ekspresi lain.


“Cewek gila!!” maki Ketua preman lalu segera menendang kepala Haera.


Bughh … duaghhh … aarrggghhh


Tidak itu bukan teriakan kesakitan dari mulut Haera, bukan juga kelakukan Haera.


“Sial!! siapa lagi yang ikut campur!!” maki pria bertubuh gempal itu lalu segera menolong ketua mereka yang sedang meringkuk memegangi bibir dan hidungnya yang berdarah akibat tendangan dari seseorang yang menyelamatkan Haera.


Haera sendiri tidak begitu ambil pusing karna pria itu memakai topi yang menutupi sebagian wajahnya jadi gak begitu terlihat dengan jelas, mungkin hanya orang lewat.


Jadilah Haera hanya acuh dan terus melakukan pertolongan pertama pada Gavin yang masih menatapnya tanpa rasa bosan.


Sedangkan pria yang menolongnya masih terus memukuli preman preman itu dengan membabi buta hingga timbul suara nyaring dari teriakan kesakitan mereka bertiga.


“Cowok itu boleh juga, sayangnya dia terlalu bernafsu untuk mukulin preman preman itu” gumam Haera sambil mengambil satu kapsul dari tumpukan sasheetan miliknya.


“Darah di kepala lo gak bakal berhenti kalo gak cepet cepet di jahit, dan gue gak bawa alat jahit” ujar Haera ngasal lalu memberikan kapsul itu yang langsung di terima dengan baik oleh Gavin.


“Gue gak bisa!!” ujar Gavin sambil menegakkan tubuhnya melupakan rasa sakit memar di tubuhnya.


Serius perasaan Haera gak enak, jangan jangan tuh anak mikir yang macem macem lagi tentang gimana cara Haera bantuinnya.


“Ngapain lo monyong monyong?” tanya Haera saat menatap Gavin yang sedikit memajukan bibirnya.


“Katanya mau bantuin minum obat” jawab Gavin sambil tersenyum.


Fak!! boleh gak Haera menarik kata batinnya, ternyata nih cowok bukan titisan si Daren!! ini mah 11 12 sama sikembar yang pikirannya suka traveling.


Plakk!!


“Ahh kok di tampar?” tanya Gavin sambil memegangi pipinya.


Melihat Gavin yang membuka mulutnya segera Haera merampas kapsul di tangan Gavin lalu memasukkan kedalam mulut pria itu, tidak berhenti di situ Haera juga memukul dada Gavin dengan keras agar pria itu menelan kapsulnya.

__ADS_1


“Uhuk uhuk uhukk!!”


“Hahaha rasain tuh!! maka nya punya otak jangan sering2 di ajak jalan” ujar Haera sambil melepas bungkus hansaplas nya lalu memakaikan pada hidung betis dan juga pipi kanan Gavin.


Setelah semua darah2 yang mengganggu hilang, kini hanya terlihat wajah tampan dengan tembelan hansaplas di mana2 membuat Haera sedikit terkagum.


Boy band ini mah!!!


“Mau gue anter ke rs gak?” tawar Haera sambil merapikan obat obatnya lalu memasukkan nya kembali kedalam sakunya.


“Gak cukup ngasih pertolongan pertama, ternyata kamu begitu baik sampai membawa pria lain ke rumah sakit” ujar seorang pria yang tadi memukuli preman preman itu membuat Haera langsung menoleh.


“Apa aku benar Jung Haera?!” tanya pria itu sambil melepas topi yang menutup wajahnya.


Sial!!


“Vin mending lo ke rs sendiri deh, gue buru buru!!” teriak Haera sambil berlari menjauh dari gang.


Dia bahkan melupakan motor sportnya membuat Sehun tertawa.


Sehun? iya Sehun si pria yang memukuli preman preman itu.


“Ya!! Jung Haera!! motor kamu ketinggalan tuh!!” teriak Sehun sambil berlari mengikuti Haera membuat Haera mau tidak mau mendengar teriakannya lalu memaki sepuasnya dalam hati.


“Sial sial sial!! Qiqi gue ketinggalan” maki Haera lalu mengambil handphone dan menghubungi Daren untuk mengambil Qiqi motor kesayangannya.


“Haera!!”


“Kaget bangs*t!!!” maki Haera pada Sehun yang tiba tiba sudah sampai di depannya, dan tidak lupa menyapanya dengan wajah yang menjengkelkan.


Sedangkan di lain tempat, tepatnya di gang tempat Haera meninggalkan motornya, Gavin kini menatap motor Haera dengan senyuman yang tidak luntur luntur dari wajahnya.


“Jung Haera” gumamnya pelan.



GAVIN


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


see you💃💃💃


__ADS_2