Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
02 Penjahat


__ADS_3

Brukkk…..


“Tahun 2017, ya Tuhan sebenarnya apa yang sedang terjadi pada diriku” gumam Haera yang kini jatuh tertuduk lemas di atas lantai.


***


“Apapun itu sebaiknya aku segera pergi sebelum kloningan Sehun itu bangun” lanjutnya lalu segera bangkit mengambil jam tangan mahal serta beberapa lembar uang yang tertata apik di dalam dompet pria yang Haera sebut sebagai kloningan dari Oh Sehun.


Tidak lupa Haera juga meninggalkan tulisan menggunakan lilin berupa ‘Maaf aku meminjam uang mu terlebih dahulu dan juga jam tanganmu untuk ku gadaikan sementara’ di atas selimut putih hotel itu karna tidak ada kertas.


Haera yang pintar menyadari sesuatu kalau ini bukanlah zamannya, dan itu artinya dia miskin saat ini, tidak ada keluarga, uang, tempat tinggal bahkan seseorang yang seharusnya dia kenali karna dia benar benar tidak mengingat apapun tentang masa lalu dari pemilik tubuh yang asli.


Tanpa basa basi lagi akhirnya Haera segera keluar dari hotel itu, dia bahkan melupakan kondisi wajah serta tubuhnya yang jauh dari kata baik baik saja, bibir robek dengan darah kering di sekitarnya, pipi bengkak dan juga kepalanya yang bocor, lalu kaki tangannya yang terdapat beberapa memar serta goresan.


Fiks, penampilannya kali ini lebih mirip zombie, terbukti dari orang orang yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan aneh semenjak dia keluar dari kamar hingga sampai di lobi.


Haera bahkan sempat di kira orang idiot akibat dirinya yang menunggu pintu lift terbuka otomatis tanpa menekan tombol terlebih dahulu, yah namanya juga kebiasaan hidup di zaman yang serba canggih.


“Huaaa ibuuu ada monster!! matanya berbeda!!” teriak anak kecil dengan tangisan keras saat mendapati Haera yang sedang kebingungan mencari payung.


“Hei nak, lepaskan lensa kontakmu itu!! kamu membuat anakku takut” ujar ibu dari anak itu sambil menepuk pelan bahu Haera.


Haera yang di tegur pun merasa kebungungan, pasalnya dia tidak memakai lensa kontak dimatanya, hingga membuat ibu ibu itu geregetan dan langsung menunjukkan cermin kearah Haera.


Dan benar saja, mata sebelah kiri Haera bewarna biru keabu abuan sedangkan mata kanannya bewarna hitam legam yang merupakan warna mata asli milik Haera Damanjaya maupun Jung Haera.


“OMO!! ini apa?” tanya Haera yang kini di buat kaget untuk yang kesekian kalinya membuat ibu ibu yang memperlihatkan matanya itu segera pergi karna menganggap Haera gila.


Dan bodohnya lagi Haera mencolok matanya sendiri untuk memastikan apa itu benar benar matanya, atau lensa kontak dengan kualitas tinggi hingga membuat si pemakai merasa bahwa itu memang matanya sendiri karna saking nyamannya.


Dan yah, mata Haera kecolok sampai memerah membuat Haera mengeluarkan air mata akibat perih.


“Ini asli!! astaga sejak kapan aku punya beginian” gumam Haera lalu segera pergi sebelum orang orang menatapnya semakin aneh.


Kini tujuan Haera hanya satu, yaitu mencari mini market yang masih buka untuk sekedar membeli eye patch untuk menutupi sebelah matanya, dan juga membeli beberapa makanan pengganjal untuk dirinya.

__ADS_1


Hanya dengan berbekal payung yang dia temukan, dengan nekat Haera pergi menerobos hujan dan mengedarkan seluruh pandangannya untuk mencari mini market yang masih buka.


Namun hal mengejutkan kembali terjadi, kini didepan mata Haera terdapat beberapa panah penunjuk arah dengan keterangan meter di tengah tengah panah itu yang menunjukkan letak mini market, Haera benar benar di buat terkejut hingga mengucek mata kirinya namun hal itu malah membuat petunjuk arah itu hilang.


Ini aneh, apa Haera sedang berhalusinasi, kenapa sekarang penglihatannya sama dengan Qiqi sang robot yang dapat memindai benda serta mencari informasi lengkap yang memiliki GPS bersamanya.


Perlahan Haera mulai melepaskan kucekan matanya, namun petunjuk arah itu kembali terlihat lagi membuat Haera benar benar kebingungan.


“Apa ini akibat dari diriku yang menelan chip Qiqi” gumam Haera pelan sambil terus memikirkan robot kesayangan miliknya.


“Kejutan apa lagi ini” lanjutnya lalu segera mengikuti arah panah itu sampai membuatnya memasuki Mini market di gang kecil yang benar benar sepi pelanggan, yahh dan bahkan penjaga kasirnya saja tertidur.


Hal ini sukses membuat Haera merasa bebas untuk memilih eye patch dan langsung menggunakannya agar tidak ada orang lain lagi yang mengetahui kondisi mata kirinya.


Setelah selesai dengan belanja kecil kecilannya kini Haera segera membawa belanjaannya menuju kasir untuk di total, dan tentunya Haera membayarnya menggunakan uang dari kloningan Sehun yang dia pinjam.


“Hei, bangun ini belanjaanku” ujar Haera membangunkan si penjaga kasir yang ternyata seorang bocah laki laki, kira kira baru berusia 17 tahunan.


“Ah maaf kan aku” sahutnya dengan suara berat khas bangun tidur lalu segera mentotal belanjaan Haera termasuk eye patch yang sudah dia pakai.


Sebenarnya penjaga itu sedikit kaget dengan wajah Haera yang menurutnya jauh dari kata baik baik saja, namun dia hanya diam dan melakukan tugasnya.


Tiba tiba saja Haera dan penjaga kasir itu dikejutkan dengan pintu minimarket yang di buka dengan kasar, lalu mucullah dua orang laki laki dan perempuan dengan posisi si laki laki memeluk leher si perempuan dari belakang dengan tangan yang memegang pisau.


Oh tidak itu bukan pelukan!!


“Kyaaa!!! perampok! pembunuh! penodong pisau! penculik! pembegal!!”


Tidak itu bukan Haera yang berteriak melainkan si penjaga kasir yang kini berdiri di atas meja kasir dengan Haera yang hanya melongo menatap laki laki itu kebingungan.


“DIAM!! jangan bergerak atau aku akan membunuh wanita ini” sahut penjahat itu sambil mengeratkan pisaunya dengan mata yang melihat lihat situasi di dalam sana, dan jangan lupakan tubuh mereka berdua yang basah kuyup.


Sedangkan si wanita yang kira kira berumur 40 an sedang menahan isak tangis sambil terus merapalkan do’a do’a, agar hal ini cepat berakhir.


Tit … tit … tit …

__ADS_1


Bunyi mesin kasir yang nyaring memecah kan keheningan itu membuat si penjahat tersentak kaget.


Dan yah siapa lagi pelakunya kalau bukan Haera yang kini sedang menghitung belanjaan nya sendiri lalu mamasukkannya ke dalam kantong kresek tanpa memperdulikan penculikan, atau pencurian di depannya.


“Kamu … beraninya bergerak!!!” teriak penjahat itu yang kini beralih menodongkan pisaunya ke arah Haera dan melepaskan sandranya lalu mendekati Haera yang masih dengan santainya memasukkan makanannya kedalam kantong plastik.


Katakan Haera gila, dia bahkan menghiraukan si penjaga kasir yang kini mewanti wantinya dan juga si wanita tua yang berteriak meminta tolong untuk menyelamatkan Haera karena berkat Haera dirinya kini sudah terbebas.


“Oh ayolah paman, aku hanya ingin berbelanja dengan tenang” sahut Haera dengan nada santai lalu memberikan beberapa lembar uang sesuai nominal kepada si penjaga kasir yang kini kehilangan separuh nyawanya akibat melihat Haera yang sedang mengantar nyawa.


“Bajing*n!!!”


Prang!!!!


Dengan cekatan Haera segera menendang tangan penjahat yang mencoba menikam perutnya hingga menimbulkan bunyi yang sangat nyaring dari pisau si penjahat yang terjatuh.


Bughh!!! plakk!!! Duagh!!


Tidak berhenti di situ, Haera segera meninju wajah penjahat itu dengan membabi buta, bahkan perut sampai rahang pun tak luput dari kebrutalan Haera membuat si penjaga kasir menjerit ketakutan dan langsung berlari kepojokan bersama wanita tua yang sama takutnya saat melihat kebrutalan Haera.


Ah gadis kecil itu, siapa yang tahu jika di balik tubuhnya yang mungil terdapat jiwa bar bar dan bringas secara bersamaan, dan yah hal itu sudah pasti dimenangkan Jung Haera si Komandan Tentara abad ke 25.


“Am- amp-hun, maaf – maaf-kan aku” ujar si penjahat dengan nada terputus putus sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri.


“Paman kamu benar benar membuatku muak!! lain kali kalau mau mengancam orang lihat lihat dulu dong kemampuannya” jawab Haera dengan nada yang masih terlampau santai.


“Kalian tidak apa apa?” tanya Haera kepada dua orang yang sedang gemetaran dipojokan.


“Jangan Bergerak!!!” teriak 3 Polisi yang tiba tiba masuk ke mini market dengan menodongkan pistol kearah penjahat itu.


Dan juga Haera.


Siapa yang memanggil Polisi.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


see you💃💃


__ADS_2