Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
35 Play The Game II


__ADS_3

“ITU DEASERT EAGLE BANG!!” teriak Ansel melanjutkan pembicaraannya dengan kekhawatiran yang membuncah.


Dor … Brakk …. Duar!!!!


...***...


“Bang lo masih di sana kan?” tanya Ansel yang kini mulai panik akibat suara hening serta menghilangnya Kenzo dari pantauan CCTV setelah ledakan bom asap dan juga suara tembakan.


“BANG KENZO ANSEL SERIUS!!” teriak Ansel yang mulai frustasi.


Dia bahkan tidak menghiraukan ketukan di jendela mobil Haera yang semakin mengeras akibat Ansel yang tak kunjung membukakan pintu atau bahkan sekedar menyahut.


“OMG ASTATANG!! ZO KENZO!!! ADEK GUE WOOYY!! CEPET JAWAB EARPIECENYA GOBL*K!!!!” maki Kenzi yang kini mengkhawatirkan adiknya membuat Haera dan yang lain sedikit THT akibat teriakannya.


“BANG KENZO GOBL*K!!! CEPET KASIH KODE KEK JANGAN DIEM MULU!!!” teriak Ansel tidak sabar.


“Ehem Ansel jangan kebanyakan main sama Abang kembar ya” ujar Haera mengingat mulut polos Ansel berubah penuh makian seperti yang biasa si kembar lakukan.


“Dan lagi Kenzo bukan tipe orang yang gampang mati kok” lanjutnya santai membuat Kenzi bisa bernafas lega namun masih heboh seperti biasanya, sementara Ansel yang semakin kebingungan serta takut jika terjadi sesuatu dengan Kenzo.


Yah meskipun perkataan Haera gak pernah main main, namun kali ini Kenzo hilang gara gara dia yang telat ngasih tahu jenis pistolnya.


“Tapi Ra!! gue masih gak bisa tenang!! itu adek gue belum bayar utang ciloknya kemaren masa udah ngilang aja!!” ujar Kenzi sambil mengacak ngacak rambutnya gelisah.


“Bangs*t!! cilok dua rebu aja lo ungkit ungkit Zi!!” maki Kenzo yang tiba tiba tersambung kembali dengan Earpiece membuat yang lain bisa bernafas lega.


“Gobl*k!! lain kali kalo masih hidup ngomong kek!!” maki Kenzi sambil selonjoran di atap lalu kembali mengawasi senapannya menunggu Helikopter yang mungkin akan datang dan mengacau.


“Uhukk uhukk lagian gue ketiban pintu, mana bisa ngomong” ujar Kenzo yang kini berhasil keluar dari himpitan pintu kayu yang sebelumnya dia tendang mati mati an dan akhirnya berhasil hancur akibat ledakan dari bom asap.


Jadi sebelumnya tepat setelah Ansel berteriak segera Kenzo berlari kesamping lalu menembakkan pistol tipe Glock – 17 yang tadinya dia pungut tepat kearah jantung lawan.


Namun sialnya lawannya mati tapi bom asapnya masih hidup, jadilah dia terkena ledakkan hingga ketiban pintu.


Untung cuma bom asap dan bukannya granat, beruntungnya juga sebelumnya Haera sudah memberikan penawar agar tidak pingsan akibat bom asap yang biasanya tercampur dengan obat tidur.


Berbeda hal nya dengan Bodyguard yang sebelumnya bersembunyi di balik pintu yang kini ikutan pingsan akibat bom asap itu, dan jadilah Kenzo selamat.


“Lo dimana Ra? gue udah di lantai 4” tanya Kenzo yang hendak melanjutkan perjalanannya.


“Lo duluan aja, gue masih di lantai 2” jawab Haera yang langsung di laksanakan oleh Kenzo.


“Oh ya!! Sel tadi siapa yang ngetok pintu mobil lo?” tanya Kenzo membuat langkah Haera terhenti.

__ADS_1


“Gak tau bang, tapi dia udah tewas kok di pukulin bang Daren yang tiba tiba dateng” jawab Ansel membuat Haera mampu bernafas lega.


“Lo tenang aja, mobil itu udah di modifikasi jadi peluru sama granat gak bakal nembus” ujar Haera menenangkan Ansel.


“Lupakan mobil, ini Heli nya udah bisa benerin sistem yang tadi Ansel kacauin”


“Dan mereka bersiap menuju Mansion Wali Kota” ujar Ansel membuat Haera tersenyum.


“Masukin virus baru yang kemarin gue rancang ke dalem sistem Heli nya” sahut Haera membat Ansel menghentikan jari jarinya yang sedari tadi fokus pencet sana sini.


“Butuh waktu agak lama soalnya Ansel baru belajar sekali sama Noona” ujar Ansel merasa keberatan.


“Berapa lama?” tanya Haera sambil berjalan santai menuju lantai 5 dengan sesekali menyetrum beberapa Bodyguard yang mencoba menghalaunya menggunakan pistol listrik.


“15 menit paling lama” jawab Ansel.


“Zi, lo bisa hadang Heli nya kan?” tanya Haera.


“Ohh selalu bisa Haera sayang!!” jawab Kenzi antusias membuat Haera tertawa.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, ternyata presepsi Ansel benar, Kini sebuah Helikopter besar tengah melintas menuju Mansion Wali Kota membuat Kenzi langsung bersiap dengan tembakannya.


Dorr … Arrgghhhh.


Berhasil!! 1 orang tumbang dan jatuh terjun payung kebawah.


“Nice Shoot” gumam Kenzi saat melihat suasana di dalam Helikopter yang sedang kalang kabut mencari keberadaannya akibat 1 orang lagi tertembak dan akhirnya meninggal.


“Tiga lagi dan Helikopternya bakalan kosong” gumam Kenzi lalu kembali menembakkan pelurunya sebelum.


“ATAP GEREJA!! CEPAT TEMBAK!!!”


“Sial!!” maki Kenzi lalu segera berlari mencari perlindungan di antara genteng genteng sambil menenteng senapan laras panjangnya.


Dorrr … Dorrr … Dorrr


Sontak tembakan bertubi tubi datang dari dalam Helikopter menuju kearah Kenzi yang kini berlarian kayak minion mencoba menghindari tembakan.


“ANSEL WOYY MASIH LAMA GAK?!! GUE GAK MAU MATI DULU!! GUE MASIH UTANG GORENGAN SEREBU DI MPOK MINAH!!!” teriak Kenzi sambil terus merunduk menghindari tembakan yang semakin datang bertubi tubi.


Dor … Dorrr… Dorr …


“Lima menit lagi bang” jawab Ansel membuat Kenzi mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


“Nice 5 menit semua penghuni Heli bakalan mati, jadi lo kudu ngambil alih kemudinya kalo gak gue bakalan tewas ketimpa Helikopter” sahut Kenzi yang kini sudah menemukan tempat yang pas untuk bersembunyi.


Di balik tangki air besar yang letaknya tepat di pojok kanan atap Gereja.


“Wokke” sahut Ansel membuat Kenzi langsung mengarahkan senapannya kearah si penembak yang sekarang lagi di landa bingung mencari keberadaannya.


Dorrr … Dorrr …


“Tepat sasaran!!” gumam Kenzi bangga saat dua pelurunya sukses nyangkut di tenggorokan dua lawan yang sedari tadi menembakinya, kini tinggal si Pilot Helikopter yang harus dia singkirkan.


“Udah bang!!” ujar Ansel dengan semangat.


Dor!!!


“Yihaaaa tarekk sesss!!” teriak Kenzi kegirangan saat si Pilot tewas dan Ansel berhasil memegang kendali dari jarak jauh.


“SEMONGKO!!” jawab Ansel dan juga Kenzo bersamaan membuat telinga Haera dan Daren sedikit sakit namun tetap tertawa akibat tingkah konyol anak buahnya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, sebelum matahari menampakkan dirinya segera Haera berlari ke lantai lima tempat di mana Berlian di sembunyikan dan juga Wali Kota bersama Tangan Kanannya berada.


“Zo lo duluan” ujar Haera membuat Kenzo langsung mendobrak pintu sebuah Kamar di lantai 5 yang langsung menampilkan 5 orang pria dengan pakaian yang berbeda beda.


Tiga di antaranya memakai baju yang sama dengan para Bodyguard lain, satu orang mengenakan jas bewarna abu abu dan yang satunya lagi pria tua yang meggunakan setelan jas macan tutul membuat mata Syucih Kenzo ternodai.


“Sialan!! alay banget tuh aki aki” maki Kenzo namun terhenti saat mendapati sebuah Kotak hitam di tangannya.


Itu pasti berliannya!!


“Kenapa diam saja!! cepat habisi dia!!” maki si aki aki tua yang tidak lain adalah Wali Kota membuat Kenzo langsung bersiap.


Entah ini keberuntungan atau apa namun 3 Bodyguard yang menyerangnya sama sekali tidak membawa senapan jadi hal ini benar benar memudahkannya untuk bertarung.


Bugghh … Bughhh … Arrgghhhh!!


Dengan cekatan Kenzo melayangkan tinjunya ke samping, memutar lalu menendang hingga membuat dua orang pingsan, tidak berhenti di situ kini Kenzo sudah mulai menggila dengan menjambak kumis Bodyguard yang masih tersisa lalu menampar pipinya sebanyak 4 kali membuat si Bodyguard berteriak kesakitan.


“Mampus lo!!” maki Kenzo saat berhasil menendang masa depan si Bodyguard hingga membuatnya jatuh pingsan sambil memegangi ‘itu’ nya.


“ANGKAT TANGAN!!” teriak tangan kanan Wali Kota sambil menodongkan sebuah pistol kearah Kenzo.


Haisshh dia lupa bedeb*h satu itu.


__ADS_1


Kakak kakak saranghae❤ Ansel minta like komennya ya🥺


TBC.


__ADS_2