Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
16 Mata Mata


__ADS_3

“Ayo!!”


***


Setelah pertemuan itu akhirnya Haera, Woojin dan juga Momo memutuskan untuk jalan jalan ke mall menggunakan mobil Haera dan meninggalkan mobil Woojin di cafe.


Sesampainya di sana Haera bahkan melupakan misi utamanya untuk mencarikan pakaian Formal Kenzi dan juga Daren, dia sibuk memilih milih Hoodie Hoodie Oversize dan juga beberapa Kaos dengan warna yang beragam.


Momo sendiri yang tahu kebiasaan buruk Haera memutuskan untuk menunggu mereka di taman khusus anak kecil.


Yah kalian tahu bukan kalau Haera itu tipe cewek yang suka kalap kalo liat hoodie, kaos, rok pendek sama celana pendek, jadilah belanjaannya penuh dengan barang barang itu dan bukannya membelikan seragam baru untuk rekan rekannya.


Kini Haera mulai memasuki toko yang menjual barang laki laki untuk memenuhi misinya, dan dia membeli banyak sekali setelan jas, kemeja serta celana kain atas arahan Woojin, tidak lupa pula Haera membelikan banyak sekali tas tas untuk guru dan juga tas sekolah untuk Ansel yang baru, dia juga membeli beberapa sepatu sepatu baru dengan ukuran yang sudah tertera di mata kirinya yang menyimpan semua data anak buahnya.


“Selesai, ayo nyamperin Momo” ajak Haera pada Woojin yang sedang kesusahan berjalan akibat kedua tangannya penuh dengan belanjaan Haera.


Woojin tidak menjawab melainkan hanya melihat Haera yang sedang menuju taman khusus anak, hingga memperlihatkan Momo yang sedang meniup permen karet di pojokan sambil memainkan gadged nya, sangat berbeda dengan anak anak lain yang sedang bermain satu sama lain.


“Wahh mommy benar benar membuat paman Ujinku tersiksa” ujar Momo tiba tiba sambil menunjukkan rekaman CCTV lewat layar tab nya.


“Huh, kamu meretas CCTV mall lagi?” tanya Haera tidak percaya sambil memberikan ice krim kepada Momo yang langsung di terima dengan baik olehnya.


“Keamanan mereka saja yang terlalu rendah” jawab Momo malas membuat Haera geleng geleng kepala.


Anaknya ini umur berapa sih?


“Kamu mau mainan?” tanya Haera meski sudah tahu jawabannya.


“Apa itu computer baru, atau Wirelles Adapter atau lockpicking set (satu set perkakas pembobol brankas) at –”


“Ya!!! kamu mau bobol bank!!” teriak Haera benar benar kesal sampai membuat Momo terjungkal.


Dia masih memaklumi tentang hobi anaknya yang suka main game serta meretas sesuatu, namun membobol bank bukanlah hal baik, bisa bisa nya dia minta di belikan alat alat seperti itu.

__ADS_1


Huh sepertinya Haera perlu mengintrogasi Ansel saat kembali nanti, bocah itu benar benar penebar virus sampai Momo yang masih kecil saja hampir mengikuti jejaknya.


“Aaa mommy Momo kan hanya tidak menyukai mainan mobil mobilan atau semacamnya, Drone saja bagaimana?” rengeknya mencoba menawar dengan baik.


“Setuju, lagi pula computer mu di rumah sudah 7 jadi buat apa beli lagi” jawab Haera membuat Momo langsung berdiri dengan semangat.


Drone baru lagi, hehehe kali ini dia bakalan milih yang paling mahal.


“Dimana paman Ujin?” tanya Momo saat baru menyadari jika Woojin tidak terlihat batang hidungnya.


“Ah, dia sedang menyuruh seseorang untuk memasukkan kantong belanjaan ke dalam mobil” jawab Haera santai.


“Haera Momo!!” teriak Woojin sambil berlari lari kecil ke arah keduanya yang sedang fokus berbincang dengan Momo yang masih setia memakan ice krimnya yang segede mangkuk.


“Ayo pergi ke toko Elektronik, Momo perlu mainan baru” ajak Haera sambil menyuapkan ice krimnya ke mulut Woojin dan terima dengan baik oleh sang empu.


“Ayo” sahut Woojin sambil menggendong Momo lalu segera pergi berdampingn dengan Haera.


Yah meski dia tidak tahu kenapa membeli mainan di toko elektronik dan bukannya di toko mainan anak, namun dia tetap pergi dengan semangat.


Momo sendiri benar benar ikut andil disini dengan menceritakan semua pengalamannya di korea dengan tetangga atau anak anak komplek lainnya, padahal sih dia jarang keluar, hanya saja Momo merasa senang dengan berkumpulnya mereka yang terbilang cukup jarang terjadi.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Haera sudah selesai dengan acara belanjanya dan segera kembali ke dalam mobil untuk bergegas menemui ayahnya sebelum hari beranjak malam.


Dan tanpa mereka sadari, eh lebih tepatnya hanya Haera sendiri yang menyadari jika sedari tadi dia di buntuti dari belakang namun mencoba untuk diam saja karna mereka tidak melakukan apapun padanya dan juga orang orangnya.


“Lapor Tuan, sekarang nona Haera sedang memasuki mobil bersama seorang laki laki muda dan anak kecil yang sebelumnya fotonya sudah saya kirim” ujar seorang pria berjaket tebal yang sedari tadi memata matai Haera.


Pria itu sedang berbicara lewat handphone kepada seseorang di sebrang sana.


“Sial!! kamu mengirimnya dengan asal ya!! bagaimana bisa aku tahu bentuk wajah laki laki keparat itu sedangkan wajah nya tertutupi!! kamu mempermainkan saya!!” teriak seseorang dari sebrang sana yang kini tengah menahan emosi melihat tabnya yang terpampang jelas foto Haera yang sedang tertawa sambil menyuapkan ice krim ke mulut Woojin yang wajahnya tertutup tubuhnya namun tidak dengan Momo yang sepertinya menatap kamera dengan tatapan judes layaknya menyadari saat diam diam di foto.


“Saya tidak berani Tuan!” sahut mata mata itu membuat pria yang tidak lain adalah Sehun Diningrat langsung melemparkan tab nya ke arah tembok dengan keras.

__ADS_1


“Ikuti dia!! cari tahu siapa anak itu dan juga laki laki keparat yang berani beraninya menerima suapan dari wanita ku!!” teriak Sehun lagi membuat telinga mata matanya ingin copot.


“Baik Tuan” ujarnya patuh lalu segera mematikan sambungan telephone nya.


“Pergilah rapat selesai” ujar Sehun kepada ke 15 orang yang tengah gemetaran melihat kemarahan pemimpinnya yang jarang terjadi bahkan saat kejahatannya tercium polisi pun Sehun masih menanggapinya dengan datar.


Tapi ini apa?!


“Tuan redakanlah amarahmu, lihat mereka jadi ketakutan” sahut Sekertaris Lin yang menggantikan Sekertaris Han sementara, mencoba mencairkan suasana meski dengan tangan yang tidak henti hentinya bergetar.


Klaakk!!!


“Patah” gumam Sekertaris Lin kembali di buat gemetaran akibat Sehun yang menggenggam bolpoin hingga patah.


“Lihat saja, aku Sehun Diningrat tidak akan melepaskan dirimu begitu saja dengan mudah, kamu telah merampokku dan masih berani beraninya mencakarku, maka hidup selamanya bersamaku adalah biaya maaf yang paling cocok untuk hal itu” ujar Sehun sambil membuang bolpoin yang sudah patah itu kesembarang tempat.


‘Tuan kau ini mau mengancam atau melamar’ batin sekertaris Lin karna tidak berani mengungkapkannya.


Kita beralih kepada Haera yang tengah merinding tanpa sebab di dalam mobil saat tengah terfokus meretas CCTV mall lewat mata kirinya.


“Kak AC nya kecilin dong” ujar Haera tiba tiba membuat Woojin dan Momo sukses menoleh bersamaan.


“Yaa!! lo lagi nyetir bangsul!!” teriak Haera lagi sambil menggeplak kepala Woojin yang dengan tidak sopan nya mengabaikan jalanan padat di depannya.


Oh ayolah Haera masih ingin hidup bersama Momo hingga punya banyak cicit.


“Ah iya iya maaf, lagian lo tuh dek jarang jarang tau minta kecilin AC biasanya juga kulit badak” ujar Woojin dengan mata yang kembali terfokus ke jalanan.


“Heum Momo setuju, mommy bahkan masih menyalakan AC dan membuka jendela di saat hujan deras, meski tetap menggunakan selimut tebal tapi apa itu ngaruh” sahut Momo ikutan membahas kebiasaan Haera yang memang menyukai udara dingin sampai menurun pada Momo.


“Kayaknya ada orang yang ngerencanain hal buruk di belakang gue, punggung gue dingin OMG” ujar Haera sambil memeluk pundaknya sendiri.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


see you💃💃💃


__ADS_2