Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
25 Di Buntuti


__ADS_3

Tanpa banyak bertanya lagi segera Daren mengikuti kemauan Haera dan meninggalkan pekarangan sekolahan itu bersama seorang pria dewasa yang sedari tadi mengawasi gerak geriknya.


“Lapor Tuan, target sudah memasuki sekolah yang di maksud Tuan”


***


“Bagus, cari kesempatan yang menguntungkan untuk mengambil sehelai rambut, kuku ataupun air liur” jawab Sehun dari sebrang sana yang memberi arahan kepada bawahannya.


“Siap Tuan” jawabnya patuh lalu segera masuk kedalam sekolahan dasar itu sebelum melihat seorang anak kecil yang keluar dengan headphone yang bertengger manis di lehernya serta tas kecil yang memang senantiasa ada di punggungnya.


“Tuan muda?! apa dia sedang membolos” batin bawahan Sehun yang tidak lain adalah Albar, mata mata yang paling kompeten di anggota Mafianya.


Dengan cepat Albar berlari ke taman bunga milik anak anak TK dan langsung bersembunyi disana.


Kali ini Albar dibuat kaget untuk yang kedua kalinya saat mendapati targetnya menyetop taxi dengan mudah lalu segera masuk kesana tanpa pengawasan orang tua.


“Tuan Muda ini benar benar tidak seperti anak kecil pada umumnya” gumam Albar lalu segera menyusul taxi yang di naiki targetnya yang tidak lain ada Jung Raymond alias Momo.


Sedangkan Momo sendiri sedang sibuk menelfon Haera yang ternyata malah di angkat Daren.


“Mommy dimana?” tanya Momo kepada Daren lewat telephone.


“Haera nyetir, hp nya sama aku” jawab Daren di sebrang sana di sertai suara angin kencang.


Mommy nya ini pasti mencoba menjadi titisan Rossy lagi, tikung kanan tikung kiri dengan kecepatan gak ada akhlak tanpa memperdulikan jalanan yang ramai.


Untungnya sejauh ini belum pernah terjadi kecelakaan yang di akibatkan Haera.


“Bilang pada Mommy kalo Momo tidak mengikuti kegiatan unjuk bakat di sekolah, itu sangat membosankan” ujar Momo namun tak kunjung mendapat sahutan dari Daren.


“Lo bisa pelanin dikit gak, Momo nelpon nih” ujar Daren di sebrang sana yang masih terdengar oleh Momo beserta suara angin yang semakin kencang.


“APA!! LO BUTUH TEPLON?!” tanya Haera gak nyambung dengan suara kencang membuat Momo tertawa cekikikkan.


“BUAT APA MINYAK TELON!!! INI MOMO NELPON!! BUKAN MINTA MINYAK TELON” teriak Daren tak kalah kencang membuat Momo semakin tertawa.


“APASIH WOEY GUE GAK DENGER!! GUE PAKEK HELM” teriak Haera yang memang hanya mendengar sedikit sedikit suara Daren yang kabur ngikut angin.

__ADS_1


“LAGIAN LO MAU NGAPAIN SIH PAKE TEPLON, DEPAN ADA TOKO KITA MAMPIR AJA BELI TEPLON!!” lanjut Haera semakin membuat Momo cekikikkan sampai kang taxi nya ikutan ketawa karna Momo melaundspaker tabletnya.


“Itu mamah sama papahnya ya dek?” tanya kang taxi membuat Momo mengalihkan perhatiannya kedepan dan otomatis melihat kaca spion yang sedang menayangkan mobil bewarna hitam dengan plat nomor yang sama masih mengikutinya.


“Itu mamah sama paman” jawab Momo singkat lalu kembali menatap layar tabletnya yang kini sudah tidak terdengar suara gemrisik angin yang artinya Haera sudah berhenti.


“Akhirnya lo berhenti juga” ujar Daren di sebrang sana sambil memberikan ponsel Haera kepada si pemilik.


“Lah kan lo mau beli Teflon” sahut Haera sambil menunjuk toko peralatan dapur didepannya.


“Siapa coba yang mau beli Teflon?! itu tuh Momo nelfon” jawab Daren mencoba sabar dan menahan tawanya melihat wajah kesal Haera yang sudah tidak tertutup helm.


Segera Haera melihat layar ponselnya dan ternyata panggilan sudah di akhiri, namun muncul sebuah pesan yang menuliskan kalau Momo akan pergi kerumah Woojin karna sekolah sedang ada kegiatan yang membosankan.


“Kenapa?” tanya Daren saat mendapati kerutan di dahi Haera.


“Momo, dia bolos lagi” jawab Haera sambil memanyunkan bibirnya membuat Daren tertawa.


“Hahahaha tu bocah emang paling top lah!! untung pinter” sahut Daren lalu mengajak Haera untuk kembali melanjutkan perjalanan ke markas milik Deon.


Pertama tama Momo mengeluarkan seplastik paku payung lalu melemparkan begitu saja keluar lewat jendela lalu menyuruh kang taxi untuk menggeser kekanan sedikit agar mobil di belakangnya ikutan ke kanan dan akhirnya terkena paku paku dari Momo.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini mobil di belakang yang merupakan mobil Albar bawahan Sehun pun menepi dengan ban yang benar benar kempes membuat hati Momo bersorak gembira.


Tidak berhenti di situ segera Momo menerbangkan Drone yang selalu dia bawa di tasnya, bahkan dia lebih memilih untuk meninggalkan buku tulis dari pada Drone beserta tabletnya.


“Dek jangan main pesawat di jalan, nanti pesawat pesawatannya hilang” ujar kang taxi yang memperhatikan keseriusan Momo saat mengendalikan drone nya lewat kaca spion.


“Terus” sahut Momo cuek membuat kang taxi mengelus dadanya sabar.


Kali ini Momo benar benar di buat kesal!!, orang yang mengikutinya ternyata laki laki muda dan sekarang dia sedang menaiki ojek untuk kembali mengejarnya.


‘Wahh apa paman ini salah satu fans berat mommy?’ batin Momo sambil geleng geleng kepala melihat layar di remote control yang menunjukkan aksi laki laki muda itu.


Dan benar saja 5 menit kemudian Albar sudah bisa menyusul Momo dengan kang ojek yang sedang di pukul2 itu agar bisa cepet jalannya.


“Paman ini benar benar menjengkelkan” gumam Momo lalu mengeluarkan petasan dari tasnya yang seperti kantung doraemon.

__ADS_1


“Dek dek dek … jangan main petasan dalem mobil!!” teriak kang taxi yang mulai panik membuat Momo mengurungkan niatnya untuk membakar sumbu petasannya.


“Paman bisa ngebut gak?” tanya Momo dengan nada santainya sambil menarik kembali drone nya kedalam mobil karna wajah menyebalkan pria yang mengikutinya sudah kembali terlihat dari kaca spion mobil.


Entah Albar yang bod*h atau dia terlalu meremehkan Momo, bukankah seharusnya orang yang membututi akan mengikuti mangsanya dengan diam diam? tapi kenapa Albar ini malah terbilang cukup terang terangan.


“Bisa, Adek buru buru?” tanya kang taxi yang langsung di angguki Momo.


“Setelah Momo ngeluarin petasan ini, paman langsung ngebut aja nanti Momo bayar doble” jawab Momo lalu segera menyalakan petasan itu dan melemparkannya keluar tepat di depan Kang ojek yang membawa Albar bersamanya.


Awalnya si kang taxi gak mau ngikutin ide jahil Momo, namun saat mendengar bayaran double membuatnya semangat untuk menuruti perkataan Momo.


<<< BONUS PEMANIS DARI KANG OJEK SAMA KANG MATA MATA >>>


“BANG, BANG TU BOCAH NGELUARIN PETASAN!!!” teriak Kang Ojek yang kini heboh saat melihat Momo yang dengan santainya mengeluarkan petasan lalu melemparkannya tepat kearah motornya membuat motor itu oleng kesana kemari.


Kratak kratak kratak!!!


“GOBL*K!! KALO NYETIR YANG BENER DONG!!!” teriak Albar sambil memegangi helmnya karna merasa tubuhnya mobat mabit mengikuti laju sepeda motor yang mulai ngawur karna petasan.


“HUAA MAMA!! ADA PETASAN TAHUN BARU MAMA!!!!” teriak Albar yang kini panik saat melihat petasan nyangkut di kaca spion milik kang ojek, dan petasan itu masih meledak ledak membuat si kang ojek merapalkan doa doa sambil tetap mencoba menstabilkan motornya.


“KANG SI AKANG!! DEPAN ADA TRUK EPERGRIN!!” teriak Albar saat mendapati Truk Kontainer besar bewarna hijau bertuliskan EVERGREEN sedang berjalan dengan santai di depannya.


“HUAAAAA📢📢📢 BELUM PENGEN MATI!!! ISTRI SAYA MASIH SATU!!” teriak Kang ojek sambil menutup kaca helmnya menggunakan tangannya membuat Albar kalang kabut mengambil alih kemudi dan akhirnya.


"SI GOBL*K!!! MALAH NGOMONGIN ISTRI!!!"


Brak!!!


“SELAMAT!!” gumam keduanya saat Albar membelokkan stir ke arah Gorong gorong dan alhasil membuat keduanya jatuh ke selokan bersama.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


see you💃💃

__ADS_1


__ADS_2