
Namun apalah daya, Mata itu kini tertutup Eye Patch, mungkin kalo dia mau pakek soflens masih bisa sih.
***
Setelah kepergian Profesor Darma kini Haera sedang berada pada suasana menyebalkan yang setidaknya baru dia alami semenjak dia hidup.
Di kerumuni banyak orang cerewet!!
Ya sebelumnya sih Haera kerap di kerumuni orang, namun orang orang itu adalah gangster, target baru, atau bahkan kelompok mafia yang nantinya akan dia buat diam untuk selamanya.
Namun kali ini berbeda, dia kerumuni para Mahasiswa di kelasnya yang sedang berebut untuk berkenalan dengannya!! jika biasanya setelah Haera berkata judes maka musuhnya akan bungkam lau berkeringat dingin.
Maka sekarang para Mahasiswa menyebalkan itu malah semakin ingin berteman dengan Haera, terutama Natan dan Doni yang sedari tadi keukuh minta nomor telfonnya.
“Ya!! kalian ini ganggu banget tau gak!! mau beli makan aja susah gue nya!!” maki Haera membuat Natan dan Doni tertawa sedangkan Mahasiswa lain hanya memperhatikan tingkah keduanya.
“Haera laper? mau di beliin Natan makanan?” tanya Natan lembut membuat seisi kelas menyoraki mereka.
“Gas terus masnya!!”
“Yuhuuu mas Natan semakin di depan”
“Si Natan gercep anjir”
“Eaakkk Natan!! liat bening dikit langsung tancep gas”
Yah kira kira begitulah sorakan seluruh kelas membuat Haera memijit pelipisnya lelah.
Kerumunan itu bahkan sudah mengusir chair mate Haera sebelumnya, yakni Echan yang langsung menurut dan segera pergi meninggalkan Haera dengan segala kesengsaraan ini.
Dan itu sukses membuat Haera menyimpulkan, ‘kayaknya Echan sering di bully deh’ menurut perlakuan beberapa orang yang semena mena apalagi komuknya Echan yang sering nunduk sampai matanya tidak terlihat membuat Haera yakin seratus persen kalo tu anak korban bullying di kampus.
Kasian amat, ganteng gitu di bully.
Brak!!!
Tiba tiba terdengar gebrakan pintu yang cukup nyaring di depan kelas sontak membuat kerumunan beserta Haeranya menoleh ke sumber suara lalu mendapati Gavin yang tengah tersenyum menatapnya.
“HAERA BANG GAVIN COME BACK!!! UDAH KANGEN BELUM!!?” teriak Gavin sambil berlari menuju Haera membuat Haera semakin merutuki nasib buruknya.
Tapi itu tidak bertahan lama.
Tiba tiba saat Gavin mendekatinya sontak para kerumunan termasuk si kolot Natan sama Doni langsung ngacir pergi sendiri sendiri tanpa berbicara sepatah kata pun.
Keajaiban macam apa ini!!
“Vin lo pasti berandalan kan di kampus?!” tanya Haera tiba tiba yang langsung ngejleb karna memang fakta.
“Haera kok nanya nya gitu, gue sad nih” bukannya menjawab Gavin malah ngeles gak jelas membuat Haera mendecih.
__ADS_1
“Lo gak liat, pas lo dateng mereka pada pergi dengan ekspresi ketakutan” sahut Haera membuat Gavin tersenyum.
“Aaaa itu sih bukan karna gue berandalan tapi karna gue ganteng” jawab Gavin sambil membusungkan dadanya bangga.
“Ck … terserah, btw berkat lo gue jadi bisa kekantin beli jajan, makasih ya” ujar Haera lalu beranjak berdiri sebelum.
“Stoopp!! gue udah bawain lo makanan” sahut Gavin lalu bertepuk tangan sebanyak dua kali membuat Haera memiringkan kepalanya bingung.
Tidak lama kemudian datanglah 3 cowok dengan masing masing orang membawa 1 makanan dan minuman di tangannya.
“Gue gak tau lo suka apa, jadi gue bawain tiga menu utama kantin aja kesini” ujar Gavin sambil menaruh satu persatu makanan di meja Haera.
Mulai dari batagor sama es teh, nasi goreng sama es jeruk dan yang terakhir kwetiau sama es Americano.
“Gimana lo tersentuh gak sama malaikat Gavin?” tanya Gavin dengan ekspresi bangga saat mendapati Haera yang tengah melongo menatap makanan di depannya.
“Gak sama sekali” jawab Haera cuek sontak menjatuhkan Gavin yang semula berada di atas awan.
“Gue lebih suka Milk Shake sama burger dari pada beginian” lanjutnya membuat Gavin memayunkan bibirnya.
Haisshh bocah ini umur berapa sih.
“Yah karna ini dari lo gue bakal hargain dan makan semuanya” sahut Haera lalu segera memakan semua makanan yang di bawakan Gavin sampai habis tak tersisa bahkan minumannya sekalipun membuat Gavin tersenyum senang menatapnya.
“Lo tipe gue banget ra, jadi jangan salahin gue kalo nantinya gue bakal jatuh cinta sama lo” ujar Gavin sambil mengusap sudut bibir Haera yang terkena bumbu siomay.
Haera gak baper kok, tenang aja.
Haera mah udah kebal sama spesies buaya kayak saudaranya Kenzo Kenzi yang suka godain cewek, jadi dia gak bakal speecless.
“Makasih, gue kenyang” ujar Haera datar lalu mengambil kripik kentang dari totebagnya yang sebelumnya sempat di paksa Woojin buat di bawa, siapa tahu Haera bakal laper pas pelajaran jadi bisa makan tuh kripik.
Kakak dakjal emang!! ngajarin adeknya yang gak bener.
“Jam istirahat baru aja mulai, dan lo udah nongol disini jadi lo pasti belum makan” ujar Haera sambil menyodorkan kripik kentangnya kearah Gavin yang langsung di terima dengan suka cita olehnya.
“Buruan masuk, entar makannya pas pelajaran aja biar gak ngantuk” lanjutnya membuat Gavin tertawa.
Oke ilmu Woojin akhirnya di turunkan Haera kepada Gavin.
“Siap!! Lo belajarnya jangan serius serius ya, mending serius sama gue aja” sahut Gavin sambil menunjukkan finger heart kepada Haera lalu segera berlari keluar kelas meninggalkan Haera yang kini sedang menggeleng gelengkan kepalanya.
“Ck buaya semakin di depan” gumamnya pelan lalu segera membereskan sampah sampah wadah makanan yang sebelumnya dia makan.
Tidak terasa jam kuliah sudah berakhir dan sekarang Haera sudah berada di Rumah Keluarga Damanjaya bersama Momo yang sudah tertidur di pangkuannya.
Sebelumnya setelah Haera pulang di antar Daren Haera langsung mandi lalu memasak untuk makan malam keluarganya.
Tidak lama kemudian Woojin datang bersama Momo di gendongannya dan langsung makan malam tanpa melepas sepatunya terlebih dahulu.
__ADS_1
Lupa katanya.
Jadilah setelah makan malam Haera langsung membawa Momo kekamarnya, menyuruhnya mandi dan berakhir tidur di pangkuan Haera yang kini tengah menahan emosi saat mendapati ponselnya yang tidak henti hentinya mendapat notifikasi.
Yah … sebelum pulang dari kampus Gavin sempat mencegatnya untuk meminta nomor ponsel Haera.
Haera sendiri yang saat itu sedang buru buru langsung saja memberinya tanpa berfikir panjang.
Dan dia menyesal sekarang.
Bagaimana tidak, bocah itu tidak henti hentinya mengirimi pesan mulai dari yang penting, agak penting, sampai absurt sekalipun.
Contohnya:
Penting banget : 'Ra katanya lo suka sama Hwang In Yeob ya? tadi gue dapet foto Hwang In Yeob suami lo yang terbaru nih'.
Agak penting : 'Ra besok Fakultas lo masuknya agak siangan soalnya Dosennya lagi ada keperluan'.
Yang ini sedikit membuat Haera bingung, bagaimana bisa anak IT tahu jadwalnya anak Hukum!!
Dan yang terakhir, yang paling bikin Haera gedek.
Pesan yang absurt alias gak penting sama sekali : ‘Ra lo tau gak kenapa orang tuli lama meninggalnya?’
Nah kayak gitu, dan bodohnya mungkin Haera lagi gabut jadi dia membalas ‘Kenapa?’
‘Karna orang tuli kalo di panggil tuhan gak denger!!’
Fak!! kesel gak sih!!!
Kan jadi nyesel Haera balesnya.
“Gue blokir aja kali ya” gumam Haera pelan sambil mengelus tangan Momo namun terhenti saat mendapati Momo sedikit meringis dari tidurnya.
Sontak Haera menajamkan pandangannya dan mendapati tangan Momo yang memar!!
Shit!!!
“Siapa yang bikin anak gue jadi gini!!”
Natan ganteng, tapi gak bikin Haera khilaf soalnya masih anak anak😂
Doni yang gak kalah ganteng dari Natan.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
see you💃💃💃