
Oh ayolah, Sehun adalah Pemimpin dari dunia bawah alias Mafia kelas kakap, dan dia yang hanya menjabat sebagai sekertaris harus mewakili Penyelundupan besar besaran yang mungkin jika gagal akan memakan kerugian sebesar Triliunan.
***
Mari kita beralih kepada Haera yang sudah sampai di markasnya yang terletak di tengah tengah hutan OTW gundul akibat penebangan illegal.
Siapa yang tahu jika di tengah tengah hutan gundul itu terdapat sebuah markas besar yang dibangun Deon untuk di jadikan markas sekaligus rumah bagi M Black, kecuali Haera tentu saja, Haera yang sudah memiliki Momo bersamanya jarang berkunjung ke markas kecuali terdapat masalah serius maka dia akan menginap beberapa hari di sana.
Sebelum sampai di kawasan hutan, Haera lebih dulu berganti mobil yang sudah di siapkan Deon di parkiran mini market untuknya.
Brakk!!.
“Gue pulang woy” ujar Haera sambil menggandeng koper besar bersama Momo dan boneka anak ayam besar masuk ke dalam markas.
“NOONA!!” teriak Ansel sambil lompat lompat girang mendekati Haera.
“MOMO!!” kalo yang ini Deon yang langsung ingin memeluk Momo namun si kecil langsung melengos dan berlari ke arah Ansel sambil menggendong boneka Anak ayamnya.
“HAERAA PACAR AKUU!! OLEH OLEH BANG KENZO MANA!!” ini Kenzo termasuk pria yang sering ngaku ngaku pacarnya Haera.
“MOMO ANAK AYAH BALIK!!!” kalo yang ini Kenzi yang lagi membuntiti Momo sambil teriak teriak histeris.
“Nyesel gue pulang” gumam Haera pelan yang kini di riwuehin Kenzo sama Ansel.
“Mommyyy!! paman Kenzi mau ambil oleh olehnya paman Ansel!!”
“Mommy!! please help me!!” teriak Momo sok ngingris sambil melambai lambaikan tangan kecilnya ke arah Haera.
“Huaa Momo baik banget sama Ansel yang ganteng, sini sini paman bantuin” sahut Ansel yang kini berebut boneka sama Kenzi.
Melihat target nya yang lebih memperdulikan Ansel kini Deon beralih ke arah Haera yang sedang geleng geleng kepala melihat Kenzo yang sedang mengobrak abrik kopernya mencari oleh oleh yang memang sudah Haera siap kan untuk mereka.
“Ren … Ren Daren!! … bangun sianying!!” teriak Haera membuat Daren yang tertidur di sofa seketika bangkit namun dengan mata yang masih tertutup.
“Hemm … ah lo lo udah sampai?” tanya Daren dengan suara serak khas bangun tidur.
“Hmm” jawab Haera hanya berupa deheman lalu duduk di sofa dengan Daren yang kini melanjutkan tidurnya sambil duduk.
“Lihat Momo, wahh dia hanya memperdulikan Ansel si bocah virus itu” sahut Deon sambil duduk bersilah di atas karpet dan menghadap ke arah Haera.
“Mana makanan gue?” tanya Haera yang sudah menahan lapar sejak dari bandara.
__ADS_1
“Tunggu bentar biar gue ambilin ke dapur, lo suruh anak anak kumpul dulu” jawab Deon lalu pergi ke arah dapur.
“Haera pacarnya Kenzo, ini kok cuman senjata doang yang lo bawa, kaos sama kemeja gue mana?” tanya Kenzo yang masih tidak henti hentinya mengobrak abrik isi koper Haera yang isinya emang cuman senjata.
“Gobl*k!! jangan di buka!! lo salah ambil” teriak Haera sebelum mata suci Momo ternodai oleh beberapa pistol, granat, han gun, dan senjata lain yang habis dia pesan di korea.
Mengerti situasi ini segera Kenzo merapikan kembali koper Haera dan langsung membawanya kembali ke mobil dan mengambil yang lainnya.
“Mommy kok ngatain paman Kenzo?” tanya Momo polos yang kini berada di gendongan Ansel.
“Itu tadi bukan suara mommy, Momo mungkin salah dengar, yaudah sini kumpul semua” ujar Haera lalu semuanya segera berkumpul di atas karpet bulu yang di tengah tengahnya terdapat meja besar, tidak terkecuali Haera.
“Ren, lo kok molor mulu sih? asli nih anak kapan berubahnya” ujar Haera sambil menarik kaki panjang Daren agar pindah duduk di bawah.
Percayalah, yang berani melakukan hal itu pada seorang Daren Atmaja hanyalah Haera seorang, bahkan Deon yang nyatanya pemimpin mereka saja tidak berani memperlakukan Daren seperti itu.
Tidak ada sahutan, Daren masih terdiam memandangi Haera dengan mata sayu nya membuat semua orang ikut diam, di markas ini semua orang memang akrab satu sama lain namun tidak dengan Daren yang pendiam.
Tapi sekalinya ngomong pasti langsung jadi pusat perhatian, perintahnya juga bersifat mutlak layaknya perintah Haera, makanya Haera memilihnya sebagai wakil, member lain juga terbilang takut dengan Daren namun tidak dengan Haera.
Berbeda hal nya dengan Deon yang sering di ajak bercanda, makanya mereka juga jadi kebiasaan kadang suka jahil juga meskipun Deon adalah atasan mereka.
“Melek juga lo, makan dulu nanti tidur lagi” ujar Haera santai sambil mengambil Momo dari pangkuan Ansel.
“Momo mau makan apa?” tanya Haera dengan suara lembut, sangat berbeda seperti saat dia menjalankan misi.
Haera juga sudah tidak memakai eye patch seperti yang sebelum sebelumnya, yah dia takut jika seandainya Momo akan takut melihat matanya yang berbeda warna, jadi dia mulai menggunakan lensa kontak meski tidak begitu nyaman.
“Momo kangen makan sate, paman Deon ada buat sate gak buat Momo?” tanya Momo.
“Ada dong” sahut Deon yang tiba tiba datang sambil membawa dua talam besar lalu meletakkannya di atas meja makan.
“Kok lo lama banget sih, ngapain aja di dapur?” tanya Haera sambil memberikan satu tusuk sate kambing kepada Momo yang di terima dengan baik oleh sang anak.
“Tadi atasan nelfon katanya kita perlu me-”
“Udah nanti aja” sahut Haera memotong pembicaraan Deon sebelum dia menjelaskan misi di depan sang anak yang sayangnya sangat pintar menebak urusan orang dewasa.
Akhirnya malam itu semua orang makan dengan khidmat, Momo sendiri setelah makan langsung tertidur di pangkuan Haera.
“Tunggu di sini biar gue tidurin Momo dulu baru bahas” ujar Haera lalu segera bangkit sebelum.
__ADS_1
“Biar gue aja” sahut Daren lalu segera mengambil alih Momo dan langsung membawanya ke kamar Haera meninggalkan semua orang yang sedang menahan nafas termasuk Haera yang kaget dengan tindakan cowok bisu yang tiba tiba.
“Wahh … lihat manusia es itu, benar benar bikin Kenzi yang imut ini ngeri” sahut Kenzi sambil memeluk dirinya sendiri.
“Dia memang seperti itu” sahut Haera santai lalu menatap Deon yang sedang terdiam entah memikirkan apa.
“Lo mikir apaan sih, serius amat! emang atasan ngasih kita misi apa?” tanya Haera membuat kesadaran Deon kembali dan langsung mengeluarkan peta di atas meja.
“Misi jangka panjang” jawab Daren membuat semua orang membelalakkan matanya kaget.
“Whatt!!” teriak sikembar dan Ansel bersamaan, yah mereka lebih menyukai misi sekali jadi dari pada jangka panjang yang mungkin akan melibatkan lebih banyak orang di dalam prosesnya.
“Kita tunggu Daren dulu biar sekalian” sahut Deon sambil mulai melingkari peta peta itu dengan spidol yang memang selalu setia di sakunya.
Tidak berselang lama Daren pun kembali dan langsung duduk di samping Haera kembali, kini Deon sudah bisa memulai rapat team dadakannya.
“Kalian tahu Red Mafia?” tanya Deon membuat semua orang mengangguk kecuali Haera yang hanya fokus mendengarkan.
“Hari ini Kepolisian kecolongan untuk yang kesekian kalinya, mereka sudah menyiapkan dan mungkin sudah memulai proses penyelundupan senjata illegal besar besaran ke china” ujar Deon mulai menjelaskan sambil mencorat coret peta yang menunjukkan letak pelabuhan Guangzhao di china.
“Kok bisa kecolongan, kalo mereka pakek kapal seharusnya bawahan lo bisa nangkep” sahut Kenzo yang sangat keberatan dengan cara kerja kepolisian yang terbilang cukup lambat.
“Gak usah heboh, Red Mafia emang sulit di atasi dan para kepolisian itu pasti hanya mengandalkan kerja Tentara Angkatan Laut yang tidak hanya mengurusi penyelundupan namun penjaga perdamaian dan juga serangan ******* juga, mereka pasti kewalahan” sahut Haera yang langsung menjadi pusat perhatian.
“Biar gue tebak, mereka pasti melakukan penyelundupan dengan transaksi di hari yang berbeda” lanjutnya membuat Deon menganga.
“Wah … insting lo benar benar menakjubkan, mereka melakukan penyelundupan 5 hari lalu sedangkan transaksi di lakukan malam ini untuk mengelabuhi kepolisian china” sahut Deon.
“Jadi yang lo maksut dengan misi jangka panjang, apa itu menangkap mereka?” tanya Haera yang langsung di angguki oleh Deon.
🐣🐣🐣
Ehem … maaf banget ya guys, semalem author gak up🙏, jadi author habis salto alias jatoh kepleset bekas becekan hujan😂, jadi ya gitu kesleo terus bengkak, untung langsung di urut jadi sekarang udah baikan walau masih kaku😅🙏.
Ku kasih bonus foto Sehun suami kedua author yang ganteng😍
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1
see you💃💃💃