Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)

Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)
26 Albar


__ADS_3

Brak!!!


“SELAMAT!!” gumam keduanya saat Albar membelokkan stir ke arah Gorong gorong dan alhasil membuat keduanya jatuh ke selokan bersama.


***


Setelah kejadian Albar yang di kerjain Momo, kini dia telah pulang ke markas dengan wajah serta tubuh lebam sana sini yang juga mendapat bonus bau busuk dari air selokan.


“BAGAIMANA KAMU BISA GAGAL HA!!” maki Sehun membuat Albar semakin menundukkan kepalanya.


“Anu … Tu- Tuan, ma-maaf ituu … sebenarnya saya tidak tahu jika Tuan Muda sepintar it-”


“Lalu kamu fikir putraku bodoh?!!” maki Sehun membuat Albar semakin menundukkan kepalanya.


“Oh ayolah huun, serius gue gak nyangka kalo anak yang lo bilang namanya Momo bakal sejenius itu sampai bisa menyadari kalo gue lagi buntutin dia” ujar Albar yang kini mengaktifkan mode pertemanan untuk memperpanjang nyawanya.


Mendengar itu sontak Sehun mengusap wajahnya kasar, lalu kembali duduk di kursi kerjanya.


“Dia anakku” ujar Sehun ketus membuat Albar mencibir.


“Dih … ngaku ngaku, tes DNA aja belum” sahut Albar membuat Sehun mengeluarkan smirknya.


“Kayaknya jaga gudang senjata bakalan jadi pekerjaan yang pas deh buat kamu” ujar Sehun tiba tiba membuat Albar kembali menarik nyawanya yang tadi mau dia jual secara percuma dengan mengatai Sehun.


“Tidak terimakasih!!” ujar Albar seketika dengan tegas.


“Yaudah jelasin” ujar Sehun pada Albar, Mata mata paling bertalenta milik organisasi Mafianya, dan tentunya dia juga merupakan teman Sehun satu satunya.


Albar adalah anak dari pengasuh Sehun sedari kecil, sebab itu lah Sehun dan Albar mulai berteman dan masih berlanjut sampai sekarang.


Sehun sendiri sudah terbiasa tidak memiliki seorang teman pun kecuali Albar, bocah tengik yang sering memaksanya untuk berbicara secara Non Formal seperti anak muda di luaran sana.


Hanya saja Sehun sudah terbiasa berbicara Formal, jadi dia tidak begitu menanggapi ocehan Albar dengan serius.


“Huhuhuhu liat temen lo ini … masa gue di kerjain anak kecil” ujar Albar sambil menunjukkan lebam di sikunya membuat Sehun tertawa.


“Terus tangan itu, apa kamu habis kena serangan granat?” tanya Sehun sambil menunjuk pergelangan tangan Albar yang memiliki sedikit luka bakar akibat petasan milik si jahil Momo.


“Ini nih … wahh anaklo bener bener di luar ekspektasi, awalnya gue kira dia bisa bersikap sesuai umur, tapi pas gue liat dia bolos pelajaran dengan sangat gampang, gue fikir kayaknya anaklo penjahat kecil deh” ujar Albar membuat Sehun menggebrak meja.

__ADS_1


Enak aja dia ngehina gen nya.


“Weisshh sabar bro” sela Albar sambil menepuk nepuk pundak Sehun.


“Lagian anak lo bener bener jeli, mainannya aja Drone, beuhh si Acil mah kalah dia mainnya masih pake slime” lanjut Albar semakin membuat Sehun penasaran.


Sebelumnya Sehun juga rada rada curiga sih sama Momo, apalagi anak itu bisa sesantai kaya di pantai pas di Kantor Polisi, coba kalo anak lain pasti udah nangis kejer liat wajah serem Polisinya.


Sedangkan Momo, bocah itu masih sempat sempatnya berbohong, dan lebih parahnya main game disana!! di pikir Kantor Polisi itu warnet apa!?


“Terus terus” desak Sehun tidak sabar.


“Awalnya gue pikir tu bocah gak bakal tau kalo gue lagi ngebuntutin dia, jadi guenya ngerasa aman, tapi lo tau? saat di perjalanan tiba tiba ban mobil gue nginjak seplastik paku payung!! wah gilaseh, dari sini perasaan gue mulai gak enak” jelas Albar membuat Sehun semakin di buat penasaran.


“Jadi gue mutusin buat naik ojol, eh ternyata beneran!! si bocah itu nyadar dan sengaja ngerjain gue samapai rela ngeluarin Drone keluaran terbaru!!, bener bener nekat tau gak?! tuh anak ngelempar petasan sampai nyangkut di spion milik kang ojol, Akhirnya beginilah nasib gue” lanjutnya sambil kembali memperlihatkan luka lebamnya membuat Sehun tertawa dan bukannya berbelas kasihan.


“Gen ku bener bener gak pernah mengecewakan, hahahaha anakku udah pinter ngibulin mata mata ternama di Mafia!!” ujar Sehun merasa senang membuat Albar geleng geleng kepala.


Apa sekarang jago ngibulin orang di sebut jenius yang patut di banggakan?!


Ahh dunia ini benar benar penuh kejutan.


“Serah lo hun” ujar Albar pasrah lalu duduk bersilah di atas lantai.


“Oh iya hun, tadi gue liat mamahnya bocah yang lo aku anak lo lagi boncengin cowok” ujar Albar sambil mencari posisi enak tanpa memperdulikan Sehun yang kini sudah panas dingin memelototinya.


“Kemana arah dia pergi?” tanya Sehun spontan sambil berdiri.


“Gak tau lah, pokoknya tuh cewek pergi ke selatan” jawab Albar santai sambil menepuk nepuk sofanya lalu mendaratkan pantatnya sebelum.


“Ayo kejar dia” ujar Sehun sambil menarik jas hitamnya lalu berjalan keluar meninggalkan Albar yang kini memaki maki dalam hati.


“Belum juga gue jongkok hun, udah lo ajak pergi aja” gumam Albar lalu berjalan menyusul Sehun namun dia urungkan saat melihat Sehun yang tiba tiba datang kembali sambil menatapnya horror.


“Iya hun iya, ini gue otewe” ujar Albar namun di balas gelengan kepala oleh Sehun.


“Gak jadi Bar, badan kamu bau!! mandi sana!!” maki Sehun lalu kembali meninggalkan Albar.


“SI BANGS*T!! GAK PERLU JUJUR JUJUR AMAT KALI!!” maki Albar meneriaki Sehun yang belum sampai menaiki lift.

__ADS_1


“BAYARAN KAMU SAYA POTONG!!”


“Sial!!”


Kita beralih kepada Haera yang kini sudah selesai mengemasi semua senjata dan barang barang yang dia dan tim nya butuhkan, namun yang membuat Haera tak kunjung pergi adalah.


Kenapa dia bawa motor coba.


“Kan tadi udah gue bilangin, mending bawa mobil gue” ujar Daren saat menatap wajah masam Haera.


“Ya siapa tau kalo bakal sebanyak ini” sahut Haera sambil menunjuk 5 koper didepannya.


“Deon lo mau kemana?!!” tanya Haera dengan berteriak saat melihat Deon yang berjalan keluar dari markas sambil menenteng kunci mobil.


“Beli martabak” jawab Deon membuat Haera tersenyum.


Percayalah seorang Letnan Kolonel seperti Deon mana mungkin mau menghabiskan waktunya hanya untuk keluar membeli martabak, sedangkan hal itu dia mampu menyuruh bawahannya untuk membelinya.


Tujuan Deon adalah, mengantar Haera bersama koper koper itu dan meninggalkan Daren si pengganggu bersama motor sport Haera.


“Barengan dong” pinta Haera sambil menyuruh Daren untuk menarik 3 koper lainnya sedangkan dia hanya menarik dua koper dan berlari lari kecil keluar dari markas.


‘Berhasil’ batin Deon dengan hati penuh bunga matahari lalu segera membantu Haera membawa kopernya dan membiarkan Daren dengan kesengsaraannya.


“Cih … lo beneran mau semobil sama tu Polisi Parkiran?” tanya Daren membuat Deon melotot.


Enak aja Polisi Parkiran katanya.


“Siapa bilang!! kalian lah yang semobil, gua mau sama Qiqi aja” ujar Haera sambil menunjuk motor sport nya membuat Deon memaki karna rencana pendekatannya gagal, sedangkan Daren hanya tersenyum menatap Haera.


“Gue duluan!! dahhh!!” ujar Haera lalu segera berlari kearah motornya yang di beri nama Qiqi untuk selalu mengingat minion itu.


Di perjalanan kali ini Haera mengendari motornya menggunakan hati nuraninya, alias gak ngebut kayak biasanya, dengan begini Haera benar benar bisa melihat keadaan orang orang yang berlalu lalang di sekitarnya.


Sampai pada akhirnya Haera menghentikan laju motornya saat mendapati seseorang yang sedang dikeroyok di dalam gang kumuh, membuat Haera mengingat masa kecilnya di kehidupan yang sebelumnya.


Dia juga pernah di perlakukan seperti itu saat tidak mampu menjalankan misi dengan benar.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


see you💃💃💃


__ADS_2