
“Jadi yang lo maksud dengan misi jangka panjang, apa itu menangkap mereka?” tanya Haera yang langsung di angguki oleh Deon.
***
“Itu benar” jawab Deon santai.
“Lo pikir kita punya pintu doraemon apa? ini Kota Z dan sekarang mereka udah ngelakuin transaksi itu di China, lo gak lupa kan kalo Kota Z itu jauh dari China? dasar Polisi gila” sahut Kenzi membuat Deon terkekeh dan bukannya marah.
“Awalnya gue pikir mafia ini sedikit berbeda, sebelumnya mereka memang sudah menjual semuanya namun tidak dengan Narkoba, Informasi dan wanita, tapi kali ini mereka mulai ngelunjak maka dari itu pemerintah mempercayakan M Black untuk menyelesaikan tugas.” ujar Deon mulai menjelaskan misinya tanpa memperdulikan protesan Kenzi yang tidak bermutu.
“Akhir akhir ini, banyak sekolah sekolah yang mulai terlibat dengan narkoba, mulai dari sekolah Swasta maupun Negri, bahkan Universitas pun tak luput dari target mereka dan tersangka utama kita adalah anggota Red Mafia, jadi tugas kalian tentu saja menggagalkan aksi mereka lalu menjebloskan nya kepenjara termasuk pemimpinnya” lanjut Deon menyelesaikan penjelasannya.
“Jadi kami harus menangkap siapa?” tanya Haera santai, dia mengerti maksud dari Deon namun penangkapan ini sepertinya di khususkan untuk Red Mafia dan bukannya si pengedar yang entah benar benar ulah Red Mafia atau bukan.
“Tentu saja si pengedar, tapi akan lebih baik jika menangkap Red Mafia juga” jawab Deon santai.
“Pemerintah memberi kita waktu sekitar 5 bulanan, jadi manfaatkan sebaik baiknya! gue ada urusan lain” lanjut Deon lalu segera pergi sebelum.
“Ah gue lupa, yang tadi gue lingkarin berarti itu tempat tempat yang sudah mereka jamah” sahut Deon lalu segera pergi meninggalkan M Black yang sedang memijit pelipis mereka menahan kesal.
Deon pria tidak bertanggung jawab itu bisa bisanya meninggalkan mereka dengan peta penuh lingkaran!!
“Satu dua tiga empat!! wahh Deon sialan!!” teriak Kenzi frustasi.
“Berisik!! gue setrum mulut lo kalo sampai Momo bangun” sahut Haera membuat Kenzi langsung menutup mulutnya.
“3 Sekolah Menengah Atas dan 1 Universitas apa ini benar benar ulah Red Mafia” gumam Haera pelan.
“Noona aku sudah menyelidikinya, semua informasi tentang sekolah dan universitas yang terlibat sudah ku kantongi, namun Red Mafia ini benar benar sulit di atasi” sahut Ansel sambil terus mengotak atik tab yang memang selalu dia bawa kemana mana.
“Hanya ada satu petunjuk” lanjutnya membuat semua mata kini memandangnya.
“Apa?” tanya Kenzo.
“Para anggotanya memiliki pistol khusus yang terdapat logo bulan bewarna merah di gagangnya” jawab Ansel sambil menunjukkan data data yang dia dapat.
Haera sendiri mencoba mengaktifkan mata kirinya namun hasilnya memang sama dengan yang Ansel bilang, sebenarnya dia bisa mencari yang lebih akurat dan bahkan mampu menembus keamanan mereka, hanya saja hal itu harus didukung dengan keterkaitan tempat, yang artinya Haera harus berada di tempat mereka menyimpan segala informasinya.
__ADS_1
“Pemimpinnya?” tanya Haera singkat.
“Tidak ada informasi apapun, entah itu nama, umur dan bahkan gender” jawab Ansel sambil menunjukkan layar tabnya yang kini berubah menjadi tulisan ‘failed’.
“Lo kan pinter Sel, terus lo juga si penyebar virus jahat, kenapa gak lo kasih virus aja ke sesitem mereka biar kacau?” tanya Kenzo membuat Ansel emnghela nafasnya.
“Sebagai hacker asuhan Haera Noona, Ansel yang ganteng ini tidak bisa bertindak gegabah, jika tidak mereka akan dengan mudah melacak keberadaan kita dan takutnya mereka akan melakukan hal hal yang tidak menyenangkan, misalnya mengirimi kita paket yang berisi Bom waktu” jawab Ansel santai yang langsung dapat di mengerti oleh sikembar.
“Lo ada rencana?” tanya suara bariton Daren kepada Haera yang langsung mendapati tatapan tatapan aneh dari si kembar dan Ansel.
“Jika ini misi jangka pendek mungkin kita akan melakukan permainan yang sedikit ekstrim, namun sayangnya ini adalah misi jangka panjang jadi cara terbaik adalah penyamaran terlebih dahulu” jawab Haera membuat semua orang mengangguk mengerti termasuk Daren.
Ehem, hal hal ekstrim yang di maksud Haera adalah dia hanya perlu segera mencari informasi lengkap dan secara bersamaan menerobos keamanan, lalu memasang bom kecil kecilan di tempat yang terdapat sang target, lalu selesai, dan akhirnya semua kerusakan akan di tanggung pemerintah.
Mudah bukan, tapi semua itu perlu rencana yang matang.
“Mari buat rencana” lanjut Haera sambil mengambil peta yang berada di tangan Kenzi membuat semua rekannya kini mulai mendengarkan dengan seksama.
“Cha, tempat tempat ini hanya lah sekolahan yang mungkin akan lebih mudah di atasi, jadi gue bakalan nunjuk Kenzi buat nyamar jadi Guru BK di sekolah swasta 23 agar bisa leluasa untuk menyelidiki murid dan Guru secara bersamaan, dan untuk yang negri 21 gue nunjuk Ansel”
“Ya!! alasan gue nunjuk elo di sekolah negri 21 ya karna lo emang sekolah disitu” jawab Haera membuat Ansel terkekeh.
“Ah … aku lupa, huft padahal Ansel juga ingin jadi Guru” ujarnya membuat Haera geleng geleng kepala.
“Nanti lo juga bisa ngawasin temen sekelas kakak kelas dan Guru Guru disana, jadi berhati hatilah, dan untuk Kenzo, lo gue tempatin di sekolah negri 11 buat jadi tukang sapu”
“Nani!! tukang sapu!! oh tydac wajah tampan kpop Kenzo yang ganteng dan syulit terlupakan ini mau dikemanakan!!” teriak Kenzo tidak terima membuat Kenzi segera menutup mulut sang adik sebelum di setrum Haera jika seandainya Momo terbangun.
“Dih najis, kpop dari mananya? gantengan juga Ansel” sahut Ansel sambil berkaca di tab nya membuat Haera dan Daren menatap ketiga rekannya yang sulit di percaya.
Bagaimana bisa orang orang seperti ini menjadi agen rahasia.
“Jangan protes, coba pikir kalo gue jadiin lo berdua Guru secara bersamaan mungkin akan mengundang kecurigaan dari pelaku” ujar Haera.
“OMG OMG!! wajah ganteng Kenzo, aaaa Haera sayang … lo kan pacarnya Kenzo, bisa tidak lo bikin gue jadi murid aja, atau tetap Guru namun kita akan mendaftar di hari yang berbeda” rengek Kenzo sambil berpindah ke semping Haera dan menggeser Ansel.
“Gak bisa!! gue berniat mendaftarkan Daren menjadi Dosen di universitas pada 3 hari berikutnya, dan jika ada lagi untuk yang ketiga kalinya maka mereka akan curiga, oh ayolah terima saja, lagian wajah lo kan udah tua, mana pantas jadi murid” sahut Haera membuat Kenzo mau tidak mau menerimanya.
__ADS_1
“Lalu Noona, kamu jadi apa?” tanya Ansel membuat Haera menampilkan senyum tipisnya yang mampu membuat para lelaki terpesona untuk yang kesekian kalinya.
“Gue kan leader, jadi gue cuma mantau kalian dari sini sambil jagain Momo, lalu akan datang saat terjadi sesuatu yang genting” jawab Haera santai membuat semua orang berdecak kesal termasuk Daren.
“Ahhh noona, ikutlah biar bang Woojin aja yang nungguin Momo” sahut Ansel yang langsung di angguki oleh sikembar.
“Ya!! lo pikir wajah ibu ibu gue ini mau dijadiin apa ha? ibu kantin?” tanya Haera beruntun.
“Ck, sayang kamu itu cantik lihat, bang Kenzo aja terpesona” jawab Kenzo sambil memajukan tubuhnya.
“Mau nyoba rasanya mati?” tanya Haera saat tangan Kenzo hendak membelai rambut panjangnya.
“Tidak terimakasih” jawabnya sambil bergegas menarik tangannya.
“Wahh gue bener bener gak habis fikir, sebenarnya lo itu cewek apa cowok sih? lo bahkan gak pernah terpesona sama kita kita yang ganteng ini, jangan jangan lo itu les –”
“Gak usah mikir yang aneh2 kalo gue ini pecinta sesama jenis mana bisa Momo lahir” sela Haera memotong omongan Kenzo yang kadang ngelantur kesana kemari.
“Noona yang tadi itu bagaimana? bisa tidak noona menitipkan Momo sementara ke bang Woojin? Noona bisa menjadi murid atau Guru di sekolah ku, atau paling tidak mahasiswi bareng bang Daren” ujar Ansel sambil menautkan jari jemarinya.
“Ya gak bang?” tanya Ansel pada Daren untuk meminta dukungan.
“Terserah” jawab Daren acuh.
“Haisshh … oke oke, entar gue ngomong sama kakak dulu, lagian gue juga masih ada perlu sedikit sama dia, jadi rapat dadakan ini sampai sini dulu, udah malem tidur sana” ujar Haera membuat si kembar dan Ansel kegirangan lalu kembali ke kamar mereka masing masing meninggalkan Haera bersama Daren yang sedang terjebak suasana canggung.
Sedangkan jauh di lain tempat, terdapat seorang pria yang tidak lain adalah pemimpin dari Red Mafia yang sedang menggebrak meja di depan para bawahannya,
“Tangkap mereka yang mengatas namakan Red Mafia untuk menjual narkoba!!!”
🐣🐣🐣
Kok bisa M Black kenal Woojin, bukankah Haera kabur tanpa sepengetahuan kakaknya? hmm tunggu aja jawabannya di chapter selanjutnya😊 jadi jangan bosen2 nuat nunggu ya😊.
See You jangan lupa Like, Komen, Vote, Rate 5 dan Favoritkan novel ini ya teman teman.
TBC.
__ADS_1