
“Oke, Ren ngebut!!”
“Hehehehe Lets Play The Game”
...***...
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Haera dan juga Daren untuk sampai tempat lokasi, kini mereka berdua sudah bersiap di balik semak semak depan gerbang Mansion Wali Kota.
“Satu, dua, tiga, empat, lima puluh!!! waahhh seriusan!!” gumam Haera sambil memukul bahu Daren.
“Heum 50 tidak termasuk Wali Kota dan tangan kanannya” sahut Daren membuat Haera geleng geleng kepala.
“Masuk akal sih, kalo Bodyguard nya dikit gak mungkin kan Deon sampai nurunin tim kita” ujar Haera yang langsung di angguki oleh Daren.
Yah dua orang yang menanggapi segala sesuatu dengan santai kini akhirnya selesai menghitung jumlah Bodyguard yang berjaga mulai dari depan gerbang yang berjumlah 30 dan 20 sisanya berkeliaran di dalam.
“Haisshhh Leader ku sayang kenapa harus susah susah ngitung sih, tinggal tembakin secara acak aja biar gampang terus kita bisa cepet pulang deh” sahut Kenzo yang kini berada di halaman belakang Mansion Wali Kota.
“Gak bisa!! di sekitaran tempat kita selain Kenzi ada bom nya yang bakalan aktif kalo terdeteksi tembakan” jawab Haera yang sebelumnya sudah memindai lokasi menggunakan mata kirinya.
“Tunggu Daren bentar, tinggal satu bom lagi yang belum dia jinakkan, dan itu tepat di samping kita” lanjut Haera yang masih memperhatikan cara kerja Daren menjinakkan bom.
Yah … setidaknya jika di kurangi ngobrol dan menghitung Bodyguard mungkin mereka bisa selesai dalam 10 menit yang lalu.
“Kalo seandainya kita lari dulu terus bang Daren lempar Granat biar sekalian meletus semua gimana?” tanya Kenzo namun tak ada jawaban dari Haera.
“Wisshhh kang tinju gak sabaran nih” ejek Kenzi yang kini berada di atap Gereja yang posisinya berjarak kurang lebih 7 kilo meter dari lokasi.
“Lah dari pada lo, ada misi serius malah tiduran di atap Gereja” sahut Kenzo tidak terima.
“Heh tiduran mata lo rabun!!! situ mau nyoba mati ketembak gak?” tanya Kenzi membuat Kenzo mencak mencak.
“Kok lo niru dialog Haera sih” sahut Kenzo membuat Kenzi tersenyum.
“Kan gue suaminya, lo yang cuma babu bisa apa” ledek Kenzi membuat Haera dan Daren langsung tertawa.
“Ketemu!!” sahut Ansel tiba tiba membuat semua orang memfokus kan pendengarannya.
Berbeda halnya dengan Haera yang hanya tersenyum menantikan prestasi anak didiknya yang semakin hari semakin handal dalam hal meretas, melacak, menebar virus, membuat alat dan masih banyak lagi.
“Pantesan Noona gak mau kita langsung nyerang pakai granat, tepat 30 KM dari sini ada 1 Helikopter yang sedang siap siaga menunggu di udara” ujar Ansel membuat Kenzo sontak selonjoran sambil memijiti kakinya.
Nasibnya sedang tidak baik, jika yang lainnya mendapat posisi enak, Contohnya Ansel yang lagi enak enakan di Mobil Haera sambil mainin laptop, atau Haera dan Daren yang lagi selonjoran di tanah, atau yang lebih enak lagi yang paling jauh dari kekacauan seperti Kenzi yang nyangsang di atap Gereja.
Maka Kenzo sedang duduk bersila di dekat banyaknya kotoran manusia yang baunya jauh dari kata wangi.
Yah … posisinya memang sedang di belakang gedung, namun letak tepatnya adalah di dalam gorong gorong yang sedang melakukan perjalanan menuju pipa pembuangan lalu memanjat sampai menemukan sebuah Ventilasi udara.
__ADS_1
Jadi tugas Kenzo adalah menyerang dari dalam, sedangkan Haera akan menyerang dari luar yang nantinya akan lebih membahayakan nyawa, lalu Daren setelah berhasil menjinakkkan kurang lebih 4 buah bom tipe murah selanjutnya dia akan merakit dan menaruh bom berkapasitas jangkauan rendah namun memiliki daya ledak memukau yang mungkin akan sangat berguna di saat ada kejadian yang tidak memungkinkan.
Lalu terdapat Kenzi si penembak runduk yang akan membantu Haera, mengawasi Target dan tentunya mencegah Helikopter yang sudah di pastikan akan terbang melewatinya, dan yang terakhir Ansel yang akan memantau pergerakan, memberi arahan serta mengacaukan sistem Helikopter yang sudah di pastikan bekerja sama dengan Wali Kota.
Jika tidak segera di selesaikan maka kemungkinan besar saat Haera dan yang lain membuat kekacauan maka Helikopter itu akan datang menjemput Wali Kota serta berliannya untuk melarikan diri lewat udara.
“Kalian mau liat petasan gak?” tanya Haera frontal membuat Daren tertawa.
“Gue udah siapin petasan mahal buat mengakhiri Game kali ini” sahut Daren membuat Ansel dan si kembar tertawa.
“Sel, gimana Heli nya?” tanya Haera.
“5 menit lagi, ah tidak 2 menit” jawab Ansel membuat Haera tersenyum senang.
Gak sia sia usahanya jadi mentor dadakan.
Dengan cepat Haera mengeluarkan bom asap, granat dan juga dua pistol dari saku miliknya, sedangakan Daren dia hanya menguap menunggu pertunjukkan di mulai karna tugasnya telah selesai lebih cepat.
“Lo udah di mana Zo?” tanya Haera.
“Ventilasi, ini gue lagi cari tempat PW buat turun” jawab Kenzo.
“Noona sekarang!!”
Duarrrr!!! Duarrr!!! Duarrr!!!
“Gue bukan penyusup sat!! gue maling” gumam Haera kesal setelah Daren melemparkan granat membuat beberapa Bodyguard langsung meninggal di tempat.
“Target Zi” ujar Haera pada Kenzi yang sedang membidik target utama.
“Dia lagi mondar mandir sambil bawa ponsel di lantai 5” jawab Kenzi membuat Haera segera berlari sambil menembaki ke arah orang orang yang mencoba menghalanginya.
“Langsung gue tembak aja gimana?” tanya Kenzi namun tak kunjung mendapat jawaban.
Dorr … Dorr … Dorr …
“Ra!! Haera!! lo masih di sana kan!!?” tanya Kenzi mulai panik saat tak kunjung mendapat jawaban membuat mata Daren langsung terbelalak melek.
Haera sendiri masih sibuk menghindari tembakan dengan bantuan arahan mata kirinya, dengan cekatan Haera melemparkan granatnya kembali tepat di depan pintu gerbang.
“MERUNDUK!!!”
Duarr!!!! Duarrr!!!
“Hehehe roboh juga” gumam Haera senang.
“Jangan tembak dulu Zi, lagian dia gak boleh mati, lo fokus dulu aja sama Heli yang mungkin bakalan nyusul, biar target Kenzo aja yang ngehabisin” sahut Haera menjawab pertanyaan Kenzi yang sebelumnya membuat yang lain bisa bernafa lega.
__ADS_1
“Noona di belakangmu!” ujar Ansel tiba tiba sontak membuat Haera membuat posisi split lalu membalik kepalanya sambil melepaskan pelurunya membuat seseorang yang hampir menembaknya dari belakang langsung tewas dengan lubang tepat di tengah hidungnya.
Tidak berhenti di situ segera Haera melanjutkan serangannya dengan berlarian secara acak guna menghindari tembakan bertubi dari seorang pria muda yang sedari tadi berteriak menginstrupsi Bodyguard yang lain.
Sedangkan di tempat lain kini Kenzo sudah berhasil turun lewat ventilasi dan berakhir di tengah tengah Koridor panjang dengan banyak pintu, dan sialnya lagi terdapat kurang lebih 7 Bodyguard bertubuh gempal yang masing masing membawa pistol di tangannya.
“Haishhh sial!!” maki Kenzo lalu segera memasang Knucle nya dan berlari mendekat.
“Penyusup!! tembak!!!” teriak salah seorang Bodyguard membuat Kenzo bersiap berlari sambil menghindari tembakan yang mulai datang bertubi tubi.
Tenang saja, meski Kenzo tidak membawa Pistol namun dia adalah petarung jarak dekat yang sangat handal, jadi musuh segini bukan apa apa baginya.
Bugghh … Dorr … Bugghh …. Akkhhhh ….
Dengan sigap Kenzo melayangkan tinjunya yang sudah di lapisi Knucle lancip hingga membuat beberapa di antaranya pingsan dengan bagian tubuh bolong dan mengeluarkan darah.
Tidak berhenti di situ Kenzo juga berhasil mengambil beberapa pistol untuk dia curi, yah jaga jaga buat keadaan yang tidak memungkinkan.
“Bang awas belakang lo bawa senapan laras panjang” ujar Ansel lewat Earpiece membuat Kenzo langsung melakukan tendangan memutar hingga tumitnya menendang tepat di kepala Bodyguard itu membuat si Bodyguard lngsung jatuh tersungkur dengan dagu yang mengluarkan darah.
Tidak berhenti di situ Kenzo langsung melayangkan tinjunya hingga menancap tepat di tengah leher si Bodyguard hingga membuatnya meninggal di tempat.
“Masih ada 2 lagi bang, 1 nya kabur cuman gak bawa senjata kalau yang satunya sembunyi di balik pintu nomor 3 dia juga gak bawa senjata apapun selain pisau lipat” ujar Ansel yang lagi memantau pergerakan Kenzo lewat CCTV yang berhasil di retas.
“Hahahaha gimana mau bawa orang pistol mereka di gue semua” sahut Kenzo bangga sambil melihat sakunya yang penuh dengan pistol hasil mungut.
“Dobrak aja bang, dia gak bakal berani ngapa ngapain” ujar Ansel yang langsung di angguki oleh Kenzo.
Brak!!! Brak!!! Brakkk!!!!
“Anj*ng!!! Ni pintu kayu apa pintu surga sih?!! susah amat mau masuk juga!!” maki Kenzo akibat tendangannya yang tak kunjung membuat pintu terbuka.
“Bang awas!! yang kabur tadi balik bawa bom asap sama ….”
Tok … tok ... tok …
Sontak omongan Ansel terpotong akibat ketukan dari seseorang yang tiba tiba mengetuk Kaca Mobilnya.
“ITU DEASERT EAGLE BANG!!” teriak Ansel melanjutkan pembicaraannya dengan kekhawatiran yang membuncah.
Dor … Brakk …. Duar!!!!
Kakak kakak baik Momo minta like dan komennya ya🥺
TBC.
__ADS_1