
Tiba tiba suara di TV mengalihkan perhatian keduanya.
Ini nih yang Haera tunggu tunggu.
***
...BERITA TERKINI...
...KASUS PENCURIAN BERLIAN PERJANJIAN PERDAMAIAN AMERIKA DENGAN NEGARA F TELAH DI TEMUKAN PELAKUNYA....
Sontak Haera mengeraskan volume TV membuat Woojin membelalakkan matanya.
Berliannya sudah di temukan? cepat sekali?
Tidak bukan itu.
Hal yang membuat Woojin lebih terkejut adalah kondisi si pencuri yang kini terombang ambing bebas di angkasa dengan satu kaki yang di ikat tali lalu talinya di gantung di tangga helicopter.
Tidak berhenti di situ, di atas helikopternya pun terpasang banner besar dengan tulisan menggunakan spidol yang berbunyi “Maaf aku mencuri berliannya karna ingin membeli stelan baju macan lebih banyak lagi” tertanda pria penggila macan tutul.
“Bwahahahahaha sial!! comedian mana yang melakukan hal memalukan itu untuk Pak Wali Kota” ujar Woojin sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karna teralu banyak tertawa.
“Komedian?!!” tanya Haera tidak terima karna profesinya di ganti sembarangan oleh Woojin.
“Hahahaha bukan kah itu lucu, lihat celana dalamnya bahkan bercorak macan tutul” sahut Woojin tanpa memperdulikan pertanyaan Haera.
Dirinya masih sibuk tertawa sambil menunjuk perut pak Wali Kota yang terekspose hingga menunjukkan dalaman bercorak macan tutul.
“Hei lihat itu … seorang Polisi menemukan kotak berlian nya di dalam helicopter, wahh itu tandanya pak Wali Kota benar benar mencurinya” sahut Tuan Damanjaya yang tiba tiba muncul ikutan nimbrung.
“Ayah sudah bangun?” tanya Haera sambil meletakkan gelas yang sedari tadi bertengger manis di tangan kirinya.
“Heumm … siapa coba yang tidak akan bangun setelah mendengar teriakan kakak mu” jawab Tuan Damanjaya yang langsung di angguki oleh Haera.
“Hari ini aku memiliki kelas siang, Momo akan pergi sekolah bersamaku jadi tidak perlu bersama Woojin” ujar Haera memberi informasi kepada ayahnya yang langsung di angguki oleh Tuan Damanjaya.
Berbeda hal nya dengan Woojin yang langsung mengelak.
“Heh gue ini kakak lo, panggil Kak Woojin, atau Woojin Oppa, Woojin sayang juga boleh”
“Najis!!” maki Haera membuat Woojin sontak memayunkan bibirnya.
“Ayahh!! adik mengumpatiku” rengek Woojin pada Tuan Damanjaya.
__ADS_1
“Bocah!! ingat umur napa” balas Tuan Damanjaya membuat Haera tertawa.
Poor Woojin.
Setelah perdebatan pagi yang menyenangkan kini Haera sudah rapi dengan stelan kasualnya bersama Momo dengan wajah imutnya.
Dan yah sesuai dugaan Haera, Momo menggunakan jaket hari ini padahal cuaca sedang cerah.
Apa lagi tujuannya kalau bukan untuk menutupi memar di tangan nya!!
Yah sebenarnya Momo cukup pintar menggunakan jaket sebagai alibinya, karna jika dia memakai jam tangan di sebelah kiri maka Haera akan lebih curiga karna Momo sering menggunakan jam tangan di sebelah kanan.
Dan jika menggunakan aksesoris gelang atau yang lainnya maka Haera akan semakin curiga, karna Momonya bukan tipe yang seperti itu.
“Momo gak kegerahan apa pakai jaket?” tanya Haera saat sudah masuk kedalam mobil.
“Tidak, hari ini cuaca cukup panas, Momo tidak mau menjadi hitam seperti paman Woojin” jawab Momo agak kurang ajar.
“Huh … Hari ini Mommy masuknya agak siangan jadi Mommy bakalan nunggu Momo sampai keluar dari kelas” ujar Haera yang hanya di balas anggukan oleh Momo.
“Nanti Momo mau langsung ke Kantor paman Woojin atau ke Rumah paman yang lain saja, di sana ada paman Kembar loh” lanjut Haera membuat Momo sontak menoleh.
“Paman Ansel?”
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Haera untuk sampai di sekolah Momo, hanya membutuhkan waktu 15 menit jika di tempuh dari rumah Tuan Damanjaya, berbeda hal nya jika di tempuh dari Markas Haera maka akan membutuhkan waktu paling cepat 20 menit.
Kini Haera sedang duduk santai di atas kap mobil Jeep miliknya.
Hanya mobil Jeep, Haera tidak membawa mobil sport yang harganya bikin serangan jantung seperti biasanya.
Namun mobil ini bukan sesederhana kelihatannya, bahkan mobil ini lebih canggih dari mobil sport miliknya yang biasa di gunakan untuk balapan.
Tampangnya saja mobil Jeep namun semua bahan dan mesin yang di gunakan di dalamnya sudah di modifikasi sepenuhnya oleh Haera, mulai dari kaca, pintu dan seluruh bagian luarnya yang tahan peluru maupun ledakkan, dan lagi bagian ban nya sudah di lapisi beberapa pelindung yang benar benar tidak akan bocor jika hanya menginjak paku, batu lancip, atau bahkan di tembaki peluru.
Tidak berhenti di situ bagian dalam mobilnya sendiri tersimpan banyak senjata tersembunyi yang bahkan seorang Momo tidak akan menyadarinya, dan lagi mobil Jeep Haera meskipun sudah zaman lama mungkin sekitar 2018 lalu namun sistem kemudinya sudah memiliki sistem kemudi otomatis.
Pokoknya masih kalah jauh lah sama mobil terbaru tahun 2021 sampai beberapa tahun kemudian.
__ADS_1
Dan Haera yakin akan hal itu karna mobil rancangannya di buat sama persis dengan mobilnya di tahun 2050.
“Ha- Haera” panggil seseorang tiba tiba membuat Haera reflek melepas kaca mata hitam yang bertengger manis di hidungnya.
Sedikit kaget, karna orang yang memanggilnya termasuk mahasiswa pendiam yang tidak lain adalah Echan chairmate nya.
“Hmm?” tanya Haera tanpa ada keinginan untuk turun dari kap mobilnya.
Cuaca panas kali ini cukup dia nikmati dengan memarkirkan mobilnya sembarangan di bawah pohon rindang, apalagi di tambah dengan angin kecil yang akan menjadi sepoi sepoi jika tertabrak dedaunan pohon yang dia buat untuk berlindung dari sinar matahari, jadi semuanya sudah lebih dari cukup untuk menikmati tidur siang.
“K-ka-kamu ng- ngapain disini?” tanya Echan gugup dan yah masih setia menundukkan kepalanya.
“Nungguin anak gue di sekolah” jawab Haera santai namun reaksi Echan jauh dari kata santai.
Pria yang biasanya menunduk bahkan saat memanggil seseorang tiba tiba mendonggak dengan ekspresi sangat tidak bersahabat membuat Haera sedikit memincingkan alisnya.
Dan hal itu sukses membuat sistem mata kirinya mendeteksi sesuatu dari tatapan Echan di balik kaca matanya, yah itu hal wajar karna Haera tidak menggunakan eyepatch nya dan lebih memilih menggunakan lensa kontak agar tidak menakuti Momo.
Namun hal itu tidak berlangsung lama karna Echan yang langsung menunduk kembali.
‘Sistem gagal mendeteksi’
“Sial!!!” gumam Haera lalu segera turun dari kap mobilnya membuat Echan sedikit mundur.
Dan tiba tiba saja Haera menarik dagu Echan hingga membuat si empu mendonggak menatap betapa cantiknya Haera dari dekat.
Namun dengan cepat Echan menepis tangan Haera lalu berlari meninggalkan Haera yang kembali memaki dengan penuh tanda tanya besar di kepalanya.
‘Sistem gagal mendeteksi’
“Mata bocah itu bermasalah” gumam Haera pelan lalu kembali naik, kali ini bukan ke kap mobilnya melainkan ke atap mobilnya untuk tiduran.
“Jika sistem langsung mendeteksi ketidak stabilan dalam mata dan bukannya mengidentifikasi identitas, itu tandanya dia punya, mata minus, mata rabun, mata silinder, kelainan mata, atau penyakit dalam lainnya, tapi kalau itu hanya mata minus atau pun rabun dan penyakit mata lainnya kenapa sistem mendeteksi selama itu” gumam nya kembali membuat analisis sederhana tentang Echan.
“Apa mungkin penyakit dalam? haisshhh – terserah!! gue bahkan malu maluin diri sendiri buat narik dagunya Echan” lanjutnya sambil memukul atap mobilnya kesal.
“Tapi hal seperti apa yang membuat seorang Echan mengunjungi Sekolah Dasar?”
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1