
zulia juga menulis di buku hariannya.
**Antara hidup dan mati bagaimana bisa aku menyalahkan dan mengadili masa laluku dengan mu.
masa SMA adalah awal pertemuanku dengan laki laki yang berinisial A dia membuatku jatuh cinta berkali kali saat aku memandangnya, Namun takdir harus memisahkan kita , kamu dan aku hanya akan jadi kenangan di masa tua nanti.
orang yang selama ini Aku rindukan ternyata tidak tiada dia masih terbaring koma, Kesy teman Arzhal kamu juga pembohong Arzhal kamu tidak bilang akan pergi ke rumahku kalo tidak itu semua tidak akan terjadi . semua rencana kita dulu telah gagal total Arzhal.
Zulia menutup bukunya, dengan hatinya yang terluka akan perpisahan dengan sang kekasih tercinta.
......................
fina yang sedang berjalan menuju ruangan Arzhal tanpa sengaja ia terpeles anak tangga sehingga kakinya keseleo.
fina berjalan sangat lambat itu karena kakinya sakit.
kemarin tangan sekarang kaki, lagian kenapa ayah tidak memperkerjakan pembatu. masasih aku harus terua begini lelah. ucap fina dalam batin sambil berjalan menuju ruangan Arzhal.
...****************...
Sesampainya di ruangan Arzhal fina seperti biasa terduduk di dekat brankar Arzhal sambil mengelus ngelus rambut Arzhal.
**Rasa lelah ku akan menghilang
saat melihat mu, kamu bagaikan penyemangatku . rasa lelahku ini karena menjagamu siang dan malam.
__ADS_1
Aku berharap kamu sadar agar kamu bisa menjagaku juga seperti aku menjagamu**.
fina yang terus menerus mengelus ngelus Rambut Arzhal.
......................
ke esokan harinya pak jiril sudah berada di ruangan Arzhal, ia terus menatap wajah anak nya yang sudah lama terbaring belum sadarkan diri. melihat ke adaan Arzhal pak jiril semakin marah pada zulia hingga ia menegur zulia yang kedua kalinya.
" halo....... aku peringatin lagi kamu, jangan pernah dekati Arzhal lagi ini peringatan terakhir dariku " pak jiril yang penuh Amarah.
" baik paman " ujar zulia yang pasrah.
pak jiril memfoto ke adaan Arzhal yang belum sadar ia mengirim foto itu ke zulia sebagai tanda dari perbuatannya .
ke tiga
Aku tidak bisa melupakanmu kamu terlalu menyatu dalam hidupku, segala rasa buatmu tidak bisa berakhir aku benar benar mencintai mu, tapi aku harus melerakanmu karna kita tidak sebanding.
zulia menulis dengan penuh tetesan air matanya.
kata kata pak jiril membuat ia tersadar bahwa hidup itu harus berada untuk di pandang orang banyak.
kamu harus terus menerus berjuang sesulit apa pun itu kalo kamu terus berusaha sebisa mungkin kamu akan bisa menggapainya.
kamu harus menjadi wanita kesatria agar tidak terlalu mengandalkan laki laki dalam hidupmu, jika kamu terlalu mengandalkan laki laki itu akan membuat mereka membodohimu.
__ADS_1
...****************...
zulia terus menerus belajar ia akan masuk universitas kedokteran minggu ini, Elli sudah berangkat ke universitas swiss di antar oleh ulma. ulama juga mau masuk universitas kedokteran di singapura.
......................
pagi hari seperti biasa zulia bangun tidur mandi dulu setelah itu memasak bersama ibunya.
hari ini mereka memasak banyak karena tetangga mereka serta teman teman buk cila akan ke rumah untuk merayakan zulia yang lulus masuk universitas kedokteran.
mereka juga menyiapkan cemilan untuk anak anak keci.
tetangga dan teman teman buk cila sudah dateng mereka semua duduk di ruang tamu. buk cila menyajikan makanan untuk tamu sedangkan zulia menyapa di depan gerbang.
sesaat itu mobil hitam tetap di depan zulia, zulia hanya menyapa dengan sopan.
" silakan tuan dan nyonya " ujar zulia menyapa.
saat mobil hitam itu parkir . Orang di dalam membuka pintu mobil, keluarlah sosok laki laki dengan kaki yang panjang, mata kecoklatan, kulit yang hitam manis, rambut yang tebal.
zulia ternganga melihat laki laki tersebut, laki laki itu adalah teman masa kecil zulia, tidak berapa lama lian berjalan menuju zulia.
" hai zulia sudah lama ya hahaha...." ucap lian
" lian aku kira bukan kamu, kamu dari kecil sampai sekarang masih tampat justeru lebih tampan lagi " ujar zulia sambil melihat lian.
__ADS_1