
" Huhh... zulia menghela napasnya, menyandarkan tubuhnya di dinding, kepalanya mengarah ke atas. matanya sayu melihat ke arah langit langit. zulia melepas tugas di tangannya yang sudah selesai di kerjakan.
pikirannya menghilang terbawa dalam kehanpaan. zulia mendongak lalu menetestas air matanya. sebutir air mata mengalir membasahi kedua pipi dan bibir zulia. Serentak Erigo dan Jena yang sedang berebutan, pandang mereka pun mengarah ke zulia.
Jena melepas buku yang di rebutnya. Lia kamu kenapa ? " tanya jena melihat temannya tiba tiba menangis.
" hei cewek mungil " canda Erigo menghibur zulia.
Zulia hanya menoleh ke mereka. ia tidak mengatakan satu katapun, zulia kembali menekuk lututnya lalu memeluk kakinya, ia menundukkan kepalanya menutupi wajahnya.
" Lia kamu kenapa " tanya jena mendekati zulia dengan nada halus, ia pun mengelus ngelus zulia yang sedang menundukkan kepalanya.
Zulia masih terdiam tidak mengatakan sedikit kata apapun.
" Kalo ada apa apa ceritain saja, Biar perasaanmu merasa lega " tutur jena penuh perhatian.
Erigo menghampiri zulia. Hei bocah kamu kenapa " tanya Erigo kemudian.
Walaupun kedua sahabat barunya itu disana bersamanya, Namun zulia tidak merasakan kehadiran siapapun di hatinya sekarang. zulia sungguh tersiksa dalam kehanpaan masa lalunya.
Kerena Erigo orang yang tidak sabaran. itu membuatnya marah. zulia apakah kamu tidak menganggap keberadaan kita " teriak Erigo melempar buku paket itu mengarah ke zulia.
__ADS_1
sontak zulia terkaget, melihat Erigo tidak pernah marah. ia pun menarik napasnya dalam dalam lalu menghelanya." Huhh "
Zulia mulai curhat menceritakan kejadian masa lalunya dengan temannya, awal ia mencintai Arzhal.dan keluarga yang di rindunya.
......................
Erigo dan Jena pokus mendengarkan cerita zulia. zulia secara detail menceritakannya dengan air matanya yang terus mengalir. bibir zulia gemetar hingga suaranya menjadi ikut gemetar.
Jena yang melihat temannya ini. ia memeluk zulia menenangkannnya.
" Bagaimana dengan kekasihmu itu " tanya Erigo penasaran.
" Arzhal... dia dan aku tidak pernah bertemu lagi sejak saat itu. dia itu tuan muda kedua keluarga Al jiril yang selalu di rahasiakan. Dan sekarang Arzhal sudah tidak ada. " jawab zulia memalingkan wajahnya, ia menutup matanya lalu ia melihat ke atas berharap bisa dipertemukan kembali.
Zulia menganggukan kepalanya, Namun keduanya tidak mengerti maksud zulia tidak ada bukan mati tapi pergi.
...****************...
Di Amerika Arzhal sudah keluar dari ruang ICU. Ia sekarang berada di kamar pasien pribadi. Arzhal yang sedang duduk di brankar untuk kedua kalinya merasa kesal.
" Hahh. sial " Arzhal melempar bantalnya mengarah ke depan pintu.
__ADS_1
Fina yang berdiri disana hampir terkena oleh bantal itu. Zhal kamu tidak boleh begini, ini bisa membuat kepalamu terganggu " tutur fina, ia yang tengah berdiri di pintu membungkuk mengambil bantal itu.
" Kamu mau cari mati ya " Teriak Arzhal semakin kesal saat melihat fina.
fina tetawa miris. Ia pun berjalan ke arah Arzhal. Hei tuan muda kedua, kamu jangan banyak pikiran lagi itu bisa mempengaruhi kesehatan kepalamu. " ujar fina menyentuh pundak Arzhal. perlahan lahan fina mau mendekati Arzhal.
" Pergi " teriak Arzhal mendorong fina yang tidak suka di sentuh. Tanpa perasaan Arzhal mendorongnya kuat sekali, hingga Fina tergeletak jatuh di lantai.
" Sakit.. " fina menahan kepalanya menggunakan tangannya.
Jangan sampai kamu memikirkan zulia lagi , Aku akan memberitahu pak jiril untuk memisahkan kalian. batin fina kesal menahan sakit punggungnya yang di dorong Arzhal.
" Jahat. awas nanti kamu Arzhal " ujar fina melotot dengan geram.
Arzhal bangun. melangkahkan kakinya melewati fina di lantai. kamu akan kubunuh ! " tatapan Arzhal penuh kedinginan ingin membunuh. Arzhal berjalan ke arah jendela membuka tirai selebar lebarnya.
matahari pagi memasuki ruangan itu. Arzhal mulai merasakan kehangatan. perasaanya mulai lega saat Arzhal terkena cahaya matahari.
Fina perlahan lahan bangun, ia berbaring di sofa untuk meringankan sakit punggungnya.
Arzhal yang menoleh kebelakan melihat Fina masih di sana. sudah aku bilang, pergi " ujar Arzhal menunjuk ke arah pintu keluar.
__ADS_1
" Tidak mau " balas fina. menjulurkan lidahnya, lalu ia mentertawai Arzhal yang geram.