
Tappp
Tappp
Pak jiril terus berjalan di lorong rumah sakit, langkah kakinya yang panjang, memasukkan kedua tangannya di dalam saku celananya. pak jiril menggunakan setelan serba hitam menaruh jasnya di punggungnya serta pengawal sekaligus sekertaris terpercayanya. zei berjalan dengan tegak di belakang pak jiril.
Tidak lupa pak jiril juga membawa pengawal pengawal yang semuanya menggunakan pakai hitam berjalan tegak di belakang pak jiril.
Pak jiril dan semua pengawalnya berpencar mencari keberadaan Arzhal. Hingga membuat seisi rumah sakit menjadi ribut.
...***...
Sedangkan Arzhal yang tengah sarapan pagi bersama ilan di meja makan yang luas dan ada beberapa pelayang di sekeliling mereka.
Arzhal termenung sambil melahap makanannya.
" Ada apa ini, kenapa perasaanku tidak enak ya. mungkin aku harus pergi mencari zulia sekarang, Bagaimana pun caranya aku harus menemukannya meminta penjelasan atas surat yang di tulisnya.
Ilan yang melahap makanannya dengan tenang. Kamu kenapa " tanya ilan pada Arzhal, karena ia melihat cowok itu dari tadi termenung saja.
" Tidak ada kok " jawab Arzhal melepas sendok yang ada di tangannya.
" Kamu baik baik saja kan, lukamu sudah sembuh " kata ilan, perhatian pada cowok yang ada di depannya itu.
Arzhal menganggukkan kepalanya, lalu beranjak berdiri dari tempatnya duduk tadi.
" Mana kunci motor kesayanganku " kata Arzhal pada cowok yang masih duduk melahap makananya dengan tenang.
" emangnya kamu mau kemana " kata Ilan.
" Aku mau pergi, cepetan mana !!!" kata Arzhal sedikit menaikkan alisnya.
" Di laci kamarku " jawab ilan bangun dari duduknya.
......................
Arzhal menaiki tangga dengan cepat. dan mengarah ke kamar ilan.
Brak
ia pun masuk ke kamar ilan dan mengambil kunci motornya di laci yang berwarna putih.
Tanpa lama lama Arzhal pun mengarah ke garasi mengambil motornya.
BRUMM...
BRUMMM.....
Arzhal melajukan motor itu di atas jalan raya.
Sudah lama tidak menaiki motor rasanya berbeda banget.
Arzhal dengan bahagia, Akan bertemu dengan kekasih tercintanya zulia.
Arzhal terus melajukan mobil hingga menuju rumah zulia. cowok itu pun memberhentikan mobil di depan gerbang Rumah zulia.
TING..
TING...
Arzhal terus memencet bel pintu, berharap zulia membukakanya.
Namun orang yang keluar merupakan ibu zulia yaitu buk cila.
" Ada apa ya " kata buk cila kepada cowok yang menggunakan jaket hitam itu.
__ADS_1
" Anu_ Apa zulianya ada buk " kata Arzhal.
" kamu pacarnya zulia ya, yang katanya mati itu " kata buk cila.
" Ya buk, tapi jangan beritahu siapapun ya " dengan ragu ragu Arzhal menjawab buk cila.
" Baik. Tapi masuk dulu ada yang ingin aku bicarakan denganmu " ucap buk cila mengajak Arzhal masuk.
Arzhal lalu masuk ia duduk di seberang buk cila.
" Ada apa buk " tanya Arzhal.
" Kamu sedang mencari zulia. tapi apakah kamu tahu zulia sudah pergi " kata buk cila menyajikan makanan untuk cowok yang merupakan lawan bicaranya.
" Tidak!!! " kata Arzhal
" Dan tahukah kamu, dia sudah tersakiti atas perbuatanmu " kata buk cila lagi.
Bukk
Arzhal memukul meja yang ada di depanya dengan keras hingga menyebabkan minumannya tumpah bersama makanan tersebut.
" Jangan pengaruhi aku dengan perkataan mu " kata Arzhal masih menahan sopan santunnya.
" Hmm_ kalau kamu mau mencarinya dia sudah tidak ada di sini " kata buk cila tegas.
Arzhal mengabaikan perkataan buk cila dan beranjak pergi mencari zulia lagi.
BRUM..
Arzhal dengan ngebutnya mencari namun tidak di temukan. hingga Arzhal menelpon kesy.
Truutt...
" kesy aku tanyakan satu hal padamu. Aku suruh kamu mengetahui tentang zulia dan sekarang aku mencarinya. di mana tempatnya. !!! " kata Arzhal.
Arzhal langsung menatikan ponselnya lalu memutar gas motornya dengan ngebut menuju taman kota D.
jarak dari taman internasional kota D lumayan jauh dari tempatnya itu membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima jam.
......................
Tidak beberapa lama Arzhal sudah sampai di taman itu, Namun ini bukan hari libur. Taman itu menjadi sepi sekali.
Arzhal memandanginya dengan tatapan kosong, karena tidak menemukan siapapun di sana.
ARRGHHH..
Arzhal sangat kesal membanting kursi taman itu. karena sudah jauh jauh kesini.
Brakk..
dengan perasaan tercampur aduk Arzhal pun terduduk di kursi taman itu. berharap zulia kemari.
Truuttt.
ponsel Arzhal bergetar. Arzhal mrngangkat telepon dari Riven.
" Ada apa lo_ !!" teriak Arzhal.
" Gawat zhal. orang orang di Rumah sakit tempat mu tiba tiba menjadi ribut " kata Riven.
" Awasi saja " jawab Arzhal dingin.
Riven pun mematikan teleponnya. sedangkan Arzhal tetap duduk di kursi taman membatu.
__ADS_1
......................
Tidak berselang lama Ada cowok yang bernama Erigo duduk di dekat Arzhal.
Arzhal hanya menoleh ke Erigo lalu berkata. Hei kamu siapa " kata Arzhal dingin.
" Halo kak aku Erigo " jawab Erigo sopan.
" Kamu ngapain di tempat dudukku " kata Arzhal sedikit menaikkan alisnya.
" Maaf kak, tapi aku sedang menunggu temanku, mohon izinya " kata Erigo sopan walaupun kesal.
" oky " Kata Arzhal dingin.
Arzhal pokus memainkan ponselnya walaupun perasaannya tercampur aduk.
" Udah lama nunggu " kata teman Erigo.
Arzhal yang mendengar itu pun merasa berdebar debar.
suaranya tidak Asing, seperti aku pernah mendengarnya dan kenapa jantungku berdebar debar.
Arzhal pun menoleh ke asal suara tersebut. Dan nampak lah zulia dan jena bersama cowok yang bernama yuhi atau di panggil yu.
Arzhal tercengang melihat sosok yang sudah lama ia nanti nanti.
" Zulia " kata Arzhal langsung bangun dari duduknya. ia memeluk tubuh mungil zulia. Aku sudah lama menunggumu " kata Arzhal.
Sedangkan zulia hanya terdiam berada di pelukan Arzhal.
" Zulia, kamu membuatku sangat merindukan sosok dirimu dan sangat ingin menemuimu " Kata Arzhal masih memeluk tubuh Arzhal.
Mendengar itu membuat hati zulia terasa terbakar, jantungnya sudah berdetak tidak karuan. Arzhal " merendahkan nada bicaranya.
Jena dan yang lainnya hanya tebengong melihat Arzhal yang tiba tiba memeluk Zulia.
" Dia siapa " bisik jena pada yu dan Erigo.
" gak tau, mungkin aja keluarganya " kata yu.
Arzhal terus memeluk tubuh zulia, tanpa sadar baju Arzhal basah oleh lelehan air mata zulia.
" Zhal maafkan aku " suara zulia serak. Dan temannya hanya menyaksikan mereka.
" Yhaaa_ zulia kamu masih mungil aja. sudah beberapa lama terakhir aku memelukku " kata Arzhal.
Zulia mendorong tubuh besar Arzhal. Maaf " kata zulia tidak karuan.
" Kamu kenapa, aku sungguh merindukanmu " kata Arzhal.
zulia memalingkan wajahnya. Aku juga tapi_ " suara zulia terputus karena jena bertanya.
" Zulia dia siapa " tanya jena.
" Arzhal " jawab zulia.
sontak jena menjadi terdiam mendengar zulia berkata Arzhal.
Zulia terduduk di kursi taman sedangkan Arzhal berdiri di depan zulia. lia aku ingin bersamamu selamanya " kata Arzhal.
" Di dunia ini tidak ada yang selamanya semua hanya bersifat sementara yang baik pasti akan menghilang " jawab zulia meneteskan air matanya.
" Apa maksudmu!!! teriak Arzhal.
" setelah lama aku pergi, kenapa sifatmu menjadi berubah drastis" kata Arzhal.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah melupakan ku!!! teriak Arzhal memarahi zulia.
BERSAMBUNG