Zulia Love Story

Zulia Love Story
BAB 17


__ADS_3

mobil itu melaju di jalan raya, beberapa lama kemudian. mereka sudah sampai di universitas. Erigo memutar mobilnya memasuki ke arah gerbang lalu ia memarkirkan mobilnya.


" sudah sampai " ujar Erigo melepas sabuk pengamannya.


" Terimakasih " ucap zulia melepas sabuk pengamanya, tapi zulia tidak bisa melepasnya. Sehingga Erigo mendekat tepat ke arah zulia. ia mendekatkan tangannya menyentuh sabuk pengaman, lalu ia melepaskan sabuk pengaman zulia.


" Ayo turun " ujar Erigo membantu zulia membawa tasnya.


Zulia kesulitan melangkahkan kakinya turun dari mobil, sehingga Erigo memapah zulia berjalan.


" Terimakasih kamu sudah membantuku " ucap zulia dengan nada halus. ia duduk di kursi taman mengistirahatkan kaki dan tangannya.


" Tidak apa apa. kamu jurusan apa biar ku antar " ucap Erigo duduk di sebelah zulia


" Aku jurusan kedokteran, kalo kamu jurusan apa ? " ucap zulia mengambil tasnya dari Erigo.


" Kalo Aku sih perawisata " jawab Erigo bangun dari duduknya lalu ia mengulur tanganya menuju zulia. zulia menarik tangan Erigo.


Erigo membantu zulia berjalan menuju kampusnya, saat mereka sampai di depan kampus kedokteran ada teman zulia yang bernama jena berlari menghampiri zulia.


" Kamu kenapa " ujar jena dengan nafas yang terengah engah saat berlari.

__ADS_1


" Aku kecelakaan tadi pagi " jawab zulia.


" Sini biar ku bantu " ujar jena memegang pundak zulia.


Jena kemudian menggantikan Erigo yang membantu zulia berjalan, Erigo berhenti dan ia memberikan tas zulia pada jena teman baru zulia.


"nanti tunggu aku di parkiran. sampai jumpa " ujar Erigo melambaikan tangannya lalu ia membalikkan badannya pergi.


zulia menganggukkan kepalanya. Lalu zulia dan jena pergi berjalan menuju kelas mereka.


saat mereka berjalan di lorong tempat penyimpanan tas yaitu loker. Para murid murid lain melihat ke Arah Zulia dan jena. Sentak semua pandangan tertuju pada mereka berdua.


" Mungkin karena aku " Balik zulia membisikkan jena. Mereka mengunci loker lalu berjalan menuju kelas.


Di kelas Jena menghampiri bangku zulia. ia bertanya tanya siapa yang bersamanya pagi ini. ia sangat penasaran dengan laki laki berbadan tinggi itu.


" Dia hanya membantuku tadi di jalan " jawab zulia duduk di bangkunya. mengeluarkan buku buku yang akan di pelajari.


Beberapa menit kemudian Dosen mereka membuka pintu kelas, lalu ia berjalan menuju kursinya, serentak para murid itu bangun dari duduknya saat dosen mereka datang.


......................

__ADS_1


Pembelajaran di kelas sudah mulai. zulia sangat pokus memperhatikan apa yang di jelaskan dosennya. tapi ia tiba tiba terpingsan, serentak para murid murid di kelas itu keget saat zulia jatuh dari bangkunya karena pingsan.


kelas itu menjadi ribut. dosen itu melangkah menghampiri Zulia yang pingsan, lalu ia menyuruh dua orang membawa zulia ke ruang UKS.


mereka mengangkat zulia, lalu mereka bergegas membawa zulia keruang UKS. zulia pingsan karena kelelahan dan kekurangan banyak darah.


sesampainya di ruang UKS. Perawat di sana memeriksa zulia. mengetahui zulia kekurangan darah lalu perawat itu mentranfusi golongan darah O untuk zulia. Sebelum mentranfusi darah perawat itu mengambil selang infus, lalu ia pelahan lahan menusuk tangan zulia. dan ia memperban tangan serta kaki zulia yang terluka.


Tidak beberapa lama Jena datang ke ruang UKS yang di suruh oleh dosenya untuk menjaga zulia.


Jena duduk di sebelah Zulia. Ia menatap wajah serta tangan zulia yang di infus darah. Jena memegang tangan zulia sambil menangis. " Kenapa kamu bisa begini " gumam jena.


......................


Tidak beberapa lama kemudian.


zulia terbangun ia melihat jena duduk di sebelahnya sambil memegang tanganya yang sudah di perban.


" Jena " ujar zulia mengangkat tanganya menyentuh wajah jena.


" Kamu sudah sadar Zulia " ucap jena melepas tangan zulia.

__ADS_1


__ADS_2