
...****************...
Hari mulai gelap, fina masih melaju di jalan raya tanpa tujuan. beberapa lama mobil itu melaju fina memberhentikannya di tepi trotoar.
Aku sudah lelah terus terusan begini, cinta dalam diam itu menyakitkan. Tapi aku harus bagaimana lagi. Cintaku padanya semakin menjadi jadi saat aku memandangnya. batin fina, melihat keluar dari dalam mobil sambil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.
......................
Di rumah sakit, Arzhal sendirian. Ia berdiri di jendela melihat ke arah hujan yang berjatuhan dari langit. perasaan sendiri dengan iringan suara hujan sungguh menenangkan. tapi di balik hujan ada seorang yang sedang merindukan kekasih yang sudah lama tidak dilihat.
Zulia, aku sangat merindukanmu. dengan iringan rintik hujan ini membuatku mengerti, bahwa. hidup tanpa seseorang di sisiku sungguh sunyi dan hampa. ya, cinta itu memang penting. tapi kita harus menjaga batas juga untuk bisa di hargai. batin Arzhal. perlahan lahan keluar dari ruangan sambil mendorong infusnya.
...****************...
__ADS_1
Malam mulai larut, fina mengarahkan mobilnya menuju apertement. mobil itu melaju dengan ngebut. beberapa lama kemudian. fina memarkirkan mobilnya lalu pergi ke ruangannya. ia melangkah keluar dari lift, dengan hati yang begitu hancur mengetahui Arzhal sudah mempunyai pacar. langkah demi langkah, Fina berjalan menuju kamarnya.
hujan dengan kehampaan ini memang tidak berarti. tapi hujan kali ini terukir sebuah cinta sepihak, dalam heningan malam. fina duduk di pojokan penuh dengan tangisan. matanya berlinang air mata, kepalanya menunduk, tangannya menutupi wajah.
......................
pagi hari fina membuka mata, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. fina bangun dari tempat tidurnya, lalu ia pergi mandi. hari ini fina tidak berolahraga karena ia kesiangan dan kelelahan.
sesampainya di rumah sakit. fina menaiki lift, langkah demi langkah fina menuju ruangan Arzhal, ia menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya untuk menenangkan hatinya. fina berjalan memasuki ruangan Arzhal.
" Arzhal bangun " fina berjalan menghampiri Arzhal yang masih tidur.
fina menaruh sarapan itu ke arah sofa yang ada di ruangan Arzhal, fina sama seperti biasa duduk di sebelah brankar Arzhal sambil menatap langsung ke wajah Arzhal. tanpa pikir panjang, fina mencium Arzhal. Bangun sarapan " dengan nada lembut.
__ADS_1
Arzhal terbangun, ia kaget yang tiba tiba dicium oleh fina. fina membantu Arzhal bangkit dari tidurnya dan beralih duduk ke sofa yang ada di sana.
gila sudah, dia kenapa menciumku. apa dia seperti ini saat aku tidak sadar. batin Arzhal, ia mulai curiga dengan sifat fina.
" Ayo makan " fina yang menyajikan makanan untuk Arzhal. mereka sarapan bersama hari ini.
Tidak beberapa lama datang seoarang perawat menghampiri Arzhal.
" Infusnya sudah mau dilepas " perawat tersebut melangkah menuju brankar Arzhal sambari menyuruh Arzhal ke brankar untuk memudahkannya melepas infus.
Fina membantu Arzhal bangun. tapi Arzhal menepis tangan fina yang memegang bahunya. Aku bisa ! " teriak Arzhal tidak mau di sentuh oleh fina. Arzhal berjalan menghampiri perawat itu. ia duduk di brankar dan mendekatkan tangannya ke arah perawat. perawat itu memegang tangan Arzhal, lalu ia perlahan lahan mencabut infus Arzhal dan mengganti perban otak Arzhal.
" Sudah selesai, Tapi kamu masih membutuhkan waktu beberapa hari di sini untuk kembali pulih seperti biasa." perawat tersebut dalam bahasa inggris. perawat itu perlahan lahan pergi keluar sambil mendorong Grobak medis.
__ADS_1