
" Kamu bisa aja " ujar lian dengan tersenyum.
" memang benar, Ayo masuk " ucap zulia mengajak lian masuk ke acara.
Lian mengikuti zulia berjalan dari belakang sambil memegang tangan zulia, lian terus menatap zulia dari belakang.
mereka sampai di tempat acara di laksanakan, Lian terduduk di dekat zulia yang menyapa tamu di dalam. zulia yang sedang menyapa teman teman buk cila dengan sopan santun membuat teman teman buk cila kagum dengan rasa sopan santun Zulia kepada yang lebih tua.
" anak nya cila,udah cantik , lolos masuk universitas kedokteran lagi, aku bangga punya anak kaya gini " ujar teman buk cila sambil memberitahu tamu tamu yang lain.
Lian yang melamun menatap zulia yang sedang melayani para tamu yang di undang di acara.
kenapa aku baru sadar zulia cantik, walaupun ia pendek tetapi mungil dan imut. batin lian
lian terus menerus menatap zulia tanpa ia sadar bahwa dia sudah di panggil beberapa kali oleh zulia.
" Lian kamu kenapa, di panggil tidak dengar " ujar zulia kesal. zulia pun terduduk di samping lian.
" maaf, aku lagi memikirkan Tugas di rumah yang di suruh dosenku " ucap Lian berbohong.
" memang kamu masuk universitas mana ?"
__ADS_1
" aku masuk di universitas singapura , jurusan bisnis "
" aku bangga jadi kamu, bisa masuk universitas luar negeri sedang aku kuliah di sini sini saja " zulia yang iri dengan teman temannya bisa masuk universitas luar negeri sedangkan ia tidak.
......................
Acara itu berlangsung dengan lancar, para tamu sudah pergi tapi Lian masih di sana membantu zulia membereskan bekas acara, buk cila yang melihat Lian yang membantu zulia tersenyum. sahabat masa kecil kini mereka sudah besar.
saat buk cila berjalan mendekati lian, ia melihat keduanya tertawa bahagia. buk cila senang melihat keduanya bersama dari kecil sampai besar.
" Lian kesini sebentar " ujar buk cila
" Ya bibi ada apa ? " ujar lian sambil berjalan mendekat
" ibu masih sehat sehat, ia selalu olah raga pagi untuk menjaga kesehatannya "
" Aku tidak pernah menengoknya, nanti kapan kapan bibi kesana bersama zulia "
sesudah mereka mengobrol cukup lama. Lian akan pulang ia pamitan dulu sama buk cila dan zulia.
saat lian masuk ke mobilnya ia memberikan zulia sebuah kotak yang berwarna hitam dan ada setangkai mawar di atas kotak itu.
__ADS_1
" lian, kenapa kamu kasih aku, tapi ini apa " ujar zulia sambil melihat ke arah kotak tersebut.
" nanti kamu tahu sendiri, tapi jangan di buka sekarang " ucap lian
" ya, ngomong ngomong aku tidak punya nomer ponselmu lian " ujar zulia meminta nomer lian.
lian memberikan nomernya pada zulia, ia pun masuk ke mobilnya.
" Aku pergi dulu, jangan lupa selalu bahagia " ujar lian sambil tersenyum dan melajukan mobilnya pergi.
...****************...
malam harinya zulia terbaring di tempat tidurnya sambil memeluk foto Arzhal.
" Arzhal apakah kamu sudah sadar, aku rindu ingin melihat wajah senyummu berkata cantikku pada ku. memang kita tidak bisa bersama namun hatiku masih mencintaimu." ujar zulia meneteskan air matanya sambil mengelus ngelus foto Arzhal.
saat zulia menangis ia teringat kata kata lian jangan lupa selalu bahagia. zulia bangun dari tempat tidurnya, ia mengambil kotak yang di kasih lian. zulia membuka kotak itu ia tersedih saat melihat isi kotak tersebut.
isi kotak tersebut berupa foto foto mereka berdua dari masa kemasa dan kalung yang mereka beli saat SMP yang masih di simpan utuh oleh lian.
" Lian ternyata ini alasanmu selalu menyuruhku berfoto denganmu.
__ADS_1
zulia membuka laci nya ia menaruh kalung tersebut bersama dengan cincin yang di berikan oleh Arzhal.
malam ini zulia tidur lebih awal karna dia akan berangkat ke universitas besok