Zulia Love Story

Zulia Love Story
BAB 21


__ADS_3

......................


Arzhal di larikan ke rumah sakit. Para perawat panik mendorong brankar Arzhal menuju ruang ICU.


Arzhal di pasangkan oksigen di hidungnya, tangan nya di pasangkan selang infus. perawat dan dokter terus menerus memeriksa keadaan Arzhal tiap detiknya.


Fina sangat panik, melihat Arzhal keadaan Arzhal. Fina menunggu di depan pintu ICU dengan perasaan yang tidak karuan.


pandangan fina terus menerus melihat ke arah lorong rumah sakit, menunggu pak jiril , berharap pak jiril cepet dateng menghampiri mereka.


......................


Pesawat pribadi pak jiril sudah mendarat dalam waktu kurang lebih tiga jam. pak jiril langsung memberitahu fina.


" tttt.. fina paman sudah sampai. paman akan segera kesana.


"cepetan paman, aku sangat panik.


pak jiril langsung menyuruh sekertarisnya zei mengendarai mobil menuju Rumah sakit.


Di jalan sekertaris zei menyetir dengan ngebut.


sesampainya di rumah sakit, sekertaris zei memarkirkan mobil dan turun, berjalan mengikuti pak jiril dari belakang. dengan sangat cemas pak jiril melihat fina duduk di ruang tunggu sendiri dengan wajah pucat karena panik dari kejauhan.


Pak jiril melangkah menghampiri fina. Fina " ujar pak jiril duduk di sebelah fina.


" Huhh " fina menghela nafasnya. perasaan fina mulai merasa lega, saat pak jiril sudah bersamanya.


sementara itu, sekertaris zei pergi menemui dapartement kesehatan atas kelalaian dalam menangani pasien atas Nama Arzhal al jiril.

__ADS_1


...****************...


sekertaris zei sudah kembali. mereka tidak akan melakukan kesalahan lagi " beritahu zei pada pak jiril.


mendengar apa yang di katakan zei. pak jiril langsung memarahi dokter karena tidak baik dalam menangani Arzhal. Jangan sampai dia kenapa kenapa, kalo tidak seisi rumah sakit ini akan musnah. " Teriak pak jiril menendang pintu ICU. sontak semua seisi rumah sakit pada terdiam, melihat pak jiril dengan ganasnya marah.


Begitulah Mafia berkuasa di dunia, mereka tidak kenal yang namanya ketakutan. siapapun yang membuat mereka marah, ia tidak akan segan segan membunuh.!!


...----------------...


Pak jiril melihat Arzhal terbaring di brankar tidak sadarkan diri untuk kedua kalinya. Bagaimana keadaanya " tanya pak jiril dalam bahasa inggris pada perawat.


" Keadaannya sedikit membaik, namun dia tidak boleh memikirkan apapun yang membuat kepalanya terganggu " jawab perawat itu gerogi.


setelah itu perawat tersebut keluar. kini mereka tinggal berempat ( Arzhal, pak jiril, fina, zei ).


pak jiril duduk di sebelah Arzhal yang tidak sadar. fina kesini " ujar pak jiril mengulur tangannya.


" Ada apa paman " ucap fina


" paman akan menetap disini selama beberapa hari, kamu harus memberitahu paman apa yang sering dilakukan Arzhal. tapi jangan sampai Arzhal tau kalo paman berada di sini. " ucap pak jiril.


" siap paman " jawab fina.


pak jiril menatap fina tanpa henti " Apakah kamu ada rasa suka terhadap Arzhal ." tanya pak jiril


fina kaget. iy...aa paman " jawab fina seorang wanita yang tidak pernah gugup sama sekali. kini gugup saat di tanyakan.


pak jiril tertawa miris melihat fina. Baiklah " ujar pak jiril.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu kaki zulia sudah membaik, walaupun zulia sering menyusahkan kedua teman barunya.


zulia dan jena yang sedang mengerjakan tugas dari kampus di kosan zulia. Hanya saja zulia tidak pokus, karena ia tiba tiba merinduka teman terbaiknya Elli dan Ulma.


Bagaimanayah kehidupan mereka sekarang. Apakah mereka bahagia di sana. Aku ingin sekali melihat kalian berdua, Andai saja kita bisa berkumpul lagi. batin zulia menyandarkan tubuhnya di dinding.


Jena yang sedang mengerjakan tugas, melihat zulia terdiam menyandarkan tubuhnya di dinding. Kamu kenapa lia? " tanya Jena, Terheran dengan sikap temannya yang satu ini sering berubah rubah.


" Tidak ada " jawab zulia dengan wajah murungnya.


sesaat mereka sedang mengerjakan tugus. Ada seseorang yang memencet bell pintu kosan zulia.


Kerena zulia sedang tidak MOOD. Jena yang membuka pintu dan nampaklah Erigo tersenyum melambaikan tangannya.


' Nih cowok ganteng banget ' batin Jena seketika hatinya berdebar debar. Jena yang tercenang menatap Erigo tanpa henti.


" Hello " Erigo melambaikan tangannya di depan wajah Jena.


" ohh.. Ayo masuk " Ajak Jena membuka pintu lebar lebar.


Erigo melangkah melewati Jena, memasuki tempat tinggal zulia. Hei apa kabar " ujar Erigo menatap langsung ke arah zulia yang sedang murung.


" sehat, tumben kamu kesini Erigo " ucap Zulia tersenyum menatap Erigo .


Erigo duduk di sebelah zulia dan jena yang sedang mengerjakan tugas. Aku mau lihat " ujar Erigo merebut buku paket yang jena dan zulia kerjakan.


" Erigo " Teriak jena . karena, mereka rebut buku paket itu menjadi sobek.

__ADS_1


" Huhh ... " zulia menghela nafasnya.


Perasaannya tercampur aduk, ia sungguh merindukan kenangan kenangan yang dulu membuatnya bahagia.


__ADS_2