Zulia Love Story

Zulia Love Story
BAB 14


__ADS_3

................


waktu sudah berlalu namun Arzhal tidak kunjung kunjung keluar, fina yang sudah lama menunggu pun merasa panik.


Kenapa Arzhal tidak keluar keluar ini sudah lama . batin fina merasa khawatir .


ia mendorong pintu kamar mandi tersebut dengan sekuat tenaga, hanya saja tenaganya tidak kuat jadi ia hanya memanggil Arzhal.


" zhal Arzhal kamu gak apa apa kan " ujar fina sambil mendorong pintu kamar mandi itu.


Fina yang sudah lama mendorong dorong pintu kamar mandi tersebut, pintu itu pun terbuka.


Brakk....... suara pintu tersebut.


setelah pintu itu terbuka, fina melangkah memasuki kamar mandi, ia melihat Arzhal tergeletak jatuh dan basah kuyup. fina pun membantu Arzhal berdiri ia memapahnya berjalan keluar dari kamar mandi.


Arzhal duduk di sofa dengan baju yang basah kuyup, hanya saja ia tidak mau di bantu oleh fina karena merasa risih dan tidak mau.


Tapi tubuhnya menggigil kedinginan, suara nya mulai serak, fina yang melihat Arzhal kedinginan merasa khawatir jadi dia langsung mengambilkan baju Arzhal di koper yang sudah lama di siapkan oleh Arzhal sebelum kecelakaan.


Fina berlari dengan panik saat melihat Arzhal kedinginan, ia mengacak ngacak koper Arzhal untuk mencari baju yang hangat.


mana ini switernya , aku harus cepat Arzhal sudah kedinginan sekali .batin fina sambil mengacak ngacak koper tersebut .

__ADS_1


setelah lama mencari Fina menemukan switer Arzhal, saat ia mau mengambil switer itu. tanpa sengaja fina melihat sebuah Album foto sepasang kekasih yang wajah nya tidak terlihat, mereka sedang bergandengan tangan dari belakang di tepi pantai.


seketika hati fina merasa tergores, ia langsung mengambil switer itu, fina tidak lupa juga mengambil Album foto itu lalu menyembunyikannya di saku celananya.


fina berjalan mendekati Arzhal lalu ia memberikan switer itu.


" Terimakasih " ujar Arzhal.


" tidak apa apa " ucap fina yang masih memikirkan foto tersebut.


setelah fina mengasih Arzhal switer. fina langsung membalikkan badanya membelakangi Arzhal karena Arzhal mau ganti baju. ia menutup kedua matanya menggunakan tangannya dengan hati yang berdebar debar.


sudahlah aku tidak tahan lagi begini terus hubungan tanpa setatus ini sungguh menyulitkan , sebisa mungkin dia harus menjadi milikku satu satunya . batin fina


" hei fina bantu aku keringkan rambutku " ujar Arzhal


fina langsung membalikkan badanya lagi tepat mengarah langsung di depan Arzhal, seketika fina merasa terpesona dengan Arzhal yang memakai switer hitam dengan rambutnya yang masih basah.


Arzhal merasa aneh dengan sikap fina jadi ia mengeringkan rambutnya sendiri, namun ia kesusahan dengan tangan yang masih di infus.


susah sekali sakit begini , ngomong ngomong kalo ada zulia di sini aku akan bersama dengannya setiap hari , tapi sekarang aku tidak mengetahui keadaanya . batin Arzhal .


Azhal yang melamun sambil memikirkan zulia hingga ia tidak mendengar fina yang sudah lama memanggilnya.

__ADS_1


" kamu kenapa tidak dengar dengar aku memanggilmu " ujar fina kesal sambil mengambil handuk mau membantu Arzhal keringkan rambut.


" Tidak ada " ucap Arzhal yang sedang mengeringkan rambutnya.


" sini ku bantu " fina yang mau mambantu Arzhal mengeringkan rambutnya.


Arzhal menyetujuinya karena tangannya sudah merasa sangat lelah dengan tangan yang masih di infus.


" oh ya Arzhal, apakah kamu tahu ini siapa " ujar fina mengeluarkan album foto dari sakunya yang di ambil dari koper Arzhal.


" Dia pacarku bersama aku, kenapa emangnya kamu mengambil foto itu !" Arzhal marah dengan fina yang mengambil foto orang tanpa persetujuan.


" Begitu rupanya "


selangkan demi langkah fina mundur pelan pelan ia mengangkat tanganya dari kepala Arzhal lalu membalikkan badanya pergikeluar dari ruangan tersebut.


Heh ini cewek kenapa aneh banget, terserah dia mau ngapai dia tidak peting di hidupku. batin Arzhal sambil menatap fina keluar.


Fina mengarah ke parkiran ia mengambil mobilnya lalu menginjak pedal gas, mobil itu pun melaju keluar ke jalan raya.


di mobil fina tidak pokus menyetir, ia sungguh tidak petnah merasakan sakit hati seperti ini, fina meneteskan Air matanya.


Aku tidak tahu kalo hubungan ini sungguh menyakitkan tapi aku harus bagaimana lagi cintaku padamu sudah membesar, Berjuanglah sesulit apapun kalo kamu benar benar menginginkannya walaupun perjuanganmu menyakitkan tapi ingatlah hal yang paling membahagiakan adalah bisa menggapainya. sambil meneteskan air matanya,

__ADS_1


__ADS_2