Zulia Love Story

Zulia Love Story
BAB 24


__ADS_3

Arzhal terus berjalan menuju ke sebuah Restorant di seberang toko baju. Para pelayan Restorant menundukkan tubuh mereka bersamaan.


Selamat dateng" Kata mereka sopan .


saat Arzhal menginjakkan kakinya masuk ke dalam. langkah kaki serta cara berpakaian membuat seisi Restorant melirik ke arah Arzhal.


omggg !!!!


tampan sekali !!


Apakah dia seorang yang berpengaruh !!!


Aku ingin di sampingnya !!


Para pelanggan tertuju ke arah Arzhal. seketika mereka semua terpesona, Lirikan mata semua orang terus tertuju pada Arzhal.


Arzhal terus berjalan, langkah kakinya lebar tubuhnya tegak saat berjalan dengan wajah datar dan dingin. langkah terakhir tertuju pada meja dekat jendela yang di mana duduk seorang pemuda sendiri memakai hodie hitam dan celana panjang hitam sedang memainkan ponselnya.


Arzhal berdiri di depan pemuda tersebut, pemuda itu mangangkat kepalanya melihat ke arah Arzhal.


Arzhal mengambil kursi lalu duduk di sebelahnya menyilang kakinya, tubuhnya tegak dengan wajah dingin.


" Udah lama " kata Arzhal memulai percakepan.


" Aku menunggu sangat lama " jawab pemuda itu.


" baiklah Riven apa sudah selesai " Tanya Arzhal.


" Ya sudah. dan ini barang yang kamu minta serta tiket ke indonesia. " Pemuda yang bernama Riven mengasih Arzhal ponsel baru serta tiket.


" Baiklah. Tapi aku harus cepat kembali ke sini setelah ke indonesia supaya tidak ketahuan papa " kata Arzhal.

__ADS_1


" Tapi zhal bagaimana dengan study mu " tanya Riven.


" Tidak masalah, aku akan izin satu minggu atau empat hari " jawab Arzhal.


****************


Di sisi lain zulia yang tengah mengendarai motornya di jalan tol menuju sebuah taman yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Zulia terus pokus berkendara tanpa ada beban di pikirannya. Suasana hati zulia sedang baik baik saja.


sesampainya di taman, Zulia memarkirkan motornya lalu zulia berjalan membawa sebuah Ransel yang lumayan berat. Zulia duduk di kursi taman sambil mengeluarkan buku serta snacknya dari dalam Ransel. Zulia termengung yand sedang mengejarkan tugas sambil menikmati udara segarnya perpohonan taman membuat suasana taman terasa tenang dengan Angin sepoi - sepoi mengibas Rambut zulia.


Tidak beberapa lama Zulia duduk di kursi taman yang sedang mengerjakan tugas study nya. kebetulan juga Erigo ada di sana. Erigo yang mau pulang melihat zulia tanpa pikir lagi Erigo berjalan mendekat.


" Hei sendiri aja " kata Erigo berdiri di depan zulia dengan membungkuk mendekatkan wajahnya di depan zulia sambil tersenyum.


" Hei jauh jauh " kata Zulia, tatapan dengan serius mengejarkan tugas.


" Duduk aja " kata Erigo duduk di samping zulia sambil menatap tugas zulia.


Erigo terus bercanda ia mengganggu zulia tengah pokus mengejarkan tugasnya. hingga zulia risih dan marah.


" Berhenti tidak " Teriak zulia yang sangat kesal, suasana hatinya yang tenang menjadi buruk.


Erigo yang melihat zulia dengan Raut wajah kesal. Erigo tidak bisa menahan tawanya. Yhaaa, lucu sekali " kata Erigo menunjuk zulia.


Tidak berselang lama Kesy yang kebetulan di sana sedang membeli makanan, ia menoleh ke belakang sontak Kesy tercengan melihat zulia bersama laki laki lain. Tanpa aba aba kesy pun berjalan mendekat. kesy berdiri tegak di depan mereka. dengan tubuh yang tinggi 176 cm.


Zulia dan Erigo yang tengah tertawa melihat ke arah kes di depannya, Namun zulia tidak mengenalinya karena kesy memakai topi dan hodie hingga zulia tidak melihat jelas wajah kesy karena tertutup oleh masker dan topi.


Apa perlu bantuan " tanya zulia.


Kesy terdiam berdiri tetap di depan mereka.

__ADS_1


Hei kamu ngapain !! Teriak Erigo hendak mendorong kesy yang tinggi mereka setara. Namun di hentika oleh zulia.


Kesy dengan wajah datar membuka topi dan maskernya. Hehhh " kata kesy.


zulia terkejut melihat kesy yang belum pernah di temui selama ini.


" Parah kamu zulia. raut wajah dinginnya kesy.


Zulia kebingungan. zulia lalu mengajak kesy duduk di sampingnya sambil mengobrol. Namun kesy menepis tangan zulia yang hendak mengajaknya kesy tetap berdiri di depan zulia dengan geram.


" Tenang dulu kesy ada apa. tanya zulia.


" heiihhh. Begini kelakuanmu yang sekarang setelah Arzhal pergi pantas saja kamu tidak pernah kelihatan karena kamu tidak memerluka dia lagi dan kamu sekarang duduk bersama laki laki lain walaupun kamu tahu Arzhal sakit di luar sana karna ulahmu. Kata kesy cuek dengan wajah datar tetap berdiri tegak sambil memasukkan tangannya ke saku hodienya.


" Apa maksud mu " kata zulia kebingungan.


Kesy terdiam tidak menjawab zulia yang berbicara padanya ia hanya menoleh lalu hendak membalikkan badanya pergi. tapi Erigo mendorong kesy namun kesy tidak terjatuh karena ia memiliki stamina yang kuat.


" jangan ganggu zulia " Teriak Erigo marah.


Kesy yang mendengarnya tertawa sinis sambil membelakangi zulia. " kamu tahu gak saat pertama kali Arzhal sadar dia masih menyebut namamu. Ia sering menelpon menggunakan nomer orang lain untuk menanyakan kabarmu dari ku. tapi gini kelakuanmu. tahukah kamu kepalanya sering sakit karena teringat dengan dirimu. walaupun ada perempuan lain di sisinya ia tidak peduli ia hanya menginginkamu, dan tahukah kamu dia kabur dari jendela rumah sakit walaupun ke adaanya parah. Dan hari ini dia dalam perjalan ke indonesia hanya untuk dirimu menemui dan mencarimu !! kata Kesy dingin menyayat hati zulia.


sontak zulia terdiam membantu mendengar kesy. zulia bangun dari duduknya lalu menghampiri kesy.


" kesy Kamu salah paham. Dia temanku bukan siapa siapa. dan kebetulan dia disini jadi dia duduk bersamaku. kata zulia merasa bersalah.


Kesy hanya terdiam. lalu ia pergi meninggalkan mereka tanpa menoleh.


Suasana hati zulia berubah lagi menjadi sedih. karena ucapan kesy.


kini otak zulia di penuhi dengan kata kata kesy.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2