
" begitu rupanya " ujar arzhal cuek.
sementara itu fina langsung menelpon pak jiril memberitahu keadaan Arzhal.
" halo paman Arzhal sudah sadar, ia membutuhkan waktu beberapa hari untuk pulih kembali " fina yang sedang menelpon pak jiril.
" terimakasih fina sudah menjaga Arzhal sampai sadar di negara Asing, nanti paman akan kesana "
" oh ya paman soal masuk universitas. mungkin Arzhal bisa masuk ia kan sudah sadar " ucap fina sambil memegang kerah bajunya.
" kalo begitu paman secepatnya akan mengurus perusahaan di sini bersama ayahmu, paling lambat kami membutuhkan waktu tiga sampai empat minggu " ucap pak jiril sambil menandatangani dokumen dokumen.
......................
setelah fina selesai menelpon pak jiril, ia mendekati Arzhal lalu duduk di samping brankar Arzhal.
Arzhal hanya menoleh fina yang duduk, Arzhal hanya terdiam saat melihat fina, ia tidak bicara.
" Hei apakah kamu lapar, sudah lama kamu tidak makan " ujar fina sambil menundukkan kepalanya langsung ke arah wajah Arzhal.
" Tidak! " ucap Arzhal cuek tapi perutnya lapar sekali hingga fina mendengar suara perut Arzhal yang lapar.
" kalo lapar bilang aja nanti ku belikan " fina keluar dari ruangan Arzhal ia berjalan membalikkan badanya lalu diam diam tersenyum , ia pergi membeli makanan tidak jauh dari rumah sakit.
__ADS_1
Arzhal memanggil fina kembali, ia meminta tolong untuk di papah.
fina kembali lalu memapah Arzhal.
" Terimakasih " ujar Arzhal
" ngomong ngomong kamu perhatian sekali padaku " Arzhal yang duduk.
" Aku hanya menjagamu " ujar fina pergi membeli makanan.
Arzhal sendiri di ruangan itu, ruangan itu benar benar sunyi tidak ada suara sama sekali.
Arzhal perlahan lahan bangun dari duduknya ia berjalan langkah demi langkah itu menuju ke arah jendela ruangan.
Hah pemandangan dari sini sangat indah namun tidak seindah cintaku padamu cantikku zulia, aku ingin melihat wajah mu dan memeluk mu tapi Aku harus bagaimana lagi aku sudah di sini tidak bisa bersamamu. batin Arzhal sambil memegang bunga yang di ambil dari sebelah meja.
" kenapa bisa jadi begini hidupku benar benar hampa tanpa sosok zulia di sisiku, kesy semoga kamu sudah memberikan cincin itu pada zulia " Arzhal yang berbicara sendiri sambil menatap keluar dari arah jendela.
......................
fina berjalan menuju lift, di dalam fina menekan tombol lantai tiga dengan penuh bahagia, lift itu naik ke lantai tiga. fina keluar dengan perasaan yang penuh bahagia.
langkah langkah fina penuh dengan ke bahagiaan, ia membuka pintu ruangan itu langkah kaki fina masuk ke ruangan Arzhal lalu ia melihat Arzhal berdiri di jendela, seketika perasaan suka fina semakin meluap luap.
__ADS_1
gantengnya dia dari belakang saat berdiri, apalagi dari depan. sudah ku bilang ia sangat tampan saat terbaring lemah maupun beraktivitas seperti biasa. bisa bisanya kamu membuatku begini Arzhal. batin fina.
fina menaruh makanan itu di meja lalu ia mendekati Arzhal dari belakang.
" Arzhal kamu harus makan, aku tidak mau menjagamu lagi kalo sakit dan mulai saat kamu sehat total kamu yang harus menjagaku " ujar fina sambil memegang tangan Arzhal.
" Baiklah , kalo begitu kamu lepasin aku ! " Arzhal yang risih saat di pegang oleh fina.
" oke, kamu sudah setuju kalo begitu ayo kamu makan "
Arzhal selangkah langkah berjalan ke arah sofa, ia berjalan lambat itu karena kondisi tubuhnya yang masih lemah.
fina yang melihat Arzhal ia langsung membantu Arzhal menuju sofa.
Arzhal dan fina duduk bersama di sofa itu, di sana fina menyuapi Arzhal dengan penuh perhatiaan.
kamu tampan saat makan, aku sungguh beruntung bisa beretemu seseorang seperti dirimu. batin fina yang terus menatap mata Arzhal.
seketika Arzhal sadar dengan tingkah laku fina yang aneh, ia pun langsung melepas makanan itu.
Arzhal langsung bangun dan mengarah ke kamar mandi tapi Arzhal yang tidak pelan pelan hingga ia terjatu, fina sangat kaget ia langsung bergegas memapah Arzhal.
" kamu tidak hati hati, kamu tahu tidak betapa lelahnya aku menjagamu " fina marah.
__ADS_1
" Aku sangat kebelat ingin pipis "
fina pun mengantar Arzhal ke kamar mandi ia menunggu Arzhal di luar untuk berjaga jaga nanti ia terpeleset.