
Arzhal berjalan mendekati Fina. Cihh.. jangan menguji kesabaranku. keluarr!! " Teriak Arzhal dengan tatapan dingin, seketika Fina merasa takut dengan tatapan mematikan Arzhal.
"Tenang tuan muda" Fina bangun dari sofa, perlahan lahan fina berjalan keluar. sambari memegang punggungnya dengan tangan kirinya.
Fina berjalan menuju pintu. Ia memegang genggaman pintu, lalu fina membalikkan badanya, ia melambai lambaikan tanganya. Dah " ujar fina pergi.
Arzhal manatap Fina dengan tatapan datar tidak bereksperesi apapun.
..............
Fina pergi menuju tempat tinggal Hersi yang kebetulan berada di Amerika.
Fina memuatar setir mobilnya menuju Apartemen Hersi. Sesampainya di sana Fina memencet Bell pintu Hersi. Ting " Orang di dalam pintu membukanya.
" Fina. ayo masuk " Hersi menatap fina penuh senyuman. Ia mengajak fina masuk ke tempat tinggalnya.
Fina hanya terdiam. ia langsung melewati Hersi memasuki ruangan dengan tatapan datarnya.
Fina duduk di ruang tamu menyilang kakinya. Hersi " ucap fina duduk di sofa sambil memain mainkan rambutnya.
Hersi mendekat. lalu ia duduk di sebelah fina. Ada apa fina " tanya Hersi.
" Mengenai perjodohan kita. Aku tidak setuju, Namun kamu harus membantuku mencari wanita yang bernama Zulia di kota D " Ujar fina dengan serius.
Hersi terdiam mendengar ucapan fina. fina tidak menyukaiku. tapi tidak apa apa, aku akan membuatnya sedikit demi sedikit mencintaiku. batin Hersi.
" Baiklah, tapi apa balasanya untukku " tanya Hersi balik.
Mendengar itu. Fina terdiam berpikir sebentar. Mudah, Aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan " jawab fina bangun dari duduknya, ia berjalan menuju ke arah jendela sambil tersenyum tipis.
" Yhaa, Oke kalau begitu apapun yang aku mau kamu harus tepatin " ujar Hersi tertawa.
__ADS_1
Terjebak, Aku harus cepat menemukan wanita yang bernama zulia itu. setelah itu aku akan meminta fina menjadi milikku. batin Hersi.
......................
Fina mengambil ponselnya, lalu ia menelpon pak jiril. sebelum itu fina menyuruh Hersi diam.
" Halo.. paman Arzhal benar benar galak " ujar fina menyedihkan suaranya untuk mendapatkan perhatian pak jiril.
" Beritahu paman kalau ada apa apa, Nanti paman hukum Arzhal. "
" Jangan paman. Aku takut Arzhal sakit lagi. " ujar fina mengelabui pak jiril.
" Baiklah, paman tidak akan menghukumnya. Namun paman akan membuat dia tidak menemui ibunya lagi selamanya !! " tegur pak jiril.
Seketika Fina mendengarnya, ia sangat terkejut baru pertama kali pak jiril menyebut ibu Arzhal yang kebetulan tidak pernah di dengar oleh fina.
...****************...
Itu hal mudah di lakukan oleh Arzhal. karena, ia pernah belajar memanjat dari tembok ke tembok yg di ajarkan oleh gurunya waktu itu ia berumur masih sepuluh tahun. tanpa sepengatahuan pak jiril.
Dan itulah awal dimana ibunya Arzhal pergi ke New york mengurus Bisnis keluarga yang dikirim oleh pak jiril.
Mulai saat itu Arzhal tidak merasakan kehadiran seorang ibu di sampaingnya sampai sekarang.
****************
Arzhal turun dari jendela kamarnya. kakinya sangat cepat, seolah olah terbang tertiup angin. saat turunan terakhir Arzhal mulai merasakan pusing di kepalanya lagi. Arzhal menahannya. hahhhh " hembusan napasnya menahan rasa sakitnya, perlahan lahan kaki Arzhal mulai menyentuh tanah.
" *Sudah lama tidak memanjat. tubuhku merasa sakit " ucap Arzhal terduduk beriatirahat menenangkan kepalanya. Arzhal berpikir kalau ia berlama lamaan di sini bisa ketahuan orang . Arzhal pun cabut menaiki tembok penghalang gerbang rumah sakit. Arzhal melewati semuanya tanpa ketahuan oleh CCTV.
Arzhal keluar, ia berjalan menuju toko baju. kebetulan Arzhal membawa kartu blacklist. Arzhal membeli baju serba hitam. bayar " dalam bahasa inggris. Arzhal menaruh kartu itu di atas meja kasir.
__ADS_1
" Baik " ujar seorang kasir tercengan baru pertama kali ia melihat dengan mata,l kepalanya sendiri kartu yang tidak terbatas blacklist. kasir itu gerogi saat memegangi kartu yang sangat berharga.
Arzhal menunggu di meja kecil ia duduk tertekun dengan tegak menyilang kakinya mengunakan baju rumah sakit.
kasir itu menuju Arzhal mengasih baju dan kartunya. Barang anda " dalam bhs inggris dengan sopan kasir itu membungkung menjulur tanganya memberikannya pada Arzhal. kemudian kasir itu menyuruh Arzhal memasuki ruang ganti VIP.
Arzhal menerimanya, Ia pun bangun dan berjalan menuju ruang ganti VIP
Arzhal berjalan dengan pelan pelan. namun karena tubuh tinggi dan kakinya yang panjang sehingga mempercepat langkah Arzhal. pemuda dengan tinggi 188 cm dengan badan yang ideal.
Arzhal menoleh kebelakang. Kamu tidak boleh memberitahu siapapun " tegur Arzhal dengan eksperesi datar. mengancam kasir itu.
Sontak kasir itu mulai merasakan takut, ia pun menganggukkan kepalanya.
................
Setelah beberapa lama Arzhal keluar memakai setelan yang di beli. Arzhal sedikit membuka kerah bajunya dengan lengan baju yang di lipat sampi di siku siku tangan. menggunakan setelan hitam membuat Arzhal semakin dingin, menakutkan dan tampan.
Arzhal menghampiri kasir ingin meminjam ponselnya. dengan senang hati kasir itu bergegas memberikan Arzhal ponselnya.
Arzhal menelpon kesy yang nomernya sudah di ingat.
" Kesy, Aku membutuhkan kamu menjadi Asisten Rahasiaku. " ujar Arzhal mengecilkan suaranya. sambil menoleh ke kasir.
kasir yang menumggu ponselnya hanya tersenyum berdiri tegak.
" Dan satu lagi, Aku ingin kamu mencari zulia. " ujar Arzhal.
Kesy mengiyakan Arzhal. kemudian ia mematikan teleponnya dan membelokir nomer yang di pakai Arzhal.
kemudian Arzhal mengasih kasir itu ponselnya. Arzhal berjalan keluar dari toko baju, semua mata tertuju pada Arzhal yang berjalan. orang orang tidak mengetahui bahwa Arzhal seorang pelajar. Dengan pakaian yang di kenakannya membuat mereka mengira Arzhal adalah seorang CEO muda. penampilannya berwibawa berjalan dengan langkah kaki yang lebar.
__ADS_1
BERSAMBUNG.