
" Arzhal mulai besok kita sudah mulai masuk di universitas " ujar fina yang duduk di sofa apertement mereka.
Arzhal hanya mengiyakannya. walupun ia tidak menyukai fina, mau tidak mau ia harus selalu bersama fina. Karena, tidak ingin mengecewakan bisnis pak jiril dan ayahnya fina pak ang.
Walaupun Arzhal tidak menyukai keberadaan fina di sisinya. Namun ia terus menjaga fina. Hanya saja fina terlalu menginkan Arzhal selalu bersamanya menjadi satu satunya.
Kadang kadang fina selalu mendekati Arzhal. Berbohong sakit untuk mendapatkan perhatian dari Arzhal. Walupun begitu Arzhal sebenarnya mengetahui, fina yang ingin mendapakat simpati darinya.
" Aku keluar dulu " ujar Arzhal membelakangi fina yang sedang duduk. kemudian menutup pintu.
Arzhal turun dari apertement menaiki lift. Arzhal masuk ke dalam mobil, lalu menginjak pedal gas dan melaju di atas jalan Raya. sebenarnya Arzhal pergi ke Toko bunga, berniat memberikannya untuk zulia nanti.
selama ini arzhal tidak mengetahui kabar zulia itu karena, ia tidak bisa menghubungi siapapun. karena, ponselnya di pegang oleh pak jiril. tanpa sepengetahuan Arzhal.
......................
Setelah Arzhal membeli bunga, ia mengarahkan mobilnya ke sebuah Restorant.
Arzhal duduk di Restorant. " Tolong satu coca cola dan kentang goreng. memesan makanan sambil menghilangkan rasa rindunya.
Beberapa lama Arzhal menunggu, ia melihat seorang laki laki yang begitu mirip dengan kakaknya. berpapasan di depanya. Tapi Arzhal mengabaikannya.
Makananya dateng, Arzhal mengunyah dengan pelan pelan sambil memikirkan Zulia. Tidak beberapa lama seorang laki laki dengan badan yang tinggi berdiri di depan Arzhal. Hei sudah lama ya " ujar laki laki itu. Arzhal yang melihatnya menoleh ke atas dan Nampaklah sosok kakaknya ilan Al jiril yang sudah lama pergi.
" Yahaaa. yang benar saja " ujar Arzhal sambil mengetos tangan.
Arzhal dan ilan duduk bersama sambil tertawa.
" ilan, tiba tiba kamu di sini "
" Aku kesini menemuimu sebelum kembali ke negara asal. "
" Ilan berikan aku ponselmu, aku ingin meminjamnya. "
__ADS_1
Ilan mengasih Arzhal ponselnya, sementara itu ia pergi ke kasir untuk memesan Ayam goreng.
......................
Arzhal menelpon kesy menggunakan ponsel ilan.
ttt..... halo kes ini aku Arzhal "
" kamu sudah sadar. sudah sekian lama baru teringat teman.
" ya, sudah lama aku tidak sadar. ngomong ngomong apa kamu tau keadan zulia
" dia sekarang menghilang tanpa jejak. dan terakhir kali aku melihatnya ia bersama seorang laki laki pergi memakai mobil hitam.
" Yhaaaaa..... bohong kamu kes"
" tidak, kamu tau tidak zhal berita tentang kematian palsumu. Hampir seluruh kota mengetahuinya.
" aku gak tau, tapi zulia tau kalo itu kematian palsu.
" kamu sudah buka surat itu. saat membicarakan surat. ilan kembali membawa sebuah Ayam goreng.
Diam. Aku matiin dulu telepennya jangan menelpon ke ponsel ini kalo bukan aku.
ttt.....
Ilan duduk lalu ia mengambil ponselnya.
zhal mungkin aku akan kembali besok, kamu harus semangat study nya. ku tunggu kamu di rumah, berkumpul kembali bersama ayah dan ibu.
Setelah itu mereka berpamitan. Arzhal kembali melajukan mobilnya menuju Apertement.
fina menunggu di ruang tamu. ini sudah larut malam, kamu kemana aja "
__ADS_1
Arzhal mengabaikan fina, ia masuk ke kamarnya melewati fina yang sedang bicara padanya.
Arzhal berbaring di kasurnya, sambil memikirkan zulia.
lia kamu gak apa apakan, aku sungguh rindu ingin mencentil centil kepalamu ingin mendengar suaramu. hei cantik sehat sehat ya, kalo aku sudah lulus universitas di sini aku akan langsung menemuimu. batin Arzhal memeluk poto mereka. ia memeluk erat foto itu di atas perut hingga ia tertidur.
tidak berselang lama fina masuk ke kamar Arzhal tanpa mengetuk pintu.
ia berjalan menghampiri Arzhal yang tertidur, lalu ia duduk di sebelah Arzhal yang tertidur. fina menatap wajah Arzhal hingga ia melihat foto di samping Arzhal. fina pelan pelan mengkat tangan Arzhal mengambil foto itu. hendak meroberk poto itu .
Arzhal terbangun melihat fina di sampingnya yang sedang duduk. ia melihat poto di tangan fina
" ngapain kamu ambil poto ini dan sejak kapan kamu masuk ke kamarku " teriak Arzhal memarahi fina
" Memangnya kenapa. kamu terus menerus saat terdtidur selalu ada poto ini di sampingmu " ujar fina kesal karena arzhal memarahinya.
" Asal kamu tau, orang di poto ini satu satunya bagiku tidak ada yang lain lagi " ucap Arzhal merubut foto itu dari tangan fina. lalu ia mendorong fina keluar dari kamarnya.
......................
Fina penuh amarah menelpon pak ang.
pah, aku menginginkan Arzhal menjadi milikku.
" emang kamu sangat menyukainya.
" ya. kalo papah tidak mau ya terserah aku akan sakit.
" Bagaimana dengan Hersi dulu.
" oh.. baiklah. fina menutup teleponnya sambil marah.
Siapa sih cewek itu. Kalo aku sudah menemukannya akan ku hancurkan hidupnya batin fina menyipitkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
...----------------...