Zulia Love Story

Zulia Love Story
BAB 28


__ADS_3

......................


Ke esokan harinya, cahaya matahari menyinari kamar Arzhal. Arzhal mengusap ngusap matanya ia menggeliat, tangan kanannya menjangka ponsel di sebelah kasur. Arzha melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Arzhal terduduk di kasur memulihkan tenaganya lalu ia berjalan menuju kamar mandi.


Arzhal melewati seluruh barang barang yang berserakan semalam.


ia tidak memperdulikannya sama sekali.


Arzhal mengambil handuk lalu melilitnya di seluruh tubuh.


setelah selesai mandi dan berganti pakaian Arzhal turun menuruni anak tangga menuju ke bawah.


Laki laki dengan panjang 188cm berjalan dengan tegak menuruni anak anak tangga. kaki panjangnya serta pakaiannya yang selalu menggunakan warna hitam dan putih membuat pemampilannya elegan dan berwibawa.


Arzhal duduk di sofa menyandarkan tubuhnya di sofa lalu menyilang kakinya. ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya.


tuuttttttttuuuttt....


Tuuuttttttuuttt....


Arzhal menelpon Riven, Namun Riven tidak menjawab teleponnya.


Tuuttttt...


Tuuuttt....


Arzhal berulang kali menelpon Riven, tapi tidak kunjung kunjung di jawab.


Dasar, jam segini aja masih tidur !!!!


Kata Arzhal geram sambil menggenggam erat ponselnya yang di pegang di tangan kanannya.


" Arzhal. " kata kesy menuruni tangga memakai pakaian yang rapi karena akan berangkat study.


" apa. " jawab Arzhal wajah datar dan dingin menoleh ke belakang.


" Kamu sarapan sana !! kata kesy berjalan mendekati Arzhal.


" Nanti " jawab Arzhal dingin.


" Ya terserah " ucap kesy berjalan keluar dari pintu.


Baarrr!!!


Dengan keras Kesy menutup pintu hingga menimbulkan suara.


Melihat kesy akan pergi. Arzhal bangun dari duduknya lalu berjalan keluar.


Baarrr!!!


pintu Yang di tutup Arzhal membuat suara lebih keras lagi.


Tapp...


Tapp...


Suara langkah kaki Arzhal yang panjang berjalan di lorong Apertement. dengan dingin dan wajah datar Arzhal memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


Sama seperti biasa, semua mata akan tertuju pada Arzhal.


Wah tampan sekali!!!!


Sejak kapan laki laki itu ada di sini!!!


Yah tampannya calonku !!!!


Semua orang membicarakan Arzhal. mendengar itu Arzhal menoleh mereka dengan wajah datar dan dingin. membuat mereka semua gemetar.

__ADS_1


...Menyeramkan, jangan di bicarakan lagi!!!...


Tanganku jadi gemetar nih !!!


Bisik mereka semua bergegas pergi masuk ke Apertement masing masing.


Arzhal berjalan ke area parkir. Menemui kesy yang hendak pergi, namun Arzhal menghentikannya.


" Ada apa zhal " tanya kesy


" Aku mau ikut " jawab Arzhal dingin.


Arzhal akhirnya masuk ke dalam mobil, ia duduk di belakang menyilang kakinya.


Mobil mulai keluar dari area parkir menuju jalan raya. Arzhal terus diam tidak berbicara sambil melihat ke arah jendela mobil.


" Kamu mau kemana " Tanya kesy pokus menyetir.


" Ke rumah Ilan " jawab Arzhal memandangi ke arah luar dari dalam mobil.


kesy Menginjak pedal gas dengan keras, sehingga mobil melaju dangan ngebut di atas jalan raya.


Jarak Rumah Ilan sungguh jauh, kesy pun dengan ngebut mengendarai mobil. karena ia akan telat ke universitas.


......................


Tidak berselang lama kesy memberhentikan mobilnya di depan pintu gerbang Rumah Ilan.


Rumah dengan desain Eropa tingkat tiga serta halaman luas dengan berbagai penjaga di dalamnya.


Arzhal turun dari mobil. ia mengeluarkan kartu dari saku bajunya.


Nih untukmu " Kata Arzhal memberikan kartu Blacklist untuk kesy.


" untukku " tunjuk kesy ke dirinya sendiri.


Kesy menerimanya lalu dengan cepat mobil pergi.


Arzhal yang berjalan masuk melewati gerbang, Namun di hentikan oleh penjaga.


Anda mau apa " tanya penjaga itu menghadang Arzhal.


Arzhal hanya diam menatap penjaga itu dengan dingin.


Penjaga itu tetap menghadang Arzhal hingga kesabaran setipis tisu itu akhirnya meluap.


Jangan halangi jalanku !!!!


Kata Arzhal menghantam tangan penjaga. lalu ia melewati penjaga.


Penjaga itu memukul Arzhal dari belakang. Namun dengan sigap Arzhal kembali memukulnya di area kepala penjaga.


sontak semua pelayan dan penjaga yang lainnya pada ribut.


Pergi!!!!


Pergi !!!


mereka semua mengusir Arzhal. Arzhal tidak menanggapi mereka ia tetap akan masuk ke rumah Ilan kakaknya. Hingga petugas yang baru saja di pukuli oleh Arzhal membalas pukulan di Area kepala Arzhal.


bukk !!


bukkk !!!


Arzhal langsung terjatuh. kepalanya yang baru sembuh kini kembali berdarah. semua orang panik melihat darah keluar dari kepala Arzhal.


Ilan yang tengah membaca buku di ruang kantornya mendengar keributan, ia berjalan ke arah jendela lalu melihat ke luar. para pelayan berkerumunan di depan gerbang.

__ADS_1


Ilan dengan penasaran ke luar dari ruang kantornya, langkah demi langkah ilan menuruni anak tangga hingga mencapai halaman rumahnya.


Ada apa ribut sekali " Tanya ilan membubarkan kerumunan.


para pelayan terdiam menundukkan kepala mereka. ilan pelan pelan berjalan dan melihat tuan muda kedua yaitu adiknya Arzhal al jiril tergeletak duduk di tengah kerumunan berlinang darah di kepalanya.


Siapa yang melakukan ini !!!!


Siapa jawab !!!!


Kalian semua tidak ada yang mengaku akan ku bunuh !!!!


Dengan marah ilan mendekati Arzhal, ia menjulurkan tangannya membantu Arzhal berdiri lalu membawanya masuk ke dalam.


"Awas kalian siapa saja dari kalian yang menyentuh satu rambut adik ku. akan ku bunuh bersama keluarganya akan musnah !!!


Ilan menoleh ke belakang dengan tatapan tajam dan dingin.


Para pelayan serta penjaga berdiri dengan hormat menundukkan kepalanya. mendengar apa yan di katakan ilan membuat pelayan wanita gemeteran.


" Dia ternyata tuan muda kedua.


Namun aku tidak pernah mendengarnya, lebih baik kita jangan membicarakannya lagi dan harus sopan supaya keluarga kita tidak musnah !! bisik para pelayan.


sesampainya di dalam Arzhal di duduk di sofa sementara Ilan menelpon dokter pribadi untuk memperban luka Arzhal.


" Kamu kenapa ada di sini " Tanya ilan duduk di sebelah Arzhal.


" Aku ingin mencari seseorang , tapi jangan beritahu papah kalau aku di sini karena aku kabur dari Amerika " jawab Arzhal.


Ilan menggangguk pertanda mengerti.


Dokter sudah sampai dalam waktu beberapa menit. Dokter yang bernama Dion mengeluarkan alat alatnya lalu memperban kepala Arzhal yang terluka. Dion seorang dokter muda, terpercaya Ilan dari waktu ke waktu, mereka selalu akan pergi bersama ke Negara asing untuk saling membutuhkan.


Mereka sudah termasuk keluarga walaupun tidak ada hubungan darah. karena, mereka setia satu sama lain tidak ada yang menghianati.


Sudah selesai..


Setelah selesai memperban kepala Arzhal. Dion hendak pergi namun di hentikan oleh Ilan.


" Tinggallah di sini " kata Ilan menarik tangan Dion.


" Baiklah " jawab Dion.


" Kamu tinggal di kamar sebelah kanan itu di lantai dua " kata ilan menunjuk kamar yang akan di tempati Dion.


Dion pergi ke kamar itu lalu menaruh peralatannya di atas meja. lalu membaringkan tubuhnya terlentang di atas kasur. ia terlelap karena kelelahan.


Sedangkan Arzhal di bawa ke kamar lantai dua sebelah Dion yang di mana kamar itu berwarna hitam yang berupa kesukaan Arzhal.


Arzhal duduk di sofa kamar menyandarkan tubuhnya sambil menelpon Riven.


tuuuttttt...


ttuuuttttt....


" Baru di jawab " kata Arzhal memijit pelipisnya.


" yhaaaa, Ada apa zhal " kata Riven


" Bagaimana ke adaan di sana " tanya Arzhal.


" Baik baik saja, tidak ada tanda tanda kamu ketahuan kabur " jawab Riven.


" Trus awasi " tegur Arzhal.


Riven mengiyakan Arzhal. telepon berhenti Arzhal masih terduduk di sofa memijit pelipisnya karena terasa nyeri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2